Anda di halaman 1dari 40

PEMANFAATAN SUMBERDAYA

MINERAL DAN ENERGI

PRECIOUS METALS (LOGAM MULIA)


A. EMAS
B. PERAK
KULIAH KE 02
C. PLATINA
D. AIR RAKSA
A. EMAS
Endapan Emas sering ditemukan merupakan campuran yang sempurna
antara emas dan Perak, Jika kandungan Peraknya lebih dari 20 %
disebut Electrum,

Sifat Emas yang menonjol adalah specific gravitynya yang tinggi dan
tersebar luas di alam dalam jumlah yang kecil-kecil
SIFAT-SIFAT EMAS
Logam yang besifat lunak dan mudah ditempa,
Kekerasan (Skala Mosh) antara 2,5 3,0,
Berat Jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lainnya,
biasanya Berat jenis sekitar 19,3,
Warna variasi kuning kelam, tergantung pada kemurniannya,
Emas adalah unsur kimia dengan nomor atom 79 dan massa atom
196,967.
Logam Emas mempunyai Titik Lebur 1.063C dan Titik Didih 2.600C.
Logam Emas merupakan konduktor yang baik.
Logam Emas tidak aktif secara kimiawi,
Logam Emas tahan karat.
MINERAL EMAS YANG KOMERSIAL
Emas murni (Au),
Bentuknya berupa butiran, seperti benang, lempengan atau bongkahan
besar,
Kilapnya kilap logam,
Warnanya kuning emas,
Dapat ditempa atau dipipihkan,
Kekerasan antara 2,5 3,0,
Berat Jenisnya antara 15,6 19,3,
Larut dalam Air Raksa.

Calaverite (Au,Ag)Te2,
Bentuknya berupa butiran,
Warnanya kuning brons,
Kekerasan antara 2,5 3,0,
Berat Jenisnya antara 7,9 9,0,
Kandungan emas antara 34 % - 39 %.

Hesite (AuAg)Te,
Kekerasan antara 2,5 3,0,
Berat Jenisnya antara 8,3 8,6,
Krenerite (Au,Ag)Te2),
Bentuknya berupa batang-batang bergaris memanjang sebesar 0,5 -2,0 mm,
Kilapnya kilap logam,
Warnanya Putih perak,
Kekerasan antara 1,5 2,0,
Berat Jenisnya antara 8,4,
Kandungan emas antara 35 % - 39 %.

Nagyagite (Au,Pb,Te,S),
Bentuknya berupa lembaran-lembaran tipis yang dapat dilengkungkan,
Kilapnya sangat mengkilap,
Warnanya Kelapu timbal kehitam-hitaman,
Kekerasan antara 1,0 1,5,
Berat Jenisnya antara 6,9 7,2,
Kandungan emas antara 6,9 % - 7,2 %.
Petzite ((Ag,Au)2Te),
Bentuknya berupa batangan bercabang dan biasanya kompak dan berbutir,
Kilapnya kilap logam,
Warnanya Kelapu timbal dan kelabu baja kehitam-hitaman,
Kekerasan antara 2,5 3,0,
Berat Jenisnya antara 8,7 9,4,
Kandungan emas antara 18,0 % - 26,0 %.

Sylvanite ((Au3Ag)Te),
Bentuknya kompak dan terkadang tersebar,
Kilapnya kilap logam,
Warnanya Putih timah kekuning-kuningan atau kelabu baja,
Kekerasan antara 1,5 2,0,
Berat Jenisnya antara 8,0 8,3,
Kandungan emas antara 27,0 % - 41,0 %.
GENESIS EMAS
kebanyakan Emas terdapat dalam urat-urat Kuarsa (Vein Gold Quartz)
yang terbentuk melalui Proses Hidrotermal, dan sering bersama-sama
Pyrit dan mineral-mineral Sulfida yang lain,

Bila Urat-urat mengandung Emas melapuk, maka emas-emas akan


terpisah dan kemudian mengendap sebagai Deposit Eluvial, atau
terangkut oleh aliran air dan mengendap di suatu tempat sebagai
Deposit Letakan (Placer Deposit) bersama pasir dan atau kerikil-kerikil.

