Anda di halaman 1dari 19

MUHAMMAD

ZAKI
ERRA SETYA
HASANA NOVI YULIANA

RIYEN ZURAIDA
ASTRIVIONITA

YOS SUDARSO
Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak
terduga dan tidak diharapkan. Biasanya
kecelakaan menyebabkan, kerugian material
dan penderitaan dari yang paling ringan
sampai kepada yang paling berat. Kecelakaan
di laboratorium dapat berbentuk 2 jenis yaitu
:
1. Kecelakaan medis, jika yang menjadi
korban adalah pasien
2. Kecelakaan kerja, jika yang menjadi
korban adalah petugas laboratorium
itu sendiri.
Kondisi berbahaya (unsafe condition), yaitu
yang tidak aman dari:
a. Mesin, peralatan, bahan dan lain-lain
b. Lingkungan kerja
c. Proses kerja
d. Sifat pekerjaan
e. Cara kerja
Perbuatan berbahaya (unsafe act), yaitu
perbuatan berbahaya dari manusia, yang dapat
terjadi antara lain karena:
a.Kurangnya pengetahuan dan keterampilan
pelaksana
b.Cacat tubuh yang tidak kentara (bodily defect)
c.Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh.
d.Sikap dan perilaku kerja yang tidak baik
Berdasarkan kekuatannya, asam terbagi menjadai 2
kelompok yaitu
Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang
ada dalam larutannya ( asam yang terionisasi sempurna
dalam larutannya )
Contoh Asam kuat
HCl (Asam klorida)
HNO3(Asam nitrat )
H2SO4 (Asam sulfat )
HBr (Asam bromida)
HI (Asam iodida )
HClO3(Asam klorat)
HClO4 (Asam perklorat)
Asam lemah, yaitu asam yang sedikit
menghasilkan ion yang ada dalam
laarutannya ( hanya terionisasi sebagian).
Contoh Asam Lemah
CH3COOH
C2H5COOH
HCN
HCOOH
H2C2O4
H2 S
H2CO3
HF
Gejala dan tanda tertelan
asam dan basa
Keracunan Asam / Basa Kuat (Asam Klorida, Asam
Sulfat, Asam Cuka Pekat, Natrium Hidroksida,
Kalium Hidroksida), gejala-gejala yang dialami
oleh korban yaitu, antara lain :
Nyeri perut,
Muntah dan diare,
Hipersalivasi (air ludah berlebihan)
Mata : miosis
Nyeri didalam mulut dan regio substernal
Disfagia (kesulitan dalam menelan)
Demam dan perdarahan dapat terjadi serta
sering diiringi dengan muntah.
Rasa terbakar dari mulut sampai lambung
Sulit bernafas
Dada rasa terjepit
Telinga mendengung
Pandangan kabur
Bau asap/gas
Pernafasan bau
Kulit berubah warna atau gatal
Bibir dan kulit kebiruan
Kesadaran menurun atau tidak sadar
Sakit kepala
Pertolongan Terhadap Korban
Tertelan Asam dan Basa
Untuk Pertolongan Pertama
Jika zat beracun masuk ke mulut dan tidak sampai
tertelan

Jika mulut terkena asam, kumur-kumur dengan air


sebanyak-banyaknya kemudian si penderita diberi
minum air kapur atau susu untuk melindungi
saluran penapasan.
Jika mulut terkena basa kuat, kumur-kumur dengan
air sebanyak-banyaknya kemudian minum
sebanyak-banyaknya, selanjutnya beri minum susu
atau dua sendok teh asam cuka dalam 1/2 liter air.
Jika mulut terkena zat kimia lain yang beracun, si
penderita diberi 2-4 gelas air atau susu dan diberi
antidot yang umum dipakai dalam 1/2 gelas air
hangat.
Pada keracunan yang tertelan :
Diberikan antidotum universal sebanyak satu
sendok teh dalam setengah gelas air hangat.
Formula antidotum ini harus disimpan dalam
keadaan kering.

Adapun formula antidotum terdiri dari:


2 bagian arang aktif
1 bagian Magnesium Oksida
1 bagian Asam Tannat
Jika Penderita Telah Sadar :

Beri minum susu atau air dengan segera sebanyak


mungkin, paling sedikit dua sampai empat gelas.
Kemudian panggil dokter.
Jika penderita muntah-muntah, beri minum air hangat
agar muntah terus dan mengencerkan racun dalam perut.
Bila penderita tidak muntah rangsanglah agar muntah
dengan cara menekan tenggorokannya dengan jari.
Teruskan perangsangan ini sampai muntahnya jernih.
Jangan merangsang terjadinya muntah pada keracunan
asam kuat, basa kuat dan hidrokarbon, atau jika korban
dalam keadaan kejang.
Jika terjadi kekejangan berikan pertolongan seperti
pertolongan untuk shock, kemudian panggil dokter
dengan segera.
Jika keracunan disebabkan oleh asam kuat atau basa
kuat, berikan putih telur, air susu, atau minyak mineral.
Cara pembilasan lambung :

Pasien telungkup, kepala dan bahu lebih


rendah.
Pasang NGT dan bilas dengan : air, larutan
norit, Natrium bicarbonat 5 %, atau asam
asetat 5 %.
Pembilasan sampai 20 X rata-rata volume 250
cc.
Kontraindikasi : keracunan zat korosif &
kejang.
Pertolongan Pertama pada Luka
Karena Asam

Luka pada mata terkena percikan larutan asam


a. Jika terkena percikan asam encer,
b. Mata dapat dicuci dengan air bersih kira-
kira 15 menit terus-menerus
c. Dicuci dengan larutan 1% Na2C3
Pertolongan Pertama pada Luka Akibat
Basa

Terkena percikan larutan basa


1. Dicuci dengan air bersih kira-kira 15 menit
terus-menerus
2. Dicuci dengan larutan 1% asam borat
dengan gelas pencuci mata
Penyebab Luka Bakar

Akibat panas : api, uap panas,


cairan panas
Akibat bahan kimia : larutan asam/basa
kuat
Akibat listrik
Akibat radiasi, sinar matahari
Pertolongan Pertama pada Luka Bakar
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika
terjadi luka bakar
Bila mungkin segera bawa korban ke rumah sakit
Bila tidak mungkin dilakukan: rendam bagian tubuh
yg terbakar dalam wadah berisi air dingin
Bila luka bakar luas atau derajat berat dilakukan :
Jangan tarik/menarik pakaian yang melekat di luka.
Jangan memberi minyak gosok, pelumas, odol atau
antiseptik.
Jangan memecah lepuh.
Jangan menolong sendiri, kirim ke rumah sakit.
Bila korban sadar berikan minum larutan garam (1/4
sendok teh tiap gelas 200cc), berikan satu gelas
tiap jam