Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

TUBERKULOSIS PARU
dr. Amanda Fitriadhianti Kadar
2 Identitas Pasien

Nama : Tn. T
No. RM : 2017 8192
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 22 tahun
Agama : Islam
2

Deskripsi

Pasien laki-laki 22 tahun datang dengan keluhan batuk


berdarah sejak 5 hari SMRS, batuk disertai dengan keluhan
demam terutama malam hari serta keringat dingin

Tujuan

Melakukan penilaian awal


Melakukan penatalaksanaan
Mencari permasalahan
Diagnosis & Gambaran Klinis

Batuk berdarah
sedikit
berkurang,
hanya bercak-
OS mengeluh PKC bercak saja,
namun batuk
10 Hari Keluhan batuk
berdahak,
5 Hari batuk berdarah,
darah keluar
Duren masih terus
dirasakan tidak
SMRS demam SMRS berwarna merah Sawit berkurang
terutama segar
malam hari bercampur walaupun sudah
disertai keringat dengan dahak minum obat
dingin kurang lebih 1 warung. Demam
sendok makan (+), keringat
malam (+),
nafsu makan
berkurang, BB
tidak dirasakan
Keluhan sesak (-), nyeri dada (-), mual (-), muntah (-), BAK dan BAB dalam batas normalmenurun
Riwayat

Riwayat
Riwayat Riwayat
Penyakit
Keluarga Pengobata
Dahulu
n

Tidak ada yang


Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang Pasien tidak
mengalami keluhan yang sama seperti pasien, mengkonsumsi obat-
sama sebelumnya, hipertensi (-), diabetes obatan tertentu, riwayat
riwayat hipertensi (-), mellitus (-), tidak ada pengobatan paru
diabetes mellitus (-), keluarga yang sedang disangkal
riwayat penyakit paru menjalani pengobatan
sebelumnya disangkal paru.
OS bekerja sebagai buruh
pabrik, teman kerja OS
ada yang sedang dalam
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Compos mentis/Sakit Sedang/Gizi Cukup


Tanda Vital
TekananDarah: 100/70 mmHg
Nadi : 100 x/menit, reguler, kuat
Pernafasan : 28 x/menit
Suhu : 37,2C
Kepala : Normocephali
Mata :Konjungtiva anemis : -/-
Sklera Ikterus : -/-
Mulut : Sianosis (-), lidah kotor (-), tremor (-)
Leher : Nyeri Tekan :-
Massa tumor :-
Pembesaran KGB :-
Paru-Paru
Inspeksi : Bentuk dada simestris kanan dan kiri.
Palpasi : Fremitus vocal kanan dan fremitus kiri simetris, tidak ada masa di lapangan paru.
Perkusi : Sonor diseluruh lapang paru
Auskultasi: Vesikuler + / +, rhonki -/-, wheezing -/-.
Cor : dalam batas normal
BJ 1 dan 2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen :
Inspeksi : datar
Auskultasi: Peristaltik usus (+)
Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan lien dbn
Perkusi : Tympani (+)
Ekstremitas : akral hangat (+), oedema (-)
Pemeriksaan BTA
Dahak SPS

3 April 2017 (Sewaktu) : +1

4 April 2017 (Pagi) : +1

4 April 2017 (Sewaktu) : +1


Assesment

Tuberkulosis Paru BTA (+) Kasus Baru

Hasil BTA (+)

OS tidak ada riwayat


penyakit paru
maupun
Batuk berdarah
pengobatan paru
bercampur dahak
sebelumnya
Demam, keringat
malam, nafsu
makan berkurang
Kontak (+)
Penatalaksanaan

Farmakologi: OAT Kategori I (Kasus baru): FDC fase awal 1 x 3 tablet

Non farmakologi:

Edukasi untuk minum obat teratur dan datang ke puskesmas sesuai jadwa

Menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi

Menjaga kebersihan lingkungan, ventilasi rumah harus ada dan membuka jendela
setiap pagi
Menggunakan masker dan tidak membuang dahak sembarangan

Mengedukasi agar keluarga yang kontak dengan pasien di periksakan juga


TB Paru

Penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB


(Mycobacterium tuberculosis)
INFEKSI PRIMER BATUK DROPLET NUKLEI (UDARA)
KUMAN-TB

SALURAN NAPAS KUMAN MATI


( SEKRET, SILIA, MAKROFAG )

KUMAN SURVIVE PEMB.KGB REGIONAL


( AFEK PRIMER ) ( LIMFADENOPATIHILLAR )

( KOMPLEK PRIMER )
- SEMBUH SEMPURNA
- SEMBUH CACAT
- MENYEBAR : - PERKONTINUITATUM
- BRONKOGEN
- LIMFOGEN
- HEMATOGEN
INFEKSI SEKUNDER

KUMAN DORMANT (TB PRIMER)

INFEKSI ENDOGEN SARANG DINI


( APIKOBASAL / APIKO-POSTERIOR )

RESORBSI SEMPURNA MELUAS & SEMBUH MELUAS


( FIBROSIS & KALSIFIKASI ) ( TUBERKEL)

NEKROSIS

PERKEJUAN
KLASIFIKASI
GEJALA KLINIS

- MALAISE

- ANORHEKSIA

- SUB-FEBRIS

- BATUK-BATUK

- BATUK DARAH

- NYERI DADA

- SESAK NAPAS
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaa
n Pemeriksaa
bakteriologi n radiologik
k

Pemeriksaa
Pemeriksaa
n penunjang
n khusus
lain
Tuberkulosis paru BTA positif.

Sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif.


1 spesimen dahak SPS BTA positif dan foto toraks dada menunjukkan gambaran tuberkulosis.
1 spesimen dahak SPS BTA positif dan biakan kuman TB positif.
1 atau lebih spesimen dahak positif setelah 3 spesimen dahak SPS pada pemeriksaan
sebelumnya BTA negatif dan tidak ada perbaikan setelah pemberian antibiotika non OAT.
17
Kategori Kasus Paduan obat yang diajurkan Keterangan

I - TB paru BTA +, 2 RHZE / 4 RH atau


BTA - , lesi luas 2 RHZE / 6 HE
*2RHZE / 4R3H3
II - Kambuh -RHZES / 1RHZE / sesuai hasil uji resistensi atau 2RHZES / 1RHZE / 5 Bila streptomisin alergi, dapat diganti
- Gagal pengobatan RHE kanamisin
-3-6 kanamisin, ofloksasin, etionamid, sikloserin / 15-18 ofloksasin,
etionamid, sikloserin atau 2RHZES / 1RHZE / 5RHE

II - TB paru putus berobat Sesuai lama pengobatan sebelumnya, lama berhenti minum obat
dan keadaan klinis, bakteriologi dan radiologi saat ini (lihat
uraiannya) atau
*2RHZES / 1RHZE / 5R3H3E3

III -TB paru BTA neg. lesi minimal 2 RHZE / 4 RH atau


6 RHE atau
*2RHZE /4 R3H3
IV - Kronik RHZES / sesuai hasil uji resistensi (minimal OAT yang sensitif) + obat
lini 2 (pengobatan minimal 18 bulan)

IV - MDR TB Sesuai uji resistensi + OAT lini 2 atau H seumur hidup


TERIMAKASIH