Emas sering terdapat bebas di endapan sungai, urat kuarsa, atau dari
pirit. Mungkin juga emas terdapat pada bijih besi atau perak, tembaga,
timbal, nikel, dan tellurium.

Mineral Emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue


minerals). Mineral ikutan tersebut adalah Kuarsa, Karbonat, Turmalin,
Flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam.
Mineral pembawa Emas juga berasosiasi dengan endapan Sulfida yang
telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari Emas Native,
Elektrum, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur
belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari
Emas Native, hanya kandungan perak di dalamnya > 20%.

Emas terbentuk dari Proses Magmatisme atau Pengkonsentrasian di


permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena roses metasomatisme
kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara
mekanis menghasilkan Endapan Letakan (Placer). Genesa emas
dikategorikan menjadi dua yaitu, Endapan Primer dan Endapan Placer.

Bijih Emas terdapat dalam cebakan-cebakan dengan bermacam-macam


tipe di dalam Batuan Beku, Sedimen, Metamorf pada seluruh formasi
geologi, kebanyakan dari Emas yang diproduksi berasal dari Lode yang
terjadi dari larutan Hidrothermal yang berumur relatip, proses Pelapukan
membentuk Bijih Placer.
Penyelidikan umumnya dilakukan dengan Pemetaan Geologi, Tunnelling
dan Pemboran Inti, kadang-kadang dilakukan juga penyelidikan secara
Geofisik sebelum pemboran untuk mengetahui kontinuitas dan hubungan
antara singkapan-singkapan (outcrop) yang satu dengan yang lainnya.
Bijih Emas Placer dapat diselidiki juga dengan Test Pitting.
PENAMBANGAN EMAS
Penambangan Bijih Emas Placer adalah secara Hydrolicking (disemprot
dengan air), dengan Kapal Keruk (dredge) atau dengan Dragline yang
dikombinasikan dengan pengolahan diatas ponton (floating washing
plants). Bijih Emas Primer (Lode) kebanyakan secara tambang dalam
dengan sistem cut and fill dan skrinkage stoping.

Metode penambangan yang umum diterapkan adalah tambang bawah


tanah (underground) dengan Metode Gophering, yaitu suatu cara
penambangan yang tidak sistematis, tidak perlu mengadakan persiapan-
persiapan penambangan (development works) dan arah penggalian
hanya mengikuti arah larinya cebakan bijih.

PENGOLAHAN EMAS
Pengolahan bijih Emas dilakukan secara Cyanidasi, Amalgamasi,
Flotasi, Gravity Concentration dan Peleburan (Smelting) atau secara
kombinasi dari pada proses-proses diatas.
PENGGUNAAN EMAS
Cadangan Devisa suatu negara,
Moneter (sebagai bahan untuk membuat uang)
Perhiasan.
Menyepuh,
Membuat huruf Emas,
Photografi,
Kedokteran Gigi (sebagai pelapis gigi),
Rubby Gold Glass,
Thermocouples,
Electric Contactc,
Synthetic Fibers,
Lempengan Electrode
Scientific Laboratary Equipment (intrumen).
Pemanfaatan Emas dan Perak
Pemanfaatan emas dan perak yang paling utama sebaiknya digunakan
untuk bahan pembuat uang. Uang kertas dan logam yang kita pegang
saat ini sebatas uang-uangan yang tidak bernilai riil. Jika emas dan
perak dipakai sebagai alat tukar maka barang-barang akan
menyesuaikan harganya, bukan uang yang menyesuaikan nilainya.
Tidak ada inflasi gila-gilaan lagi, tidak ada lagi perampok nilai uang kita
lagi, tidak ada lagi uang sobek tidak laku dan tidak ada lagi uang
kadaluwarsa tidak laku. Saat ini sudah mulai banyak yang memakai
dinar emas dan dirham perak sebagai alat transaksi sehari-hari yang
tidak melanggar hukum indonesia.

