Anda di halaman 1dari 27

VITILIGO

Insidensi Vitiligo rata-rata hanya 1% di


seluruh dunia.
Penyakit ini dapat mengenai semua ras dan
kedua jenis kelamin.
lebih dari 30% dari penderita vitiligo
mempunyai penyakit yang sama pada
orangtua, saudara, atau anak mereka.
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. E
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 46 tahun
Alamat : Sidoarjo
Status : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Keluhan Utama :
Bercak putih pada perut 3 tahun
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang dengan mengeluhkan bercak putih pada
perut sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya pasien mengeluhkan
bercak putih ini hanya di sekitar dada sebesar biji jagung
namun sudah pulih dengan pengobatan. Setelah itu pasien
merasa gatal pada lipatan perut, setelah digaruk perut
pasien terdapat bercak putih luas seperti yang muncul di
dada. Bercak putih dirasakan semakin melebar, namun
sekarang dengan pengobatan dirasakan sudah tidak
melebar dan tidak seputih dulu. Sebelumnya pasien pernah
mengira karena penyakit panu lalu dibelikan kalpanax,
namun keluhan tidak membaik dan pasien memutuskan
untuk berobat ke dokter spesialis kulit. Luka sebelumnya
disangkal. Gatal -, nyeri -.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien belum pernah merasakan keluhan yang
sama sebelumnya.
HT
DM
Riwayat Alergi
Alergi terhadap makan-makanan laut, obat, debu
dan cuaca disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Pasien mengatakan bahwa ibu merasakan keluhan
yang sama dengan pasien namun berada di wajah.
Riwayat Psikososial & Kebiasaan :
Pada saat beraktivitas di luar rumah pada
siang hari pasien menggunakan pakaian
tertutup dan berjilbab. Pasien berkata tidak
pernah menggunakan lotion yang
mengandung perlindungan terhadap sinar
matahari.
Keadaan umum : cukup
Kesadaran : Compos mentis
Tanda-tanda vital :
TD : TDE
Nadi : TDE
Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : TDE
Pemeriksaan generalisata : dbn
Status Dermatologikus:
Regio abdomen : Et region abdomen terdapat multiple
makula depigmentasi multipel dengan bentuk tidak
teratur batas tegas.
RESUME
Seorang wanita usia 46 th
Et region abdomen terdapat multiple makula
depigmentasi multipel dengan bentuk tidak
teratur batas tegas
Macula depigmentosa melebar
Ibu pasien keluhan sama di wajah
Gatal
Nyeri -
DIAGNOSIS KERJA
Vitiligo
RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan histopatologi

PENATALAKSANAAN
Non-Medikamentosa:
Menerangkan kepada pasien mengenai penyakit yang diderita
pasien.
Menyarankan kepada pasien untuk menggunakan tabir surya jika
pergi keluar rumah saat siang hari
Memberikan informasi kepada pasien untuk bersabar karena
pengobatan yang cukup lama.
Medikamentosa:
Topikal : Clobetasol propionate ointment 0.05% 2x sehari. Selama
1-2 bulan lalu tappering-off dan mengganti terapi dengan
Hydrocortisone butyrate cream, 0,1%.

