Anda di halaman 1dari 44

ASI DAN MANAJEMEN

LAKTASI

ASI MAKANAN TERBAIK


ASI:
Makanan terbaik cukup bulan
kurang bulan
Komposisi dpt berubah kebutuhan bayi
Mengandung enzim dan zat imun
Keuntungan psikologik
Keuntungan eknomi

ASI ekslusif 6 bulan

Kebutuhan bayi >6 bln :60% ASI + 40% PASI

>1 th :30% ASI + 70% M.Padat


MANFAAT / KEUNTUNGAN ASI

A. MANFAAT BAGI IBU


Keuntungan psikologik
Perdarahan postpartum
Penundaan masa subur
Kemungkinan terkena kanker payudara & ovarium
Mudah pemberiannya
B. MANFAAT BAGI BAYI
Komposisi berubah, sesuai kebutuhan
Mengandung enzim pencernaan
Mengandung zat imun
Keuntungan psikologik

C. MANFAAT EKONOMI / BAGI KELUARGA


Angka kesakitan & kematian anak.
Kwalitas generasi penerus.
Biaya pengobatan anak sakit.
Pengeluaran utk SF
US $: 950 juta/th 3 peny (O.media,pneum, diare)

dapat dicegah pada bayi


ASI Rp 300 rb/bl
ANATOMI PAYUDARA
Berat mammae: tdk hamil = 200 gr
hamil = 200-600 gr
menyusui = 600-800 gr

Duktus laktiferus: 15-20


Melebar sebelum bermuara di
papila mammae
Ampula=sinus=reservoir ASI
Srtruktur mammae: Kulit,Jar, subkutis, dan Korpus
Parenkim: Duktus Stroma: Jar ikat
Duktulus Jar lemak
Lobus P.drh/srf
Alveolus P.limfe
FISIOLOGI LAKTASI
Siklus laktasi
a. Laktogenesis stadium 1 (kehamilan):
penambahan & pembesaran lobulus-alveolus
b. Laktogenesis stadium 2 (akhir kehamilan -
persalinan 2-3 hari): sekresi ASI
c. Laktogenesis stadium 3 (Galaktopoeisis):
mempertahankan sekresi ASI dari 4-9 hari,
dst.
d. Involusi (berkurangnya kelenjar mamae): mulai
40 hari setelah berhenti menyusui
Reflek yg penting pada proses laktasi

1.Refleks Prolaktin:
merangsang produksi ASI
Impuls saraf dari puting susu
hipotalamus hipofisis
anterior prolaktin
alveolus ASI
2. Refleks aliran (let down
reflex): sekresi ASI
Impuls saraf puting susu
hipofisis posterior
oksitosin kontraksi otot
polos ASI keluar
Penghambat produksi ASI
1. Feedback inhibitor :
Suatu faktor lokal, bila saluran ASI penuh
mengirim impuls untuk mengurangi produksi. Cara
mengatasi: Saluran dikosongkan secara teratur
(ASI eksklusif dan tanpa jadwal).

2. Stress/rasa sakit: inhibisi release oksitosin.


Sinus laktiferus penuh.

3. Penyapihan
MANAJEMEN LAKTASI
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 450/MENKES/SK/IV/2004
TENTANG
PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) SECARA EKSKLUSIF
PADA BAYI DI INDONESIA
Menetapkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara
eksklusif bagi bayi di Indonesia sejak bayi lahir sampai
dengan bayi berumur 6 (enam) bulan dan dianjurkan
dilanjutkan sampai anak berusia 2 (dua) tahun dengan
pemberian makanan tambahan yang sesuai.

Semua tenaga kesehatan yang bekerja di sarana


pelayanan kesehatan agar menginformasikan kepada
semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan
ASI eksklusif
Tenaga Kesehatan dalam memberikan informasi
sebagaimana dimaksud di atas agar mengacu kepada
Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui
(LMKM) sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal: 7 April 2004
SEPULUH LANGKAH MENUJU
KEBERHASILAN MENYUSUI (LMKM)

Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) mempunyai


kebijakan Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (PP-
ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan
kepada semua petugas.

Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal


pengetahuan dan ketrampilan untuk menerapkan
kebijakan tersebut.
Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang
manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai
sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur
2 tahun termasuk cara mengatasi kesulitan
menyusui.

Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 30


menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang
bersalin. Apabila ibu mendapat operasi Caesar, bayi
disusui setelah 30 menit ibu sadar.

Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar


dan cara mempertahankan menyusui meski ibu
dipisah dari bayi atas indikasi medis
Tidak memberikan makanan atau minuman apapun
selain ASI kepada bayi baru lahir
Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan
ibu bersama bayi 24 jam sehari
Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu,
tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi
menyusui
Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi
yang diberi ASI
Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung
ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok
tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah
Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan
Mengajari Ibu Posisi Meneteki Dan Cara
Bayi Melekat Pada Waktu Menetek
Secara Benar
Sanggalah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher
dan bahunya saja.
Telinga bayi satu garis dengan lengan
Hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi
berhadapan dengan puting susu
Dekatkan badan bayi ke badan ibu
Posisi menyususi: Duduk
Berbaribg
Berdiri
Digendong
Tunjukkan kepada ibu cara melekatkan
bayinya. Ibu hendaknya:
Menyentuhkan bibir bayi ke puting susunya
Menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar
Segera mendekatkan bayi ke arah payudara
sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi
terletak di bawah puting susu

Cara melepaskan isapan bayi:


Masukan jari kelingking ke mulut bayi (dari
sudut mulut) atau
Tekan dagu bayi kebawah
Cara melekatkan mulut bayi yang sudah
benar ditandai dengan:

Dagu menempel pada


payudara ibu
Mulut bayi terbuka
lebar
Bibir bawah bayi
membuka keluar
Areola tampak lebih
banyak di bagian atas
dari pada bagian bawah
Bayi megisapkan dengan efektif
Jika bayi melakukan pengisapan ASI secara dalam
dan teratur, kadang diselingi istirahat. Pada
saat bayi mengisap ASI, hanya terdengar suara
bayi menelan

Amati apakah perlekatan dan posisi bayi sudah


benar dan bayi sudah mengisap dengan efektif,
jika belum, cobalah sekali lagi
Mengajari Ibu Meningkatkan ASI

Menyusu dini ( jam pasca lahir)


Cara untuk meningkatkan ASI adalah dengan
meneteki lebih sering, siang dan malam, setiap
waktu sampai bayi tak mau menetek
Meneteki lebih sering lebih baik karena
merupakan kebutuhan bayi
Meneteki payudara kiri dan kanan secara
bergantian
Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong
sebelum pindah ke payudara lainnya.
Jika bayi telah tidur selama 3 jam, bangunkan
dan langsung diteteki.
Menyusu tak terjadwal (on demand)
Memberi ASI Saja Sesering Mungkin
Lakukan tindakan berikut ini pada waktu
kunjungan rumah atau saat memeriksa bayi di
klinik:
Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
Minta ibu untuk memberi ASI saja sesering mungkin
sedikitnya 8 kali sehari. Meneteki lebih sering, baik siang
maupun malam.
Minta ibu untuk meletakkan bayi di dada ibu
sesering mungkin dan bayi tidur dengan ibu
Minta ibu untuk menanyakan hal-hal yang kurang
dipahami.
Upaya pemberian ASI
Ibu
Orangtua/pengasuh
Rumah Sakit / Rumah Bersalin
Dokter / Bidan
Kebijakan pemerintah
Yang mempengaruhi produksi ASI:
Menyusui yang benar
Psikologgi ibu
Kelainan anatomi
Hormonal & kesehatan/gizi ibu
GANGGUAN PEMBERIAN ASI
Masalah Pada Ibu:
Kurang informasi
Ibu merasa: Susu formula itu sama baiknya
atau malahan lebih baik dari ASI
ASI belum keluar pada hari pertama, dianggap
perlu untuk memberikan minuman lain
Anggapan bahwa jika puting susu masuk atau
datar atau payudara kecil maka ibu tidak
mampu menyusui.
1. Puting datar

Puting hanya merupakan kumpulan muara saluran


ASI dan tidak mengandung ASI.
ASI disimpan di sinus laktiferus di daerah areola
mama.
Untuk mendapatkan ASI areola mama yang perlu
dimasukkan ke mulut bayi agar palatum dan
gerakan lidah bayi dapat memerah ASI keluar
Sejak usia kehamilan 7 bulan puting susu ditarik
dengan nipple puller atau memakai breast-shield.
2. Payudara Bengkak
Karena bendungan pembuluh darah balik
dan pembuluh getah bening, tanda bahwa
ASI mulai banyak disekresi
Pencegahan:
Susukan bayi segera setelah lahir dengan posisi
yang benar
Susukan bayi tanpa jadwal
Keluarkan ASI dengan tangan/pompa bila
produksi melebihi kebutuhan bayi
Lakukan perawatan payudara (masase dll)
Penatalaksanaan Payudara bengkak
Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar
payudara lebih lembek, sehingga lebih mudah
memasukkannya ke dalam mulut bayi.
Bila bayi belum dapat menyusui, ASI
dikeluarkan dengan tangan atau pompa dan
diberikan pada bayi dengan cangkir/sendok
Tetap mengeluarkan ASI sesering mungkin
sampai bendungan teratasi
Untuk mengurangi rasa sakit dikompres dingin,
berikan antipiretik jika demam
3. Puting susu nyeri/lecet
Akibat apa ?
posisi bayi saat menyusu salah
cara melepaskan hisapan bayi tidak benar,
sering mbersihkan puting dg sabun/alkohol.