Emas dan perak sebaiknya jangan difungsikan hanya sebagai materi


untuk menimbun harga saja karena harta yang ditimbun seperti itu tidak
akan memberi manfaat kepada orang banyak. Timbun harta emas dan
perak anda secukupnya termasuk untuk perhiasan, sisanya anda bisa
gunakan untuk membuat usaha padat karya atau disedekahkan untuk
orang yang membutuhkan bantuan. Bagaimana pun juga sudah
kewajiban orang yang punya kelebihan harta untuk membantu sesama
manusia.
Emas dulunya digunakan sebagai uang logam dan sekarang masih
merupakan standar pertukaran internasional. Sampai sekarang dipakai
untuk perhiasan, seni, kedokteran gigi, penyepuhan, dan dalam bentuk
radioaktif dipakai untuk pengobatan tumor.

Unsur logam emas memiliki sifat yang lunak, dan memiliki warna kuning
terang yang digunakan untuk perhiasan dan alat-alat elektronik.
Tentunya emas tidak mudah didapat di pasaran, karena memiliki harga
yang sangat tinggi dan terus meningkat.
TEMPAT TERDAPAT EMAS
Lokasi tempat terdapatnya Emas,
Meulaboh, Aceh,
Muara Sipongi, Sumatera Utara,
Rejang Lebong, Bengkulu,
Banten,
Sulida, Sumatra Barat.

Perusahaan Tambang Emas,


PN Aneka Tambang di Cikotok
B. PERAK
Perak murni puranselalu mengandung campuran antara Au, Hg dan Cu,
kadang-kadang juga mengandung sedikit Pt, Sb dan Bi,

Campuran antara Perak dan Air raksa (solid solution) sering disebut
dengan istilah Amalgam,

Sifat yang menonjol Perak adalah warna pada permukaannya (putih


perak) dan specific gravity yang tinggi.
SIFAT-SIFAT PERAK
Kekerasan (Skala Mosh) antara 2,5 3,0,
Berat jenis Perak murni sekitar 10,5, jika tidak murni berat jenisnya
antara 10,0 12,0,
Kilap umumnya kilap logam,
Warna Putih Perak, putih keabu-abuan dan mengkilap,
Perak adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Ag dan nomor atom 47 (Lambangnya berasal dari bahasa Latin
Argentum).
Perak merupakan logam transisi lunak dan mudah dibentuk,
Perak memiliki konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam,
Perak merupakan logam yang terbentuk selalu bersama-sama dengan
logam emas.
MINERAL PERAK YANG KOMERSIAL
Argentite (Ag2S),
Bentuknya berupa rambut, tali, lempengan atau kerak yang
bergambung kompak dan dapat juga tersebar,
Dapat ditempa dan dapat juga dibengkokan
Berkilap logam,
Berwarna Kelapu timbal kehitam-hitaman,
Kekerasan antara 2,0 2,5,
Berat Jenisnya antara 7,2 7,6,
Kandungan Peraknya sekitar 81,7 % dan mengandung Belerang.

Bromite (Bromargirite atau Bromperak) (AgBr),


Bentuknya berupa butiran seperti kristal,
Berkilap lemak menyerupai Intan,
Berwarna hijau zaitun sampai kuning,
Dapat ditempa,
Kekerasan antara 1,0 2,0,
Berat Jenisnya antara 5,8 6,0,
Kandungan Perak antara 54,7 % dan mengandung Brom.
Diskrasite (Perak Antimon) (Ag3Sb),
Bentuknya berupa butiran yang tersebar,
Berkilap logam,
Berwarna putih perak dan putih timbal,
Kekerasan antara 3,5,
Berat Jenisnya antara 9,4 10,0,
Kandungan Perak antara 63,9 % - 94,1 % dan mengandung Antimon.

Ceragyrite (AgCl),
Bentuknya berupa kerak yang bergabung rapat dan terkadang tersebar,
Berkilap lemak menyerupai Intan,
Berwarna kelabu, kebiru-biruan dan kehijau-hijauan,
Kekerasan antara 1,0 1,5,
Berat Jenisnya antara 5,6,
Kandungan Perak antara 75,3 %.

