Anda di halaman 1dari 34

SAND CONTROL

DEFINISINYA:
ADALAH MENGONTROL PARTIKEL LAPISAN
YANG MENUNJANG OVERBURDEN ATAU
MENCEGAH IKUT TERPRODUKSINYA PARTIKEL
BATUAN.
BILAMANA DIKETAHUI RESERVOIR SAND TIDAK
TERKONSOLIDASI DAN PENYELESAIAN SUMUR
DIKERJAKAN TANPA USAHA PENGONTROL PASIR,
MAKA HARUS DI USAHAKAN :
- MENGGUNAKAN FLUIDA PKUS YANG BERSIH
-MENGGUNAKAN DENSITAS PERFORASI YANG
TINGGI
-MENGGUNAKAN INTERVAL PERFORASI YANG
PANJANG
-MEMILIH KUALITAS BATUAN PASIR YANG BAIK
PENYEBABNYA ADALAH:
-ALIRAN FLUIDA
-FAKTOR GEOLOGI DAN GEOGRAPHIK
-LAJU PRODUKSI
-KONSOLIDASI BATUAN NYA
-WAKTU ATAU LAMA NYA PRODUKSI
-MULTIPHASE FLOW
AKIBAT DARI TERPRODUKSINYA PASIR FORMASI:
-KERUSAKAN PERALATAN PERMUKAAN
-TUBULAR DAMAGE
-KEHILANGAN PRODUKSI

TEKNIK SAND CONTROL:


-MECHANICAL BRIDGING SAND : SCREEN, LINER
DAN GRACEL PACK
-STABILISASI DARI UNCONSOLIDATED SAND
(CHEMICAL SAND CONTROL)
-RESIN-COATED GRAVEL
METODA PENGONTROLAN PASIR

PENGGUNAAN NYA MEMBUTUHKAN


UKURAN DARI PASIR FORMASI DAN
DISTRIBUSINYA.
SAMPLING :
-RUBBER SLEEVE CORE BARRELS (full diameter
cores)
-SIDEWALL CORES, BAILED SOLIDS

SIEVE ANALYSIS
Menyatakan distribusi ukuran grain dlm persen,
biasanya digunakan ASTM Spec. E1170.
Data dari sieve analysis di plot yaitu antara
ukuran grain (inch ) dan kumulatif berat dari tiap
ukuran (%, dlm semi log). Gmbr dibawah:
Adanya perubahan skala pada sumbu horizontal
berati ada perubahan ukuran grain nya.
Perubahan pada kemiringan kurva menandakan
adanya perubahan sorting atau keseragaman. Ukuran
dari distribusi ang dikenal adalah average, median
dan mean.
Kurva A (lebih vertikal) menngambarkan batuan nya
mempunyai keseragaman yang tinggi. Tetapi kurva D dengan
kemiringan rendah, batuan nya mempunyai keseragaman
rendah (nonuniform)
Ada 3 karakteristik kurva distribusi :
1. Median: yaitu ukuran diameter pada 50%
kurva (d50).
2. Sorting coefficient,

3. Keseragaman (c)
(Uniformity coefficient) c

Bila harga c< 3 : uniform


Bila 3 < c < 5 : nonuniform
Bila c > 5 maka ketidak seragaman nya tinggi.
SCREEN :digunakan untuk menahan butiran pasir
terproduksi (wire-wrapped screens atau slotted
screens). Ukuran screen
W = 2 d10 (Coberly-
California sand)
W : lebar dari screen slot, inch
Untuk Gulf Coast sand yang berkarakteristik uniform
dan lebih halus, W = d10
Pada Gravel pack digunakan slot. Ukuran nya
berdasarkan ukuran gravel terkecil. W d100
Berdasarkan ukuran median nya Saucier berpendapat
bahwa : D50 = 5 atau 6 d50
D50 : diameter median dari gravel pack, in
d50: diameter median dari pasir formasi, in
D50G = 6 (D50F) (Saucier)
D10G = 6 (D10F) untuk c < 5 ,
D40G = 6 (D40F) untuk c > 5, dan
D70G = 6 (D70F) untuk c > 10 (Schawartz)
D85G 4 (d15F) (Stein)
D10G 10 (D10F)(Coberly )
SAND SCREEN

- PERFORATED CASING LINERS

-SLOTTED AND WIRE WRAPPED SCREENS


PRE-PERFORATED, VERTICAL SLOTTED, HORIZONTAL
SLOTTED, PRE-PACKED SCREEN. WIRE WRAPPED
SCREEN

-WIRE WRAPPED SCREEN DAN SAW SLOTTED LINERS

-STANCLIFF WIRE WRAPPED SCREENS


PENGGUNAAN SCREEN DAN LINERS :
1. Biasanya cara pengontrolan pasir yang relatif
murah
2. Menyebabkan berkurangnya potensi produksi
3. Daya tahan kerja relatif rendah
4. Dapat menyukarkan pekerjaan KUS yang akan
datang
GRAVEL PACKING

Pemilihan ukuran gravel harus memberikan


perbandingan pasir gravel yang tepat (Sand
Gravel Ratio). Penelitian dari k.e hill
menunjukkan permeabilitas maksimum akan
dapat dicapai bilamana S.G.R. = 5 7

