Anda di halaman 1dari 34

RADIATION SAFETY

Farid Alfalaki Hamid


STEM Akamigas
Materi Kuliah

1. Radiasi Non Pengion


2. Radiasi Pengion
Radiasi Non Pengion
Radiasi Non Pengion

Radiasi yang memiliki cukup energi untuk mengeksitasi atom atau elektron tetapi
energi tersebut tidak cukup untuk melepaskan elektron dari atom atau
menyebabkan perubahan formasi ion-ion.
Jenis-jenis Radiasi Non Pengion
Radiasi Ultraviolet (UV)
Radiasi Ultraviolet (UV)

Sumber
1. Matahari
2. Penerangan fluoresen
3. Pengelasan
4. Plasma torches
5. Pengoperasian laser

Jenis UV
1. UV A/near UV
2. UV B/far UV
3. UV C/vacuum
Dampak UV

Positif Negatif
Mencegah/mengobati rakitis, pembunuh Kulit memerah
bakteri dan jamur
Lampu fluorosen Kulit melepuh hingga terkelupas
Cetak biru Paparan kontinu pigmentasi
meningkat, meningkatkan risiko kanker
kulit, penuaan dini
Penanda laundry dan uang Inflamasi jaringan mata conjunctiva
bahkan kornea
Dial illumination of instrument panel
Papan iklan
Sterilisasi makanan, air, dan udara
Mekanisme
Pengamanan Radiasi UV

Waktu paparan semakin


pendek waktu paparannya, efek
radiasi juga semakin kecil.
Shielding/pembatas pakaian
safety, misalnya sarung tangan,
pakaian lengan panjang,
coveralls, dan pelindung wajah.
Radiasi Infra Merah
Radiasi Infra Merah

Sumber
IR berasal dari benda yang dipanaskan/panas karena atom benda tersebut
bervibrasi dan berotasi sehingga timbul gelombang panas.

Penggunaan di industri
Pengeringan, memanggang cat, vernis, enamel, adesif, tinta printer, pelapis
pelindung.
Memanaskan metal untuk proses shrink fit, thermal aging, brazing, radiation
testing, menempelkan adesif, welding.
Dehidrasi tekstil, kertas, kulit, daging, sayuran, pottery, jamur.
Spot heating.
0,75 2,5 = near IR
2,5 5,0 = intermediate IR
5,0 300 = far IR
300 3.000 = extreme IR

0,75 5 banyak digunakan


sebagai sumber panas komersial
Efek Kesehatan Radiasi IR

Kulit hangat dan panas


Intensitas bergantung pada , lama paparan, dan energi IR.

5 3.000 diabsorp kulit.


0,75 15 luka bakar dan meningkatkan pigmentasi pada kulit.
<< kerusakan kornea, lensa, iris, retina, dan dapat menyebabkan katarak.

NAB
Kerusakan kornea 0,4 0,8 W.sec/cm2 = 0,1 0,2 cal/cm2
Kerusakan retina 1/10 NAB kornea

Mekanisme Pengamanan Radiasi IR


Secara administratif dan APD
Cahaya Tampak
Cahaya Tampak

Cahaya tampak dapat menyebabkan


kerusakan terhadap mata jika
paparan energinya tinggi.
Sumber
Pengelasan.
Benda dengan temperatur tinggi
sehingga mengeluarkan
gelombang yang tampak.

Panjang gelombang cahaya tampak


4.000 7.500 (polikromatik)
Efek sensasi terang (brightness) atau Area Footcandles
silau Assembly
- Rough easy seeing 30
Visibilitas ditentukan oleh: - medium 100
1. Ukuran beda - fine 500
2. Kontras
Building
3. Lama melihat -General construction 10
-Excavation work 2
Kualitas iluminasi menjadi sangat
Inspection
penting untuk pekerjaan yang
-Ordinary 50
memerlukan ketelitian, rinci, dan lama
-Difficult 100
kerja. Kualitas iluminasi adalh kualitas -Highly difficult 200
distribusi brightness dalam lingkungan
Locker room 20
visual.
Frekuensi Radio
Frekuensi Radio

Penerapan frekuensi radio radio Efek


dan televisi serta sebagai sumber 1. Panas oleh tubuh
panas. 2. Bahaya jika panjang dan
frekuensi rendah. Waktu
Aplikasi radiasi panas frekuensi radio paparan yang lama mudah
Pengerasan logam menembus kulit dan otot.
Bonding dan laminating 3. Frekuensi 3.000 MHz diabsorbsi
Rubber vulcanization kulit.
Frekuensi 3.000 1.000 MHz
Plastic moulding
masuk ke jaringan lemak.
Frekuensi <1.000 MHz masuk ke
otot, katarak, bahaya bagi gonad
Nilai Ambang Batas

Frekuensi 10 MHz 100 GHz 10


mW/cm2 selama 0,1 jam
Laser
Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation

Kegunaan LASER
Penyambungan
Pengelasan
Sistem komunikasi fibreoptic
Operasi

Laser dapat berbentuk UV, IR, cahaya


tampak, atau radiasi microvawe. Laser
menghasilkan sinar (beam) terkonsentrasi
yang koheren, monokromatik, dan
memiliki energi yang besar.
Jenis-jenis LASER

