Anda di halaman 1dari 56

TRANSFUSI DARAH PADA ANAK

HERKULIANA PUSPITA SARI

11 2015 340
DARAH
Darah tersusun dari 2 komponen :

1. Komponen korposkuler ( seluler) : sel darah


merah, sel darah putih, keping trombosit

2. Komponen cair (plasma) : air , protein,


elektrolit
Peran penting Darah :

Sebagai organ transportasi


Sabagai organ pertahanan tubuh ( imunologik)
Peranan darah dalam menghentikan perdarahan
(mekanisme homeostasis)
Transfusi darah
Transfusi darah adalah suatu rangkain proses
pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi dari resipien
sebagai upaya pengobatan. Bahkan sebagai upaya untuk
menyelamatkan kehidupan.

Berdasarkan asal darah :


Homologous tranfusi (berasal dari darah orang lain)
Autologous tranfusi (berasal dari diri sendiri).
Tujuan transfusi darah :
1. Mengembalikan dan mempertahankan volume yang
normal peredaran darah
2. Menggantikan kekurangan komponen seluler atau
kimia darah
3. Meningkatkan oksigenasi jaringan
4. Memperbaiki fungsi homeostasis
5. Tindakan terapi khusus
Transfusi darah dalam klinik :

Darah dan berbagai komponen- komponen darah, dengan kemajuan


teknologi kedokteran, dapat dipisah- pisahkan dengan suatu proses
dan ditransfusikan secara terpisah sesuai kebutuhan

Dasar pemikiran penggunaan komponen darah:


(1) lebih efisien, ekonomis, memperkecil reaksi transfusi
(2) lebih rasional.
Kelebihan terapi komponen dibandingkan dengan terapi darah lengkap:

(1) Disediakan dalam bentuk konsentrat sehingga mengurangi volume


transfusi
(2) Resiko reaksi imunologik lebih kecil
(3) Pengawetan,
(4) Penularan penyakit lebih kecil
(5) Aggregate trombosit dan leukosit dapat dihindari
(6) Pasien akan memerlukan komponen yang diperlukan saja,
(7) Masalah logistic lebih mudah
(8) Pengawasan mutu lebih sederhana
Keadaan yang memerlukan Tranfusi darah :

1. Anemia karena perdarahan, biasanya digunakan batas Hb 7-8


g/dL.
2. Anemia haemolitik, biasanya kadar Hb dipertahankan hingga
penderita dapat mengatasinya sendiri. Umumnya digunakan
patokan 5g/dL.
3. Anemia aplastik
4. Leukimia dan anemia refrekter
5. Anemia karena sepsis
Prosedur pelaksanaan transfusi :
Perlu diperhatikan :
1. Identitas pasien harus dicocokan secara lisan maupun tulisan
2. Identitas dan jumlah darah dalam kemasan dicocokkan dengan formulir
permintaan darah
3. Tekanan darah, frekuensi denyut jantung dan suhu harus diperiksa
sebelumnya, serta diulang secra rutin.
4. Observasi ketat, terutama pada 15menit pertama setelah tranfusi
darah dimulai. Sebaiknya 1unit darah diberikan dalam waktu 1-2 jam
tergantung status kardiovaskuler dan dianjurkan tidak lebih dari 4 jam
mengingat kemungkinan proliferasi bakteri pada suhu kamar.
Indikasi transfusi darah :
Ada 3 macam keadaan klinis yang memerlukan transfusi darah
yaitu:
1. Keadaan yang memerlukan pemeliharaan atau pemulihan sirkulasi
volume darah untuk mencegah timbulnya syok
2. Keadaan klinis yang memerlukan penggantian komponen darah
spesifik.
3. Keadaan klinis yang memerlukan pengeluaran substansi yang
berbahaya bagi tubuh dengan cara transfusi ganti
Persiapan transfusi darah
Darah donor diambil dengan teknik antiseptik
Dimasukkan dalam kantong plastik khusus yang mengandung anti
koagulan : citrat phosfat dextrose (CPD) dan adenin citrat
phosfat dextrose (ACPD) yang dapat memperpanjang umur
penyimpanan darah.

