Anda di halaman 1dari 49

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI

TINGKAT CARBON EMISSION DISCLOSURE


(Kajian Komparatif pada Perusahaan Non Keuangan Indonesia dan
Singapura)

Wicaksono Abdinur Muhamad


20120420094
Latar Belakang

PERUBAHAN
IKLIM

Triple
PERUSAHAAN Buttom
KARBON EMISI
Line

Singapura merupakan salah satu


Perusahaan-perusahaan di dari pusat perekonomian terbesar
Indonesia kurang di Asia Tenggara namun negara
memperhatikan pencemaran tersebut memiliki kekhawatiran
lingkungan (Jannah, 2014). terhadap risiko bencana dan
dampak perubahan iklim
(sumber : www-wds.worldbank.org)
Latar Belakang

Indonesia dan Singapura Protokol Kyoto


telah berkomitmen untuk Meratifikasi
mengurangi emisi karbon

Perjanjian internasional yang mengatur


tata cara penurunan emisi gas rumah
kaca sehingga tidak menganggu sistem
iklim bumi.
Latar Belakang
Masalah Aktivitas
Perubahan Iklim Perusahaan

Gas Rumah Kaca Emisi Karbon

Perusahaan melalukan upaya


untuk menurunkan GRK yang
IPCC, 2014 termasuk emisi karbon

Laporan yang
menjelaskan kontribusi Carbon Emission
perusahaan terhadap Disclosure
permasalahan
Replikasi
Choi et al., (2013)
Perbedaan

Menghilangkan variabel leverage dan kualitas corporate governance

Menambahkan variabel kepemilikan saham publik

Menambahkan umur perusahaan

Penambahan sampel dan periode penelitian


Batasan Masalah
Batasan masalah dari penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh dari :
1. Mekanisme corporate governance yang meliputi kepemilikan saham
publik,
2. Karakteristik perusahaan yang meliputi profitabilitas, ukuran perusahaan,
umur perusahaan dan jenis industri,
3. Sedangkan negara yang digunakan adalah Indonesia dan Singapura untuk
mewakili sampel ASEAN.
Rumusan Masalah
1. Apakah kepemilikan saham publik berpengaruh positif terhadap carbon
emission disclosure di Indonesia dan Singapura?
2. Apakah profitabilitas berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan Singapura?
3. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan Singapura?
4. Apakah umur perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan Singapura?
5. Apakah jenis industri berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan Singapura?
6. Apakah ada perbedaan tingkat carbon emission disclosure di Indonesia dan
Singapura?
7. Apakah ada perbedaan pengaruh mekanisme corporate governance dan
karakterisitik perusahaan terhadap carbon emission disclosure di Indonesia
dan Singapura?
Tujuan Penelitian
1. Untuk menguji pengaruh kepemilikan saham publik terhadap carbon
emission disclosure di Indonesia dan Singapura.
2. Untuk menguji pengaruh profitabilitas terhadap carbon emission disclosure
di Indonesia dan Singapura.
3. Untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan Singapura.
4. Untuk menguji pengaruh umur perusahaan terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan Singapura.
5. Untuk menguji pengaruh jenis industri terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan Singapura.
6. Untuk menguji perbedaan tingkat carbon emission disclosure di Indonesia
dan Singapura?
7. Untuk menguji apakah terdapat perbedaan carbon emission disclosure di
Indonesia dan Singapura.
Manfaat Penelitian
Manfaat Akademis

Manfaat Praktis Bagi Pemerintah

Bagi
Perusahaan/Manajemen

Bagi Investor dan Calon


Investor

Bagi Regulator
Landasan Teori
Teori Legitimasi
Teori yang menyatakan bahwa organisasi secara terus menerus mencoba
untuk meyakinkan bahwa mereka melakukan kegiatan sesuai dengan batasan
dan norma-norma masyarakat dimana mereka berada (Pellegrino dan
Lodhia, 2012).

Teori Agensi
Teori yang mengungkapkan suatu kontrak hubungan antara principal dan
agent (Jensen dan Meckling, 1976).
Teori Stakeholders
Teori yang mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya
beroperasi untuk kepentingan sendiri namun harus memberikan
manfaat bagi stakeholders (Ghozali dan Chariri, 2007).

