Anda di halaman 1dari 12

DOSEN : DRA. ANAYANTI ARIANTO, M.SI., APT.

COMPATIBILITY OF MICAFUNGIN
INJECTION
WITH OTHER DRUGS
DURING SIMULATED Y-SITE CO-
ADMINISTRATION
CRAIG TRUSLEY , THOMAS C. KUPIEC , LAWRENCE
A.TRISSEL .
Disusun Oleh :
MAULANI SUSANTI 121501024
DEBI SARA MONICA 121501047
CINDY FEBRIANI 121501056
HADY WIRAPUTRA 121501061
RIVALDO PERDANA PUTRA 121501070
BRYAN J SIAGIAN 121501074
NOVIANA PRATIWI GINTING 121501076
CALSON 121501113
MARIA MESTIKA DEWI S 121501140
MITRA A GINTING 121501142
ABSTRAK
Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kompatibilitas
terhadap tubuh antara injeksi micafungin dengan obat yang dipilih
menggunakan metode simulasi Y-site co-administration.
Stabilitas fisika diperhatikan melalui visualisasi dan pengukuran
kekeruhan.
Micafungin dalam injeksi NaCl 0,9% dikombinasikan dengan 48
jenis obat.
Dua puluh sembilan obat yang diuji ditemukan kompatibel minimal
pada 4 jam, sedangkan sembilan belas obat lainnya ditemukan
adanya endapan, pembentukan mikropartikular, atau terjadinya
kekeruhan yang tidak dapat diterima selama 4 jam pencampuran
dengan micafungin. Jadi, ini tidak boleh diberikan melalui via Y-site
co-administration antara micafungin dengan 19 macam obat.
PENDAHULUAN

Micafungin adalah suatu agen antifungal lipopeptida semi


sintetik yang baru. Obat tersebut dapat menginhibisi sintesis
dari 1,3-beta-D-Glukan, yang merupakan komponen dari
dinding cell jamur. Micafungin aktif secara invitro terhadap
beberapa spesies Candida. Obat ini juga dapat digunakan
untuk pengobatan pada esophageal kandidiasis juga pada
infeksi Candida pada pasien yang melakukan transplantasi
hematopoietic stem cell. Micafungin diberikan secara injeksi
intravena setelah dilarutkan dalam injeksi Natrium Klorida
0,9% (USP) atau dalam injeksi Dekstrosa 5% (USP).
Pasien yang diberikan infus micafungin mungkin
juga diberikan berbagai macam obat injeksi
parenteral pada Y-Site co-Administration, termasuk
anti infeksi, antiemetiks, anti neoplastik, steroids
analgesik dan obat obat lainya.
Terdapat potensi untuk terjadi inkompatibilitas
fisik pada saat pemberian obat injeksi micafungin
pada y-site-co-administration dengan agen obat
lain atau komponen dari formulasi obat tersebut
METODE

Hasil rekonstitusi 48 obat yang lain


micafungin dan pencampuran
dimasukkan nutrisi parentral
kedalam kantong yang dilakukan
Injeksi Vial (bags) polyvinyl dalam penelitian
micafungin direkonstitusi chlorida yang ini dimuat dalam
disuplai dengan 5 ml berisi NaCl 0,9% table 1. Obat-
NaCl 0,9% dan menghasilkan obat yang dicoba
dalam 50 mg menghasilkan konsentrasi 1,5 tidak dilarutkan,
lipofilisasi larutan dengan mg/ml dalam dilarutkan
vial dosis konsentrasi larutan injeksi didalam injeksi
NaCl 0,9%, yang natriumklorida
tunggal. 10mg/ml.
digunakan untuk 0,9%, atau
pengobatan dilarutkan dalam
infeksi candidiasis injeksi dekstrosa
esophagus. 5%
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada pengamatan secara visual, micafungin 1,5 mg/mL dalam injeksi Nacl 0.9 % pada
ruangan dengan suhu dan pencahayaan normal dan dilihat menggunakan sinar Tyndall
sediaan obat terlihat jernih, tidak berwarna dan mudah mengalir. 1.5 mg/mL larutan
yang pada umumnya tidak mengalami kekeruhan, memliki angka kekeruhan yang sangat
kecil yakni 0.325 NTU. Ketika diencerkan pada 0,75 mg/ml dengan total jumlah setara
dengan injeksi NacL 0.9% pada perlakuan pencampuran identik terhadap uji kedua,
larutan memiliki angka kekeruhan 0.2 NTU.

