Anda di halaman 1dari 9

Gejala

Demam sore hari dengan serangkaian keluhan klinis,


seperti anoreksia, mialgia, nyeri abdomen, dan obstipasi.
Dapat disertai dengan lidah kotor, nyeri tekan perut, dan
pembengkakan pada stadium lebih lanjut dari hati atau
limpa atau kedua-duanya, Pada anak, diare sering
dijumpai pada awal gejala yang baru, kemudian
dilanjutkan dengan konstipasi.
Konstipasi pada permulaan sering dijumpai pada orang
dewasa.Walaupun tidak selalu konsisten, bradikardi relatif
saat demam tinggi dapat dijadikan indikator demam
tifoid.
Pada sekitar 25% dari kasus, ruam makular
atau makulopapular (rose spots) mulai terlihat
pada hari ke 7-10, terutama pada orang
berkulit putih, dan terlihat pada dada bagian
bawah dan abdomen pada hari ke 10-15 serta
menetap selama 2-3 hari.
Sekitar 10-15% dari pasien akan mengalami
komplikasi, terutama pada yang sudah sakit
selama lebih dari 2 minggu. Komplikasi yang
sering dijumpai adalah reaktif hepatitis,
perdarahan gastrointestinal, perforasi usus,
ensefalopati tifosa, serta gangguan pada
sistem tubuh lainnya mengingat penyebaran
kuman adalah secara hematogen.
Pencegahan
Pencegahan Primer
Pencegahan primer merupakan upaya untuk
mempertahankan orang yang sehat agar tetap
sehat atau mencegah orang yang sehat
menjadi sakit. Pencegahan primer dapat
dilakukan dengan cara imunisasi dengan
vaksin yang dibuat dari strain Salmonella typhi
yang dilemahkan
Vaksin Vi Polysaccharide
Vaksin ini diberikan pada anak dengan usia di atas 2 tahun dengan
dinjeksikan secara subkutan atau intra-muskuler. Vaksin ini efektif selama
3 tahun dan direkomendasikan untuk revaksinasi setiap 3 tahun. Vaksin ini
memberikan efi kasi perlindungan sebesar 70-80%.
Vaksin Ty21a
Vaksin oral ini tersedia dalam sediaan salut enterik dan cair yang diberikan
pada anak usia 6 tahun ke atas. Vaksin diberikan 3 dosis yang masing-
masing diselang 2 hari. Antibiotik dihindari 7 hari sebelum dan sesudah
vaksinasi. Vaksin ini efektif selama 3 tahun dan memberikan efi kasi
Vaksin Vi-conjugate
Vaksin ini diberikan pada anak usia 2-5 tahun di Vietnam dan memberikan
efi kasi perlindungan 91,1% selama 27 bulan setelah vaksinasi. Efi kasi
vaksin ini menetap perlindungan 67-82%. selama 46 bulan dengan efi kasi
perlindungansebesar 89%.
Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan cara
mendiagnosa penyakit secara dini dan mengadakan
pengobatan yang cepat dan tepat. Untukmendiagnosis
demam tifoid perlu dilakukan pemeriksaan
laboratorium. Ada 3 metode untuk mendiagnosis
penyakit demam tifoid, yaitu:
1. Diagnosis Klinis
2. Diagnosis mikrobiologik
3. Diagnosis serologis
Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier adalah upaya yang
dilakukan untuk mengurangi keparahan akibat
komplikasi. Apabila telah dinyatakan sembuh
dari penyakit demam tifoid sebaiknya tetap
menerapkan pola hidup sehat, sehingga
imunitas tubuh tetap terjaga dan dapat
terhindar dari infeksi ulang demam tifoid.
Pengobatan