Teori Signal
Teori yang menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk
memberikan informasi pada pihak eksternal dan masyarakat (Astika, 2011).
Kepemilikan Saham Publik dengan
Carbon Emission Disclosure
Semua aktivitas dan keadaan Semakin tinggi tingkat
perusahaan harus dilaporkan dan rasio kepemilikan
Kepemilikan saham publik maka
diketahui oleh publik sebagai salah
Saham Publik satu bagian pemegang saham. perusahaan akan
melakukan tingkat
pengungkapan yang
lebih luas

Hasibuan, 2011 menemukan kepemilikan saham publik


berhubungan positif dengan corporate social resposibility.

H1a : Kepemilikan saham publik berpengaruh positif terhadap carbon


emission disclosure di Indonesia.
H1b : Kepemilikan saham publik berpengaruh positif terhadap carbon
emission disclosure di Singapura.
Profitabilitas dengan Carbon
Emission Disclosure
Salah satu indikator Perusahaan dengan kinerja
keberhasilan kinerja keuangan baik lebih fokus
Profitabilitas perusahaan adalah dilihat dari pada pencapaian tujuan
segi profitabilitas keuangan, peningkatan
kinerja dan pengungkapan
sukarela.

Jannah, 2014 dan Choi et al., 2013 menemukan profitabilitas


berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure.

H2a : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure di


Indonesia.
H2b : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure
di Singapura
Ukuran Perusahaan dengan Carbon
Emission Disclosure
Perusahaan besar lebih didorong Perusahaan yang lebih besar
Ukuran untuk memberikan akan menghadapi tekanan
pengungkapan sukarela yang besar dari publik, maka mereka
Perusahaan akan meningkatkan
berkualitas untuk mendapatkan
pengungkapan informasi
legitimasi
perusahaan untuk membangun
citra sosial yang baik .

Jannah, 2014 dan Choi et al., 2013 menemukan ukuran perusahaan


berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure.

H3a : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission


disclosure di Indonesia.
H3b : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Singapura
Umur Perusahaan dengan Carbon
Emission Disclosure
Perusahaan yang beroperasi
Umur Umur perusahaan merupakan awal lebih lama kemungkinan
Perusahaan perusahaan melakukan aktivitas menyediakan pubikasi
operasional dan empertahankan informasi perusahaan yang
eksistensi dalamdunia bisnis lebih luas dan banyak
dibandingkan dengan
perusahaan yang baru

Sulistyanto, 2013 menemukan umur perusahaan berpengaruh positif


terhadap pengungkapan sukarela.

H4a : Umur perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission


disclosure di Indonesia.
H4b : Umur perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Singapura
Jenis Industri dengan Carbon
Emission Disclosure
Perusahaan high profile merupakan Perusahaan dalam industri
perusahaan yang memperoleh yang sensitif atau berdampak
sorotan luas dari masyarakat karen negatif terhadap lingkungan
Jenis Industri
aktivitasnya memiliki potensi untuk cenderung untuk
bersinggungan dengan kepentingan mengungkapkan lebih lanjut
luas CSR dari yang lain, terutama
informasi yang berkaitan
dengan tanggungjawab
lingkungan

Wang et al., 2013 menemukan jenis industri berpengaruh positif


terhadap carbon emission disclosure.

H5a : Jenis industri berpengaruh positif terhadap carbon emission


disclosure di Indonesia.
H5b : Jenis industri berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Singapura
Perbedaan Carbon Emission
Disclosure di Indonesia dan
Singapura
Pemerintah Indonesia
mengadopsi suatu hukum yang Singapura memiliki proporsi
berisi perusahaan harus pengungkapan yang paling luas dan
melaporkan aktivitas mereka spesifik di ASEAN (Craig dan
kepada masyarakat dan Joselito, 1998)
lingkungan (Purbaningrum, 2014)

Prang, 2014 mengatakan bahwa Indonesia belum terbukti mempunyai arah


yang jelas untuk praktek CSR dan menurut United Nations Development
Program, 2014 bahwa Singapura memiliki indeks pembangunan manusia jauh
lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

H6a : Terdapat perbedaan carbon emission disclosure di Indonesia dan Singapura


H6b : Terdapat perbedaan pengaruh mekanisme corporate governance dan karakteristik
perusahaan terhadap carbon emission disclosure di Indonesia dan Singapura
Model Penelitian
Kepemilkan
X1
Saham
Publik

Pofitabilitas X2
+
X3 +
Ukuran
+ Carbon Emission
Perusahaan
+ Disclosure
X4
+
Umur
Perusahaan X5

