Anda di halaman 1dari 38

PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS,

BILANGAN ASAM, BILANGAN IODIN DAN BILANGAN


PEROKSIDA
-PERCOBAAN 5-

Afina Firdiana Nurfajri 1147040002


Ahmad Hanif Fahrudy 1147040003
Anggraeni Wijayanti 1147040010
Ayu Annisa Lathifah 1147040014
P E TA K O N S E P

Prinsip Dasar
Tujuan Prosedur Percobaan Perhitungan
Kesimpulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Teori Dasar Alat dan Bahan Pembahasan


Hasil Pengamatan

2
01

TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan kadar asam lemak bebas (%FFA) dan angka
1 asam dari sampel minyak kelapa, minyak kelapa jelantah,
minyak kelapa sawit dan minyak kelapa sawit jelantah.

2 Menentukan konsentrasi NaOH hasil standarisasi dengan


asam oksalat.

TUJUAN Menentukan konsentrasi Na2S2O3 hasil standarisasi dengan


3 kalium dikromat.

Menentukan bilangan peroksida pada sampel minyak


4 kelapa, minyak kelapa jelantah, minyak kelapa sawit dan
minyak kelapa sawit jelantah.

Mengidentifikasi kualitas dan ketengikan sampel minyak

5 kelapa, minyak kelapa jelantah, minyak kelapa sawit dan


minyak kelapa sawit jelantah.

4
02

TEORI DASAR
Teori Dasar

Bilangan Iod
Asam Lemak

01 02 03 04
suatu asam yang dibebaskan pada proses hidrolisis Bilangan iod adalah jumlah (gram) iod yang dapat diserap oleh 100
gramminyak. Bilangan iod dapat menyatakan derajat ketidakjenuhan
lemak. Asam lemak bebas pada suatu bahan pangan
dari minyak atau lemak. Semakin besar bilangan iod maka derajat
akan terbentuk karena adanya proses pemanasan
ketidakjenuhan semakin tinggi. Asam lemak yang tidak jenuh dalam
bahan pangan pada suhu tinggi yang dapat minyak dan lemak mampu menyerap sejumlah iod dan membentuk
meningkatkan konsentrasi dari asam lemak bebas senyawa yang jenuh. Besarnya jumlah iod yang diserap menunjukkan
dan meningkatkan jumlah asam lemak bebas yang banyaknya ikatan rangkap atau ikatan tidak jenuh. Bilangan iod dalam
setiap asam lemak berbeda, contohnya pada asam lemak tak jenuh
terbentuk apabila proses tersebut semakin lama
jenis linolenat besarnya bilangan iodin bisa mencapai 273,7, untuk
dilakukan sehingga merugikan mutu dan kandungan
linoleat bilangan iodinnya bisa mencapai 181,1 dan untuk oleat
gizi bahan pangan tersebut bilangan iodinnya mencapai 89,9.

Kelompok 3 6
Bilangan Asam Bilangan Peroksida

01 02 03 04
ukuran dari jumlah asam lemak bebas, serta dihitung indeks jumlah lemak atau minyak yang telah mengalami
berdasarkan berat molekul dari asam lemak atau campur
oksidasi Angka peroksida sangat penting untuk identifikasi
anasam lemak . Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah
milligram KOH yang digunakan untuk menetralkan asam tingkat oksidasi minyak. Minyak yang mengandung asam-
lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram minyak ataul asam lemak tidak jenuh dapat teroksidasi oleh oksigen
emak. Bilangan asam yang besar menunjukkan asam
lemak bebas yang besar pula, yang berasal dari hidrolisa
yang menghasilkan suatu senyawa peroksida. Cara yang
minyak atau lemak, ataupun karena proses pengolahan sering digunakan untuk menentukan angka peroksida
yang kurangbaik. Makin tinggi bilangan asam, maka makin adalah dengan metoda titrasi iodometri. Penentuan
rendah kualitasnya. Penentuan bilangan asam
dipergunakan untuk mengukur jumlah asam lemak bebas besarnya angka peroksida dilakukan dengan titrasi
yang terdapat dalam minyak atau lemak. Besarnya iodometri.
bilangan asam tergantung dari kemurnian dan umur dari
minyak atau lemak tersebut.
Kelompok 3 7
03

