Anda di halaman 1dari 13

Disusun Oleh :

Nara Pandan Maurizka


(41115010024)
Bella Prillia F.
(41115010041)
Ade Arianti
(41115010053)
Masithoh Wahyu S.
(41115010109)
STUDI KELAYAKAN BANDAR UDARA

1. Studi Kelayakan Bandar Udara 2. Analisa Studi Kelayakan


Pengertian Bandar Udara dan Kebandarudaraan Analisis Pasar/Daerah Operasi (Market Analysis)

Pengertian Studi Kelayakan Analisis Perlengkapan (Equipment Analysis)

Hubungan Studi Kelayakan dengan Transportasi Analisis Operasi Teknik (Operational Analysis)
Udara
Analisis Keuangan (Financial Analysis)

Analisis Lingkungan (Environment Analysis)


Studi Kelayakan Bandar Udara
Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau
perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan
sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas
landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang,
dan tempat perpindahan intra dan antarmoda
transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas
pokok dan fasilitas penunjang lainnya.
Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang
berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan
kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi
keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban
arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo
dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau
antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi
nasional dan daerah.
Studi Kelayakan atau Feasibility Study merupakan
suatu penelitian yang dilakukan untuk menentukan
apakah suatu proyek pembangunan layak atau tidak
untuk dilaksanakan.
Dalam kaitannya dengan jasa transportasi udara, maka
studi kelayakan merupakan bagian dari perencanaan
operasi bagi aircraft operator yang memuat Tatanan
Kebandarudaraan Nasional.
Tatanan Kebandarudaraan Nasional adalah sistem
kebandarudaraan secara nasional yang
menggambarkan perencanaan bandar udara
berdasarkan rencana tata ruang, pertumbuhan ekonomi,
keunggulan komparatif wilayah, kondisi alam dan
geografi, keterpaduan intra dan antarmoda transportasi,
kelestarian lingkungan, keselamatan dan keamanan
penerbangan, serta keterpaduan dengan sektor
pembangunan lainnya.
Analisa Studi Kelayakan
Pelaksanaan penyusunan kelayakan pembangunan/pengembangan bandar udara yang
yang sudah ada maupun bandar udara baru, ada beberapa aspek kajian penting yang
Analisis
perlu diungkapkan dalam rangka Operasi
mencapai Teknik
tujuan perencanaan yang diinginkan.
Adapun aspek kajian tersebut
(Operational Analysis)meliputi:

Analisis Lingkungan Analisis Perlengkapan


(Environment Analysis) (Equipment Analysis)

Analisis Pasar/Daerah
Analisis Keuangan Operasi
(Financial Analysis) (Market Analysis)
1. Analisis Pasar/Daerah Operasi
Analisis pasar adalah suatu awal bagi perencanaan kegiatan kebandarudaraan. Analisis yang
dilakukan dapat memberikan kerangka dasar yang akurat dan fleksibel bagi perencanaan lanjutan,
yaitu perencanaan rute perjalanan, pemilihan tipe pesawat, analisis keuangan, dan finansial.

Tujuan analisis pasar adalah memperkirakan kebutuhan perjalanan konsumen yang ingin
menikmati kebebasan penerbangan tanpa terikat oleh jadwal. Potensi pemasaran untuk
sistem operasi adalah pihak-pihak yang membutuhkan mobilisasi secara cepat dan
tidak ingin terikat jadwal ataupun pihak-pihak yang ingin mencapai daerah tujuan yang tidak
dilayani oleh penerbangan komersial berjadwal.
Dalam pemilihan perlengkapan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

Analisis pesawat udara, yang perlu diperhatikan adalah konfigurasi internal/kabin dan
performa pesawat secara keseluruhan (mesin, berat pesawat, prestasi, dan
sebagainya).
Karakteristik dan kemampuan dari bandara. Kondisi bandara akan memengaruhi berat
take-off dan landing maksimum yang diijinkan.
Keberadaan bandara cadangan selama operasi.
Kondisi kawasan operasi yang meliputi: jarak terbang, arah/kecepatan angin,
temperatur, block fuel, dan pengeluaran untuk setiap block time operasi pesawat.
Kebutuhan fasilitas bandar udara, meliputi;
Kebutuhan fasilitas bandar udara untuk sisi darat dan sisi udara.
Kebutuhan fasilitas telekomunikasi, navigasi udara, elektronika dan listrik.
Kebutuhan fasilitas utilitas, jalan akses dan area parkir kendaraan.
Dalam kaitannya dengan operasi penerbangan dengan sistem kebandarudaraan, maka hal-hal
yang harus diperhatikan adalah :
Ketersediaan pesawat untuk memenuhi permintaan konsumen.
Manajemen waktu perawatan (scheduling).
Rute Penerbangan (Transit Times, dan Turn Around Times). Operasi pesawat untuk melayani
berbagai rute dianalisis secara mendalam pada tahap ini. Hal ini dimaksudkan agar
gambaran rotasi penggunaan pesawat dan segala kemungkinan terjadinya keterlambatan
atau ketidaktersediaan armada dapat sedini mungkin diantisipasi.
Permintaan jasa angkutan udara, yang meliputi;
Arus pergerakan penumpang dan barang tahunan.
Arus pergerakan penumpang dan barang pada saat jam sibuk.
Arus pergerakan pesawat tahunan.
Arus pergerakan pesawat pada saat jam sibuk.
Analisis keuangan dibuat untuk menentukan kekuatan relatif dari
kebandarudaraan. Terutama digunakan untuk mengetahui keuntungan yang
dapat diraih oleh perusahaan. Informasi yang didapatkan dari analisis ini
memberikan pula gambaran perkembangan antara cash and flow dengan
stabilitas dari aliran cash itu sendiri.
Analisis keuangan juga menentukan kebutuhan nilai investasi dan melakukan
kelayakan pengoperasian bandar udara, dengan menggunakan berbagai
metode yang telah dikenal, misalnya; Economic Internal Rate of Return (EIRR),
Financial Internal Rate of Return (FIIR), Net Present Value (NPV) dan Benefit
Cost Ratio (BCR).
Dalam aspek ini, prakiraan awal implikasi/dampak yang akan timbul pada setiap
tahapan kegiatan pembangunan akan dibahas, antara lain meliputi :
Ketersediaan lahan dan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah.
Inventarisasi informasi dan data teknik dari tempat tersebut (topografi, tanah,
hidrologi, geologi/fisiografi dan meteorologi).
Penerapan batas (obstacle) penerbangan.
Penetapan kawasan keselamatan operasi penerbangan, kawasan kebisingan,
kapasitas dan potensi ruang udara serta fasilitas navigasi udara.
Hubungannya terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya masyarakat setempat
serta dampaknya terhadap kondisi fisik-kimia, flora dan fauna, serta kondisi
perairan di sekitar kawasan bandar udara.
ANY QUESTIONS?