Anda di halaman 1dari 56

KOREKSI IMBALANS

ELEKTROLIT

Hermin Prihartini

09/06/2017 Terapi Cairan 1


KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH

Cairan
intraseluler 40%

Cairan tubuh
60%BB membran sel
Cairan
interstisial 15%
Cairan
ekstraseluler 20%
Plasma darah 5%

09/06/2017 Terapi Cairan 2


09/06/2017 Terapi Cairan 3
Elektrolit :
Kation utama
Pada CIS adalah K+
Pada CES adalah Na+
Anion utama
Pada CIS adalah PO4-
Pada CES adalah Cl-
Protein bukan elektrolit, tapi berperan sebagai anion pada CIS
maupun CES
Magnesium terutama berada di CIS dan merupakan kation
kedua terbanyak di CIS
Kation dan anion terbanyak di CIS dan CES sangat berbeda
SIKLUS PENGATURAN AIR
Volume darah turun,
osmolalitas serum naik

Produksi ADH dalam TD arterial turun ADH dilepaskan ke dlm


neurohipofisis darah dr tempat
Perfusi ginjal turun penyimpanan dlm pituitari
posterior naik

H2O & Na Pelepasan renin naik


disaring oleh
ginjal naik
Angiotensin I & II
naik Reabsorpsi H2O
ginjal naik
Aldosteron naik
Volume darah naik,
osmolalitas serum Ekskresi Na &H2O
turun Ekskresi urin
Vol H2O&Na yg bersirkulasi naik
Natrium (135-145 mMol/L)

Kation Utama CES


Mempertahankan osmolaritas plasma
Keseimbangan Na diatur oleh ginjal dan sistem
endokrin : ADH

09/06/2017 Terapi Cairan 6


Serum [Na+]
Definisi
(mmol/l)
Hyponatraemia < 135
Normal 135 - 145
Mild Hypernatremia 146 - 149
Moderate Hypernatraemia 150 - 169
Severe Hypernatraemia 170

09/06/2017 Terapi Cairan 7


Hiponatremi
Hiponatremia isoosmolar :
hiperlipidemia berat, peningkatan protein serum
Hiponatremia hiperosmolar :
hiperglikemia, pemberian manitol
Hiponatremia hipoosmolar :
kehilangan Na meningkat lewat ginjal, intake
cairan hipotonik

09/06/2017 Terapi Cairan 8


Formula koreksi hiponatremia:

TBW (L) X Na
TBW (L) X (Nadiinginkan Naaktual) *

* Untuk hiponatremia dengan gejala simtomatik


hipoosmolar, gunakan Na Cl 3% - 5%

09/06/2017 Terapi Cairan 9


PROTAP NaCl 3% PADA PASIEN HYPONATREMIA

09/06/2017 Terapi Cairan 10


Indikasi : digunakan untuk treatment hiponatremia (
Na 130 meq)

RUMUS KOREKSI NATRIUM

DEFISIT Na = 0.6 x BB(kg) x (desired Na+ - Na+ aktual).

Untuk perempuan digunakan 0,5


Desired Na+= 125-140 meq/l.

09/06/2017 Terapi Cairan 11


!!alert
Infus NaCl untuk pasien dengan gejala berat tidak
melebihi 1- 2 meq/L/jam.
Koreksi NaCl tidak boleh melebihi 8 10 meq/L
selama periode 24 jam atau 18 25 meq/L selama
48 jam pertama.

09/06/2017 Terapi Cairan 12


Contoh soal
Pasien laki-laki 70 kg. Na+ serum= 125 meq/l Desired
target= 140 meq/l.
Koreksi NaCl = [0.6 x 70 x (140-125)] = 630 meq ~
630/513 x 1000 = 1228 cc

Kecepatan koreksi : 0,5 meq/l/jam


= 0,6 x 70 x 0,5 = 21meq/Jam (safe rate for this
patient).
Nacl 3% hipertonik berisi 513 meq / liter.
[Tingkat yang diinginkan per jam] / 513 x 1000 = laju
infus (ml / jam)
total waktu infus = [jumlah meq diperlukan] / [meq /
jam]
09/06/2017 Terapi Cairan 13
Laju infus per jam = 21/513 meq x 1000 = 40,9 ml /
jam
Waktu pemberian infus = [630 meq] / [21 meq /
jam] = 30 jam.
Oleh karena itu: Infus NaCl 3% diberikan 40,9
ml / jam selama 30 jam.
( 40,9 ml/jam = 10 - 13 tts/mnt)

