Anda di halaman 1dari 27

Case Repport Session Rotasi 2

FLEGMON
Presentan:
Try Purwo Fandoko 1110312013

Preseptor:
dr.Eva Chundrayetti,Sp.A (K)
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang

Flegmon adalah selulitis yang mengalami supurasi.


-Streptokokus beta hemolitikus grup A
Erisipelas ialah penyakit infeksi akut eritema berwarna cerah
disertai gejala konstitusi, seperti demam, malese
didahului trauma, karena itu tempat predileksinya di tungkai
bawah
Istirahat tungkai bawah dan kaki yang diserang ditinggikan
(elevasi
Pengobatan sistemik ialah antibiotik. Pengobatan topikal
diberikan kompres terbuka dengan larutan antiseptik.
Batasan Penulisan
pembahasan mengenai definisi, etiologi, gambaran klinis,
diagnosis, pemeriksaan penunjang dan penatalaksanaan
flegmon.

Tujuan Penulisan
Penulisan case report session ini bertujuan untuk menambah
pengetahuan penulis dan pembaca mengenai flegmon.
BAB 2 LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama/Kelamin/Umur : Ny. Y/ Perempuan/ 50 tahun
Pekerjaan/pendidikan : Pedagang Lontong/SLTP
Alamat :Jl.Gajah Mada RW 004 RT 002, Gn. Pangilun
Latar Belakang sosial- ekonomi- demografi- lingkungan keluarga
Status perkawinan : Sudah menikah
Jumlah anak : 5 orang
Status ekonomi keluarga
Keluarga pasien termasuk keluarga yang kurang mampu. Pasien
bekerja sebagai pedagang lontong, dengan penghasilan yang
tidak tetap setiap harinya.
Pasien sekarang mengontrak rumah sudah 5 tahun.
Pasien tinggal serumah dengan suami dan 3 orang anaknya
yang 2 diantaranya masih sekolah ( SMP dan SMA ).
Suami pasien bekerja sebagai supir oplet.

KB : Tidak Ada
Kondisi rumah
Rumah semen, tiga kamar tidur, satu ruang tamu yang merangkap sebagai
ruang keluarga, satu dapur dan 1 kamar mandi
Lantai rumah semen, yang tidak di alas. Rumah pasien sering banjir hingga
pergelangan kaki jika hujan lebat.
Terdapat pakaian di tumpuk di ruang keluarga.
Jendela rumah tidak dapat dibuka. Ventilasi hanya dari ruang keluarga.
Kamar mandi dan WC berada di dalam rumah.
Sumber air minum air galon
Pekarangan sempit dan becek.
Sampah di bakar di belakang rumah
Kesan : hygiene dan sanitasi kurang
Aspek psikologis keluarga
Hubungan pasien dengan keluarga baik
Keluhan utama
Tukak pada kaki kanan sejak 2 hari yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang :
Tukak pada kaki kanan sejak 2 hari yang lalu. Awalnya ada goresan luka di kaki
kanan yang disadari pasien setelah pulang dari pasar. Satu hari setelah kejadian,
pasien merasakan pada kakinya nyeri dan merah. Nyeri tersebut terasa
berdenyut-denyut membuat pasien tidak bisa tidur malam harinya. Pasien belum
pernah melakukan pengobatan pada kakinya tersebut. Keesokan harinya kaki
kanan bengkak, nyeri, dan 5 hari setelah itu daerah yang bengkak tersebut
mengeluarkan cairan berwarna kuning kemerahan.
Demam ada 8 hari yang lalu, hilang timbul, demam tidak tinggi, tidak menggigil
dan tidak berkeringat. Saat ini demam sudah tidak ada.
Pasien mengeluhkan badan terasa lemas dan nafsu makan menurun sejak kakinya
sakit.
Riwayat menderita penyakit kronik tidak ada
Riwayat mengkonsumsi obat jangka lama tidak ada
Riwayat kelainan kulit lain tidak ada
Riwayat Penyakit dahulu/ penyakit keluarga
Pasien belum pernah menderita penyakit seperti
ini sebelumnya
Tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit seperti ini.
Riwayat DM, hipertensi tidak ada
Pemeriksaan fisik
Status generalis
Keadaan umuM : baik
Kesadaran : CMC
Tekanan Darah : 130/80 mmHg
Nadi : 88 kali/ menit
Nafas : 20 kali/ menit
Suhu : 37,10 C
BB : 60 kg
TB : 165 cm
IMT : 22. 03 (normoweight)
Status Internus
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Kulit : status lokalis
Dada :
Paru
Inspeksi : simetris kiri kanan
Palpasi : fremitus sama kiri dan kanan
Perkusi : sonor
Auskultasi : versikuler, wheezing (-), ronkhi (-)
Jantung
Inspeksi : iktus tidak terlihat
Palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : bunyi jantung jantung murni, irama teratur, bising (-)