Pemeriksaan golongan darah :


1. sistem ABO
2. Rhesus
3. tes pemeriksaan silang (cross match)
4. pemeriksaan penyaring untuk menyingkirkan sifilis, AIDS, dan
Hepatitis B.
Sistem ABO
Golongan Darah dengan Genotipnya dan Unsur-Unsur Pokok
Aglutinogen dan Aglutinin

Genotip Golongan darah Aglutinogen Aglutinin


OO O - Anti A dan Anti B
OA dan AA A A Anti B
OB dan BB B B Anti A
AB AB A dan B -
Sistem Rhesus
Sistem cross matching
MAYOR
Menguji reaksi antara eritrosit donor dengan serum resipien

MINOR
Menguji reaksi antara serum donor dengan eritrosit resipien

Pemeriksaan dilakukan dengan cara COOMBS TEST tidak langsung.


Pemeriksaan COOMS TEST langsung digunsksn untuk penentuan
penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.
SEDIAN DARAH UNTUK TRANSFUSI
Transfusi darah lengkap
Digunakan untuk kehilangan darah akut misalnya karena ruda
paksa atau perdarahan gastrointestinal dan uterus yang berat.

Darah lengkap terdiri dari 2 macam yaitu : darah segar dan


darah simpan lama.

Darah segar (fresh whole blood)


Kelebihan : clotting factor (faktor pembekuan) masih lengkap
terutama faktor V dan VIII serta secara relatif viabilitas sel darah
merah masih baik.
Kerugian : sulit diperoleh pada waktu yang cepat.
Darah simpan (preserved blood)
Keuntungan : pengadaannya mudah karena telah disiapkan di bank
darah.

Kelemahannya : telah berkurangnya clotting factor terutama


faktor V dan VIII.
Berisi eritrosit, trombosit, leukosit, dan plasma
250ml darah + 37 ml antikoagulan
Darah segar = < 48 jam, trombosit, faktor pembekuan masih baik
Darah baru = < 5 hari, 2,3 difosfogliserat menurun
I : untuk kasus perdarahan besar
KI : Anemia kronik yang normovolemik
1 unit naik 1 g%, habis dalam 4 jam
Transfusi eritrosit
Eritrosit ini diberikan untuk meningkatkan kapasitas angkut
oksigen darah dan untuk mempertahankan oksigen jaringan yang
cukup.

Keuntungan : tidak membebani sirkulasi, tidak memperberat


fungsi ginjal, dan sedikit mengurangi reaksi alergi karena tidak
disertai pemberian plasma yang tinggi protein.
Keuntungan : aman bagi resipien yang alergi terhadap plasma
manusia, anemia hemolitik yang didapat, transfusi ganti, dan
transfusi pada transplantasi ginjal, hematokrit dapat diatur,
memerlukan volume yang kecil.

kerugiannya adalah timbulnya infeksi sekunder pada saat proses


pembuatan dan masa simpan yang pendek yaitu 4-6 jam
Pilihan produk eritrosit untuk anak dan remaja adalah suspensi
standar yang dipisahkan dari darah lengkap dengan pemusingan
dan disimpan dalam anti koagulan pada nilai hematokrit kira-kira
60 %. Dosis biasanya adalah 10-15 ml/ kg berat badan.

Untuk neonatus produk pilihan adalah konsentrat PRC (


hematokrit 70-90 %) yang ditransfusikan perlahan-lahan (2-4
jam) dengan dosis 15 ml/kg berat badan.
Pedoman Transfusi Eritrosit pada Anak
Anak dan Remaja
Kehilangan akut > 25% volume darah sirkulasi
Hb < 8.0 g/dL pada periode perioperatif
Hb < 13.0 g/dL dan penyakit kardiopulmonal yang berat
Hb < 8.0 g/dL dan anemia kronis bergejala
Hb < 8.0 g/dL dan gagal sumsum tulang

Bayi dalam umur 4 bulan pertama


Hb < 13.0 g/dL dan penyakit paru berat
Hb < 10.0 g/dL dan penyakit paru sedang
Hb < 13.0 g/dL dan penyakit jantung berat
Hb < 10.0 g/dL dan operasi mayor
Hb < 8.0 g/dL dan anemia bergejala
Berisi : eritrosit, leukosit, trombosit, sedikit plasma, Hmt 60-70%,
volume 150-300ml

I : untuk penderita yang memerlukan peningkatan pembawa O2 ;


gagal ginjal, keganasan

KI : tidak diboleh diberikan dalam jumlah banyak

Dosis : - 1 unit Hb naik 1 g%


Transfusi trombosit
Pemberian transfusi trombosit diindikasikan untuk mencegah
resiko pendarahan akibat trombositopenia.

