Anda di halaman 1dari 17

HYPERTENSI PADA

KEHAMILAN

Kelompok 4
PENGERTIAN

Penyakit Hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan


vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam
kehamilan atau pada permulaan nifas.
(Obsteri Patologi, Univ. Padjajaran Bandung, 1984)
ETIOLOGI

Penyebab hipertensi pada sebagian besar kasus, tidak


diketahui sehingga disebut hipertensi esensial. Namun
demikian, pada sebagian kecil kasus hipertensi merupakan
akibat sekunder proses penyakit lainnya, seperti ginjal; defek
adrenal; komplikasi terapi obat. Penyebab hipertensi dalam
kehamilan adalah:
Hipertensi esensial
penyakithipertensi yang disebabkan oleh faktor herediter,
faktoremosi (Stress) dan lingkungan (pola hidup).
Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal dan gejala hipertensi dan dapat dijumpai pada
wanita hamil adalah :
Glomerulonefritis akut dan kronik
Plelenofritus akut dan kronik (Sinopsis Obstruksi, 1989)
TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI PADA
IBU HAMIL :
Sakit kepala
Mudah lelah
Mual, MuntaH
Gelisah
Sesak napas
Perdarahan dari hidung
Wajah kemerahan
Pandangan menjadi kabur sebab adanya kerusakan pada
otak, mata, jantung dan ginjal
KLASIFIKASI HIPERTENSI DALAM
KEHAMILAN

Klasifikasi hipertensi dalam kehamilan adalah sebagai


berikut:
Hipertensi esensial.
Hipertensi esensial disertai superimposed pregnancy -induced
hypertension.
Hipertensi diinduksi kehamilan(pregnancy -induced
hypertension, PIH).
Pre-eklamsia.
Eklamsia
PATOFISIOLOGI
ekresi natrium lebih banyak karena progesteron berfungsi sebagai
diuretik ringan. Kehilangan natrium Pada ibu hamil normal
plasenta menghasilkan progesteron yang bertambah hal ini
menyebabkan penyempitan dari volume darah kompartemen
vaskuler, pada kehamilan dengan pre eklamsi menunjukan adanya
peningkatan resistensi perifer dan vasokontriksi pada ruang
vaskuler, bertanbahnya protein serum (albumin dan globulin ) yang
lolos dalam urine disebabkan oleh adanya lesi dalam glomerolus
ginjal, sehimgga terjadi oliguri karena menurunya aliran darah ke
ginjal dan menurunya GFR (glomerulus filtrat rate ) kenaikan berat
badan dan oedema yang disebabka penambahan cairan yang
berlebiha dalam ruang intrestisial mungkin berhubungan dengan
adanya retensi air dan garam, terjadinya pergeseran cairan dari
ruang intravaskuler ke intertisial diikuti oleh adanya kenaikan
hematokrit, peningkatan protei serum menambah oedem dan
menyebabkan volume darah berkurang, visikositas darah
meningkat dan waktu peredaran darah teri menjadi lama.
PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA
IBU HAMIL
Memperhatikan pola m akan . Perbanyakl ah mengonsumsi sayuran , ikan , buah-
buahan , ser ta air puti h. Penuhi kebutuhan gizi ibu hamil setiap hari dan
pasyikan kebutuhan protein, mineral , karbohidrat , vitami n dan serat tercukupi .
Selain itu , kurangi konsumsi makanan yang mengandung hidrat arang dan
garam.
Konsumsi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah seper ti ikan ,
coklat, pisang, dan jeruk .
Terapkan pola hidup sehat. Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok
dapat memi cu timbulnya hiper tensi . Bahkan pola hi dup yang kurang sehat
sehat ter sebut dapat berdampak buruk pada kesehatan janin.
Rajinlah berolahraga . Olahraga bermanfaat melancarkan si rkulasi darah dan
oksigen dalam tubuh. Olahraga ringan seper ti jalan kaki , yoga, renang , dan
sebagainya dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Hindari stress , karena stre ss dapat memicu tekanan darah naik . Maka dari itu,
agar tekanan darah tetap normal usahakan agar ibu tetap tenang dan gembira.
Hindari kelelahan . Kelelahan dan kurangnya i stirahat dapat menyebankan
tekanan darah tinggi.
Rajinlah mengontrol kondisi kandungan p ada dokter kandungan atau bidan .
Lakukan juga pengecekan pada tekanan darah secara rutin.
PENATALAKSANAAN

Adapun penatalaksanaannya antara lain :