Dicegah, agar sukses menyusui

Tatalaksana:
Perbaiki posisi
Menyusui mulai dari yg tdk sakit
ASI ttp dikeluarkan PD yg putingnya lecet
Oleskan ASI ke puting yg lecet & biarkan
kering
Analgetika diberikan jika sangat sakit
4. Saluran ASI tersumbat

Kelenjar air susu: 15-20 saluran ASI

Tersumbat

Tekanan ibu
jari / BH

Aliran ASI
Pencegahan:
posisi menyusu yang benar,
ubah-ubah posisi menyusui semua saluan
terkosongkan
memakai BH yang menunjang ttp tidak
ketat

Tatalaksana:
Lebih sering menyusui dari payudara yang
tersumbat, mengurut daerah yang tersumbat ke
arah puting susu, istirahat yang cukup, memakai
pakaian yang longgar
5. ASI Kurang
ASI bisa benar kurang atau ibu menganggap
bahwa ASI nya kurang
ASI bisa kurang oleh karena: terlambat mulai
menyusui, jarang menyusui, pelekatan dan posisi
menyusui yang tidak benar, pengunaan dot,
terlalu cepat memberikan makanan lain.
Faktor lain
Ibu kurang percaya diri, kelelahan, stress,
penggunaan obat kontrasepsi, diuretika, retensio
plasenta.
Bayi sakit, bayi ada kelainan mengisap
6. Ibu bekerja
Berikan ASI sesering mungkin selagi dirumah.
Keluarkan ASI setiap 3 jam, selama tdk
dirumah/berkerja.
Menyimpan ASI dengan benar:
Bersih / ditutup.
Suhu kamar : 6-8 jam
Lemari es (2-8oC) : 24 jam
Freezer (tdk buka-tutup) : 6 bulan
ASI:
Makanan terbaik
Ad 1. Sarana Pelayanan Kesehatan
Punya sarana Peningkatan Pemberian-ASI:
informasikan

Ad 2. Pelatihan petugas/keterampilan
Kelenjar mama, plasenta ekstrauterin yang
menghasilkan ASI
ASI, darah putih yang mentransport nutrien
sarat dengan energi & semua zat gizi
esensial yang dibutuhkan bayi, meningkatkan
imunitas, merusak patogen & berpengaruh
pada sistem biokimiawi tubuh manusia
Manfaat bagi ibu

Keuntungan psikologik
Mengurangi perdarahan postpartum
Penundaan masa subur
Mengurangi kemungkinan terkena kanker
payudara & ovarium
Mudah pemberiannya
Nilai ekonomi ASI

Keluarga dapat menabung sampai Rp.


300.000 tiap bulan dengan menyusui bayinya
!
Sampai US $950 juta per tahun terbuang
untuk tiga penyakit yang dapat dicegah
pada bayi
otitis media, pneumoni dan diare
Bayi meninggal, seharusnya tidak

4 juta bayi meninggal pada bulan


pertama
60 % dari kematian ini disebabkan
kurang gizi
(Source: New York Times, March 14, 2002 based on a statement by
Carol Beltarny, Executive Director, UNICEF)

Lama ASI Eksklusif di Indonesia 1,7 bulan


Source: Directorate of Nutrition, 1999
Cara melekatkan mulut bayi yang sudah
benar ditandai dengan:

Dagu menempel pada


payudara ibu
Mulut bayi terbuka
lebar
Bibir bawah bayi
membuka keluar
Areola tampak lebih
banyak di bagian atas
dari pada bagian bawah
Penutup
Memberi ASI kepada bayi manusia adalah
memberikan ketiga kebutuhan dasar untuk
tumbuh dan berkembang optimal

3 in 1, asuh, asih, asah


Air susu setiap mamalia adalah spesies spesifik
ASI komposisinya sesuai dengan kebutuhan
bayi, berubah setiap saat menyusui, sesuai
masa kehamilan
Zat zat dalam ASI mudah diserap
Usahakan agar bayi mendapat ASI, berikan
motivasi pada ibu, berikan informasi,
bantulah ibu agar sukses dengan 10 langkah
menuju keberhasilan menyusui
Seandainya terpaksa memberikan susu
formula pilihlah yang telah berusaha
menyesuaikan/menambahkan zat yang ada di
dalam ASI tetapi tidak terdapat dalam susu
formula biasa
Tiap anak mempunyai hak untuk

Kesehatan yang memadai


Gizi yang memadai

Pendidikan yang memadai

Dan lebih jauh,

Tiap anak mempunyai hak awal hidup yang

terbaik!
Awal hidup yang terbaik dimulai dengan
mendapatkan ASI
Menyusui berjalan sepanjang jalan menuju
terhindarnya perbedaan kesehatan antara
bayi yang dilahirkan dalam lingkungan miskin
dan yang dilahirkan dalam kecukupan.
Dapat dikatakan menyusui mengeluarkan bayi
dari kemiskinan untuk beberapa bulan
pertamanya agar dapat memberi anak awal
kehidupan yang adil dan mengkompensasi
ketidakadilan dunia di mana ia dilahirkan.
TERIMA
KASIH
Ruth A. Laurence
Brestfeeding a guide the medical
profession. St Louis; Mosby 1980