Satu unit konsentrat mengandung 10.000 trombosit / mm3.


Sedangkan PMI menetapkan satu unit konsentrat mengandung
15.000 trombosit / mm3.

Jumlah kebutuhan trombosit = Kadar yang diharapkan-kadar awal


/ kenaikan perunit.

Masa simpan trombosit 48-72 jam


Berisi trombosit, beberapa Leukos, Eris, plasma

1 katong berisi 5,5 x 10 pangkat 10 dalam volume 50 ml.

Dapat disimpan pada suhu 20-24 C selama 3 hari, tapi hemostatiknya


kurang baik

Disimpan suhu 1-6C bisa disimpan 3 hari dengan hemostatik baik


INDIKASI
Trombosit < 50 ribu dengan perdarahan, untuk operasi atau tindakan invasif
Profilaksis dengan trombosit < 10 ribu

KI :
Tidak efektif untuk peny destruktif trombosit : ITP, TTP, DIC. Diberikan
bila perdarahan aktif
Trombositopeni pada sepsis, hipersplenisme kecuali perdarahan aktif.

DOSIS
1 unit/10 kgBB
1 unit menaikan 5-10 ribu
Pedoman Transfusi Trombosit pada Anak
Anak-anak dan Remaja
Trombosit < 50 x 10 9 L (50.000 mm 3 ) dan perdarahan
Trombosit < 50 x 109 L (50.000 mm 3 ) dan prosedur invasif
Trombosit < 20 x 109 I_ (20.000 mm3 ) dan kegagalan sumsum tulang dengan
faktor resiko perdarahan tambahan
Defek trombosit, kualitatif dan perdarahan atau prosedur invasif

Bayi berusia 4 bulan atau kurang


Trombosit < 100 x 109 L(100.000 mm 3 ) dan perdarahan
Trombosit < 50 x 10 9 L(50.000 mm 3 ) dan prosedur invasif
Trombosit < 20 x 10 9 L (20.000 mm 3 ) dan secara klinis stabil
Trombosit < 10 x 10 9 L (10.000 mm 3 ) dan secara klinis tidak stabil
Transfusi granulosit

penderita neutropenia selalu meninggal karena infeksi


bakteri dan jamur yang progresif, meskipun obat
antimikroba telah digunakan secara optimal.

Dosis transfusi granulosit pada neonatus adalah 1-2 x


10 pangkat 9 /kgBB

Bayi dan anak yang lebih besar harus mendapat dosis


total 1 x 10 pangkat 10/kg

Dosis yang dipilih untuk remaja adalah 2-3 x 10


pangkat 10 /kg berat badan tiap transfusi granulosit.
Pedoman Terapi Granulosit pada Anak
Anak dan remaja
Neutropenia < 0.5 x 109 /L dan infeksi bakteri yang tidak memberikan respon
yang memadai terhadap terapi anti mikroba
Defek kualitatif neutrofil dan infeksi bakteri dan jamur yang tidak
memberikan respon yang memadai terhadap respon anti mikroba
Bayi dalam 4 bulan pertama kehidupan
Netrofil < 3.0 x 109/L (minggu I) atau <1.0 x I09 /L (setelahnya) dan infeksi
bakteri fulminan
Transfusi plasma

mempertahankan keseimbangan sistem hemostatik dan yang juga penting


ialah mengetahui kadar minimal faktor tersebut yang dapat mencapai
kadar hemostatik. Misalnya untuk mengontrol perdarahan sendi pada
hemofilia A diperlukan kadar F VIII plasma 30-40 U per dL.
Fresh frozen plasma
Bayi, anak dan remaja:

