Anda di halaman 1dari 10

DIPLOMASI AUSTRALIA TERHADAP

INDONESIA DALAM KASUS BALI


NINE

Oleh Malsya Ghassani


143112350750039
17 April 2005
Sembilan warga Australia ditangkap di Bandara Udara
Ngurah Rai, Bali, dengan tuduhan berupaya menyelundupkan
lebih dari 8 kg heroin keluar dari Indonesia
17 April 2005
Dimulainya persidangan bagi para tersangka
27 Juli 2007
PM John Howard bicara soal kasus Bali Nine dengan Presiden
SBY
Awal Januari 2015
pemerintah Australia (Tonny Abbott) mengatakan bahwa upaya Myuran
Sukumaran untuk mendapat pengampunan presiden telah berakhir.
20 thn
Renae Lawrence
penjara

Chen, Czugaj, Nguyen, Norman, Rush


Seumur
Hidup
dan Stephens

Andrew Chan
Eksekusi
Mati Myuran Sukumaran
11 Desember 2014
Presiden Joko Widodo menyatakan tidak ada ampun
bagi kejahatan narkoba
Dalam sebuah pidato yang disampaikan di hadapan
sejumlah mahasiswa, bhw tidak ada pengampunan
bagi mereka yang terlibat dalam kasus narkobaIa
mengatakan sejumlah permintaan grasi telah banyak
menanti.
Pada pertengahan Januari, Perdana Menteri Tony
Abbott mendekati Presiden Joko Widodo secara
langsung agar memberikan pengampunan kepada
Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

20 Januari 2015
Tony Abbott kembali menyurati Presiden Joko
Widodo untuk menerima permohonan grasi bagi
Sukumaran dan Chan.
Perdana Menteri Tony Abbott tetap berharap eksekusi Myuran
Sukumaran dan Andrew Chan tidak akan terjadi.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menawarkan


pertukaran tiga narapidana yang dipenjara seumur hidup
oleh Pemerintah Australia dengan terpidana hukuman mati duo
Bali Nine

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akan dieksekusi mati di Nusakambangan


Bersama bbrp para tersangka eksekusi mati lainnya:
Turut pula menghimbau adalah Sekjen PBB, Ban Ki moon, agar
pemerintahan Jokowi menghapuskan hukuman mati. Rupanya
sikap Ban Ki moon ini merupakan buah dari diplomasi dan
pendekatan Tony Abbott, agar PBB dapat menggunakan
pengaruhnya dalam membatalkan hukuman mati terhadap duo
Bali Nine.

Awal Januari 2015


pemerintah Australia (Tonny Abbott) mengatakan bahwa upaya Myuran
Sukumaran untuk mendapat pengampunan presiden telah berakhir.
Pada Februari 2015, ditetapkan bhw kedua warga
Australia itu akan di tembak mati.
Setelah beberapa jam WN Australia itu dieksekusi mati,
Abbot menarik duta besar nya di Indonesia dikarenakan
Australia menyesalkan keputusan pemerintah Indonesia
yang tetap mengeksekusi mati duo Bali Nine

Sikap Indonesia menghadapinya adalah dengan tenang


dan percaya diri karena Indonesia telah mengambil
keputusan yang tepat, dan hukuman mati ini adalah
kedaulatan nasional indonesia, jadi hrs dihormati
WNI/WNA yg tinggal di Indonesia.
kesimpulan
Setiap pemerintahan suatu negara berhak
melakukanpembelaan melalui diplomasi dengan negara
lain jika ada warga negaranya menjadi terpidana mati
dalam kasus apapun, termasuk kasus narkoba. Pemerintah
Indonesia dengan cara ini adalah bentuk
mempertahankan kepetingan nasional nya, yaitu
mebebaskan generasi-muda dari narkoba. Meskipun
ancaman keras dari Australia yang bisa menyebabkan
hubungan diplomatik Antara Australia dengan Indonesia
merenggang, Indonesia tetap mempertahankan
keputusannya untuk menembak mati tahanan nya.