1.Deteksi Prenatal Dini :
2.Penatalaksanaan Di Rumah Sakit
3.Terapi Obat Antihipertensi
4.Penundaan Pelahiran Pada Hipertensi Berat
ASUHAN KEPERAWATAN PADA HIPERTENSI
DALAM KEHAMILAN
I. PENGKAJIAN
Pengumpulan Data
Data-data yang perlu dikaji adalah berupa
Identitas klien
Keluhan Utama
Pasien dengan hipertensi pada kehamilan didapatkan keluhan berupa seperti
sakit kepala terutama area kuduk bahkan mata dapat berkunang-kunang,
pandangan mata kabur, proteinuria (protein dalam urin), peka terhadap
cahaya, nyeri ulu hati.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pada pasien jantung hipertensi dalam kehamilan, biasanya akan diawali
dengan tanda-tanda mudah letih, nyeri kepala (tidak hilang dengan analgesik
biasa ), diplopia, nyeri abdomen atas (epigastrium), oliguria (<400 ml/ 24
jam)serta nokturia dan sebagainya. Perlu juga ditanyakan apakah klien
menderita diabetes, penyakit ginjal, rheumatoid arthritis, lupus atau
skleroderma, perlu ditanyakan juga mulai kapan keluhan itu muncul. Apa
tindakan yang telah dilakukan untuk menurunkan atau menghilangkan
keluhan-keluhan tersebut
Riwayat Penyakit Dahulu
Perlu ditanyakan apakah pasien pernah menderita penyakit seperti
kronis hiper tensi (tekanan darah tinggi sebelum hamil), Obesitas,
ansietas, angina, dispnea, or topnea, hematuria, nokturia dan
sebagainya. Ibu beresiko dua kali lebih besar bila hamil dari
pasangan yang sebelumnya menjadi bapak dari satu kehamilan
yang menderita penyakit ini. Pasangan suami baru mengembalikan
resiko ibu sama seper ti primigravida. Hal ini diperlukan untuk
mengetahui kemungkinan adanya faktor predisposisi
Riwayat Penyakit Keluarga
Perlu ditanyakan apakah ada anggota keluarga yang menderita
penyakit-penyakit yang disinyalir sebagai penyebab jantung
hiper tensi dalam kehamilannya. Ada hubungan genetik yang telah
diteliti. Riwayat keluarga ibu atau saudara perempuan
meningkatkan resiko empat sampai delapan kali
Riwayat Psikososial
Meliputi perasaan pasien terhadap penyakitnya, bagaimana cara
mengatasinya ser ta bagaimana perilaku pasien terhadap tindakan
yang dilakukan terhadap dirinya
Pengkajian Sistem Tubuh
B1 (Breathing)
Pernafasan meliputi sesak nafas sehabis aktifitas,
batuk dengan atau tanpa sputum, riwayat merokok,
penggunaan obat bantu pernafasan, bunyi nafas
tambahan, sianosis
B2 (Blood)
Gangguan fungsi kardiovaskular pada dasarnya
berkaitan dengan meningkatnya afterload jantung
akibat hipertensi.
B3 (Brain)
Lesi ini sering karena pecahnya pembuluh darah otak
akibat hipertensi.
B4 (Bladder)
Riwayat penyakit ginjal dan diabetes mellitus, riwayat
penggunaan obat diuretic juga perlu dikaji.
B5 (Bowel)
Makanan/cairan meliputi makanan yang disukai terutama yang
mengandung tinggi garam, protein, tinggi lemak, dan
kolesterol, mual, muntah, perubahan berat badan, adanya
edema.
B6 (Bone)
Nyeri/ketidaknyamanan meliputi nyeri hilang timbul pada
tungkai,sakit kepala sub oksipital berat, nyeri abdomen, nyeri
dada, nyeri ulu hati. Keamanan meliputi gangguan cara
berjalan, parestesia, hipotensi postural
II. DIAGNOSA
Diagnosa keperawatan ditegakkan melalui analisis
cermat terhadap hasil pengkajian. Diagnosa keperawatan
yang umum untuk orang tua dengan gangguan hipertensi
pada kehamilan meliputi hal -hal berikut.
Perubahan perfusi jaringan/organ, menurun, b.d
hipertensi
Resiko cedera tinggi pada ibu b.d. iritabilitas SSP
Kecemasan berhubungan dengan ancaman cedera pada
bayi sebelum lahir
III. INTERVENSI

Perubahan per fusi jaringan b.d. Hiper tensi, Vasospasme


siklik , Edema serebral, Perdarahan
Tujuan : Tidak terjadi vasospasme dan per fusi jaringan tidak
terjadi
Kriteria hasil : Klien akan mengalami vasodilatasi ditandai
dengan diuresis, penurunan tekanan darah, edema.
Resiko cedera tinggi pada ibu b.d. iritabilitas SSP
Tujuan : gangguan SSP akan menurun mencapai tingkat
normal
Kriteria hasil : klien tidak mengalami kejang
Kecemasan berhubungan dengan ancaman cedera pada bayi
sebelum lahir
Tujuan: ansietas dapat teratasi
Kriteria hasil:
Tampak rileks, dapat istirahat dengan tepat
Menuujukkan ketrampilan pemecahan masalah
IV. Pelaksanaan (Implemantasi)
Implementasi adalah tahap dimana dilakukan
perencanaan dan pelaksanan tindakan
keperawatan yang telah ditentukan dengan
tujuan memberikan tindakan keperawatan
berdasarkan respon klien terhadap masalah
kesehatannya dan mencegah masalah baru yang
akan timbul. (Nasrul Efendi, 2001 : 113)
V. Evaluasi
Evaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi
proses keperawatan yang menandakan seberapa jauh
diagnosa keperawatan, rencana tindakan pelaksanaan
sudah berhasil dicapai. (Nursalam, 2001:71)
Dalam menuliskan pernyataan evaluasi yang terdiri dari
evaluasi formatif dan sumatif, terdapat sistem penulisan
yang berbeda.Evaluasi formatif biasanya ditulis dalam
catatan perkembangan sedangkan evaluasi sumatif
dicatat dalam catatan narasi. (Aziz Alimul H, 2001 : 43)
TERIMA KASIH