Jenis
Industri
Perbedaan Carbon Emission
Disclosure di Indonesia dan
Singapura

Carbon emission Carbon emission


disclosure di Indonesia disclosure di Singapura
Perbedaan Pengaruh Mekanisme
Corporate Governance terhadap
Carbon Emission Disclosure di
Indonesia dan Singapura
Mekanisme Corporate Mekanisme Corporate
Governance dan Governance dan
Karakteristik Perusahaan Karakteristik Perusahaan
terhadap Carbon terhadap Carbon
emission disclosure di emission disclosure di
Indonesia Singapura
Metode Penelitian
Populasi dan Sampel
Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan non keuangan yang listing
di Indonesia Stock Exchange (IDX) dan Singapore Exchange (SGX)
periode tahun 2013-2014 dengan menggunakan teknik purposive sampling.

Alasan menggunakan perusahaan non keuangan:


Memiliki visibilitas.
Perusahaan non keuangan merupakan perusahaan yang paling intensif
menghasilkan karbon.
Memiliki sorotan yang luas dari masyarakat.

Alasan memilih Negara Indonesia dan Singapura


Kedua negara masih dalam satu lingkup ASEAN.
Penelitian tentang pengungkapan sukarela masih terpusat di Amerika
Serikat dan Australia (Hackston dan Milne, 1996).
Hanya sedikit penelitian yang dilakukan di negara lain seperti di Indonesia
dan Singapura.
Penentuan Sampel

Kriteria-kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat


dijadikan sampel adalah sebagai berikut :
Perusahaan non keuangan yang terdaftar di IDX dan SGX selama
tahun 2013-2014.
Perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangannya secara
lengkap dan memiliki data-data yang lengkap untuk dibutuhkan dalam
penelitian selama tahun 2013-2014.
Perusahaan yang secara implisit maupun eksplisit mengungkapkan emisi
karbon (mencakup minimal satu kebijakan yang terkait dengan emisi
karbon/ gas rumah kaca atau mengungkapkan minimal satu item
pengungkapan emisi karbon).
Jenis dan Sumber Data

Laporan tahunan dipilih karena memiliki kredibilitas yang tinggi,


selain sebagai sumber utama informasi yang pasti (Deegan dan
Rankin, 1997), dan dapat diakses untuk tujuan penelitian (Woodward,
1998).
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang
diambil dari laporan tahunan perusahaan.
Data sekunder juga dikumpulkan dari situs masing- masing
perusahaan sampel.
Teknik Pengambilan Data

Teknik Dokumentasi
Metode Studi Pustaka
Pengukuran Variabel Dependen

Carbon emission disclosure


Pengukuran Variabel Independen
Kepemilikan Saham Publik

Umur Perusahaan

v
Profitabilitas Selisih antara tahun observasi
dengan tahun saat IPO

Jenis Industri

Ukura Perusahaan Diukur menggunakan variabel


dummy dimana nilai 1 untuk
perusahaan yang intensif
menghasilkan karbon dan nilai 0
untuk perusahaan sebaliknya
Ukuran Perusahaan= Total Aset
Analisis Data

Uji Analisis Uji Normalitas


Deskriptif Data

Uji
Multikolinearitas
Uji Asumsi Klasik

Uji Autokorelasi

Uji Beda t
Uji
Heteroskedastisitas
Analisis Regresi Berganda
Uji Koefisien
Determinasi

Uji Hipotesis Uji Statistik F

Uji Nilai t

Uji Chow
Hasil Penelitian
Gambaran Umum & Objek Penelitian
Uraian Jumlah Uraian Jumlah
Perusahaan non keuangan yang Perusahaan non keuangan yang
terdaftar di Indonesia Stock 348 terdaftar di Singapore Stock 258
Exchange (IDX) Exchange (SDX)
Perusahaan bukan sektor Perusahaan bukan sektor
industri dan tidak memiliki (124) industri dan tidak memiliki (63)
dampak lingkungan yang tinggi dampak lingkungan yang tinggi
Perusahaan yang tidak Perusahaan yang tidak
mempublikasikan laporan (38) mempublikasikan laporan (10)
keuangannya secara lengkap keuangannya secara lengkap
Perusahaan yang tidak Perusahaan yang tidak
memiliki data-data yang memiliki data-data yang
(50) (46)
lengkap yang dibutuhkan lengkap yang dibutuhkan
dalam penelitian dalam penelitian
Perusahaan yang memiliki Perusahaan yang memiliki
ROA negatif dalam (48) ROA negatif dalam (51)
penelitian penelitian
Perusahaan yang memenuhi Perusahaan yang memenuhi
88 88
kriteria purposive sampling kriteria purposive sampling
Analisis Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
CED 88 5,560 38,890 11,300 7,648
KSP 88 2,800 66,230 27,394 14,329
ROA 88 0,020 98,040 9,753 13,994
Size 88 24,820 33,090 29,189 1,759
UP 88 1,000 42,000 13,340 12,141
Jenis_IND 88 0,000 1,000 0,659 0,476
Valid N 88

