Anda di halaman 1dari 23

PET (Positron Emission Tomography)

Kelompok 4
Anggota Kelompok
Ahmad Hamzan Z.M (P1337430214010)
Aisyah Amalia Dewita R. (P1337430214061)
Aulia Akhsana Diena (P1337430214084)
Devi Andriani (P1337430214081)
Didik Harmain (P1337430214073)
Faisal Akbar Asaristiwa (P1337430214064)
Ildsa Maulidya M.N (P1337430214088)
Mega Qolba Azkina (P1337430214055)
Shofi Shobbatul Wadlih (P1337430214044)
Ulfa Hapipatun Nisa (P1337430214072)
Wiwit Putri Kusumandari (P1337430214092)
DR GORDON
BROWNELL (KIRI) AND
DR . WILLIAM H.
SWEET (KANAN)
Apa itu PET?
PET adalah metode visualisasi metabolisme tubuh
menggunakan radioisotop pemancar positron. Oleh karena
itu, citra (image) yang diperoleh adalah citra yang
menggambarkan fungsi organ tubuh. Fungsi utama PET
adalah mengetahui kejadian di tingkat sel yang tidak
didapatkan dengan alat pencitraan konvensional lainnya.
PET Vs CT-SCAN, MRI?
CT-Scan & MRI PET
Mampu mendeteksi terbatas pada Anatomi

aspek anatomi tubuh Metabolik

Pada penyakit kanker:

Jenis
Tingkat keganasan (stadium)
Lokasi
Cara rambat penyakit
Menentukan perawatan terbaik untuk
pengobatan kanker selanjutnya
Prinsip PET
Menggunakan radioisotop sebagai sumber sinar gamma
dengan energi 80-511 keV dan memiliki waktu paruh yang carbon-11 (~20 min),
singkat
nitrogen-13 (~10 min),
Radioisotop dimasukkan kedalam organ tubuh yang
diperiksa (in vivo). oxygen-15 (~2 min),
Organ tubuh memencarkan radiasi, detektor mencatat fluorine-18 (~110 min).
paparan diluar tubuh.
Radiasi diubah menjadi cahaya, cahaya diubah menjadi
data digital, data digital direkonstruksi menjadi citra
diagnostik.
Prinsip Fisika
Sinar Gamma yang dihasilkan ketika sebuah positron dipancarkan dari bahan
radioaktif bertabrakan dengan elektron dalam jaringan yang disebut annihilasi.
Tubrukan yang dihasilkan menghasilkan sepasang foton sinar gamma yang berasal
dari situs tabrakan di arah yang berlawanan dan terdeteksi oleh detektor sinar
gamma diatur di sekitar pasien
Dari Annihilasi ini dihasilkan 2 gelombang elektromagnetik berupa sinar gamma yang
mempunyai energi sebesar 511 keV dengan arah yang berlawanan {180 derajat}.
Adanya 2 foton yang dilepas bersamaan ini ditangkap oleh detector. Kemudian sinyal
sinyal ini direkontruksi maka terjadilah citra.
Instrumentasi
Radiofarmaka
Radiofarmaka: (F-18) Fluoro-D-Glocose
(FDG) Sering digunakan
Merupakan radioaktif yang terbentuk
dari glukosa, dimasukkan kedalam
tubuh pasien melalui intravena.
Glukosa merupakan substansi yang
sangat diperlukan oleh tubuh. FDG
mempunyai waktu paruh sekitar 110
menit sehingga sangat cepat keluar
dari tubuh.
Teknik Pemeriksaan

1. Persiapan Pasien
2. Persyaratan medis secara umum
3. Anamnesa
4. Tahap penyerapan
5. Tahap scanning
Persiapan Pasien Persyaratan medis secara umum
Puasa makan min. 6 jam minum air Kadar gula darah < 140 mg/d
putih sebanyak-banyaknya Ureum, Kreatinin normal (untuk
Dalam 24 jam sebelum pemeriksaan persiapan jika memakai
tidak beraktivitas berat / olahraga kontras).Kreatinin < 1,8.
Tidak mengkonsumsi alkohol, rokok, kopi, Tidak alergi kontras.
kafein Jika pasien tidak bisa berjalan /
Pasien diminta untuk mengganti pakaian immobile, anggota keluarga harus
dengan baju pasien yang sudah membantu pada
disediakan dan akan dilakukan waktu pemeriksaan.
pemerikssan berat badan dan level gula Jika pasien panas, menggigil, batuk,
darah harus dikonsultasikan terlebih dahulu.
Pada kasus tertentu perlu didampingi
anastesi
Anamnesa Riwayat Pengobatan :
Riwayat Penyakit Sekarang Radioterapi (6 bulan terakhir)
Riwayat Penyakit Terdahulu: DM, Ginjal Kemoterapi (6 minggu terakhir)
Pemberian obat: Operasi (6 minggu terakhir)
Metformin,
Biopsi (1 minggu terakhir)
Insulin,
Pada Pasien Wanita :
Menstruasi
Pemicu Sel Darah (Neutrogin,