Pyrargyrite (Ag3SbS3),
Berkilap Intan menyerupai logam,
Berwarna merah karmizi sampai kelabu timbal yang kehitam-hitaman,
Kekerasan antara 2,5,
Berat Jenisnya antara 5,7 5,8,
Kandungan Perak antara 60,0 % dan mengandung Antimom dan Belerang.
Naumanite (Perak Selenat) (Ag2Se),
Bentuknya berupa lempengan tipis dengan susunan berbutir,
Dapat ditempa,
Berkilap sangat mengkilap,
Berwarna hitam besi,
Kekerasan 2,5,
Berat Jenisnya 8,0,
Kandungan Perak 70,0 % dan mengandung Selem.

Perak Murni (Ag),


Bentuknya berupa rambut, lempengan, kerak yang tersebar sebagai kristal
lepas,
Dapat ditempa, dilengkungkan, dipipihkan dan dapat ditarik
Berkilap logam,
Berwarna putih perak,
Kekerasan antara 2,5 3,0,
Berat Jenisnya antara 10,1 11,0,
Perak sering berassosiasi dengan emas, tembaga, arsen, antimon dan besi,
Mudah meleleh,
Larut dalam asam nitrat.
Polybasite ((AgCu)9SbS),
Bentuknya berupa tablet tipis kompak dan tersebar,
Berkilap logam,
Berwarna hitam besi,
Kekerasan antara 2,0 3,0,
Berat Jenisnya antara 6,0 6,2,
Kandungan Perak antara 64,0 72,0 % dan mengandung tembaga dan
belerang.

Proustite (Ag3AsS3),
Bentuknya berupa kerak yang tersebar,
Berkilap intan yang berlogam,
Berwarna merah karmizi,
Kekerasan antara 2,0 - 2,5,
Berat Jenisnya antara 5,0 5,7,
Kandungan Perak 64,0 % dan mengandung Arsen dan belerang.
Stefanite (Ag5SbS4),
Bentuknya berupa tablet yang kompak dan tersebar,
Berkilap logam,
Berwarna hitam besi sampai kelabu tua,
Kekerasan antara 2,0 - 2,5,
Berat Jenisnya antara 6,2 6,3,
Kandungan Perak 68,4 % dan mengandung Antimon dan Belerang.

Stromeyerite ((AgCu)2S),
Bentuknya berupa lempengan kompak dan tersebar,
Berkilap logam,
Berwarna kelabu timbal kehitam-hitaman,
Kekerasan antara 2,5 3,0,
Berat Jenisnya antara 6,2 6,3,
Kandungan Perak 53,1 % dan mengandung tembaga dan belerang.

Yodite (Yodargirite atau Perak Iodium) (AgI).


Bentuknya berupa lembaran tipis yang mudah ditekuk,
Berkilap lemak menyerupai intan,
Berwarna kelabu mutiara, kuning jerami dan kuning belerang
Kekerasan antara 1,0 - 1,5,
Berat Jenisnya antara 5,5 5,7,
Kandungan Perak 45,97% dan mengandung Iodium.
GENESIS EMAS
Sejumlah kecil perak native (Perak alam) dapat dijumpai dalam zone
oksidasi pada suatu deposit bijih, atau sebagai deposit yang mengendap
dari larutan hidrotermal primer.

Ada 3 jenis deposit primer, yaitu,


Barasosiasi dengan sulfida, zeolit, kalsit, barit, fluorit dan kuarsa,
Barasosiasi dengan arsenida dan sulfida kobalt, nikel dan perak, dan
bismut nativ,
Berasosiasi dengan uraninit dan mineral- mineral nikel-kobalt.

Perak muncul secara alami dan dalam bijih-bijih argentite (Ag2S), horn
silver (AgCl), bijih-bijih timah, timbal-timah, tembaga, emas dan
perunggu-nikel, bijih-bijih ini merupakan sumber-sumber penting untuk
menambang perak.