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


CED 88 22,220 55,560 44,760 8,268
KSP 88 10,000 89,790 40,949 19,005
ROA 88 0,0100 68243,375 793,375 7273,070
Size 88 14,850 23,410 18,925 1,748
UP 88 1,000 42,000 9,318 6,905
Jenis_IND 88 0,000 1,000 0,875 0,332
Valid N 88
Uji Asumsi Klasik

Asymp. Sig.(2-tailed)
> 0,05
Sehingga Data
Berdistribusi Normal
Menunjukkan:
Tolerance
0,10 dan VIF 10
Sehingga Tidak
Terjadi
Multikolinearitas
du < dw < 4-dl

n = 88
dL = 1,5356
dU = 1,7749

1,7749 < 1,964 < 4 1,5356


1,7749 < 1,964 < 2,4644

n = 88
dL = 1,5356
dU = 1,7749

1,7749 < 1,839 < 4 1,5356


1,7749 < 1,839 < 2,4644
Variabel bebas Sig Keterangan
Kepemilikan saham 0,363 Tidak terjadi heteroskedastisitas
publik
Profitabilitas 0,274 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Ukuran perusahaan 0,323 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Umur perusahaan 0,354 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Jenis industri 0,084 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Variabel bebas Sig Keterangan


Kepemilikan saham 0,182 Tidak terjadi heteroskedastisitas
publik
Profitabilitas 0,127 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Ukuran perusahaan 0,580 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Umur perusahaan 0,427 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Jenis industri 0,587 Tidak terjadi heteroskedastisitas


Uji Beda t

Menunjukkan:
Sig < 0,05 sehingga
variance berbeda
Uji Hipotesis

31% Variabel Independen


69% Variabel Bebas
Lainnya

37,40% Variabel Independen


62,60% Variabel Bebas Lainnya
Menunjukkan:
Sig (0,000) < (0,05)
Variabel Independen
secara simultan
berpengaruh terhadap
variabel dependen
Uji Chow

Menunjukkan F
hitung (49,129) > F
tabel (2,44)
sehingga terdapat
perbedaan
pengaruh
Pembahasan
H1a : Kepemilikan saham publik berpengaruh positif terhadap carbon
emission disclosure di Indonesia

Semakin tinggi Diterima


Lebih Pengungkapan lebih
persentase
transparan komprehensif
kepemilikan

Eka (2011)

H1b : Kepemilikan saham publik berpengaruh positif terhadap carbon


emission disclosure di Singapura
Ditolak
Kepemilikan di negara Pemegang saham minoritas tidak
maju dengan pemegang Kepemilikan publik hanya
sebagai pemegang saham mempunyai kekuatan untuk menekan
kendali utama yaitu perusahaan melakukan pengungkapan
keluarga minoritas
yang lebih komprehensif

Bernardi et al., (2009) dan


Rahajeng (2010)
H2a : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure di
Indonesia.
H2b : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure
di Singapura
Diterima

Mempunyai kemampuan Sehingga perusahaan


Semakin perusahaan yang lebih baik dalam lebih leluasa dalam
memiliki ROA yang tinggi memanfaatkan aset guna melakukan berbagai jenis
mendapatkan keuntungan pengungkapan

Choi et al., (2013),


Jannah (2014), Majid
dan Ghozali (2015)
H3a : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia
Diterima
Perusahaan siap
Semakin besar total Perusahaan mempunyai melakukan
asset yang dimiliki kulaitas SDM yang baik pengungkapan
perusahaan sukarela

Jannah (2014),
Majid dan
Ghozali (2015)

H3b : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission


disclosure di Singapura Ditolak
Pengungkapan sukarela Sehingga perusahaan tidak akan selalu
Perusahaan besar maupun
tidak bergantung pada melakukan pengungkapan yang lebih
kecil harus mementingkan
besar atau kecilnya komprehensif afar mendapat
kepentingan stakeholders
perusahaan kepercayaan dari stakeholders dan
meningkatkan image perusahaan