Ada 2 tipe : a. Open Hole Gravel Packing


b. Inside Gravel Packing
OPEN HOLE GRAVEL PACKING:
Setelah lumpur di displace dengan inverted emulsion,
slotted liner dan peralatan gravel diturunkan. Gravel
dipompakan melalui tubing, cross over tool sMPi
seluruh slot dai liner tertutup oleh gravel
INSIDE GRAVEL PACKING:
Gravel dimasukkan melewati perforasi untuk
mencegah batu pasir yang halus menutup
(bridging) lubang perforasi.
Ada 2 tahap:

Tahap 1 disebut Fracpac, dengan perekahan dan


kemudian mengisinya

Tahap2, prosedur memasukkan liner dan gravel


seperti pada open hole.
Penggunaan Gravel Pack cukup berhasil sebagai
pengontrol problema pasir tanpa mengurangi
produktifitas sumur
Mempunyai waktu penggunaan yang relatif lebih
lama dari Screen tetapi biaya nya lebih mahal
khususnya untuk dual string completion
TEKNIK KONSOLIDASI BATU PASIR

YAITU MENGOLAH FORMASI DISEKITAR LUBANG


SUMUR DENGAN BAHAN-BAHAN KIMIA YANG
DAPAT MENGIKAT BUTIR2 PASIR.

DAPAT DIGOLONGKAN DALAM 5 KATEGORI:


1. BAHAN KIMIA UNTUK PREFLUSH
Fungsinya: membersihkan fluida reservoir
didalam pore space untuk resin solution
berikutnya dan mengurangi efek swelling
clay dan memperbaiki permeabilitas
2. RESIN SOLUTION
Resin adalah pre-polymer, dengan ditambahkan
suatu katalis prepolymer akan membentuk
plastik yang keras

3. COUPLING AGENT
Gunanya adalah untuk memudahkan adhesi
antara plastik dengan permukaan butiran pasir.
Ada dua group yang reaktif:
- Reaktif terhadap permukaan butiran pasir,
membentuk ikatan butir pasir dengan coupling
agent
4. KATALIST
Berfungsi meng aktifkan molekul prepolymer
untuk membentuk plastik. Kecepatan
polymerisasi tergantung pada suhu dan
konsentrasi katalist nya.
Penggunaan nya dicampurkan dengan Resin
Solution dipermukaan sebelum di injeksikan
atau dalam formasi setelah Resin masuk
kedalamnya; tergantung dari sistem plastik yang
dipergunakan.
5. AFTERFLUSH
Atau Overflush di injeksikan mengikuti Resin Solution.
Fungsinya untuk me mulihkan permeabilitas
disekitarnya sebelum plastik mengeras

PELAKSANA AN DI LAPANGAN:
Diperlukan persiapan sumur sebelum pekerjaan
konsolidasi seperti:
-Memperiapkan interval perforasi yang akan
dikerjakan
- Menge test koneksi2 bahwa bahan kimia tidak akan
bocor
TAHAPAN NYA:
1. MEMBERSIHKAN PASIR DARI DASAR SUMUR
Dilakukan reverse circulation, dipompakan lewat
annulus dan kembali membawa pasir lewat
tubing sampai batas minimum 10-30 ft dibawah
perforasi.
2. MENGE TEST ALAT-ALAT DI SUMUR
Alat2 yang dipergunakan selama proses injeksi
harus cukup tangguh (packer, squeezed dll di
test dengan tekanan dan harus diperbaiki
bilamana tidak memenuhi syarat
3. PERFORASI
Agar lubang perforasi bersih dan dapat di injeksikan
bahan kimia dilakukan perforasi zone produkstif
dengan 300-500 psi tekanan differensial kedalam
sumur. Atau dengan menggunakan acidizing.
4. TEST INJEKTIFITAS
Dikerjakan sebelum proses dimulai untuk meyakinkan
bahwa tekanan injeksi bahan kimia tidak melebihi
tekanan rekah batuan.
5. ACIDIZING
Pengasaman ini untuk mencuci dan menghilangkan
kerusakkan disekitar lubang perforasi dan dapat
membuka lubang perforasi yang buntu.
Pengasaman ini dikerjakan dengan program sbb:
- 15% HCl 50 gal/ft
- 3% HF + 12% HCl 100-200 gal/ft
- 10% Butyl Cellosolve 100-200 gal/ft
dengan diesel
6. PREPACKING
Bilamana pernah terjadi kepasiran sebelumnya maka
harus dilakukan pre packing dengan pasir berukuran
40/60 mesh untuk mengisi rongga2 yang terjadi.
Fluida pembawa pasir pre pack sebaiknya minyak
diesel, crude oil yang bersih. Kecepatan pemompaan
- lb/gal dengan laju alir 0.5 bpm sampai dicapai
kenaikkan tekanan 200-300 psi di annulus
Bilamana sumur telah dipersiapkan dengan baik,
teknik injeksi mengharuskan:
- Bahan2 kimia diinjeksikan kedalam formasi
dengan urutan yang benar
- Bahan 2 kimia dipisahkan satu dengan yang
lain sampai sewaktu akan masuk kedalam
formasi
- Sumur dishut-in untuk curing time sesuai
program
PEMILIHAN CARA SAND CONTROL:

Yang paling optimum tergantung dari sifat2 atau


kondisi formasi, produksi yang di inginkan dan
panjang interval;

- Interval pendek, 10 20 ft -Sand Consplidation


- Interval panjang -Gravel Packing
-Biaya murah - Sand Screen
dengan resiko produksi menurun