Kebanyakan Perak di dunia berasal dari cebakan Hydrothermal tipe


Fissure Filling.
PENAMBANGAN PERAK
Penyelidikan dilakukan seperti pada Emas,

Penambangan dilakukan secara tambang dalam dengan sistim Cut and


Fill dan Square Set pada endapan bijih yang lebar.

PENGOLAHAN PERAK
Endapan bijih yang telah digiling halus dikaklassifisir dengan Akins
Classifier menjadi berukuran 60% lolos saringan 200 mesh,

Bubuk bijih di flotasi dalam Flotasi cell Fagergren.

Campuran Antimon dan Arsen dipisahkan dengan melindi (Leach)


dengan Na2S).
PENGGUNAAN PERAK
Mata uang (uang logam atau koin),
Perhiasan,
Alat-alat makan dan minum,
Barang-barang kerajinan tangan (cindera mata),
Penyepuhan
Campuran logam (alloy),
Solder perak,
Fotografi (sebagai emulsi film),
Industri Kimia,
Obat-abotan,
Alat-alay elektronik,
Alat-alat Listrik,
Kramik,
Kamera TV,
Alat-alat presisi (scientific intrument)
TEMPAT TERDAPAT PERAK
Di Indonesia umumnya Perak terdapat beesama-sama dengan Emas,
karena itu biasanya lebih dikenal sebagai bijih Emas dan Perak.
C. PLATINA
Platina umumnya ditemukan dalam bentuk butiran-butiran kecil berupa
sisik ikan atau berupa massa batuan yang tidak teratur bentuknya,

SIFAT-SIFAT PLATINA
Platina merupakan logam berwarna putih keperakan,
Platina bersifat lunak sehingga mudah dibentuk,
Bentuk Platina berupa batang-batang seperti rel,
Platina merupakan kelompok unsur-unsur yang paling jarang terdapat di
dalam kulit bumi,
Platina mempunyai titik-lebur yang tinggi (1.755 derajat Celcius),
sehingga sangat sukar dilebur tetapi larut dalam air raksa
Kelompok unsur-Unsur Platina terdiri dari Ruthenium (44), Rhodium (45),
Palladium (46), Osmium (76), Iridium (77) dan Platina (78), diantara
unsur-unsur ini hanya Platina dan Palladium yang ditemukan di dalam
bemtuk logam murni (native), sedangkan yang lainnya terjadi secara
alami dalam bentuk campuran logam alami dengan emas dan platina,
Kekerasan antara 4,0 4,5,
Berat Jenisnya sekitar 21,45,
Warnanya abu-abu logam,
Tahan terhadap reaksi kimia
MINERAL PLATINA YANG KOMERSIAL
Native Metal (Pt),
Bentuknya berupa butiran kecil dan pipih yang bergumpal,
Dapat ditempa dan ditarik atau dipanjangkan,
Berkilap logam,
Berwarna antara putih perak dan kelabu baja,
Kekerasan antara 4,0 5,0,
Berat Jenisnya antara 14,0 19,0,
Kandungan Platina antara 70,0 90,0 % dan mengandung besi dan
tembaga.

Sperrylite (PtAs2), merupakan mineral penghasil Platina yang utama,


Cooperite (PtAs2S),
Braggite (PtPdNiS)
GENESIS PLATINA
Bijih Platina terjadi secara Magmatic Concentration di dalam batuan
beku Ultra basa.

Platina merupakan golongan Silikat yang berassosiasi dengan Besi dan


Magnesium dalam bentuk buturan halus yang terletak di permukaan
batuan dan jarang ditemukan dalam bentuk bongkahan-bongkahan.