09/06/2017 Terapi Cairan 14


Contoh soal (target 10 meq/hari)
Pasien laki-laki 70 kg. Na+ serum= 125 meq/l

Koreksi NaCl = [0.6 x 70 x (10)] = 420 meq ~ 420/513 x 1000 = 818 cc

Kecepatan koreksi : 0,5 meq/l/jam


= 0,6 x 70 x 0,5 = 21meq/Jam (safe rate for this patient).
Nacl 3% hipertonik berisi 513 meq / liter.
[Tingkat yang diinginkan per jam] / 513 x 1000 = laju infus (ml / jam)
total waktu infus = [jumlah meq diperlukan] / [meq / jam]
Laju infus per jam = 21/513 meq x 1000 = 40,9 ml / jam
Waktu pemberian infus = [420 meq] / [21 meq / jam] = 20 jam.
Oleh karena itu: Infus NaCl 3% diberikan 40,9 ml / jam selama 20 jam.
( 40,9 ml/jam = 10 - 13 tts/mnt)

09/06/2017 Terapi Cairan 15


Hipernatremi
Intake Na
Kehilangan free water / air bebas
Ginjal tidak berespon terhadap ADH
Osmotik diuretik
Diabetes Insipidus
Kegagalan adrenal dll

09/06/2017 Terapi Cairan 16


Penanganan Hypernatremia.
Deplesi Natrium (Hypovolumia)
Hypovolumia koreksi (0,9% Saline).
Hipernatremia koreksi (cairan hipotonik).
Natrium berlebihan (Hypervolumia)
Meningkatkan pengurangan natrium (loop diuretik, dialisis).
Ganti defisit air (cairan hipotonik).
Natrium Tubuh total normal (normovolumia)
Ganti defisit air (cairan hipotonik)
Kontrol diabetes insipidus (DDAVP, Vasopresin, Klorpropamid)
Kontrol diabetes insipidus nefrogenik (membatasi asupan natrium &
air, thiazide diuretik)

09/06/2017 Terapi Cairan 17


Water deficit (in liters) = (plasma Na concentration - 140)
140 x total body water

09/06/2017 Terapi Cairan 18


TBW = BB (kg) x correction factor
Correction factors
o anak: 0.6
o laki-laki: 0.6
o perempuan tua: 0.5
o Elderly men: 0.5
o Elderly women: 0.45

09/06/2017 Terapi Cairan 19


kecepatan koreksi 0.5 s.d 1 mEq/jam dengan penurunan tidak lebih
dari 12 mEq/L dalam 24 jam pertama dan sisanya dalam 48 s.d 72
jam.
Koreksi natrium ini yang terlalu cepat dapat menyebabkan endapan
oedem serebral,kejang dan irreversible neurologic damage
Hindari penggunaan D5%.
Pada pasien dengan status hipovolemik, volume extracellular fluid
(ECF) dapat dipulihkan dengan larutan salin normal atau 5%
dextrose dalam setengah salin normal untuk mencegah penurunan
mendadak konsentrasi natrium.
Obat-obat diuretik dapat dipergunakan untuk penurunan natrium
tetapi perlu monitoring ketat karena dapat menurunkan elektrolit
yang lain dan ada efek vasodilator.

09/06/2017 Terapi Cairan 20


infus yang digunakan :
5% dextrose in water (D5 W): 0 mmol/L
0.2% sodium chloride in 5% dextrose in water (D5
2NS): 34 mmol/L
0.45% sodium chloride in water (0.45NS): 77
mmol/L
Ringer's lactate solution: 130 mmol/L
0.9% sodium chloride in water (0.9NS): 154
mmol/L

09/06/2017 Terapi Cairan 21


Fluid (infusate) Na Content Change per liter
mEq/L in 70kg male
with Na 150
mEq/L
Dextrose 5% in 0 - 3.5 mEq Na / L
water
0.2% NaCl in 34 - 2.7 mEq Na / L
D5%
0.45% NaCl 77 - 1.7 mEq Na / L

Lactated Ringers 130 - 0.5 mEq Na / L

09/06/2017 Terapi Cairan 22


CONTOH SOAL
laki-laki dengan berat badan 70-kg dengan kadar serum
Na 160 mEq/L

maka perkiraan defisit air (160- 140)/140 x (0.5 x 70) =


5L

09/06/2017 Terapi Cairan 23


Seorang pria 80 tahun dibawa ke ruang gawat
darurat dengan membran mukosa kering, demam,
takipnea, dan tekanan darah 134/75 mm Hg.
Konsentrasi natrium serum nya adalah 165 mmol / L.
Bobotnya 70 kg. Pria ini diketahui hipernatremia
akibat kehilangan air .

