Anda di halaman 1dari 35

TEORIATOMHIDROGEN

KELOMPOK11
ElvaAristaNurKhabibah (4201414018)
HestyNugraheny (4201414059)
KERAPATANPELUANGELEKTRON
Dalam model atom Bohr untuk atom hydrogen electron
dibayangkan berputar mengelilingi inti dengan lintasan
lingkaran. Model ini digambarkan dalam koordinat polar
berbentuk bola dalam gambar 1.

Gambar 1 Model atom Bohr untuk atom hidrogen dalam


sistem koordinat polar berbentuk bola

Teori kuantum atom hidrogen memodifikasi ramalan
langsung Bohr dengan dua cara:
1. Tidak terdapat harga r, , tertentu. Disini hanya ada
peluang relative untuk mendapatkan elektron pada berbagai
tempat. Ketentuan ini ditimbulkan oleh sifat gelombang
electron.
2. Kita tidak bisa memikirkan(membayangkan) electron
mengelilingi inti dalam arti konvensional, karena kerapatan
peluang bebas waktu dan dapat berubah banyak dari suatu
tempat ke tempat lain.
Fungsi gelombang elektron dalam atom hidrogen ialah

Dengan,
memberikan bagaimana berubah terhadap , bila bilangan
kuantum total dan orbital mempunyai harga dan
memberikan bagaimana berubah terhadap bila bilangan
kuantum orbital dan magnetik berharga dan ; dan
memberikan bagaimana berubah terhadap bila bilangan
kuantum magnetiknya .
Kerapatan peluang dapat ditulis sebagai berikut:

Seperti biasa kuadrat setiap fungsi yang kompleks diganti dengan


hasil kali fungsi itu dengan conjugate kompleksnya.
KERAPATANPELUANGAZIMUT
Dengan fungsi gelombang azimut adalah

Maka, kerapatan peluang azimut ialah

Sehingga peluang untuk mendapatkan elektron pada


sudut azimuth tertentu merupakan konstanta yang tidak
bergantung dari semua .
KERAPATANPELUANGRADIAL
Bagian radial R dari fungsi gelombang
berkelakuan lain dari , tidak saja berubah
terhadap r tetapi berubahnya dengan cara
berbeda untuk setiap kombinasi bilangan
kuantum n dan l. gambar 2 menunjukkan
bahwa grafik R terhadap r untuk keadaan
1s, 2s, 2p, 3s, 3p dan 3d untuk atom
hydrogen.
Jelas bahwa R maksimum pada r=0,
ini berarti pada inti sendiri untuk semua
keadaan s. sedangkan nol untuk r=0 untuk
keadaan yang memiliki momentum sudut.
Gambar 2 Berubahnya fungsi terhadap
jarak dari inti dari bagian radial fungsi
gelombang elektron hidrogen untuk
berbagai keadaan kuantum
KERAPATANPELUANGUNTUK
MENDAPATELEKTRON
Kerapatan peluang elektron pada titik r, ,
berbanding lurus
dengan , tetapi peluang yang sebenarnya untuk
mendapatkannya dalam unsur volume infinitesimal dV ialah .
Dalam bentuk koordinat polar ialah

Karena dan adalah fungsi ternormalisasi, peluang yang


sebenarnya untuk mendapatkan elektron atom hydrogen
pada suatu tempat antara dan dari inti ialah
Gambar 3 Peluang untuk mendapatkan elektron atom
hidrogen pada jarak antara dan dari inti untu keadaan
kuantum
KERAPATANPELUANGZENITAL