Eryhtropoetin, Leucokine, Gracin, Spotting / Flek


Solondo, etc) Hamil / Menyusui
Pemeriksaan diagnostik yang telah
dilakukan
Tahap Penyerapan Tahap scanning
Pasien akan diberikan suntikan Dalam tahap ini, pasien akan
radiotracer (FDG) dan dipersilahkan dibaringkan di atas meja otomatis.
berbaring selama 1 - 1.5 jam agar cairan Scanning akan berlangsung selama
FDG menyerap dalam tubuh. Kemudian 30 60 menit, tergantung dari area tubuh
pasien akan dipindahkan ke ruang yang diperiksa. Oleh karena itu
pemeriksaan. sebaiknya pasien mempersiapkan waktu
sekitar 2-3 jam di klinik untuk
menyelesaikan prosedur ini.
Kombinasi PET, CT Scan dan MRI
PET scan akan semakin informatif jika dikombinasikan dengan CT atau MRI
kombinasi ini akan menghasilkan informasi dari anatomi dan fisiologis tubuh.
Contohnya: PET scanner dengan high-end multi-detector-row CT scanners.

Karena dua scanning dapat dilakukan secara langsung dan bersamaan, dengan
tidak mengubah posisi pasien pada dua scanning, dua set gambar yang lebih
informatif akan dihasilkan, sehingga bidang keabnormalan pada PET imaging
dapat lebih sempurna dengan struktur anatomi pada gambar CT. Hal ini sangat
berguna untuk menunjukkan secara rinci dari struktur organ dengan jumlah variasi
anatomis, seperti lebih sering terjadi di luar otak.
Hasil Citra PET/CT
Hasil Gambaran Perfusion
PET/CT
Proteksi Radiasi

Operasional perlindungan akan didasarkan pada berikut:


Penilaian risiko sebelum dan optimalisasi perlindungan di semua tempat kerja.
Delineasi daerah (terkendali / diawasi); menghindari dengan sengaja
masuk ke pintu area pengoperasian.
Klasifikasi pekerja menjadi dua kategori (A / B) sesuai dengan dosis radiasi pengion.
Menginformasikan dan melakukan pelatihan pada pekerja.
Pemantauan paparan dan melakukan pengawasan medis.
Pemantauan lingkungan kerja. Optimalisasi pada staf:
Siapkan setiap proses yangdilakukan harus sangat hati-hati danmelakukan semua
pekerjaan radioaktivitas secepat mungkin.
Periksa volume yang diperlukan sebelum pemberian,
Melakukan semua pemeriksaan pasien, memberikan jelas penjelasan dan
memberikan waktu untuk mengajukan pertanyaansebelum FDG disuntikkan,
Mengoptimalkan prosedur injeksi mendapatkan IV akses yang baik (misalnya
kanula dengan threeway dengan suatu penekan)
Memaksimalkan jarak sumber-operator dengan cara:
Gunakan penjepit panjang (25-40 cm) untuk menempatkan dan menghapus
botol vial tanpa pelindung di kalibrator dosis
Hindari berada di samping pasien jika tidak terlalu penting setelah injeksi
Penggunaan Dosimeter Cincin Penggunaan Pelindung
Syringe
Hampir seluruh bagian terbuka dari Menyediakan visibilities baik
tangan kemungkinan besar yang Memberikan kontribusi yang
optimalisasi pada dosis tubuh
terkena paparan berada pada ujung Dapat melindungi
telunjuk dan jari tengah lingkungan terhadap radiasi pengion
yang dipancarkan. Jarum suntik
tanpa pelindung tidak
boleh ditangani langsung.
Teknik pelindung otomatis
Dengan menggabungkan pengeluaran yang aman dan infus 18F-FDG juga tersedia
(misalnya MEDRAD IntegoTM dan Lemer-Pax Posijet). Kedua sistem tersebut dirancang
untuk menggantikan proses manual persiapan dosis dan injeksi. Namun demikian,
teknik otomatis tampaknya menjadi sarana yang sangat menjanjikan menurunkan
dosis yang terakumulasi pada jari.
THANK YOU ...