TBW = (0,5 x 70 ) = 35 L

09/06/2017 Terapi Cairan 24


Untuk mengurangi natrium serum, akan digunakan
d5W.
Dengan demikian, retensi 1 L D5 W akan mengurangi
natrium serum nya dengan (0-165) (35 + 1) = -4,6
mmol.
Tujuannya adalah untuk mengurangi natrium serum
nya dengan tidak lebih dari 10 mmol / L dalam waktu
24 jam.
Dengan demikian, (10 4.6) = 2.17 L larutan
diperlukan.
Sekitar 1-1,5 L akan wajib ditambahkan untuk
kehilangan air t total hingga 3,67 L dari D5 W lebih
dari 24 jam, atau 153 cc / jam.

09/06/2017 Terapi Cairan 25


Kalium (3,5-5 mEq/L)
K adalah kation terbesar dalam sel
Pengaturan K dilakukan oleh ginjal dan hormon
aldosteron
Kerusakan jaringan luas katabolisme meningkat
K dalam plasma

09/06/2017 Terapi Cairan 26


Hipokalemi
Ekskresi ginjal(diuretika)
Saluran cerna meningkat(diare,fistula)
K ekstrasel intrasel (insulin)
Gejala:
Gangguan otot skelet, polos, jantung
Arefleksia, paralisis sampai meninggal

09/06/2017 Terapi Cairan 27


Terapi hypokalemia
Koreksi Faktor pencetus
Alkalemia.
Hypomagnesemia.
Drugs
Hipokalemia ringan (> 2 mEq / L)
Infus Kalium Chloride / KCl hingga 10 mEq / jam.
Hipokalemia berat (< 2 mEq / L, perubahan EKG, kelemahan
intensif otot skeletal)
Infus KCl / Kalium Chloride hingga 40 mEq / jam.
Monitor EKG kontinyu

09/06/2017 Terapi Cairan 28


PROTAP PEMBERIAN KALIUM
INJ (KCl)

Komposisi : KCl 25 ml (Otsu) 7,46%


Tiap ml mengandung KCl 74,6 mg 1 mEq / ml 2
mOsm / ml

Indikasi : digunakan untuk treatmen hipokalemia (K


3 meq)

RUMUS KOREKSI KALIUM

Defisit kalium = K x 0,3 x BB

09/06/2017 Terapi Cairan 29


Pelarut yang digunakan :
Nacl 0,9%
D5%
NaCl0,9%+D5%

!!alert Kecepatan = 20 meq/jam


Kepekatan = 20 meq/500ml

09/06/2017 Terapi Cairan 30


contoh Soal

K 3 BB 50 kg
Koreksi = K x 0,3 x BB
= (4,5 3) x 50 x 0,3
= 25 meq
25 meq diberikan paling cepat 1 jam

25 meq = kecepatan maksimal 1 jam : 83 tpm


= kepekatan 25 meq/500cc : 32 tpm/4jam
: 25 tpm/5jam

09/06/2017 Terapi Cairan 31


Hiperkalemi
Gangguan fungsi ginjal
Kerusakan jaringan luas
Intake meningkat
Cairan intrasel ekstrasel
Gejala:
Gangguan kardiovascular dan neuro muscular
Aritmia, blok konduksi jantung
Parestesia, paralisis-konvulsi

09/06/2017 Terapi Cairan 32


Terapi Hyperkalemia berat *
Reverse membrane effects
Kalsium (10% kalsium glukonat, 10 - 30 ml iv, lebih dari 10
menit).
Mentransfer Kalium ke dalam sel
Glukosa (D10W) dan insulin reguler (5 - 10 unit regular insulin
per 25 - 50 gr glukosa).
Mengeluarkan Kalium dari tubuh.
Loop diuretik.
Pertukaran resin - kalium.
Hemodialisis ( 25 - 50 mEq / jam)

* K> 7 mEq / L, perubahan EKG.