1. Defisiensi faktor pembekuan darah yang berat dan perdarahan


2. Defisiensi faktor pembekuan dan prosedur invasif
3. Pembalikan darurat efek warfarin
4. Koagulopati pengenceran dan perdarahan
5. Penggantian protein antikoagulan (antitrombin-III, Protein C, dll)
6. Cairan pengganti tukar plasma untuk purpura trombotik
trombositopenik
Berisi : plasma, faktor pembekuan, koplemen dan protein plasma
Disimpan dalam suhu 18C, bisa 1 tahun.
Volume 200-250 ml

INDIKASI
Gangguan pembekuan : penyakit hati, DIC, TTP, Dilusi koagulopati
tranfusi masif

KONTRA INDIKASI
Tidak untuk mempertahankan volume sirkulasi karena resiko
infeksi dan aloantibodi
CARA PEMBERIAN
Diberikan 6 jam setelah pencairan
Cocok ABO
4-6 unit dapat meningkatkan faktor koagulasi 20-30%
Efek samping : menggigil, demam, overload
Fresh freeze-dried plasma

Berisi faktor VIII yang dikeringkan. Dipakai untuk mengobati


hemofilia A. Volume kecil sangat ideal digunakan untuk anak-anak,
kasus bedah, pasien dengan resiko kelebihan beban sirkulasi.
kriopresipitat

Diperoleh dengan mencairkan plasma beku segar pada 40 C dan


mengandung faktor VlII dan fibrinogen pekat. Disimpan pada
suhu -30 OC atau jika dicairkan (lyophylised) pada suhu 4-6 OC,
dan digunakan sebagai terapi pengganti pada hemofili A dan Von
Willebrand.
Peningkatan kadar
Kadar hemostatik
Faktor dalam plasma (dengan Waktu paruh
minimal
dosis 1 U/kg)
Fibrinogen (I) 75 150 mg/dL (*) 4 5 hari
Protrombin (II) 15 40 U/dL 1.0 U/dL 3 hari
F V 10 25 U/dL 1.5 U/dL 1236 jam
F VII 5 10 U/dL 1.0 U/dL 4 6 jam
F VIII 30 50 U/dL 2.0 U/dL 12 15 jam
P IX 20 0 U/dL 1.0 U/dL 18 30 jam
F X 10- 20 U/dL 1.0 U/dL 1,5 2 jam
F XI 10 30 U/dL 2.0 U/dL 1 3 hari
F XIII 1 5 U/dL 1-3 U/dL 3 10 hari
F von
Willebrand 30 50 U/dL 2.0 U/dL 12 5 jam

(*) Khusus Fibrinogen, 10-20 ml dapat menaikkan kadar fibrinogen


plasma 50-11 mg/dL
Albumin 25 %

Ini dapat digunakan pada hipoalbuminemia berat dengan


pembatasan kadar elektrolit. Indikasi terpenting pemakaian
albumin adalah pada pasien sindroma nefrotik dan kegagalan
fungsi hati.

A-B [ (BBX 40)/100]X2


komplikasi transfusi darah
Reaksi transfusi hemolitik
PATOGENESIS
- berkembangnya antibodi yg bereaksi dgn
antigen eritrosit,
Didapat 2 macam
- Reaksi tranfusi hemolitik segera : terjadi
intra vaskuler
- Reaksi tranfusi hemolitik lambat
Umumnya terjadi akibat kesalahan pencatatan atau ABO
mismatching
Reaksi transfusi hemolitik segera

Terjadi segera saat tranfusi dilakukan


Klinis : panas, menggigil, nyeri dada, sesak, takikardi, hipotensi, syok,
DIC
Patogenesis :
- terjadi interaksi antibodi dengan antigen
membran sel eris membentuk komplek imun
- Selanjutnya terjadi aktifasi komplemen,
mekanisme koagulasi
Syok terjadi akibat pelepasan vasoaktif
PENANGANAN
- Hentikan tranfusi, darah contoh dikirim ke PMI
- Hidrasi secukupnya untuk hindari GGA, bila perlu lasix
- Exchange tranfusion

PENCEGAHAN
- Hampir semua terjadi akibat mismatch karena kesalahan petugas
- Perbaikan label, identifikasi pasien, penempatan darah dll.
Reaksi transfusi hemolitik tertunda

