Anda di halaman 1dari 11

MATURE THROUGH

COMMUNITY
Sampai kita semua telah mencapai
kesatuan iman dan pengetahuan yang
benar tentang Anak Allah, kedewasaan
penuh, dan tingkat pertumbuhan yang
sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang
diombang-ambingkan oleh rupa-rupa
angin pengajaran, oleh permainan palsu
manusia dalam kelicikan mereka yang
menyesatkan, (Eph 4:13-14)
Manusia adalah mahluk social, ia
diciptakan untuk sebuah komunitas.
Artinya tidak satu orangpun dapat
memenuhkan kebutuhan dan tujuan
hidupnya tanpa kehadiran orang
lain.Setiap orang membutuhkan
orang lain untuk memberikan
keberartian baginya.

Besi menajamkan besi; begitu


juga manusia menajamkan
sahabatnya [untuk menunjukkan
kemarahan atau tujuan yang
layak] (Pro 27:17); (AMP).
Hal yang penting kita miliki dan
jaga di dalam berkomunitas
adalah RESPON YANG BENAR.
Sebab jika itu tidak ada, maka
yang bisa terjadi adalah kita
saling melukai atau terluka.
Bukan saling membangun dan
mendewasakan.
Sebab itu dibutuhkan
KERENDAHAN HATI DAN
KELAMAH LEMBUTAN untuk
bukan saja untuk menerima
satu dengan lainnya, tetapi juga
mau mengutamakan dan mau
membangun satu dengan
lainnya.
Empat karakter yang meningkatkan
PERILAKU YANG kesatuan tubuh Kristus.
MENGHASILKAN 1. Kerendahan hati, adalah kemauan
KESATUAN untuk mengambil sedikit kehormatan
dan memberikan tempat yang lebih
tinggi untuk orang lain.
2. Kelemah lembutan berbicara tentang
sikap yang tidak kasar.
3. Kesabaran adalah kemampuan untuk
menahan segala pikiran dan perasaan
sebelum memberikan bertindak, hasrat,
atau balas dendam.
4. Menanggung satu sama lain adalah
meletakkan diri atas kekurangan dan
keistimewaandari yang lain.
MUSUH DARI SEBUAH KOMUNITAS
ADALAH YANG SEHAT ADALAH:
Sikap EGOIS
Mudah Melukai orang lain
Komunikasi tidak efektif
Membiarkan dusta
Peraturan yang sering dilanggar
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada
BAGAIMANA penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada
MENJADI MATURE DI kasih mesra dan belas kasihan, karena itu
DALAM KOMUNITAS sempurnakanlah sukacitaku dengan ini:
KITA. hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu
kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak
mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian
yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan
rendah hati yang seorang menganggap yang
lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan
janganlah tiap-tiap orang hanya
memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu
dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan
perasaan yang terdapat juga dalam Kristus
Yesus, (Php 2:1-5)
Ada Nasihat,
BAGAIMANA
MENJADI MATURE DI
Ada Penghiburan kasih,
DALAM KOMUNITAS Ada Persekutuan Roh,
KITA. Ada Kasih mesra dan
Ada Belas kasihan,
Ada sehati sepikir, dalam satu kasih,
satu jiwa, satu tujuan,
Tidak mencari kepentingan sendiri atau
BAGAIMANA puji-pujian yang sia-sia.
MENJADI MATURE DI
DALAM KOMUNITAS Rendah hati yang seorang
KITA. menganggap yang lain lebih utama dari
pada dirinya sendiri; dan
Janganlah hanya memperhatikan
kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga.
Menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Pahamilah bahwa kita membutuhkan
BAGAIMANA komunitas untuk mengerti KEBERARTIAN
MENJADI MATURE DI
KITA.
DALAM KOMUNITAS
KITA. Dalam komunitas harus dibuat aturan-
aturan yang mengijinkan anggota lainnya
dapat bertumbuh dan merasa dihargai.
Komunitas juga harus dapat menerima
kelemahan orang lain, sementara yang
lain belajar menutupi kelemahan itu
dengan kelebihan yang mereka miliki.
Setiap orang di dalam komunitas
bertanggung jawab untuk menjadi
Kristus bagi orang lain di dalam
komunitas yang ada.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan
dalam persekutuan.Dan mereka selalu berkumpul
untuk memecahkan roti dan berdoa.Maka
ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu
mengadakan banyak mujizat dan tanda.Dan semua
orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan
segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan
bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual
harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada
semua orang sesuai dengan keperluan masing-
masing.Dengan bertekun dan dengan sehati mereka
berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.Mereka
memecahkan roti di rumah masing-masing secara
bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira
dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah.Dan
mereka disukai semua orang.Dan tiap-tiap hari Tuhan
menambah jumlah mereka dengan orang yang
diselamatkan. (Kis 2:42-47)