09/06/2017 Terapi Cairan 33
KOREKSI HIPER KALEMIA
Hiper Kalemia ringan (5-6 mEq/L):

1. Diuretik: furosemide 40 s.d 80 mg IV


2. Resins: Kayexalate 15 s.d 30 g dalam 50 s.d 100 mL
20% sorbitol PO atau per rectum

09/06/2017 Terapi Cairan 34


KOREKSI HIPER KALEMIA
Hiper Kalemia sedang (6-7 mEq/L):

1. Glukosa + insulin: mix 25 g (50 mL D50) glukosa dan


10 U regular insulin diberikan secara IV dalam 15 - 30
menit
2. Sodium bicarbonate: 50 mEq IV dalam 5 menit
3. Nebulisasi albuterol: 10 s.d 20 mg nebulisasi selama
15 menit

09/06/2017 Terapi Cairan 35


KOREKSI HIPER KALEMIA
Hiper Kalemia berat (7 mEq/L dengan perubahan EKG):

Konsentrasi kalium diturunkan dengan memasukkan


ion kalium ke dalam sel dan mengeluarkannya dari
tubuh.
Tatalaksana yang menyebabkan ion kalium masuk ke
dalam sel akan memberikan hasil segera namun hanya
bertahan sementara, jika kadar kalium naik kembali
(rebound) maka tatalaksana harus diulang kembali.

09/06/2017 Terapi Cairan 36


Sesuai dengan urutan prioritas tatalaksana
hiperkalemi berat adalah sebagai berikut:

Memasukkan Kalium ke dalam sel: (sering disingkat


dengan GCS A yaitu Glucose+insulin, Calcium, Sodium
Biknat, Albuterol)
1. Calcium chloride (10%): 500 s.d 1000 mg (5 s.d 10
mL) IV dalam 2-5 menit untuk mengurangi efek
kalium pada sel miokard dengan segera (mengurangi
resiko VF
Terapi Cairan 37
2. Sodium bicarbonate: 50 mEq IV dalam 5 menit
(kurang efektif pada pasien dengan end-stage renal
disease)
3. Glukosa plus insulin: mix 25 g (50 mL D50) glukosa
dan
10 U regular insulin dan berikan secara IV dalam 15-30
menit
4. Nebulisasi albuterol: 10 s.d 20 mg nebulisasi selama
15 menit

09/06/2017 Terapi Cairan 38


Mengekskresikan kalium:
5. Diuretik: furosemide 40 s.d 80 mg IV
6. Resins: Kayexalate 15 s.d 30 g dalam 50 s.d 100 mL
20% sorbitol PO atau per rectum
7. Dialisis

09/06/2017 Terapi Cairan 39


Magnesium (1,5 2,5 mEq/L)
Kation terpenting kedua dalam cairan intrasel.
Berperan dalam metabolisme karbohidrat, protein,
konduksi syaraf.
Eksresi melalui ginjal.
Perubahan kadar magnesium sering dihubungkan
dengan penyakit serius dan menghasilkan gejala-
gejala yang mencerminkan adanya perubahan
fungsi neuromuskuler dan kardiovaskuler.

09/06/2017 Terapi Cairan 40


Hipomagnesemia
Intake tidak adekuat ( malnutrisi , alkoholisme )
Ekskresi meningkat ginjal(diuretika), saluran cerna
(diare,fistula)
Hipoparatiroid
Hiperaldosteron
Gejala:
Gangguan SSP, hiperaktif, tremor, kejang
Gangguan jantung, HT, takikardia,iskemia, aritmia

09/06/2017 Terapi Cairan 41


Penanganan Hipomagnesemia.
Ringan :
MgSO4 1 mEq/kg maint 0,5 mEq/kg.

Sedang :
MgSO4 6g (48 mEq Mg ) : > 3 jam
MgSO4 5g (40 mEq Mg ): > 6 jam
MgSO4 5g (40 mEq Mg ): 12 jam
09/06/2017
Berat :
MgSO4 2g (12 mEq Mg ) : > 2 menit
MgSO4 5g (40 mEq Mg ): 6 jam
MgSO4 5g (40 mEq Mg ): 12 jam
Meningkatkan pengurangan natrium (loop diuretik, dialisis).
Ganti defisit air (cairan hipotonik).
Terapi Cairan 42
Hipermagnesemia
Intake berlebihan
Gangguan Ginjal
Hiperparatiroid
Insufisiensi adrenal
Gejala:
Refleks tendon hipoaktif
Hipotensi, pernafasan dan frekuensi nadi lambat
Kemerahan, berkeringat

09/06/2017 Terapi Cairan 43


Klorida (98 106 mEq/L)

