Anda di halaman 1dari 20

Dr.

Santo Juliansyah
RS Muhammadiyah Babat
Kasus
Nama : Ny. TSW
Umur : 52 tahun
Agama : Islam
Tanggal Masuk RS : 26 Mei 2017
Keluhan utama : Penurunan Kesadaran
Keluhan Tambahan : Mual, Muntah, Keringat dingin,
Penurunan nafsu makan
Anamnesis
Pasien dibawa keluarga dalam kondisi tidak sadar.
Kondisi tersebut terjadi + 30 menit SMRS pada saat
penanganan rawat luka di rumah. Dari alloanamnesis
didapatkan keterangan pasien lemas, mual, muntah,
keluar keringat dingin, dan tidak mau makan selama +2
hari sebelum tidak sadarkan diri. Pasien merupakan
penderita diabetes mellitus tak terkontrol sejak 2007 dan
menggunakan pengobatan insulin sejak 2012.
Riwayat Pengobatan

IVFD D10 + D40


bolus 3
Drip metronidazol Inf. PZ + drip ODR/fl
3x1 Inj. OMZ 2x1
Inj. Santagesik 2x1 Inj. Ceftriaxone 2x1
Inj. Raniti 2x1 RI 3x4 iu
Inj. ODR 2x1
Inj. Ceftriaxone 1x1
PRC 2 kolf/hr
HB >10
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : CM
Keadaan Umum : tampak sakit, sedang
Vital Sign :
Suhu tubuh : 37oC
Laju Nadi : 80 x/menit, teratur, simetri kanan kiri, isi cukup kuat
Laju Pernapasan : 28 x/menit vesikuler
Tekanan darah : 90/50 mmHg
- Kepala : mesochepal
- Mata : reflek cahaya (+/+), konjungtiva anemis (- /-), sclera ikterik (-/-)
- Leher : JVP tidak meningkat, kaku kuduk (-)
- Thorax : Cor : S1>S2 murni, irama regular, murmur (-), gallop(-),
- Pulmo : simetris, suara dasar vesikuler (+/+), ST (-/-)
- Abdomen : peristaltic (+) dbn, timpani, supel, nyeri tekan epigastrium, hepar lien dbn
- Ekstremitas : akral hangat, nadi kuat, edema tungkai -, terdapat ulkus di pedis dx
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Hb : 6,8 g/dL
Eritrosit : 2,93 juta
Leukosit : 17.400
Ht : 21,400 %
Trombosit : 399.000
GDA : 59 263 295 329
Kalium : 3.2 mmol/l
Klorida : 90 mmol/l
Natrium : 137 mmol/l
Hasil Pembelajaran
Diagnosis Hipoglikemia et causa insulin
Perlunya ketepatan dalam mendiagnosis kasus hipoglikemia secara
cepat dan tepat.
Perlunya melakukan pemeriksaan klinis sederhana untuk
mendiagnosis hipoglikemia (GDS Stik).
Perlunya perbaikan kadar gula darah segera untuk menghindari
kerusakan otak yang irreversibel.
Perlunya monitor kadar gula darah secara berkala untuk
menghindari kejadian berulang.
Perlunya merujuk ke spesialis Penyakit Dalam untuk penyesuaian
terapi DM selanjutnya.
Assesment
Hipoglikemia ec insulin
Dalam kasus ini pasien mempunyai penyakit DM dan menggunakan
pengobatan insulin lantus dan apidra. Dalam tiga hari ini pasien tidak
mau makan. Pada saat rawat luka ulkus DM pasien menunjukan gejala
seperti mual muntah, keringat dingin, lemas sebelum akhirnya tidak
sadarkan diri. Setalah dilakukan cek GDA didapatkan hasil 59 mg/dl.
Plan
Umum
a. Observasi tanda tanda vital (TD, N, RR, T) dan cek GDA
ulang selama di IRNA
b. Konsultasi ke spesialis dalam
Khusus
Inf. PZ + drip ODR/fl
Inj. OMZ 2x1
Inj. Ceftriaxone 2x1
RI 3x4 iu
Pendidikan
Edukasi yang diperlukan tentang pola makan bagi pengguna insulin,
tanda dan gejala hipoglikemi, penanganan awal bagi penderita
hipoglikemi, dan harus segera membawa pasien ke rumah sakit jika mulai
terjadi penurunan kesadaran.
Konsultasi
Dijelaskan perlunya konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam
untuk regulasi gula darah lebih lanjut dan penyesuaian terapi DM
selanjutnya.
Definisi
Hipoglikemia adalah keadaan yang menunjukkan kadar
glukosa darah di bawah normal. Pada umumnya kadar
glukosa puasa pada orang normal jarang melampaui 126
mg/dl, jika diatas itu tergolong tidak normal. Biasanya
pada penderita hipoglikemia terjadi kadar glukosa yang
rendah yaitu kurang dari 50 mg/dl(2,8 mmol/L) atau
bahkan kurang dari 40 mg/dl (2,2 mmol/L).
GEJALA DAN TANDA KLINIS :
Stadium parasimpatik ; lapar,mual,tekanan darah turun
Stadium gangguan otak ringan ; lemah lesu ,sulit bicara ,kesulitan menghitung
sementara
Stadium simpatik; keringat dingin pada muka ,bibir atau tangan gemetar
Stadium gangguan otak berat ;tidak sadar,dengan atau tanpa kejang