Lebih ringan, terjadi 2-10 setelah tranfusi


Perusakan eri;s lambat, trjadi ekstravaskuler
Eris dibungkus IgG selanjutnya dirusak di SRE
Penagnan biasanya cukup dengan hidrasi saja
Reaksi alergi
Gambaran : rutikaria, skin rash, spasme bronkus, angio udem, syok
anaphilaksis
Syok anafilaksis 1 dari 20000 tranfusi
- terjadi akibat interaksi IgA darah donor dgn
anti IgA plasma resipien
- dicegah dengan eri;s yang dicuci
Urtikaria, gatal 3% tranfusi
- Interaksi Antigen dg IgE resipien memicu
dikeluarkannya histamin dari sel mast
- Pencegahan : Antihistamin, eris yg dicuci, plasma
donor dikurangi
Reaksi demam
Disebabkan antibodi leukosit antibodi trombosit, atau senyawa
pirogen
Menghindari demam :
1. Crossmatch leukosit donor dgn serum resipien
2. Produk darah rendah leukosit
3. Prednison 50 mg 2 hari sebelum tranfusi
4. Aspilet 1 g saat mulai menggigil
Kelebihan cairan ( beban sirkulasi)

Transfusi dapat membuat kelebihan pada sirkulasi -> bisa odem


paru akut
Penanganan : menghentikan transfusi darah, memberikan oksigen,
tidur dengan posisi setengah duduk, pemberian obat misalnya
diuretik, digitalis, aminofilin.
Pencegahan : penetesan lambat : 6-8 tetes permenit dan atau
penggunaan komponen darah,
Hati hati :
- Gagal jatung
Kerusakan paru akut

Berupa respiratory distress berat tiba2, terjadi beberapa jam


setelah tranfusi (sering dari donor multipara)
Disebabkan sindroma udem pulmonal non kardiogenik
- Tranfusi antibodi dari plasma donor bereaksi dgn granulosit
resipien
- Terjadi aglutinasi granulosit dan aktivasi komplemen di jaringan
paru
- Endotel kapiler paru rusak -> kebocoran cairan di alveolus
Klinis : menggigil, panas, nyeri dada, sesak
Thorax foto : tampak udem paru.
Penanganan : penangan udem paru dan hipoksia, kortikosteroid
dosis tinggi
KOMPLIKASI INFEKSI

INFEKSI VIRUS
1. Hepatitis virus B, C
2. HIV
4. SITOMEGALO VIRUS
5. ESPTEIN-barr VIRUS
6. PARVOVIRUS
7. MALARIA DAN PROTOZOA LAIN
8. SIFILIS
9. INFEKSI KONTAMINASI BAKTERI LAIN
Kelebihan beban besi pasca transfusi

Transfusi sel darah merah berulang selama bertahun-tahun,


tanpa ada kehilangan darah akan menyebabkan penimbunan besi
dalam hepar, lien dan kulit.
Dapat sebabkan : talasemia mayor dan anemia refrakter kronis
berat lainnya.
Tindakan preventif adalah:
1. pemberian eritrosit muda sehingga dapat menurunkan
kebutuhan transfusi karena waktu hidupnya lebih lama.
2. Penggunaan desferoxamine sebagai iron chelating agent
dilaporkan dapat mengurangi penumpukan besi dalam tubuh.
Ringkasan
Transfusi darah merupakan tindakan yang bertujuan
menggantikan atau menambah komponen darah yang hilang atau
terdapat dalam jumlah yang tidak mencukupi sehingga akan
menyelamatkan kehidupan.
Pemberian komponen darah merupakan tindakan yang sangat
rasional. Pemberian komponen darah juga dapat mengurangi atau
mencegah meningkatnya beban volume sirkulasi.
Persiapan pra transfusi mutlak dilakukan untuk mencegah bahaya
tranfusi yang timbul akibat ketidak cocokan golongan darah
donor dan resipien dan bahaya tertularnya penyakit.
Ada beberapa kepentingan khusus yang harus menjadi perhatian
pada transfusi darah pada anak, meliputi: anemia fisiologis,
kemampuan jantung paru yang masih terbatas dan derajat
penyakit jantung parunya. Berat badan dan umur merupakan
karakteristik tersendiri pada transfusi darah pada anak.