Anda di halaman 1dari 11

TOYOTA CULTURAL CRISIS

Disusun Oleh :

Suaibatul Aslamiyah
Ellen Deviana Arisadi
Athariq Ozzi Nurcahya
Muhammad Arif A.
CASE STUDY 2

Selama recall 2010, Toyota Motor Corporation menunda


penjualannya dan menghentikan produksi sehingga mengalami
krisis public relation yang menyebabkan turunnya kepercayaan
konsumen.

Respon public relation Toyota terhadap krisis recall sangat


lambat. Media Amerika mengkritik perusahaan tersebut karena
kurangnya transparansi dan tindakan ketika krisis sedang
berlangsung.

Public relations di negara-negara Asia (dan di Toyota) sangat


berbeda dengan tradisi komunikasi Amerika. Ketika krisis
menyerang, perusahaan di Asia bekerja dengan diam-diam untuk
menyelesaikan masalah tersebut sebelum menujukan ke media
..CONTINUE 3
Setelah krisis recall, Toyota
tidak hanya menghadapi krisis Salah satu masalah utamanya
ketidakpercayaan dari adalah karena miskomunikasi
masyarakat dan media Amerika, dan kesalahpahaman antara
tetapi juga dengan tugas untuk praktisi hubungan masyarakat
memperbaiki cara karyawannya dari berbagai negara yang
dalam berkomunikasi satu sama terpengaruh oleh recall.
lain dan dengan publik.

Setelah krisis recall memudar Toyota mengembangkan program


dari headline media, Toyoda "Communication Across Cultures"
mengambil langkah untuk untuk eksekutif human
memperbaiki metode relationnya, sehingga mampu
komunikasi perusahaan dan cara memulihkan reputasi dan
kerjanya. penjualannya.
LITERATURE :
COMMUNICATION LEARNING

4
COMMUNICATING EFFECTIVELY
ACROSS CULTURES

5
Hubungan Antara Kekuatan Eksternal Kunci Dan
Organisasi

Pesaing
Pemasok
Distributor
Kreditur
Pelanggan
Karyawan
Kekuatan Komunitas
Kesempatan
Eksternal Manajer dan
Pemegang Saham
Kunci Serikat Pekerja
Ancaman
Pemerintah
Asosiasi Dagang
Kelompok Khusus
Produk
Jasa
Pasar
Lingkungan
6
JURNAL 1

Crisis Communication Strategies


: a Case of British Petroleum
Aikaterini C. Valvi And Konstantinos C. Fragkos
Tujuan :
Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kesalahan komunikasi yang serius dari BP
dengan para pemangku kepentingannya yang sangat berpengaruh pada reputasi BP .
Metodologi :
Studi kasus ini mencoba untuk memberikan garis besar secara rinci tentang kegagalan
komunikasi BP dengan melakukan penyelidikan mendalam terhadap data sekunder (surat
kabar, materi audiovisual, situs jaringan sosial).
Hasil Penelitian :
Pelajaran yang diambil dari penelitian ini beragam, baik untuk praktisi maupun peneliti.
Praktisi harus belajar dari kesalahan kepemimpinan, budaya dan public relation(PR) yang
dibuat oleh BP dan menghindarinya dalam krisis organisasi mereka.
Kontribusi :
Studi ini bisa menjadi aset berharga dalam literatur komunikasi, karena strategi PR dari BP
selama krisis ini belum dipelajari secara luas. Solusi komunikasi yang dilakukan BP selama
krisis diperiksa dan beberapa strategi yang harus diikuti BP untuk menghindari rencana PR
yang gagal sangat disarankan, yang dapat membantu praktisi dan peneliti untuk belajar dari
kesalahan BP dan lebih memperhatikan strategi komunikasi, yaitu Esensi kritis untuk
semua krisis.
8
JURNAL 2
Cultural Issues In Crisis Communication
A comparative study of messages chosen
by South Korean and US print media

Emma K. Wertz, Sora Kim

9
Tujuan :
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis krisis yang dibingkai oleh liputan
media dan strategi pesan selama krisis US E.Coli spinach dan krisis korea rotten
dumpling.
Metodologi :
Analisis yang digunakan pada penelitian ini untuk dapat memperluas analisis
budaya terhadap pesan krisis yang dibingkai oleh liputan media mengenai sumber
informasi dan strategi pesan yang digunakan oleh berbagai sumber.
Hasil Penelitian :
Temuan penelitian ini yaitu terjadi di korea yang menggunakan strategi pesan yang
lebih agresif dari yang diperkirakan. Situasi seperti ini memungkinkan krisis
komunikasi dan hubungan profesional masyarakat untuk dapat menyelidiki pesan
yang telah dibuat selama situasi krisis dan pesan yang telah disampaikan melalui
media kepada stakeholders. Dengan demikian, memungkinkan untuk memahami
yang lebih baik tentang dimana kesenjangan informasi dan komunikasi terjadi
selama krisis yang memberikan kesempatan kepada praktisi hubungan masyarakat
untuk membantu mereka.
10
11