Trias Whipple untuk hipoglikemia secara umum:


Gejala yang konsisten dengan hipoglikemia
Kadar glukosa plasma rendah
Gejala mereda setelah kadar glukosa plasma meningkat.
Tabel 1. Klasifikasi Klinis Hipoglikemia Akut
Ringan Simtomatik, dapat diatasi sendiri, tidak ada
gangguan aktivitas sehari-hari yang nyata.
Sedang Simtomatik, dapat diatasi sendiri,
menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari
yang nyata.
Berat Sering (tidak selalu) tidak simtomatik,
karena ganguan kognitif pasien tidak
mampu mengatasi sendiri.
Tatalaksana
Non Medikamentosa
Glukosa gel 1 porsi yang jumlah sama dengan 15 gram
karbohidrat.
1/2 gelas atau 4 ons jus buah.
1/2 gelas atau 4 ons minuman ringan biasa.
1 cangkir atau 8 ons susu.
5 atau 6 buah permen.
1 sendok makan gula atau madu.
Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (2006) pedoman tatalaksana
hipoglikemiaa adalah sebagai berikut:
Glukosa diarahkan pada kadar glukosa puasa yaitu 120 mg/dl.
Bila diperlukan pemberian glukosa cepat (Intravena) bisa diberikan satu flakon (25 cc)
dextrosa 40% (10 gr dextrosa) untuk meningkatkan kadar glukosa kurang lebih 25-50
mg/dL.
Manajemen hipoglikemia menurut Soemadji (2009) tergantung pada derajat
hipoglikemia, yaitu :
Hipoglikemia ringan
Diberikan 150-200 ml teh manis atau jus buah atau 6-10 butir permen atau 2-3 sendok teh sirup atau
madu.
Bila tidak membaik dalam 15 menit, ulangi pemberian.
Tidak dianjurkan untuk memberikan makanan tinggi kalori seperti coklat, kue, ice cream, cake dan lain-lain.
Hipoglikemia berat
Tergantung pada tingkat kesadaran pasien.
Bila pasien dalam keadaan tidak sadar, jangan memberi makanan atau minuman karena bisa berpotensi
terjadi aspirasi.
Medikamentosa
Glukosa Oral.
Glukosa Intravena
Kadar Glukosa (mg/dL) Terapi Hipoglikemia
< 30 mg/dl Injeksi IV dextrose 40 % (25 cc) bolus 3 flakon

30-60 mg/dl Injeksi IV dextrosa 40 % (25 cc) bolus 2 flakon

60-100 mg/dl Injeksi IV dextrosa 40 % (25 cc) bolus 1 flakon

Follow up :
1. Periksa kadar gula darah 30 menit setelah injeksi.

1. Setelah 30 menit pemberian bolus 3 atau 2 atau 1 flakon dapat diberikan 1 flakon lagi
sampai 2-3 kali untuk mencapai kadar glukosa darah 120 mg/dl.

Glukagon (SC/IM).
Thiamine 100 mg (SC/IM) pada pasien alkoholisme.
Monitoring
Prognosis
Prognosis hipoglikemia dinilai dari penyebab, nilai glukosa darah, dan waktu
onset. Apabila bersifat simtomatik dan segera diobati memiliki prognosis baik
(dubia et bonam) dibandingkan dengan asimtomatik tanpa segera diberikan
oral glucose (dubia et malam).