PRINSIP DASAR
Prinsip Dasar

Penentuan kadar asam lemak bebas Penentuan bilangan


(Bilangan Asam)
Penentuan Bilangan Iodin
peroksida

Penentuan kadar asam lemak bebas Ditentukan dengan metode Hanus. Nilai Dasarkan pada pengukuran sejumlah iod yang dibebaskan
(FFA) berprinsip pada titrasi sampel yang diperoleh menunjukan derajat dari KI melalui reaksi oksidasi oleh peroksida dalam

yang dilarutkan dengan alkohol netral ketidakjenuhan lipid. Gliserida tidak jenuh minyak pada suhu ruang di dalam medium asam
asetat/kloroform. Peroksida memecah KI menjadi bi-iodat
dengan NaOH untuk menetralkan asam mempunyai kemampuan untuk
yang ditentukan jumlah dengan iodometri
lemak bebas. mengadsorpsi iod dan dibantu oleh suatu
carier seperti KI dan KBr

Kelompok 3 9
04

ALAT DAN BAHAN


ALAT BAHAN
No Bahan Jumlah
No Alat Ukuran Jumlah
1 Minyak Kelapa 50 gram
1 Erlenmeyer 250 mL 4 buah
2 Minyak Kelapa Jelantah 50 gram
2 Hot Plate 1 set alat 1 buah
3 Minyak Kelapa Sawit 50 gram
3 Piper Ukur 5 mL 2 buah
4 Minyak Kelapa Sawit Jelantah 50 gram
4 Buret 50 mL 2 buah
6 NaOH 0.1 N 100 mL
5 Neraca Analitik 1 set instumen 1 buah 7 K2Cr2O7 0.1 N 250 mL
8 Alkohol 100 mL
6 Klem - 2 buah
9 Indikator Fenoftalein 6 tetes
7 Satif - 2 buah
10 CHCl3 100 mL

8 Gelas Kimia 250 mL, 50 mL 3 buah 11 Yodium-Bromida 25 mL


12 KI 15% 50 mL
9 Gelas Ukur 50 mL 1 buah
13 Na2S2O3 0.1 N 100 mL

10 Pipet Volume 10 mL 1 buah 14 Amilum 1% 50 mL

15 Akuades Secukupnya
11 Labu Takar 100 mL, 250 mL 3 buah
16 Asam Oksalat 50 mL

12 Pipet Tetes - 1 buah 17 H2SO4 4 N 25 mL


18 CH3COOH 100 mL
05

PROSEDUR PERCOBAAN
PROSEDUR PERCOBAAN

1 Standarisasi Na2S2O3 dengan Kalium Dikromat

2 Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat

3 Titrasi Blanko Bilangan Peroksida

4 Penentuan Bilangan Peroksida

5 Penentuan Kadar Asam Lemak Bebas (%FFA) dan Angka Asam

13
10 mL K 2 Cr 2 O 7
1 + 5 mL KI 10%
+ 5 mL H2SO4 4 N

Campuran Reaksi
2 Dititrasi duplo dengan Na2S2O3

Larutan Kuning Pucat


3 + 3 tetes amiilum 1%
Dititrasi duplo hingga BTM
Bagian 1
Hasil
Standarisasi Na2S2O3 dengan 4 Dicatat Volume Na2S2O3 dan
Kalium Dikromat ditentukan konsentrasinya

14
Bagian 2 :
Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat

10 mL Asam Oksalat Larutan tak Berwarna Larutan Merah Muda Hasil

01 02 03 04
Dimasukkan dalam Dititrasi duplo dengan Dicatat volume NaOH
Erlenmeyer 250 mL NaOH dan ditentukan
konsentrasinya
Ditambahkan 3 tetes
indikator fenoftalein

15
Bagian 3 : Titrasi Blanko Bilangan Peroksida

Campuran
C H 3C O O H : C H C l 3 ( 3 : 2 ) Campuran melarut
+ 30 mL akuades
Dimasukkan dalam Erlenmeyer 250 1 2
mL + 0.5 mL amilum 1%

