Anda di halaman 1dari 29

AMENOREA

Dr. dr. Kms. Yusuf Effendi, SpOG(K)


Diferensiasi genitalia internal dan
eksternal Gonad bipotensial berkembang menjadi ovarium
apabila sex-determining region Y (SRY) (-) atau menjadi
testis bila SRY (+).

3 tipe sel dismorfik seksual utama pada gonad: sel


germinal, sel pendukung (sel Sertoli dan sel folikel), dan
sel steroidogenik (sel Leydig dan theca).

Female Male
Mutase gen SRY gonad gagal berkembang menjadi testis namun pasien telah
membawa kromosom XY.
Testosteron dan Anti-Mllerian hormone (AMH) (-) gagal virilisasi fenotip
wanita.
Duktus Wolffian gagal berkembang organ genitalia interna pria tidak terbentuk.
AMH (-) perkembangan uterus, tuba fallopi, serviks, dan vagina.
Ovarium bisa jadi memiliki ovum namun berdegenerasi dengan cepat
amenorea primer.
Kondisi fase pra-pubertas
Tampak gambaran pulsasi hormon
gonadotropin pada fase pra-pubertas yang
rendah

Hipofisis pada masa pra-pubertas belum memiliki respon


yang baik terhadap rangsangan dari GnRH
Teori Gonadostat

Kadar FSH dan LH yang rendah pada


masa pra-pubertas disebabkan karena:
Adanya sensitivitas yang tinggi dari
hipotalamus terhadap umpan balik
estradiol
Adanya faktor-faktor yang menekan
pengeluaran GnRH dari hipotalamus
Peran jaringan lemak dan leptin

Leptin dibuat di jaringan adiposa


memberikan sinyal mengenai kecukupan energi,
menekan Neuropeptide Y menekan asupan
makanan.
NPY memiliki sifat menekan pelepasan GnRH
Peran kelenjar adrenal

Pada masa awal pubertas akan ditandai dengan aktifnya kelenjar


adrenal menghasilkan hormon androgen yang akan memicu
terjadinya adrenarche
Androgen akan diaromatisasi menjadi estradiol
Fisiologi pubertas
Kejadian-kejadian pada masa pubertas

2-2.5 thn
Definisi amenorea
Primer Sekunder
Belum mengalami haid pada usia 14 Berhentinya menstruasi regular lebih
tahun, yang disertai dengan tidak dari interval tiga siklus atau total lebih
tampaknya pertumbuhan serta dari 6 bulan wanita sudah pernah
perkembangan tanda-tanda seks mengalami menstruasi
sekunder

Belum mengalami haid pada usia 16


tahun meski telah didapatkan
pertumbuhan dan perkembangan yang
normal dari tanda-tanda seks sekunder
Penyebab amenorea
Amenorea primer
Defek anatomi Mullerian agenesis, himen imperforata, agenesis
serviks, stenosis serviks, hipoplasia endometrium
atau aplasia.
Hipogonadisme primer Disgenesis gonada, agenesis gonadal, defisiensi
enzimatik, kegagalan ovarium prematur
Gangguan hipotalamik Disfungsional: stress, latihan fisik, gangguan
makan, tumor: craniopharyngioma, germinoma
Gangguan hipofisis Prolactinoma, hormone-secreting pituitary tumor,
penyakit autoimun, galaktosemia
Gangguan kelenjar endokrin lainnya Gangguan kelenjar adrenal, gangguan kelenjar
tiroid, tumor ovarium
Multifaktorial PCOS
ASRM Practice Committee. Amenorrhea. Fertil Steril 2006.
Mullerian agenesis
(MayerRokitanskyKsterHauser syndrome)
Himen normal dan anomali kongenital himen
Penyebab amenorea
Amenorea sekunder
FSH normal atau rendah Berat badan turun/anoreksia, anovulasi kronik
(termasuk PCOS), hipotiroidisme, sindroma
Cushing
Kegagalan gonadal: FSH tinggi 46 XX, kariotipe abnormal
Prolaktin tinggi
Anatomik Sindroma Asherman
Status hiperandrogenik Tumor ovarian

ASRM Practice Committee. Amenorrhea. Fertil Steril 2006.