Linggasari (2015)
H4a : Umur perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia Ditolak
Perusahaan dengan umur lebih Perusahaan telah biasa Sehingga perusahaan tidak
tua tidak terpengaruh untuk melakukan tanggungjawab sosial perlu lagi mencantumkan
melakukan pengungkapan kepada masyarakat dengan pengungkapan yang lebih
sukarela lebih banyak menggunakan media lain komprehensif pada laporan
tahunan

Almilia (2007) dan


Linggasari (2015)

H4b : Umur perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission


disclosure di Singapura Diterima

Semakin tua Perusahaan mempunyai Sehingga perusahaan akan


umur di suatu pengalaman yang banyak dan mempublikasikan pengungkapan
perusahaan memahami kebutuhan tentang yang komprehensif di laporan
pentingnya melakukan tahunannya
pengungkapan

Sulistyanto (2013)
H5a : Jenis industri berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia Ditolak
Perusahaan ingin investor Sehingga memberikan
Perusahaan low profile akan mengetahui bahwa biaya yang dampak positif untuk
lebih mengungkapan dikeluarkan perusahaan kondisi ekonomi di masa
tanggungjawab sosial berkaitan dengan mendatang
tanggungjawab sosial

Jannah dan Muid (2014),


Linggasari (2015)

H5b : Jenis industri berpengaruh positif terhadap carbon emission


disclosure di Singapura
Diterima
Perusahaan high profile Perusahaan mendapatkan sorotan Sehingga perusahaan akan
cenderung dari masyarakat karena aktivitasnya melakukan pengungkapan yang
mengungkapkan memiliki potensi bersinggungan lebih komprehensif agar
tanggungjawab sosial dengan masyarakat luas tekanan yang didapatkan dari
masyarakat akan berkurang

Wang et.,al (2013)


H6a : Terdapat perbedaan carbon emission disclosure di Indonesia dan Singapura
H6b : Terdapat perbedaan pengaruh mekanisme corporate governance dan
karakteristik perusahaan terhadap carbon emission disclosure di Indonesia dan
Singapura
Diterima

Indonesia dan Singapura memiliki tingkat


perekonomian yang jauh berbeda serta Indonesia dan Singapura memiliki
kesadaran untuk melakukan pengungkapan kebijakan regulasi yang berbeda dalam
pertanggungjawaban sosial memiliki standar hal menanggulangi emisi karbon
yang berbeda pula

Afifah (2015)
Kesimpulan
1. Kepemilikan saham publik berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan kepemilikan saham publik tidak berpengaruh
positif terhadap carbon emission disclosure di Singapura.
2. Profitabilitas berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure di
Indonesia dan Singapura.
3. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif
terhadap carbon emission disclosure di Singapura.
4. Umur perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap carbon emission
disclosure di Indonesia dan umur perusahaan berpengaruh positif terhadap
carbon emission disclosure di Singapura.
5. Jenis industri tidak berpengaruh positif terhadap carbon emission disclosure
di Indonesia dan jenis industri berpengaruh positif terhadap carbon
emission disclosure di Singapura.
6. Terdapat perbedaan tingkat carbon emission disclosure.
7. Terdapat perbedaan pengaruh corporate governance dan karakteristik
perusahaan di Indonesia dan Singapura.
Saran
1. Penelitian berikutnya diharapkan menggunakan rentang waktu
yang lebih panjang agar hasil penelitian dapat lebih
mencerminkan kondisi yang sesungguhnya.
2. Penelitian selanjutnya disarankan bisa melakukan penelitian
dengan negara lain dalam lingkup yang lebih luas dan bisa
mempertimbangkan faktor maupun indikator lain yang dapat
digunakan sebagai variabel independennya seperti
menambahkan variabel media exposure.
3. Penelitian selanjutnya bisa mengevaluasi dan memperbaiki
dengan cara menambahkan atau mengurabngi item yang ada
sehingga bisa menbjadi penelitian yang lebih baik.
Keterbatasan Penelitian
1. Jumlah sampel dalam penelitian terbatas hanya 176
perusahaan yang terdaftar di BEI dan SGX selama rentang
waktu tahun 2013 - 2014.
2. Penelitian ini menggunakan variabel corporate governance
yang diwakili oleh kepemilikan saham publik dan karakteristik
perusahaan yang diwakili oleh profitabilitas, ukuran
perusahaan, umur perusahaan dan jenis industri.
3. Penelitian ini menggunakan cross sectional sehingga belum
dapat mewakili carbon emission disclosure secara
keseluruhan.