Abdomen
Inspeksi : tidak tampak membuncit
Palpasi : supel, hepar dan lien tidak teraba
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal
Status Dermatologikus
Lokasi : tepat di atas pergelangan kaki kanan
Distribusi : Terlokalisir
Bentuk/Susunan : Tidak khas / soliter
Batas : Tegas
Ukuran : numular
Efloresensi : Ulkus dikelilingi kulit udem eritem dengan
pus dan krusta kehitaman diatasnya.
Status Venerologikus : Tidak diperiksa
Kelainan kuku : Tidak ditemukan kelainan
Kelainan rambut : Tidak ditemukan kelainan
Diagnosis kerja : Flegmon et regio kruris dextra
Manajemen
Preventif
Untuk menghindari kerusakan kulit pada saat bekerja atau berolah raga
gunakanlah pelindung yang tepat.
Bersihkan setiap luka di kulit secara seksama.
Mengusahakan tidak terjadinya kerusakan kulit atau bila telah terjadi
kerusakan kulit berupa luka kecil maka segera dirawat/diobati
Waspada terhadap terjadinya tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, nyeri,
pembengkakan.
Jaga kesehatan dan kendalikan penyakit menahun. Tubuh yang sehat akan lebih
mudah melawan bakteri sebelum mereka berkembang biak dan menyebabkan
infeksi, sedangkan tubuh yang lemah memiliki pertahanan infeksi yang jelek.
Promotif
Menjelaskan kepada pasien penyebab dari penyakit ini sehingga
bisa mencegah untuk berulangnya penyakit seperti ini
Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sehingga tidak
mudah terkena berbagai penyakit kulit.
Kuratiif
Sistemik
Amoksisilin tablet 500 mg 3 x sehari
Asam mefenamat tablet 500 mg 3 x sehari
Vitamin C 3x sehari
Topikal
Kompres rivanol
Edukasi
Kontrol ke puskesmas, jika keluhan tidak berkurang
Dinas Kesehatan Kodya Padang
Puskesmas Alai
Dokter : Try
Tanggal : 2 Mei 2017

R/ Amoxicilin tab 500 mg No XV


3 dd tab I
___________________________________
R/ Asam mefenamat tab 500 mg No X
3dd tab I
__________________________________
R/ Vitamin C tab 50 mg No X
2 dd tab I
__________________________________
R/ Rivanol fls No I
uc
__________________________________
Pro : Ny. Y
Umur : 50 tahun
BAB 3 DISKUSI
Telah dilaporkan seorang pasien perempuan usia 50 tahun , dengan diagnosis
flegmon et regio kruris dextra. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis
dan pemeriksaan fisik.
Flegmon merupakan selulitis yang mengalami supurasi. Selulitis itu sendiri adalah
Peradangan akut yang mengenai jaringan subkutis, biasanya didahului oleh luka atau
trauma, dengan penyebab Streptococcus betahemolitikus dan Staphilococcus aureus.
Gejala yang sering timbul pada flegmon adalah kulit tampak berwarna merah, ada
infiltrat difus yang telah pecah, pembengkakan yang terlokalisir (edema). Munculnya
flegmon diawali oleh erisipelas kemudian selulitis. Dan penyebab tersering ialah
miktotrauma.
Pada kasus di atas, pasien mengalami gejala nyeri, bengkak berwarna merah pada kaki
kanan sejak 9 hari yang lalu. Tujuh hari setelah itu, kaki yang bengkak tersebut pecah
dan mengeluarkan cairan berwarna merah bercampur kuning. Menegakkan diagnosis
flegmon lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dengan ditemukannya daerah yang
bengkak, merah dan mengeluarkan cairan, kemungkinan ini adalah selulitis yang telah
mengalami supurasi.
Erisipelas ialah penyakit infeksi akut, biasanya disebabkan oleh Streptococcus B
hemolitycus, gejala utamanya ialah eritema berwarna cerah disertai gejala
konstitusi, seperti demam, malese. Lapisan kulit yang diserang adalah epidermis
dan dermis. Penyakit ini didahului trauma, karena itu tempat predileksinya di
tungkai bawah. Keluhan kulitnya yang utama ialah eritema yang berbatas tegas
dengan pinggir yang meninggi dengan tanda-tanda radang akut.

Penyebab yang mungkin sebagai pencetus selulitis pada pasien ini adalah adanya
mikrotrauma berupa kaki yang tergores, disertai higienitas pasien yang tidak
bagus. Selulitis tidak sembuh dan kemudian pecah menjadi flegmon bisa
disebabkan karena beberapa kemungkinan seperti pasien yang tidak merawat
selulitis dengan baik dan pasien belum pernah mengobati kaki kananya ke
puskesmas.
Pengobatan yang diberikan pada pasien di atas ialah pemberian rivanol,
antibiotik ( amoxicilin ), analgetik (asam mefenamat ). Kemudian pasien
diminta untuk kontrol lagi 1 minggu jika gejala tidak hilang.

Pengobatan flegmon ialah istirahatkan tungkai bawah dan kaki yang diserang
ditinggikan (elevasi), sedikit lebih tinggi dari letak jantung. Pengobatan
sistemik ialah antibiotic, pengobatan topikal diberikan kompres terbuka
dengan larutan antiseptik.
LAMPIRAN FOTO
TERIMA KASIH