Keseimbangan Cl diatur intake, ekskresi serta


reabsorbsi renal.
Klorida diasorbsi di usus halus dan disekresikan di
dalam keringat, cairan lambung dan empedu.
Hipokloremia
Biasanya berkaitan dengan meningkatnya kadar
bikarbonat pada alkalosis
Muntah kronis
Berhubungan dengan pemberian asam etakrinat,
furosemid atau diuretic tiazid
Gejala :
Banyak berkeringan tanpa diikuti dengan masukan cairan
yang cukup
Diare
Otot hipertonus, tetani
Depresi pernafasan
Hiperkloremia

Intake meningkat
Cairan iv hipertonik
Kegagalan ginjal akut
Diabetes insipidus
Akibat pemakaian obat-obat seperti ammonium klorida
atau fenilbutazon
Gejala :
Edema
Pernafasan cepat dan dalam
Peningkatan volume darah
Kegagalan jantung kongestif
Stupor - tidak sadar
Fosfat
Fosfat merupakan anion buffer dalam cairan intrsel
dan ekstrasel.
Fosfat dan kalsium membantu mengembangkan dan
memelihara tulang dan gigi.
Fosfat juga meningkatkan kerja neuromuskuler
normal, berpartisipasi dalam metabolisme
karbohidrat, dan membantu pengaturan asam-basa.
Fosfat (2,5-4,5 mg/dL)
Konsentrasi fosfat serum diatur oleh ginjal, hormon
paratiroid, dan vitamin D teraktivasi.
Fosfat secara normal diabsorbsi melalui saluran
gastrointestinal.
Kalsium dan fosfat berbanding terbalik secara
proporsional.
Calsium (4-5 mEq/L)
Untuk integritas dan struktur membran sel,
konduksi jantung , koagulasi (pembekuan) darah,
pertumbuhan dan pembentukan tulang, dan
relaksasi otot.
Keseimbangan diatur oleh hormon paratiroid dan
tiroid.
Hormon paratiroid mengontrol keseimbangan
kalsium tulang, absorbsi kalsium di gastrointestinal,
dan ekskresi kalsium di ginjal.
Tirokalsitonin dari kelenjar tiroid , dengan
menghambat pelepasan kalsium dari tulang.
Hipokalsemia
Penyebab :
Hipoparatiroid
Pemberian darah berlebihan yang mengandung sitrat
Pemberian cairan intravena yang tidak mengandung kalsium
Alkalosis metabolik
Nutrisi parenteral total
Hipoalbumin
Defisiensi vitamin D
Penyakit neoplastik
Penyakit-penyakit pancreas

09/06/2017 Terapi Cairan 50


Gejala :
Penurunan sensasi
Parestesia, baal dan kesemutan
Refleks hiperaktif
Tanda Trousseaus : spasme karpopedal terjadi jika sirkulasi ke
ekstremitas berkurang
Tanda Chvosteks : terjadinya kontraksi otot wajah sebagai
respons terhadap ketukan di daerah yang dipersarafi oleh saraf
fasial.
Hipokalsemia kronik ; Tetani, kram otot, fraktur patologis.

09/06/2017 Terapi Cairan 51


Hiperkalsemia
Penyebab :
Hiperparatiroidisme

Metastasis kanker luas

Fraktur multiple

Mieloma multiple

Immobilisasi lama

Osteoporosis

09/06/2017 Terapi Cairan 52


Gejala :
Penurunan tonus otot
Anoreksia, mual dan muntah
Kelemahan
Letargi
Penurunan kesadaran
Henti jantung

09/06/2017 Terapi Cairan 53


Resume Terapi
Hipo Na : Na x BB x 0,6
Hiper Na : cairan hipotonis, diuretik
Hipo K : K x BB x 0,3
Kepekatan 40 mEq/L
Kecepatan 20 mEq/jam
Hiper K : Insulin, bikarbonat, calsium,
agonist,dialisis/haemofiltration

09/06/2017 Terapi Cairan 54


Resume Terapi
Hipo Mg : MgSO4 1 mEq/kg maint 0,5 mEq/kg.
Hiper Mg : HD, Ca gluconas 1g iv.
Hipo PO4 : 0,6 mg(0,02 mmol)per kg
Hiper PO4 : HD, antasida
Hipo Ca :
Ca 200mg dalam 100 ml salin isotonik > 10 mnt
1 2 mg Ca/kg : 6 - 12 jam
Hiper Ca : Cairan isotonik, furosemid,
hidrokortison,HD
09/06/2017 Terapi Cairan 55
Terima kasih

09/06/2017 Terapi Cairan 56