Ditambahkan 0.5 mL KI jenuh dan


diaduk hingga melarut

Campuran reaksi
Dicatat Volume Na2S2O3 dan ditentukan
4 3 konsentrasinya

Hasil

16
Bagian 4
Campuran reaksi
Penentuan Bilangan + 0.5 mL amilum 1%
Ditirasi simplo dengan Na2S2O3
Peroksida Dicatat Volume Na2S2O3 dan
ditentukan konsentrasinya

3 4
5 Gram Sampel Minyak
Ditimbang sebanyak 50 gram
Dimasukkan ke dalam labu Hasil
erlenmeyer 250 Ml
+ 30 mL campuran CH3COOH:CHCl3
(3:2)
Labu digoyangkan hingga campuran
melarut 1 2 Campuran Melarut
+ 8.5 mL larutan KI jenuh
+ 30 mL akuades

17
Bagian 5

Penentuan Kadar Asam Lemak Bebas (%FFA) dan Angka Asam

Hasil 0.2 Gram Sampel Minyak


Ditentukan kadar asam lemak
4 1 dimasukkan ke dalam labu
bebas (%FFA) dan angka erlenmeyer 250 mL
asam sampel. + 50 mL alkohol netral panas
Diaduk perlahan hingga sampel
lemak melarut

Campuran reaksi 3 2 Campuran Melarut


Dititrasi simplo menggunakan NaOH 0.1 N + 2 mL indikator fenoftalein
Ditirasi simplo dengan Na2S2O3
volume NaOH yang bereaksi

18
06

HASIL PENGAMATAN
1. Pembuatan Larutan
Lanjutan ...
2. Analisis Kadar Asam Lemak Bebas dan Angka
Asam

2.a Standarisasi NaOH dengan 2.b Penentuan Kadar Asam


H 2C 2O 4 Lemak Bebas
Lanjutan 2.b ...

Unique ideas
Cu erat verterem cum, brute
invenire explicari in mea.

22
Lanjutan 2.b ...
3. Standarisasi Na2S2O3 dengan K2Cr2O7
4. Titrasi Blanko Bilangan Peroksida
5. Penentuan Bilangan Peroksida
5. Penentuan Bilangan Peroksida
07

PERHITUNGAN
PERHITUNGAN
2.Standarisasi
4.Bilangan Asam Lemak (Angka Asam)
( N a O H d a n N a 2S 2O 3)
BM NaOH
(N x V) = (N x V) Angka Asam = %FFA
BM Asam Lemak / 10

5.Bilangan Peroksida
Vtitrasi (blanko) VSampel x N Natiosulfat x 1000
Berat Sampel (gram)

1.Pembuatan larutan 3 . B i l a n g a n A s a m L e m a k B e b a s ( % F FA )
N x Mr x V mL NaOH x N NaOH x BM Asam Lemak
Massa = %FFA = 100%
1000 Berat Sampel x 1000

29
TABEL PERHITUNGAN

Bilangan Asam Lemak Bilangan Asam Lemak Bilangan Peroksida


PRODUCTS
Bebas (Angka Asam)
SAMPLES

Minyak Kelapa 1.4 % 1.9858 32.34

Minyak Kelapa Jelantah 2,8059 % 3.9716 86.24


Minyak Kelapa Sawit 1.4 % 1.9858 35.574
Minyak Kelapa Sawit
Jelantah 2,8059 % 3.9716 51.744

30
08

PEMBAHASAN
1. Pembakuan

Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat

Pada proses standarisasi NaOH ini digunakan asam oksalat sebagai standar primer, pembakuan ini dilakukan
karena NaOH merupakan larutan standar yang tak stabil dalam penggunaan jangka lama sehingga dilakukan standarisasi
agar NaOH yang akan dipakai teruji dapat digunakan karena masih dalam keadaan stabil. .Asam oksalat dipilih dikarenakan
merupakan standar primer yang cenderung tidak menghasilkan reaksi samping dan seringnya tersedia dalam bentuk murni.
Asam oksalat ini sebelum analisisnya dilarutkan dalam akuades untuk mengionisasi ion oksalat dan memperluas permukaan
sehingga mempermudah reaksi yang terjadi. Selanjutnya asam oksalat yang telah disiapkan dititrasi menggunakan NaOH,
yang sebelumnya telah ditambahkan indikator fenoftalein yang berfungsi sebagai indikasi terjadinya titik akhir titrasi dan
tercapainya titik ekuivalen dalam proses titrasi.