Solid state lasers


Gas state lasers
Semikonduktor/injeksi/lainnya
Medium
Panjang
Medium Operasi Tipe Energi
Gelombang
Kristal rubi 6.943 Pulsed Solid 1.000 megawatt
Neodimium 10.600 Continous Solid 100 watt
Helium, neon 6.328 Continous Gas 0,2 watt
Argon 4.579 5.145 Continous Gas 1 20 watt
CO2, N2, He 106.000 Continous Gas 10 300 watt
Galium arsenide 8.400 Continous Semikonduktor 1 20 watt
Bahaya LASER Pengendalian

Kerusakan mata Minimasi paparan laser terhdap


Kulit terbakar mata
Terbentuk gas O3, IR, UV Pendidikan dan latihan bagi
Electric shock operator
Luka bakar Peralatan laser tidak boleh
Tegangan tinggi ditinggal selama operasi
Adanya cryogenic gases (liquid Memasang peringatan bahaya
N2, He) luka bakar kulit, laser
defisiensi O2 jika terdapat Tidak menggunakan binokuler
kebocoran gas Bekerja pada jarak dengan
Bahaya terhadap pelarut yang menggunakan reflektor. Pada
mudah terbakar sudut menggunakan reflektor
difusi
Memakai pelindung mata
Radiasi Pengion
Radiasi Pengion

Radiasi pengion merupakan radiasi elektromagnetik yang memiliki energi untuk


menghasilkan ion-ion ketika berinteraksi dengan atom-atom dan molekul-molekul.
Jenis-jenis Radiasi Pengion
Sinar x
Sinar , ,
Neutron
Elektron dan proton dengan kecepatan tinggi
Partikel atomik lainnya
Sinar

Sinar merupakan partikel yang berasal dari inti atom radioaktif pada proses
disintegrasi.
Terdiri atas dua proton dan dua neutron.
Tingkatan energi bervariasi dengan nilai tertinggi mencapai 10 MeV.
Partikel tidak dapat menembus kertas.
Bahaya paparannya melalui respirasi dan pencernaan.
Konsentrasi di dalam tubuh tulang, paru-paru, ginjal, liver menyebabkan
kerusakan jaringan.
Sinar

Sinar merupakan partikel yang diemisikan nukleus atom pada saat peluruhan
radioaktif.
Energi yang dihasilkan di rentang 0,017 4 MeV.
Daya tembus sedang.
Penghalang Al dan materi lain dengan berat atom rendah.
Berpotensi membentuk sinar dan sinar x.
Sinar

Sinar merupakan gelombang energi di dalam spectrum elektromagnetik,


diemisikan oleh nucleus tertentu pada saat peluruhan.
Rentang energi 0,008 10 MeV.
Ionisasi menyebabkan jaringan makhluk hidup rusak dan tidak dapat diperbaiki.
Tidak bermassa dan tidak bermuatan daya tembus sangat dalam dan potensi
bahaya tinggi.
Lebih kurang 240 radioaktif isotop.
Waktu paruh waktu yang dibutuhkan atom meluruh menjadi setengahnya.
Penghalang material padat, misalnya timbal dan besi.
Waktu Paruh Sinar

Radionulkeida Waktu Paruh Energi (MeV)


Sulfur 88 hari -
Selenium 120 hari 0,12; 0,14; 0,26; 0,28; 0,40
Zinc 245 hari 1,12
Mangan 303 hari 0,84
Sodium 2,6 tahun 1,277
Besi 2,6 tahun -
Kobal 5,27 tahun 1,3; 1,12
Timbal 21 tahun 0,047
Strontium 28,1 tahun -
Nikel 92 tahun -
Radium 1.602 tahun 0,186
Karbon 5.730 tahun -
Sinar X

Sinar X mirip dengan sinar tetapi dengan tingkat energi yang lebih rendah.
Sinar X terbentuk ketika elektron berkecepatan tinggi melambat atau berhenti.
Pada proses tersebut, electron melepaskan sejumlah energi yang dikenal dengan
sinar X.
Besaran energi bergantung terhadap kecepatan electron dan karakteristik media
atau target.
Penghalang material padat
Efek Biologi Radiasi Ionisasi

Somatik kerusakan pada tulang, jaringan, dan organ; kanker; katarak; dan lain
sebagainya.
Genetik cacat lahir, munculnya gen mutan, abrasi kromosom.

Maximum Permissable Dose (MPD)


Organ Pekerja Masyarakat
Seluruh tubuh, sumsum tulang belakang, kelenjar kelamin 5 rem/tahun 0,5 rem/tahun
Kulit, tulang, kelenjar gondok 30 rem/tahun 3 rem/tahun
Lengan, kaki, mata kaki 75 rem/tahun 7,5 rem/tahun
Lain-lain 15 rem/tahun 1,5 rem/tahun
Toksisitas Radiasi Pengion

Kelas Toksisitas Isotop Radioaktif


Kelas Isotop Radioaktif
I (very high toxicity) Sr-90, Y-90, Pb-210, Bi-210, Po-210, Ra-226, U-233, dll
II (high toxicity) Ca-45, Fe-59, Sr-89, Y-91, I-131, Ba-140, Ce-144, dll
III (moderate toxicity) Na-22, Na-24, P-32, Cl-36, K-42, Mn-52, Mn-54, Fe-55, Co-58, Ni-59, Cu-64, Zn-65, As-76, Br-
82, Mo-99, Tc-98, Ag-105, Te-127, I-132, Pt-191, Au-196, Pb-203, dll
IV (low toxicity) H-3, Be-7, C-14, Cr-51, dll

Pengukuran
a. Lingkungan Geiger-Muller, ionization chamber
b. Paparan film badge/pen dosimeter
Jarak

Beri Nilai