Terdapat 29 obat/kombinasi yang di klasifikasikan kompaktibel dengan injeksi micafungin


1.5 mg/mL dalam injeksi NaCl 0.9%. kombinasi ini menunjukkan hasil yang sama dengan
pengenceran micalfungin yang memiliki volum setara dengan injeksi NaCl 0.9% dan
menunjukan angka kekeruhan yang sama
Hasil dan Pembahasan

Kombinasi injeksi micafungin dengan 19 obat tidak kompatibel terhadap


tubuh; pencampuran tersebut menunjukkan beberapa perubahan yang dapat
dilihat, yakni pengendapan atau kekeruhan (13 obat) atau peningkatan ukuran
amorf dan pembentukan mikropartikel (6 obat). Walaupun terbentuk
kekeruhan dan pembentukan mikropartikel terlihat, mereka tidak selalu
terlihat.

Harus diingat bahwa uji kompatibel di dalam tubuh umumnya ditentukan pada
variasi waktu, perubahan signifikan, penampilan dan adanya inkompatibel
terhadap tubuh sehingga obat yang diuji dengan micafungin, bila terjadi
inkompatibel, maka obat tersebut seharusnya tidak diperbolehkan dicampur
melalui via Y-site co-Administration.
Tabel 2. Inkompatibilitas Obat dengan Micafungin 1,5 mg/mL dalam 0,9% Natrium Klorida Injeksi USP.
Obat Pengamatana
Albumin, manusia Larutan segera menjadi keruh
Amiodarone HCl Segera terbentuk endapan putih susu kotor
Cisatracurium besylate Segera terbentuk endapan putih amorf kotor
Diltiazem HCl Segera terbentuk endapan putih amorf kotor
Dobutamine HCl Segera terbentuk endapan putih keabu-abuan kotor
Epinephine HCl Terbentuk mikropartikelb dalam waktu 4 jam
Insulin, manusia, regular Larutan menjadi keruh dan terbentuk mikropartikelb dalam waktu 4 jam
Labetolol HCl Segera terbentuk lapisan endapan putih keabu-abuan kotor
Meperidine HCl Segera terbentuk lapisan endapan putih susu
Midazolam HCl Segera terbentuk endapan putih amorf kotor
Morphine sulfat Segera terbentuk endapan putih
Mycophenolate mofetil HCl Segera terbentuk endapan putih keabu-abuan kotor
Nesiritidine Segera terbentuk sedikit mikropartikelb
Nicardipine HCl Segera terbentuk endapan putih kekuningan kotor
Octreotide Terbentuk sedikit mikropartikelb dalam waktu 4 jam
Ondansetron HCl Segera terbentuk endapan putih amorf kotor
Phenytoin sodium Larutan menjadi keruh dalam waktu 1 jam
Rocuronium bromide Segera terbentuk endapan putih amorf kotor
Vecuronium bromide Segera terbentuk endapan putih amorf kotor
a Semua pengamatan dilakukan dengan cahaya difusi normal dengan mata yang tidak di

b Hanya Nampak dengan cahaya Tyndall

HCl = Hidroklorida
USP = United States Pharmacopeia
KESIMPULAN

Injeksi micafungin 1,5mg/ml dalam larutan NaCl 0,9%


kompatibel terhadap tubuh dengan 29 dari 48 obat dan
pencampuran nutrisi parenteral selama 4 jam setelah disimulasi
dengan Y-site co-administration pada suhu ruangan dievaluasi
pada studi ini.

Hasil kombinasi dengan 19 macam obat tidak dapat diterima


karena terdapat endapan besar, kekeruhan yang terlihat jelas,
pembentukan mikropartikular, atau pembesaran ukuran
kekeruhan. Obat-obat ini seharusnya tidak boleh diberikan
melalui via Y-site.
Terimakasih