Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN

RETARDASI MENTAL PADA ANAK

YONGKI SANI BAIT


2013610208
Pengertian Retardasi Mental

Keterbelakangan mental ( Retardasi Mental, RM ) adalah suatu keadaan


yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang dibawah rata rata
disertai dengan kekurangan kemampuannya untuk menyesuaikan diri
(berprilaku adaptif), yang mulai timbul sebelum usia 18 tahun atau keadaan
dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan
(sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terdapat perkembangan mental
yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang
terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau
sedikit dan fren = jiwa) atau tuna mental.
Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental
merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan
gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi
mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik
lainnya.
Etiologi retardasi mental

Penyebab Organik, antara lain


Faktor prenatal, terdiri dari :
Penyakit kromosom ( Trisomi 21 ( Sindrom Down)
Sindrom Fragile X
Gangguan Sindrom ( distrofi otot Duchene, neurofibromatosis ( tipe
1)
Gangguan metabolisme sejak lahir ( Fenilketonuria )
Faktor Perinatal, terdiri dari :
Abrupsio plasenta
Diabetes maternal
Kelahiran premature
Kondisi neonatal termasuk meningitis dan perdarahan intracranial
Faktor Pasca natal, terdiri dari :
Cedera kepala
Infeksi
Gangguan degeneratif
cont. . .

Penyebab non organic, antara lain :


Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis
Sosial cultural
Interaksi anak kurang
Penelantaran anak

Penyebab lain, yaitu :


Keturunan
Pengaruh lingkungan
Kelainan mental lain
Klasifikasi retardasi mental

Klasifikasi Retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :


Retardasi mental ringan
IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari orang yang terkena Retardasi
mental. Pada umunya anak-anak dengan Retardasi mental ringan tidak dikenali
sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah.

Retardasi mental sedang


IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang terkena Retardasi
mental.

Retardasi mental berat


IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena Retardasi
mental.

Retardasi mental berat sekali


IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena Retardasii
mental.
PATOFISIOLOGI RETARDASI
MENTAL
Retardasi mental merujuk pada keterbatasan nyata fungsi
hidup sehari-hari. Retardasi mental ini termasuk kelemahan atau
ketidakmampuan kognitif yang muncul pada masa kanak-kanak
( sebelum usia 18 tahun ) yang ditandai dengan fungsi
kecerdasan di bawah normal ( IQ 70 sampai 75 atau kurang ) dan
disertai keterbatasan-keterbatasan lain pada sedikitnya dua area
fungsi adaftif : berbicara dan berbahasa ,
kemampuan/ketrampilan merawat diri, kerumahtanggaan,
ketrampilan sosial, penggunaan sarana-sarana komunitas,
pengarahan diri , kesehatan dan keamanan , akademik
fungsional, bersantai dan bekerja.
Penyebab retardasi mental bisa digolongkan kedalam
prenatal, perinatal dan pasca natal. Diagnosis retardasi mental
ditetapkan secara dini pada masa kanak-kanak.
PATHWAY RETARDASI MENTAL
MANIFESTASI
MANIFESTASIKLINIS
KLINISRETARDASI
RETARDASI
MENTAL
MENTAL
Gangguan kognitif ( pola, proses pikir )
Lambatnya ketrampilan ekspresi dan resepsi bahasa
Gagal melewati tahap perkembangan yang utama
Lingkar kepala diatas atau dibawah normal ( kadang-
kadang lebih besar atau lebih kecil dari ukuran normal )
Kemungkinan lambatnya pertumbuhan
Kemungkinan tonus otot abnormal ( lebih sering tonus
otot lemah )
Kemungkinan ciri-ciri dismorfik
Terlambatnya perkembangan motoris halus dan kasar
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan kromosom
Pemeriksaan urin, serum atau titer virus
Test diagnostik spt : EEG, CT Scan untuk identifikasi abnormalitas perkembangan jaringan otak,
injury jaringan otak atau trauma yang mengakibatkan perubahan.

