Anda di halaman 1dari 36

THANATOLOGY

Aspek Medikolegal Kematian



Definisi kematian:

Berhenti bekerjanya jantung dan paru mati klinis


Berhenti bekerjanya jantung dan paru yang
disebabkan oleh matinya sel-sel saraf pada pusat
otonom (batang otak) mati batang otak
Matinya sel-sel tubuh mati selular
Matinya sel-sel saraf otak besar (neokorteks) yang
irreversibel mati otak

Definisi Kematian (UU No.36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan pasal 117):

Seseorang dinyatakan mati apabila fungsi jantung-


sirkulasi dan sistem pernapasan terbukti telah
berhenti secara permanen, atau apabila kematian
batang otak telah dapat dibuktikan.
ISTILAH MATI

Mati Somatis / Mati Klinis
Mati Seluler / Mati Molekuler
Mati Serebral / Mati Otak
Mati Batang Otak
Mati Suri / Mati Semu
PERUBAHAN DINI

hilangnya semua respon
tubuh kehilangan gerak
tampak pucat
terjadi relaksasi otot menyeluruh
pendataran bagian tubuh yang tertekan
reflex pupil (-)
reflex kornea (-)
reflex menelan (-)
Pemeriksaan Paru

Auskultasi
Tes Winslow

Tes Cermin

Tes Bulu burung


Pemeriksaan Jantung

Auskultasi

Tes Magnus

Tes Icard

Incisi A. Radialis
SSP

HIDUP

RESPIRASI JANTUNG -
PARU
PERUBAHAN LANJUT

lebam mayat / livor mortis


terjadi sebagai akibat pengumpulan darah (dalam
pembuluh darah) pada daerah yang terendah
LEBAM MAYAT

LEBAM MAYAT HILANG PADA PENEKANAN


MENUNJUKKAN PERKIRAAN WAKTU KEMATIAN
ANTARA 20 MENIT 12 JAM SEBELUM PEMERIKSAAN


kaku mayat / rigor mortis
saat terjadi mati somatis, proses enzimatik masih
berlangsung untuk beberapa saat. masih terjadi
glycogenolisis yang menghasilkan phosphat
berenergi tinggi
ATP yang mengalami degradasi menjadi adp akan
diresintesa menjadi ATP lagi, selama k.l. 2 jam
post mortem.

kaku mayat / rigor mortis
kaku mayat mulai tampak 2 jam postmortal, dimulai
dari otot yang kecil sampai otot yang besar
otot yang kecil mempunyai serabut yang kecil
dengan cadangan glycogen yang sedikit
dibandingkan otot yang besar
kaku mayat seolah-olah menjalar kranio-kaudal
KAKU MAYAT

CADAVERIC SPASM


penurunan suhu mayat / algor mortis
saat mati, proses metabolisme masih berlangsung untuk
beberapa saat, sehngga masih diproduksi kalori yang
mempertahankan suhu tubuh
untuk 30-60 menit pertama, suhu mayat tidak mengalami
penurunan, baru setelah itu suhu turun sampai sama dengan
suhu keliling

penurunan suhu mayat /
algor mortis

kurva penurunan suhu


mayat akan tampak
sebagai garis sigmoid
terbalik

penurunan suhu mayat / algor mortis
banyak sekali faktor mempengaruhi kecepatan penurunan suhu
mayat

suhu awal, suhu keliling, kelembaban


tubuh gemuk, kurus
posisi tubuh terlentang, meringkuk
pakaian yang dikenakan tebal, tipis
lokasi mayat

pembusukan / decompositio
saat kematian, masih terdapat proses pertahanan tubuh,
suatu saat bakteri dalam usus (golongan clostridia) akan
berkembang biak

pembusukan awal akan tampak sebagai bercak kehijauan


pada daerah perut kanan bawah, k.l. 24 jam postmortal dan
makin menjalar serta timbul perubahan pada kulit
PEMBUSUKAN AWAL


pembusukan / decompositio
akan timbul gelembung2 pembusukan berisi cairan hitam
kehijauan.

bila bulla pecah, kulit ari akan terkelupas


tubuh akan menggembung karena terjadi pemecahan protein
oleh bakteri, menghasilkan cairan dan gas pembusukan k.l.
48-72 jam pm

VESIKEL DAN BULAE (GELEMBUNG


PEMBUSUKAN)

BLOOD PURGE

MARBLING BLOATING

SKIN SLIPPAGE AND POST-MORTEM


DISCOLORATION
DERAJAT PEMBUSUKAN

GAMBARAN PEMBUSUKAN WAKTU

1 WARNA HIJAU DI KULIT PERUT KANAN 24 JAM


BAWAH

2 MARBLING 24-48 JAM

3 GELEMBUNG PEMBUSUKAN 24-48 JAM

4 BLOOD PURGE 24-48 JAM

5 TUBUH MENGGEMBUNG 48-72 JAM

6 KULIT ARI MENGELUPAS 48-72 JAM


MEMAR DAN PEMBUSUKAN

MEMAR ATAU BUKAN ???


MEMAR DAN PEMBUSUKAN

Pemeriksaan histopatologi
terhadap jaringan yang
diduga memar
menunjukkan adanya
sebukan sel radang akut
Membedakan memar
dengan postmortem
discoloration

pembusukan / decompositio
saat mati, lalat yang hinggap pada mayat leluasa
meletakkan telur, yang kemudian menetas dan tumbuh
menjadi larva

besarnya larva dapat memberikan perkiraan saat kematian



MUMMIFIKASI


mayat menjadi kecil
kering
mengkerut atau melisut
warna coklat kehitaman
kulit melekt erat pada tulang
tidak berbau
keadaan antomi masih utuh
ADIPOSERA


Hangat, lembab dan basah
Hidrolisi lemak menjadi
asam lemak.
Asam lemak yang tak jenuh
dehidrogenasi asam
lemak jenuh
Bereaksi dengan alkali
sabun yang tidak larut.
Mempercepat adiposera
Memperlambat adiposera
Ciri-ciri :
warna keputihan
bau tengik
lunak atau berminyak
SKELETONISASI


merupakan pembusukan yang
sangat lanjut, dimana jaringan
lunak (kulit, otot) dan organ-
organ sudah hancur
rerata prosesnya antara 3-6
bulan
faktor yang mempengaruhi :
suhu lingkungan
ada/tidaknya hewan
disekitar
MANFAAT PENGETAHUAN
THANATOLOGI

untuk memastikan kematian klinis
untuk memperkirakan sebab kematian
untuk memperkirakan saat kematian

SELESAI