Anda di halaman 1dari 23

PORTOFOLIO

KEJANG DEMAM
KOMPLEKS
oleh:

Dr. Taufik Fitriyanto Nugroho

RS MUHAMMADIYAH BABAT
KASUS
Nama : an. S.B.K
Umur : 3 tahun
Agama : Islam
Tanggal Masuk RS : 14 April 2017
Tanggal Keluar RS : 16 April 2017
Keluhan utama : Kejang
Keluhan Tambahan : Demam, BAB cair
ANAMNESIS
1 hari SMRS
OS mengeluh demam mendadak tinggi. Disertai keluhan BAB cair
satu kali. Oleh orang tua pasien diberikan paracetamol sirup 1 cth.
0 hari SMRS
Seorang anak datang ke RS Muh Babat diantar oleh keluarganya dan
telah dianamnesis secara alloanamnesis dengan keluhan kejang
pada pukul 04,00. Kejang terjadi 1 kali 30 menit SMRS. Kejang
didahului demam tinggi. Kejang terlihat pada tangan dan kaki.
Lama kejang kurang dari 5 menit. Riwayat kejang sebelumnya
disangkal. Tidak ada riwayat trauma sebelumnya. Muntah ().
Pasien mengeluh buang air besar cair. Nafsu makan menurun,
minum masih mau. Pasien disarankan untung rawat inap di RS Muh
Babat akan tetapi keluarga menolak.
Pada pukul 7.00 pasien datang kembali ke UGD RSM Babat karena
15 menit yang lalu dirumah pasien kejang lagi dengan durasi
kurang dari 5 menit.
1. Riwayat Pengobatan:
Pamol sup 1
Paracetamol syr 3x1 cth
L bio 1x1 sac
Stimuno 2x1 cth
Zink 1x20 mg
2. Riwayat Kesehatan / Penyakit:

Riwayat kejang pertama pada pukul 3.30


dengan durasi kurang dari 5 menit.
3. Riwayat Keluarga: Tidak ada anggota keluarga
yang mengalami hal serupa seperti pasien
PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : CM
Keadaan Umum : tampak sakit, sedang
Vital Sign :
Suhu tubuh : 39,6oC
Laju Nadi : 98 x/menit, teratur, simetri kanan kiri, isi cukup kuat
Laju Pernapasan : 28 x/menit vesikuler
Tekanan darah : tidak diukur
- Kepala : mesochepal
- Mata : reflek cahaya (+/+), konjungtiva anemis (- /-), sclera ikterik (-/-)
- Leher : JVP tidak meningkat, kaku kuduk (-)
- Thorax : Cor : S1>S2 murni, irama regular, murmur (-), gallop(-),
Pulmo : simetris, suara dasar vesikuler (+/+), ST (-/-)
- Abdomen : peristaltic (+) dbn, timpani, supel, nyeri tekan (-) hepar lien
dbn
- Ekstremitas : akral hangat, nadi kuat, edema tungkai (-)
Status Gizi
BB : 10,5 kg, Umur : 3 tahun
Menurut klasifikasi status gizi 0-5 tahun (Z
Score), berdasarkan
Berat Badan terhadap umur : antara -2SD
dan -3SD
Kesimpulan : termasuk gizi kurang
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium (14 April 2017)
Hb : 10,6 g/dL
Eritrosit : 4,49
Leukosit : 18.000
Ht : 35,7 %
Trombosit : 271.000
GDA : 135 mg/dL
Hasil Pembelajaran :
Diagnosis kejang demam
Klasifikasi kejang demam
Faktor Risiko kejang demam
Patofisiologi kejang demam
Penatalaksanaan kejang demam
Evaluasi Pengobatan
Edukasi
Asessment : Kejang demam kompleks
Pasien dalam kasus ini mengalami demam
tinggi dan BAB cair. Penyebab kejang pada
pasien ini besar kemungkinan disebabkan oleh
karena tingginya suhu tubuh pasien dan juga
adanya BAB cair, yaitu 39,6 oC. Setiap anak
memiliki ambang kejang yang berbeda- beda.
Berulangnya kejang bias disebabkan karena
ambang kejang yang rendah. Pada Pasien ini
dalam kurang dari 24 jam pasien mengalami
kejang >1x sehingga dapat di kategorikan
dalam Kejanag demam kompleks.
Plan :
Umum
a. Observasi tanda tanda vital (TD, N, RR, T)
b. Konsultasi ke spesialis anak
Khusus
Infus KAEN 3A 1000 cc /24jam
Oksigenasi dengan nasal canul 1L-2L/menit
Inj. Santagesik 3 x 200 mg
Inj. Acran 2 x 10 mg
Inj. Cefotaxime 3x250mg
Inj Diazepam 4mg iv jika kejang
DEFINISI
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang
terjadi pada kenaikkan suhu tubuh >38C
yang disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranium (tanpa disertai adanya infeksi
Susunan Saraf Pusat). Kejang demam
biasanya terjadi pada usia 6 bulan - 5 tahun
(age dependent). Kejang disertai demam
pada anak yang pernah mengalami kejang
tanpa demam tidak termasuk ke dalam
kejang demam.
ETIOLOGI
Hingga kini etiologi kejang demam belum
diketahui dengan pasti.
Demam sering disebabkan infeksi saluran
penapasan atas, otitis media, pneumonia,
gastroenteritis, infeksi otak dan batang
tulang belakang (sistem saraf pusat) seperti
meningitis/encephalitis dan infeksi saluran
kemih.
Peningkatan suhu meningkat setelah anak
diimunisasi
FAKTOR RISIKO
Usia
demam dan
genetik
KLASIFIKASI KEJANG DEMAM
Kejang demam sederhana Kejang demam kompleks
Kejang demam yang Kejang demam dengan
berlangsung singkat, salah satu ciri berikut ini:
kurang dari 15 menit, dan 1. Kejang lama > 15
umumnya akan berhenti
menit
sendiri. Kejang berbentuk
umum tonik dan atau
2. Kejang fokal atau
klonik, tanpa gerakan parsial satu sisi, atau
fokal. kejang umum didahului
Kejang tidak berulang kejang parsial
dalam waktu 24 jam. 3. Berulang atau lebih
Kejang demam sederhana dari 1 kali dalam 24 jam
merupakan 80% di antara
seluruh kejang demam.
PATOFISIOLOGI KEJANG DEMAM
Kejang demam terjadi pada anak-anak di masa
pertumbuhan pada saat ambang kejang masih rendah.
Pada masa ini anak beresiko terkena infeksi sepert ISPA,
otitis media, sindrom infeksi virus yang memberikan
reaksi dengan kenaikan suhu tubuh yang menginduksi
pengeluaran interleukin 1 yang menyebabkan
hipereksitabilitas dari neuron -> mudah kejang.
Gangguan keseimbangan cairan dan terjadi retensi
cairan
Metabolisme meninggi kebutuhan otak akan O2
meningkat sehingga sirkulasi darah bertambah dan
terjadi ketidakseimbangan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah rutin : Hb, leukosit,
trombosit, dan hitung jenis leukosit
Elektrolit: Na, K, Ca, Cl
Glukosa darah.
Pungsi Lumbal dilakukan untuk menegakkan
atau menyingkirkan kemungkinan meningitis.
Pungsi lumbal dianjurkan pada :
Bayi < 12 bulan sangat dianjurkan
Bayi antara 12 18 bulan dianjurkan
Bayi > 18 bulan tidak rutin
Bila yakin bukan meningitis secara klinis tidak
perlu dilakukan.
Elektroensefalografi tidak dapat memprediksi
berulangnya kejang sehingga tidak
direkomendasikan
Edukasi orang tua
Kejang merupakan peristiwa yang
menakutkan bagi orang tua, kecemasan ini
dapat dikurangi dengan cara :
Meyakinkan bahwa umumnya kejang memiliki
prognosis baik
Memberitahu penganan kejang
Memberiksan informasi bahwa kejang
mungkin berulang kembali
Pemberian obat untuk mencegah rekurensi
memang efektif tapi harus diingat adanya
efek samping obat.
Beberapa hal yang harus dikerjakan bila kembali
kejang:

Tetap tenang dan tidak panik


Kendorkan pakaian yang ketat terutama di daerah
leher
Bila anak tidak sadar, posisikan anak terlentang
dengan kepala miring, bersihkan muntahan atau
lendir pada hidung atau mulut. Walaupun
kemungkinan lidah tergigit jangan memasukkan
sesuatu ke dalam mulut.
Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk
kejang.
Tetap bersama pasien selama kejang
Berikan diazepam rektal. Dan jangan diberikan bila
kejang telah berhenti.
Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang
berlangsung 5 menit atau lebih.
PROGNOSIS
Kejadian kecacatan maupun kematian sebagai
komplikasi tidak pernah dilaporkan. Perkembangan
neurologis umumnya tetap normal. Penelitian
retrospekstif melaporkan kelainan nuerologis hanya
pada sebagian kecil, dan biasanya terjadi pada kasus
kejang lama atau kejang berulang.
Kemungkinan berulangnya kejang demam, dengan
faktor risiko :
Riwayat kejang demam dalam keluarga
Usia < 12 bulan
Temperatur sangat rendah saat kejang
Cepat kejang setelah demam