Fungsi berubah terhadap sudut zenith untuk setiap
bilangan kuantum dan kecuali untuk dan , yang
menyatakan keadaan s. Karena juga konstan, kerapatan
peluang electron berharga sama untuk suatu harga r tertentu
dalam setiap arah. Namun, electron pada keadaan lain
mempunyai kebergantungan terhadap sudut, kadang-kadang
dalam bentuk yang sangat rumit.
Karena tidak bergantung pada , gambaran tiga dimensi
diperoleh dengan memutar representasi tertentu terhadap
sumbu vertical. Jika hal ini dilakukan kerapatan peluang
keadaan s ternyata berbentuk seperti simetri bola, sedangkan
yang lain tidak.
EFEKZEEMAN
Apa yang terjadi pada atom dalam medan magnetic?
Dalam medan magnetic eksternal B, sebuah dwikutub magnetic
mempunyai energi potensial Vm yang bergantung dari besar
momen magnetic dan orientasi momen ini terhadap medan.

Terpecahnya garis spectral oleh medan magnetic disebut efek


Zeeman. Nama ini diambil dari nama seorang fisikawan
Belanda Zeeman yang mengamati efek itu dalam tahun 1896.
Efek Zeeman merupakan bukti yang jelas dari kuantisasi
ruang.
ENERGIPOTENSIALDWIKUTUB
MAGNETIK
Torkapada sebuah dwi kutub magnetic dalam sebuah
medan magnetic berkerapatan fluks B adalah

Dengan meyatakan sudut antara dan B.


Untuk menghitung energi potensial Vm , mula-mula kita
Gambar6sebuah
dwikutubmagnetik harus membuat konfigurasi acuan, disini Vm berharga nol
Bermomen,
membentuksudut jika tegak lurus dengan B. energi potensial pada orientasi
Relatifterhadap
medanmagnetB
yang lain dari sama dengan kerja eksternal yang harus
dilakukan untuk memutar dwi kutub dari ke sudut yang
menentukan orientasinya. Jadi,

Jika searah dengan B maka , merupakan harga minimum.


MOMENMAGNETICSOSOKARUS
Momen magnetic sebuah sosok arus ialah

Dengan menyatakan arus dan menyatakan luas yang


dilingkunginya. Sebuah electron yang melakukan v
putaran/s dalam orbit lingkaran berjari-jari r setara
dengan arus ev dan momen magnetiknya menjadi

Kelajuan linear dari electron itu ialah , sehingga


momentum sudutnya menjadi

Gambar 4 (a) Momen magnetik sosok arus yang melingkungi


bidang seluas A
(b) Momen magnetik elektron yang berputar pada suatu orbit
dengan momentum sudutnya L
MOMENMAGNETIKELEKTRON
Dengan membandingkan rumus momen magnetic dan
momentum sudut L, didapatkan

Kuantitas yang bergantung hanya pada muatan dan massa


electron disebut rasio giromagnetik.
Jadi, energi potensial magnetic sebuah atom dalam medan
magnetic ialah

Yang merupakan fungsi dari B dan


ENERGIMAGNETICDANMAGNETONBOHR
Dari gambar disamping dapat dilihat bahwa
sudut antara arah L dan arah z hanya boleh
berharga tertentu yang ditetapkan oleh
hubungan

Sedangkan harga L yang diizinkan ialah

Energi magnetiknya adalah

Kuantitas disebut magneton Bohr


Magneton Bohr
Gambar 5 Kuantisasi ruang
momentum sudut orbital
EFEKZEEMANNORMAL
Karena dapat memiliki harga dari melewati 0 hingga ,
suatu keadaan dengan bilangan kuantum orbital terpecah
menjadi sub keadaan yang berbeda energi dengan jika atom itu
diletakkan dalam medan magnetic.
Efek Zeeman normal terdiri dari garis spectral berfrekuensi
terpecah menjadi tiga komponen berfrekuensi:
Contoh 1: sebuah elektron berpindah dari =2 di n=3 berpindah ke =1 di n=2


Gambar 7 Efek Zeeman normal elektron yang berpindah dari =2 di n=3 berpindah ke =1 di n=2
Contoh 2: sebuah elektron berpindah dari =1 di n=2 berpindah ke =0 di n=0