Endapan Alluvial Platina sering didapati bersama-sama dengan mineral-


mineral berikut, yaitu,
Iridium, berbutir kecil dan bulat, berkilap logam, berwarna putih perak,
Kekerasan antara 6 7 dan berat jenisnya antara 22,6 22,8,
Osmiridium, butirannya pipih kecil, berkilap logam, berwarna putih
timah, Kekerasannya 7 dan berat jenisnya antara 19,4 19,5,
Paladium, berbutirnya sangat kecil, berwarna kelabu baja muda,
Kekerasan antara 4,5 5,0 dan berat jenisnya antara 11,8 12,2,
Laurite, berbutir sangat halus, berkilap sangat mengkilap, berwarna
hitam besi tua, Kekerasan 7,5 dan berat jenisnya 6,99.
PENAMBANGAN PLATINA
Bijih Placer diselidiki dengan Pemetaan Geologi, Test Pit dan Pemboran,
dan bijih Primer diselidiki dengan cara tunneling dan pemboran.

Penambangan bijih Placer seperti penambangan Emas placer, yaitu


dengan kapal keruk dan hidrolicking. Bijih Primer ditambang dengan
sistim Tambang Dalam (Cut and Fill) atau tambang terbuka bila endapan
tidak terlalu dalam.
PENGOLAHAN PLATINA
Pengolahan bijih Placer dilakukan secara Gravity Concentration dengan
menggunakan Corduroy tables, sluicing dan pembersihan konsentratnya
dengan Magmetic Separator.

Pengolahan bijih Primer tergantung pada macam logam yang


menyertainya dan biasanya dilakukan dengan cara kombinasi antara
Gravity concentration, flotasi dan magnetic seperator.
PENGGUNAAN PLATINA
Untuk alat Laboratorium,
Alat-lat Kedokteran,
Alat-alat kimia,
Industri senjata dan fotografi,
Perhiasan,
Barang elektronik,
Sebagai katalisator,
Komponen dalam kendaraan (mobil) sebagai Konvertor katalitis,
TEMPAT TERDAPAT PLATINA
Bengkalis, Riau
Martapura, Kalimantan Selatan.
4. AIR RAKSA
SIFAT-SIFAT AIR RAKSA

Air Raksa merupakan Logam berbentuk cairan yang berat,


Logam cair ini memiliki warna putih keperakan dan juga beracun.
MINERAL AIR RAKSA YANG KOMERSIAL
Native element (Hg).
Bentuknya Amorf merupakan cairan,
Berkilap logam,
Berwarna putih timah,
Berat Jenisnya antara 13,5 13,6,

Cinnabar (HgS),
Bentuknya berupa tablet yang bekelompok,
Berkilap intan,
Berwarna cerah, merah dempul dan kelabu timbal,
Kekerasan antara 2,0 - 2,5,
Berat Jenisnya antara 8,0 8,2,
Kandungan air raksa antara 86,2 % dan mengandung belerang.

Metacinnabarite (HgS) merupakan spesies yang sama dengan Cinnabar,


Colomel (HgCl)
GENESIS AIR RAKSA

Hampir semua bijih air raksa terjadi dari larutan Hydrothermal pada suhu
rendah dalam bentuk sebagai Cavity Filling dan Replacement.
Bijih Placer terjadi karena proses pelapukan.
PENAMBANGAN AIR RAKSA
Penyelidikan dilakukan dengan test pitting dan bor tangan untuk bijih
placer, sedangkan untuk bijih Primer dengan tranching, tunneling dan bor
inti.

Penambangan dilakukan secara tambang terbuka dan tambang dalam


(square set stoping, shrinkage dan sub level stoping).
PENGOLAHAN AIR RAKSA
Bijih yang mengandung air raksa lebih dari 0,25% Hg biasanya dilebur
langsung, pengolahan biasanya dilakukan dengan cara Flotasi.
PENGGUNAAN AIR RAKSA
Alat-alat listrik (lampu, switcher),
Alat-alat kontrol dalam industri (Thermometer, Barometer),
Obat-abatan,
Fulminate,
Cat,
Pengolahan emas dan perak (amalgamasi),
Sebagai campuran bahan peledak,
Katalisator.
TEMPAT TERDAPAT AIR RAKSA
Sibalabu, Sumatera Barat,
Sungai Siak, Jambi,
Gunung Parang, Jawa Barat,
Cilacap, Jawa Tengah,
Sungai Sekajam, Kalimantan Barat,
Sampit, Kalimantan Tengah.
Tanah Laut, Kalimantan Selatan.