PROGNOSIS
Dubia ad bonam
DEFINISI
Vitiligo adalah kelainan kulit yang ditandai
dengan adanya kegagalan fokal dari
pigmentasi oleh karena adanya penghancuran
melanosit yang diperantarai oleh mekanisme
imunologi
Vitiligo terjadi di seluruh dunia dengan
prevalensi 0,5 1 %.
Penyakit ini dapat mengenai semua ras dan
kedua jenis kelamin.
Pernah dilaporkan bahwa vitiligo yang terjadi
pada perempuan lebih berat daripada laki-laki,
tetapi perbedaan ini dianggap berasal dari
banyaknya laporan dari pasien perempuan
oleh karena masalah kosmetik
Ada 4 mekanisme :
Hipotesis Autoimun
Autoantibodi melanosit yang menyerang
berbagai antigen melanosit, termasuk
tirosinase, tyrosinase-related protein-1,
dopachrome tautomerase dan lainnya yang
memiliki kekuatan untuk membunuh
melanosit secara in vitro dan in vivo.
Hipotesis Neurogenik
keterlibatan neuropeptide Y yang menghambat
melanogenesis dan memberikan efek toksik
pada melanosit
Genetik pada vitiligo
Beberapa gen yang terkait dengan fungsi imun,
termasuk loci dalam MHC, CTLA4, PTPN22,
IL10, MBL2, dan NALP1 diduga memiliki
keterlibatan pada vitiligo generalisata dalam
hubungan genetik
Hipotesis pajanan bahan kimiawi
Kelainan bentuk keratinosit dari lesi vitiligo
memiliki hubungan pada kerusakan aktivitas
mitokondria, dan memiliki efek pada produksi
dari faktor pertumbuhan melanosit dan sitokin
yang mengatur kehidupan melanosit.
Gambaran klinis :
Pada vitiligo, ditemukan makula dengan
gambaran seperti white-milk macules dengan
depigmentasi homogen dan batas yang tegas.
Tes laboratorium
melihat level TSH, anti-nuclear antibodi dan
jumlah darah.
Pemeriksaan histopatologi
Biasanya pada pemeriksaan histologi didapati
pada area lesi tidak adanya melanosit pada
epidermis dan dermal yang tipis, perivaskular,
dan infiltrat limfosit perifolikular pada batas
lesi baru dan lesi aktif, dengan adanya proses
cell-mediated immune menghancurkan
melanosit insitu
DIAGNOSIS BANDING
Pada vitiligo diagnosis banding dapat berupa
Pitiriasis Versikolor, Pitiriasis Alba, Lepra,
Piebaldism, skleroderma, Nevus Pigmentous oleh
karena memiliki lesi berupa makula soliter
hipopigmentasi, batas tegas, dengan tepi ireguler,
ukuran yang sama, sering timbul pada bayi baru
lahir lalu dapat juga dengan Nevus Anemicus
karena memliki lesi pucat hipokromik dengan
batas tegas dan tepi ireguler, biasanya soliter
berlokasi di batang tubuh.
TOPIKAL FISIKAL SISTEMIK BEDAH

Lini Kortikosteroid Ultraviolet B (gelombang pendek)


pertam Kalsinieurin inhibitor Psoralen sistemik dan sinar
a Ultraviolet A

Lini Calcipotriol Psoralen topikal dan sinar Kortikosteroid Cangkok


kedua ultraviolet A (pulse therapy) Melanosit
Excimer laser transplantasi
Terapi Fisik
Sunscreens
Kosmetik
Radiasi Narrowband Ultraviolet B
Psoralen dan Terapi Ultravioleta
Excimer Laser
Terapi Sistemik
Kortikosteroid sistemik tidak terlalu berguna
sebagai terapi untuk mendapatkan pigmentasi
ulang pada Vitiligo. Akan tetapi Kortikosteroid
sistemik dapat menekan aktivitas dari Vitiligo.
Pembedahan
Autologous skin Grafts
Melanocyte culture Transplantation
Prognosis
Hingga 30% dari penderita vitiligo dilaporkan
bahwa terjadi pigmentasi ulang yang spontan
pada beberapa wilayah (biasanya area yang
terpapar matahari).
Seorang wanita usia 46 th
Et region abdomen terdapat multiple makula depigmentasi
multipel dengan bentuk tidak teratur batas tegas
Macula depigmentosa melebar
Ibu pasien keluhan sama di wajah
Gatal
Nyeri -
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan
diagnosis Vitiligo, dan pasien diberikan non
medikamentosa dan medikamentosa berupa Clobetasol
propionate ointment 0.05% 2x sehari. Selama 1-2 bulan lalu
tappering-off dan mengganti terapi dengan Hydrocortisone
butyrate cream, 0,1%.
Vitiligo adalah kelainan kulit yang ditandai
dengan adanya kegagalan fokal dari pigmentasi
oleh karena adanya penghancuran melanosit yang
diperantarai oleh mekanisme imunologi.
Penyebab vitiligo yang pasti sampai saat ini belum
diketahui. Namun, diduga ini adalah suatu
penyakit herediter yang diturunkan secara
poligenik atau secara autosomal dominan.
Berdasarkan laporan, didapatkan lebih dari 30%
dari penderita vitiligo mempunyai penyakit yang
sama pada orangtua, saudara, atau anak mereka.
Vitiligo menunjukan gejala depigmentasi dengan
bercak putih yang dibatasi oleh warna kulit normal
atau oleh hiperpigmentasi.2 Pada vitiligo, ditemukan
makula dengan gambaran seperti white-milk macules
dengan depigmentasi homogen dan batas yang tegas.
Penatalaksanaan vitiligo dengan terapi lini pertama
kortikosteroid topikal dan di edukasi agar pasien
untuk menggunakan tabir surya jika pergi keluar
rumah saat siang hari dan memberikan informasi
kepada pasien untuk bersabar karena pengobatan yang
cukup lama.