Gambar 8 Efek Zeeman normal elektron yang berpindah dari =1 di n=2 berpindah ke =0 di n=0
TRANSISIRADIATIF
Ketika merumuskan teori atom hidrogen Bohr telah
dipaksa untuk mengambil postulat bahwa frekuensi
radiasiyangdipancarkanatomyangloncatdaritingkat
energiEmketingkatenergiyanglebihrendahE nialah

Em En
v
h
Elektron atomik yang kedudukan rataratanya
terhadap inti konstan terhadap waktu tidak akan
memancarkan, sedangkan elektron yang jarak
ratarata relatif terhadap inti berosilasi
memancarkan gelombang elektromagnetik dengan
frekuensiyangsamadenganfrekuensiosilasiitu.
Fungsi gelombang bergantung waktu n dari sebuah
elektron dalam keadaan dengan bilangan kuantum n
dan energi En merupakan perkalian dari fungsi
gelombangbebaswaktundengansuatufungsiyang
berubahterhadapwaktudenganfrekuensi

En
vn
h
Jadi

n n e (iEn / )t n n e (iEn / )t ..........6.30


Hargaekspektasikedudukanelektronsepertiitu
ialah<x>

n n dx

x x ..........6.31

Masukkanfungsigelombang

( iEn / ) ( iEn / ) t
n n


x x e dx

x n dx

x n
..........6.32


Yangberhargakonstanterhadapwaktukarena n dan
n

menurut definisi hanya merupakan fungsi koordinat saja.


Elektronnya tidak berosilasi dan tidak terjadi radiasi. Mekanika
kuantum meramalkan bahwa atom pada suatu keadaan kuantum
tertentutidakmemancarkan(meradiasi).
Elektronberubahdarisuatukeadaanenergike
keadaanlainnya.Kitarumuskanatomituberada
dalam keadaan dasar ketika t = 0, kemudian
semacamproseseksitasi(misalnyaberkasradiasi
atau tumbukan dengan partikel) mulai bekerja.
Atom itu memancarkan radiasi yang bersesuaian
dengan transisi dari tingkat eksitasi keadaan
energi Em ke keadaan dasar, dan dapat
dsimpulkan bahwa pada suatu saat dalam selang
waktuantaranyaatomitutereksitasikekeadaan
m.
Fungsi gelombang sebuah elektron yang dapat berada dalam
kedua keadaan n dan m dapat ditulis

a n b m ..........6.33

Dengan aa* menyatakan peluang elektron tersebut berada


dalam keadaan n dan bb* menyatakan peluang elektron dalam
keadaan m. (Tentu saja harus selalu dipenuhi bahwa aa* + bb*
=1)

Mula-mula a = 1 dan b = 0, jika elektron dalam keadaan eksitasi,


a = 0 dan b= 1 dan akhirnya berlaku lagi a = 1 dan b = 0. Ketika
elektron berada dalam salah satu keadaan, tidak terjadi
radiasi,tetapi ketika melakukan transisi dari m ke n (yaitu ketika
a dan b tidak nol), timbul gelombang elektromagnetik.
Substitusikanfungsigelombangkompositpersamaan

a n b m
kepersamaan x x dx n n

m )( a n a m )dx

x x ( a n
b

m m ) dx

x x ( a 2
n n b a m n a b n m b 2

..........6.34

(Disini, a*a = a2 dan b*b = b2 ) integral suku


pertamadanterakhiradalahkonstan.