Penatalaksanaan Medis
Berikut ini adalah obat-obat yang dapat digunakan :
Obat-obat psikotropika ( tioridazin,Mellaril untuk remaja dengan perilaku yang
membahayakan diri sendiri.
Psikostimulan untuk remaja yang menunjukkan tanda-tanda gangguan
konsentrasi/gangguan hyperaktif.
Antidepresan ( imipramin (Tofranil).
Karbamazepin ( tegrevetol) dan propanolol ( Inderal ).
ADA BEBERAPA PENCEGAHAN RETARDASI
ADA BEBERAPA PENCEGAHAN RETARDASI

PENCEGAHAN PRIMER :
Dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan pada masyarakat, perbaikan keadaan-
sosio ekonomi, konseling genetik dan tindakan kedokteran (umpamanya perawatan
prenatal yang baik, pertolongan persalinan yang baik, kehamilan pada wanita
adolesen dan diatas 40 tahun dikurangi dan pencegahan peradangan otak pada anak-
anak).
PENCEGAHAN SEKUNDER :
Meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak, perdarahan subdural,
kraniostenosis (sutura tengkorak menutup terlalu cepat, dapat dibuka dengan
kraniotomi; pada mikrosefali yang kogenital, operasi tidak menolong).
PENCEGAHAN TERSIER :
merupakan pendidikan penderita atau latihan khusus sebaiknya disekolah luar biasa.
Dapat diberi neuroleptika kepada yang gelisah, hiperaktif atau dektrukstif.
LATIHAN DAN PENDIDIKAN :
Pendidikan anak dengan Retardasi mental secara umum ialah:
Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada.
Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial.
Mengajarkan suatu keahlian (skill) agar anak itu dapat mencari nafkah kelak.
Hal-hal yang perlu di kaji meliputi

1. Riwayat kesehatan
Riwayat kesehatan sekarang
Riwayat kesehatan dahulu
Riwayat kesehatan keluarga
2. Pemeriksaan fisik
Kepala : Mikro/makrosepali, plagiosepali (btk kepala tdk simetris)
Rambut : Pusar ganda, rambut jarang/tdk ada, halus, mudah putus dan cepat berubah
Mata : Mikroftalmia, juling, nistagmus, dll
Hidung : Jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil, cuping melengkung ke atas, dll
Mulut : Bentuk V yang terbalik dari bibir atas, langit-langit lebar/melengkung tinggi
Geligi : Odontogenesis yang tdk normal
Telinga : Keduanya letak rendah; dll
Muka : Panjang filtrum yang bertambah, hypoplasia
Leher : pendek; Tidakmempunyai kemampuan gerak sempurna
Tangan : Jari pendek dan tegap atau panjang kecil meruncing, ibujari gemuk dan lebar, klinodaktil, dll
Dada & Abdomen : Terdapat beberapa putting, buncit, dll
Genitalia : Mikropenis, testis tidak turun, dll
Kaki : Jari kaki saling tumpang tindih, panjang & tegap/panjang kecil meruncing diujungnya, lebar,
besar, gemuk
Analisa data
N Data Etiologi Masalah
o
1 Ds :

1. Keluarga pasien Adanya perubahan Perubahan proses berfikir.


mengatakan bahwa anaknya fisiologis pada anak.
mengalami keterlambatan
dalam berfikir,

2. Ketidakmampuan untuk
berbicara secara normal.

Do :

1. Kapala anak terlihat lebih


besar atau lebih kecil

2 Ds :

1. Keluarga pasien Terjadinya penurunan Kerusakan mobilitas fisik.


mengatakan anaknya tidak kekuatan/tahanan pada
mampu berinteraksi dengan anak.
baik.

Do :

1. tonus otot abnormal.


Kemungkinan diagnosa yang muncul
Perubahan proses berfikir berhubungan dengan adanya perubahan fisiologis
pada anak.
Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan/tahanan.

Rencana Asuhan KeperAwatan (Nurse Care


Planing / NCP)
Thanks for Attection