Anda di halaman 1dari 13

EFFECTIVENESS OF A TINNITUS MANAGEMENT PROGRAMME: A

2-YEAR FOLLOW-UP STUDY


DISUSUN OLEH : ALFEUS GRADY
CHRISTNAWAN/42160027
BACKGROUND
Prevalensi tinnitus mencapai 8-15%
Tinnitus Retraining Therapy adalah metode terapi yang
digunakan dengan memadukan konseling dan terapi suara
Tujuan studi ini adalah
Mengetahui karakter pasien dan tinnitusnya
Mengetahui efektifitas terapi
Mengetahui apakah klien dalam grup ini memiliki keuntungan daripada
pasien lain
METODE
Studi kohort
Partisipan adalah semua klien CHC untuk perawatan tinitus antara
30 Oktober 2005 30 Oktober 2006
Eksklusi : Pasien usia dibawah 18 Tahun, Menolak mengikuti studi,
Orang yang tidak bisa berbahasa danish.
Intervensi dengan Standar Treatment CHC
Setiap klien mengikuti konsultasi pertama, untuk membahas
tentang pengalaman dari tinitus pasien (Sosiodemografi, deskripsi
tinitus pasien, terapi sebelumnya, dll
Konselor memberikan nasehat
METODE
Outcome measurement
Partisipan mengisi dan membawa kuesioner Tinnitus
Handicap Inventory yang telah dibagikan pada konseling
pertama, kemudian 1 bulan dan 12-22 bulan setelahnya
THI adalah alat untuk menentukan derajat tinitus, THI
mengandung 25 komponen yang memiliki 3 skala ( Yes,
Sometimes dan NO
Total skore akan menentukan derajat none, mild,
moderate, severe
METODE
Data dianalisa menggunakan SPSS
Wilcoxon Test untuk variabel interval
Sign Test untuk variabel ordinal
McNemar Test untuk variabel dikotomi
hasil
Karakteristik pasien
Antara 1 November 2005 30 Oktober 2006 : 130 Klien
4 Klien menolak mengikuti studi
126 klien menyelesaikan kuesioner pertama
100 hasil klien ditampilkan dalam penelitian ini
hasil
Karakteristik pasien
Pasien Pria 65 Orang dan Wanita 35 Orang
Range usia 28-79 Tahun
Durasi tinitus : <1Th(20%), 2-10Th(43%),
10Th(36%)
Penyebab yang mungkin : Suara di lingkungan
kerja (64%), Stress (31%), Suara keras yang tiba
tiba (23%), Problem tulang servikal (15%)
hasil
Intervensi Konseling Pertama
94% Mencoba menggunakan alat bantu dengar
11% Mencoba menggunakan bedside masker
13% Mengubah level kerja dan aktivitas
21% Lebih memperhatikan dirinya
hasil
Intervensi 1-2Th setelah Konseling Pertama
48% Mencoba untuk mengurangi stress sehari hari
49% Memiliki gaya hidup lebih sehat
39% Memperbanyak aktivitas untuk mengurangi
stress
40% Tidak mengkonsumsi obat
hasil
Outcome klien
Total skor THI signifikan lebih rendah pada
kedua kuesioner follow up
hasil
Faktor faktor yang berhubungan dengan
peningkatan skor THI
Usia lebih Tua
Durasi lebih pendek
Terapis tertentu
DISCUSSION
Klien mendapatkan benefit setelah mengikuti program
CHC, benefit dapat terlihat setelah satu bulan terapi dan
hasilnya sama jika diterapi hingga 1-2 tahun
Peningkatan yang dicapai adalah
emosional (Frustasi menurun, Lebih menikmati hidup,
dll)
kognitif (Konsentrasi lebih baik) dan
Sosial (Lebih sedikit masalah di tempat kerja dan rumah)
Pengurangan skore THI rerata 8 poin
1/3 Pasien masih pada grade moderate/severe
CONCLUSION
Program manajemen tinnitus memberikan benefit yang
signifikan kepada banyak pasien, dengan biaya yang
termasuk rendah