Anamnesis
Defisiensi energi
Kelainan di keluarga: usia menarche dan kesuburan ibu dan
dengan atau tanpa
juga kerabat lainnya
gangguan makan
Riwayat perinatal;
Riwayat pembedahan, pengobatan keganasan, penyakit
otoimun, endokrinopati;
Female Athlete Gangguan menstruasi Perkembangan pubertas;
Triad atau amenorea
Riwayat sakit kepala, gangguan pola makan, perubahan berat
badan, kegiatan fisik yang berlebihan, gambaran hirsutisme

Menurunnya densitas
massa tulang atau
osteoporosis
Indikasi evaluasi remaja dengan amenorea primer
Remaja yang belum menarche

Usia 14 tahun + suspek


Telah mengalami Usia 13 14 tahun dan gangguan makan atau
latihan fisik berlebihan,
Usia 15 16 tahun thelarche lebih dari 3 perkembangan seks tanda hirsutisme, atau
tahun sekunder (-) suspek obstruksi aliran
genitalia
Evaluasi amenorea
Aksis 4
Gangguan sistem saraf pusat/hipotalamus
Periksa kadar hormon
gonadotropin
Aksis 3
Gangguan hipofisis anterior

Periksa pengaruh hormon Aksis 2


estrogen terhadap target organ Gangguan ovarium

Aksis 1
Periksa kelengkapan dan kondisi Gangguan aliran traktus, patensi,
genitalia interna dan eksterna dan kontinuitas (endometrium,
serviks, dan vagina).
Tanner staging
Algoritme amenorea primer
History and physical examination
Lab: BHCG, TSH, prolactin
Algoritme amenorea sekunder
Penanganan kasus dengan hipoestrogen
Fase 1: Memicu pertumbuhan payudara

6-12 bulan
E2 dosis rendah
CEE 0.3 mg per hari

Pemberian pil KB pada fase 1 tidak dianjurkan, karena adanya periode paparan
terhadap estrogen dosis rendah pada fase awal pubertas saat masa pertumbuhan
payudara yang normal
Penanganan kasus dengan hipoestrogen
Fase 2: Mempertahankan siklus dan mineral tulang
CEE 0.625 mg

2
1

6-12 bulan CEE 0.625 mg + CEE 0.625 mg +


E2 dosis rendah MPA 5 mg (5 hari) MPA 10 mg (10-12 hari)
CEE 0.3 mg per hari

Peningkatan dosis estradiol berdasarkan pertimbangan: hasil pemeriksaan


radiologi bone age; prediksi tinggi badan dan laju pertumbuhan payudara. Pada
kasus dengan tinggi badan yang rendah umumnya setelah 12 tahun. Namun pada
yang tinggi badannya cukup maka dosis dapat dinaikkan setelah 3-6 bulan
Waktu dimulainya pemberian progestin masih bervariasi di antara pusat-pusat
pelayanan, namun dianjurkan 2-3 bulan setelah peningkatan dosis estradiol.
Apabila payudara sudah tumbuh sempurna, maka progestin dapat dinaikkan
dosis dan lama pemberiannya
Penanganan kasus dengan hipoestrogen
Fase 3: Mempertahankan estrogen jangka panjang
3
CEE 0.625 mg

2
CEE 0.625 mg +
1 MPA 10 mg (12-14 hari)
Pil KB
6-12 bulan CEE 0.625 mg + CEE 0.625 mg +
E2 dosis rendah MPA 5 mg (5 hari) MPA 10 mg (10-12 hari)
CEE 0.3 mg per hari

Untuk meningkatkan densitas mineral tulang dianjurkan konsumsi kalsium 1300


mg per hari dan vitamin D 400 IU per hari
KESIMPULAN
Seorang remaja yang belum haid perlu diintervensi apabila pada usia 14 tahun
belum menunjukkan perkembangan seks sekunder atau pada usia 16 tahun

Pemeriksaan perlu ditujukan kepada 4 aksis yang berperan dalam siklus haid

Penanganan kasus amenorea primer ditentukan oleh hasil pemeriksaan kariotipe


dan status estrogen

Pemberian hormon estrogen perlu mempertimbangkan usia tulang, potensi tinggi


badan dan perkembangan seks sekunder