Menurutpersamaan6.32( x ) x n n dx


sehingga hanya suku kedua dan ketiga saja yang
memberikontribusi(sumbangan)padaperubahan<x>
terhadapwaktu.
Denganpertolonganpersamaan6.30dan6.31kitabisa
menguraikanPersamaan6.34sehingga
x
x a 2 x n n dx b a x m e ( iEm / ) t n e ( iEn / ) t dx
x

x
a *b x n e ( iEn / ) t m e ( iEm / ) t dx b 2 x m* m dx
x
..........6.35
Dalam kasus sistem terbatas untuk kedua keadaan,
sepertiyangkitadapatkandalampersoalaninimaka:

n* m m* n dan a *b b * a

Sehinggakitadapatmenggabungkankeduasuku
bergantungwaktudaripersamaan6.35menjadisatusuku

a *b x n m [e ( i / )( Em En ) t e ( i / )( Em En ) t ]dx ..........6.36

Sekarang

e i e i 2 cos
Jadipersamaan6.36dapatdisederhanakanmenjadi
x
E En
t xn m dx
*
2a * b cos m
x

Yangmengandungfaktorberubahwaktu
E En E m En
cos m cos 2 t
h
cos 2vt

Jadikedudukanelektronberosilasi
sinusoidalpadafrekuensi
Em En
v ..........6.37
h
Danrumusanlengkapuntukhargaekspektasi<x>
darikedudukanelektronialah

n n
m m
n m dx


x a 2 x dx b 2
x dx 2 a * b cos 2 vt

..........6.38

Jika elektron berada dalam keadaan n atau m,


peluangb2ataua2bergantianberharganol,danharga
ekspektasi kedudukan elektron konstan. Jika
elektron melakukan transisi antara kedua keadaan
itu,kedudukannyaberosilasidenganfrekuensiv.
KAIDAHSELEKSI
Syaratumumyangdiperlukansuatuatomdalam
keadaaneksitasiuntukmemancarkanradiasiialah

n m dx

x

tidak nol karena intensitas radiasi berbanding lurus


dengan besaran ini. Transisi yang bersesuaian
dengan harga tertentu (berhingga) dari integral itu
disebut transisi diperbolehkan, sedangkan yang
integralnya nol disebut transisi terlarang dan jarang
terjadi
Dalamkasusatomhidrogen,ada3bilangankuantum
yangdiperlukanuntukmenentukankeadaanawal
danakhiryangbersangkutandalamtransisiradiatif.
Jika bilangan kuantum total, orbital dan magnetik
berurutan untuk keadaan awal ialah n, l, ml, dan
untuk keadaan akhir ialah n, l, ml , dan koordinat u
menyatakan salah satu dari koordinat x, y, z . Persyaratan
transisi yang diperbolehkan menjadi :

n,l ,ml n ,l ,m du

u ..........6.39
l

Fungsi gelombang untuk
n ,l , matom
l hidrogen telah diketahui ,
Persamaan 6.39 dapat dicariuntuk u= x , u = y , u = z untuk
setiap pasang keadaan yang berbeda dengan satu atau lebih
bilangan kuantum.
Jika hal ini dilakukan, didapatkan bahwa transisi yang dapat
terjadi ialah yang memiliki perubahan bilangan kuantum
dengan +1 atau -1 dan bilangan kuantum magnetik ml tidak
berubah atau berubah-ubah dengan +1 atau -1. dengan kata
lain, persyaratan transisi yang diperbolehkan ialah

(KaidahSeleksi) l 1 ..........6.40

ml 0,1 ..........6.41
Kaidah seleksi memberi syarat bahwa
1 jika atom itu
perubahan l ialah
meradiasi dengan cara memancarkan foton
yangmembawamomentumsudutyangsama
perbedaan antara momentum sudut awal
atomdankeadaanakhiratomitu.
Transisiradiatifsebuahatomberdasarkancampuran
konsep klasik dan konsep kuantum yaitu harga
ekspektasi kedudukan elektron atomik berosilasi
dengan frekuensi v , ketikaloncat dari keadaan awal
kekeadaanlainenerginyalebihrendah
Secara klasik , muatan berosilasi seperti itu
menimbulkan gelombang elektromagnetik
berfrekuensisama v, dan memang radiasi yang
diamatimemlikifrekuensiitu.
SEKIAN,
TERIMA KASIH