Anda di halaman 1dari 9

PERILAKU EKONOMI KONSUMEN MUSLIM DAN

PERILAKU EKONOMI WIRASWASTA MUSLIM

KELOMPOK :
1. PUTRA ADI KURNIAWAN (14.0102.0064)
2. APRILIA ANGGRAENI (14.0102.0065)
3. ARMALITA DEWANDARI (14.0102.0067)
4. CAHYO DWI ANGGORO (14.0102.0068)
PENGENALAN
Suatu sistem dalam aktivitas manusia yang berkaitan pada
kegiatan produksi, distribusi, pertukaran dan perolehanserta
SISTEM konsumsi barang maupun jasa. Sistem ekonomi ini banyak
EKONOMI
digunakan berbagai negara di dunia, termasuk indonesia.
KONVENSIONAL
Setiap orang diberikan kebebasan penuh untuk melakukan
kegiatan perekonomian.

suatu sistem yang mempelajari mengenai perilaku-perilaku


SISTEM ekonomi manusia dimana perilakunya diatur sesuai dengan
EKONOMI aturan ajaran islam dan juga berdasarkan dengan ajaran
ISLAM tauhid sebagaimana yang terkandung pada rukun iman dan
rukun islam.
PERILAKU EKONOMI KONSUMEN MUSLIM
PENGERTIAN

Perilaku -> peri dan laku. Peri berarti cara berbuat kelakuan perbuatan, dan laku berarti perbuatan, kelakuan,
cara menjalankan. Maka, perilaku yaitu segala perbuatan tindakan yang dilakukan makhluk hidup.
Konsumen yaitu setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan
diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Kotler dalam The American Marketing Assosiation, yang dikutip Nugroho J. Setiadi, prilaku konsumen yaitu interaksi
dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku dan lingkungannya, di mana manusia melakukan kegiatan pertukaran
dalam hidup mereka
Swastha dan Handoko, perilaku konsumen yaitu kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam
mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan
keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu
Engel, perilaku konsumen yaitu tindakan langsung yang terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi, dan
menghabiskan produk jasa, termasuk proses keputusan yang mengikuti dan mendahului tindakan ini

Perilaku konsumen (consumer behavior) mempelajari bagaimana manusia memilih di antara berbagai pilihan yang
dihadapinya dengan memanfaatkan sumberdaya (resources) yang dimilikinya.
DASAR HUKUM

Firman Allah
Makanlah dan minumlah, namun jangan berlebihan-lebihan. Sesungguhnya Allah itu tidak menyukai orang-
orang yang berlebih-lebihan.

Hadith Rasulullah
Abu Said al-Chodry berkata: ketika kami dalam bepergian bersama nabi. Mendadak dating seorang
berkendaraan, sambil menoleh ke kanan dan kiri seolah-olah mengharapkan bantuan makanan, maka nabi
bersabda: siapa yang mempunyai kelebihan kendaraan harus dibantukan pada yang tidak menpunyai
kendaraan. Dan siapa yang mempunyai kelebihan bekal harus dibantukan pada orang yang tidak berbekal.
Kemudian rasulullah menyebut berbagai macam jenis kekayaan hingga kita merasa seseorang tidak
berhak memiliki sesuatu yang lebih dari kebutuhan hajatnya. (H.R. Muslim)
NILAI DASAR

Ada tiga nilai dasar yang menjadi fondasi bagi perilaku konsumsi masyarakat muslim :

Keyakinan akan adanya hari kiamat dan kehidupan akhirat, prinsip ini mengarahkan
1
seorang konsumen untuk mengutamakan konsumsi untuk akhirat daripada dunia.

Konsep sukses dalam kehidupan seorang muslim diukur dengan moral agama Islam,
2 bukan dengan jumlah kekayaan yang dimiliki. Semakin tinggi moralitas semakin tinggi
pula kesuksesan yang dicapai.

Kedudukan harta merupakan anugrah Allah dan bukan sesuatu yang dengan
3 sendirinya bersifat buruk. Harta merupakan alat untuk mencapai tujuan hidup, jika
diusahakan dan dimanfaatkan dengan benar
KONSEP MASLAHAH

Imam Shatibi -> maslahah adalah sifat atau kemampuan barang dan jasa yang mendukung elemen-elemen
dan tujuan dasar dari kehidupan manusia di muka bumi ini (Khan dan Ghifari, 1992).
Ada lima elemen dasar: 1. kehidupan atau jiwa (al-nafs),
2. Properti atau harta benda (al mal),
3. Keyakinan (al-din),
4. Intelektual (al-aql), dan
5. Keluarga atau keturunan (al-nasl).

Sifat - Sifat Maslahah

1. Maslahah bersifat subyektif dalam arti bahwa setiap individu menjadi hakim bagi masing-
masing dalam menentukan apakah suatu perbuatan merupakan suatu maslahah atau bukan
bagi dirinya.

2. Maslahah orang per seorang akan konsisten dengan maslahah orang banyak
3. Konsep maslahah mendasari semua aktivitas ekonomi dalam masyarakat, baik itu produksi,
konsumsi, maupun dalam pertukaran dan distribusi.

4. Berapa bagian pendapatannya yang akan dialokasikan untuk maslahah jenis pertama dan
berapa untuk maslahah jenis kedua

5. Bagaimana memilih di dalam maslahah jenis pertama: berapa bagian pendapatannya yang
akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dunia (dalam rangka mencapai
kepuasan di akhirat) dan berapa bagian untuk kebutuhan akhirat

Tidak semua barang atau jasa yang memberikan kepuasan atau utility mengandung
maslahah di dalamnya, sehingga tidak semua barang atau jasa dapat dan layak
dikonsumsi oleh umat Islam
PERILAKU EKONOMI WIRASWASTA MUSLIM