Kelompok 3 32
Standarisasi Na2S2O3 oleh K2Cr2O7

Pada standarisasi ini Na2S2O3 merupakan larutan standar yang harus dibakukan sebelum digunakan pada titrasi
iodometri ini menggunakan larutan standar primer berupa K2Cr2O7. Standarisasi ini dilakukan karena sifat dari Na2S2O3 yang tak
stabil pada waktu yang lama sehingga perlu distandarisasi untuk membakukan larutan. Kemudian pada perlakuannya dilakukan
penambahan larutan KI jenuh pada larutan kalium dikromat yang berfungsi untuk meningkatkan kelarutan dan mengurangi
penguapan iodium saat titrasi berlangsung. Hal ini dikarenakan rendahnya titik penguapan I2 dibanding KI dan senyawa kompleks
iodin lainnya. Kemudian dilakukan penambahan asam sulfat sebagai pengondisi larutan supaya berada pada kondisi asam,
pengkondisian larutan dalam keadaan asam disebabkan oleh reaksi pada iodometri yang saat terjadi titik ekuivalen reaksinya
melibatkan oksigen yang menunjukkan bahwa pH sangat mempengaruhi reaksi yang terjadi pada titrasi ini. Selanjutnya
ditambahkan amilum 1% sebagai indikator dimana I2 bebas yang kemudian akan terjebak dalam helix amilosa atau amilopektin
dalam struktur amilum dan membentuk kompleks kebiruan.

Kelompok 3 33
2. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (FFA)
Prinsip kerja FFA adalah
Asam lemak bebas dapat miligram alkali hidroksida Penambahan alkohol netral
dihasilkan dari proses dalam 1 gram lemak atau panas ditujukan untuk
hidrolisis lemak. minyak. melarutkan lemak

1 2 3

4 5 6
Reaksi pada umumnya adalah: Penggunaan NaOH Hasil dari literature %FFA tidak
berfungsi sebagai
R-COONa(l) + H2O(l) R-COOH(l) + Penambahan melebihi 1% akan tetapi pada
pengukur seberapa sampel minyak kelapa dan
indikator fenoftalein
NaOH(s) besar asam lemak minyak kelapa sawit segar
berfungsi sebagai
bebas dalam campuran memiliki %FFA 1.4%.
indikator pengindikasi
sampel

34
4. Bilangan Peroksida
Standar bilangan peroksida adalah 1 Bilangan peroksida dapat didefinisikan sebagai banyaknya
peroksida permili ekivalen dalam setiap 1000 gram minyak atau
lemak dengan metoda iodometri

Hasil penentuannya bilangan peroksida yang terdapat pada Dicampurkan dengan campuran CH3COOH:CHCl3 (3:2)
sampel minyak kelapa sawit adalah 32.34, minyak kelapa
sawit jelantah 86.24, minyak kelapa 35.574 dan pada
minyak kelapa jelantah 51.747

Penambahan akuades penambahan amilum Dititrasi oleh Na-tiosulfat

Grand Idea
Has et quodsi discere appareat.

Kelompok 3 35
09

KESIMPULAN
Kadar asam lemak bebas (%FFA) dari sampel minyak kelapa 1.4 %, minyak kelapa jelantah
2.8059%, minyak kelapa sawit 1.4% dan minyak kelapa sawit jelantah 2.8059%. Sedangkan
01 angka asam pada sampel minyak kelapa 1.9858, minyak kelapa jelantah 3.9716, minyak kelapa
sawit 1.9858 dan minyak kelapa sawit jelantah 3.9716.

Konsentrasi NaOH hasil standarisasi dengan asam oksalat adalah


02 0.0995 N.

KESIMPULAN 03
Konsentrasi Na2S2O3 hasil standarisasi dengan kalium dikromat
adalah 0.0538 N.

Bilangan peroksida pada sampel minyak kelapa 35.574, minyak kelapa


04 jelantah51.744, minyak kelapa sawit 32.34 dan minyak kelapa sawit
jelantah sebesar 86.24.

Identifikasi kualitas dan ketengikan sampel minyak kelapa dan minyak


05 kelapa sawit memiliki kualitas yang sedikit rendah karena melampaui
indeks minimum %FFA yaitu 1.4%.

37
Thank you!
Any questions?