Anda di halaman 1dari 22

DESAIN PENELITIAN KUANTITATIF II :

STUDI ANALITIK (CASE CONTROL) DAN


PENELITIAN ANALITIK(COHORT)

YOLANDA SAFITRI
1511212005
IKM A2 2015

Dosen Pengampu: Dr. dr. Masrul, M.Sc, Sp.GK

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS ANDLAS
2017
OUTLINE

STUDI CASE CONTROL


Pengantar
Pengertian Dasar Case Control
Langkah-langkah Penelitian Case Control
Contoh Studi Case Control
Bias dalam Case Control
Kelebihan dan Kelemahan Case Control
OUTLINE

STUDI COHORT
Pengantar
Pengertian Dasar Studi Kohort
Langkah-langkah pada Studi Cohort
Modifikasi Rancangan Studi Cohort
Kelebihan
Kelemahan
Pengantar
Penelitian case control sering
juga disebut sebagai case-
comparison study, case-compeer
study, case-referent study, atau
retrospective study, merupakan
penelitian epidemiologis analitik
observasional yang menelaah
hubungan antara efek (penyakit
atau kondisi kesehatan) tertentu
dengan faktor risiko tertentu.
Pengertian Dasar Studi Case Control

Pada case control , penelitian dimulai


dengan identifikasi pasien dengan efek atau
penyakit tertentu (yang disebut sebagai kasus)
dan kelompok tanpa efek (disebut kontrol).
Pada studi case control sekelompok kasus
(yakni pasien yang menderita efek atau
penyakit yang sedang diteliti) dibandingkan
dengan kelompok kontrol (mereka yang tidak
menderita penyakit atau efek).
LANGKAH-LANGKAH PADA
PENELITIAN CASE CONTROL
1. Merumuskan pertanyaan penelitian dan
hipotesis yang sesuai
2. Mendeskripsikan variabel penelitian: faktor
risiko, efek
3. Menentukan populasi terjangkau dan
sampel (kasus, kontrol), dan cara untuk
pemilihan subyek penelitian
4. Melakukan pengukuran variabel efek faktor
risiko
5. Menganalisis data
Contoh Studi Case Control
1. Studi Case Control Tanpa Matching
Masalah. Apakah abortus berhubungan dengan
risiko kejadian plasenta previa pada kehamilan
berikutnya ?
Hipotesis. Terdapat asosiasi antara abortus
dengan kejadian plasenta previa pada kehamilan
berikutnya.
Desain Penelitian. Studi case control, hospital
based.
Kasus. Wanita melahirkan di RSCM dari 1
Januari 1996 sampai dengan 31 Desember 1999
secara bedah caesar atas indikasi plasenta
previa totalis yang dibuktikan dengan USG dan
klinis perdarahan antepartum (PAP)
Cont...
Kontrol. Wanita yang melahirkan di RSCM dalam
kurun waktu yang sama tanpa plasenta previa dan
dipilih secara acak.
Faktor Risiko yang ingin diteliti. Riwayat
terdapatnya abortus sebelum persalinan sekarang.
Pengumpulan data. Dengan wawancara dan
pengisian kuesioner diperoleh data dari 68 kasus
dan 68 kontrol.
Analisis data. Meskipun RO lebih dari 1, namun
karena interval kepercayaannya mencakup angka 1,
maka simpulannya adalah abortus tidak mempunyai
hubungan dengan terjadinya plasenta previa pada
kehamilan berikutnya, atau diperlukan lebih banyak
kasus untuk membuktikannya.
2. Studi Case Control dengan Matching
Pada studi kasus kontrol dengan
matching individual, harus dilakukan
analisis dengan menjadikan kasus dan
kontrol sebagai pasangan-pasangan.
ex: terdapat 50 kasus yang masing-
masing berpasangan dengan tiap subyek
dari 50 kontrol, maka kita lakukan
pengelompokan menjadi 50 pasangan.
BIAS DALAM STUDI CASE
CONTROL
1. Informasi tentang faktor risiko atau
faktor perancu (confounding factors)
mungkin terlupakan oleh subyek
penelitian atau tidak tercatat dalam
catatan medik kasus (recall bias)
2. Subyek yang mengalami efek (kasus),
karena ingin mengetahui penyebab
penyakitnya lebih sering untuk
melaporkan pajanan faktor risiko
dibandingkan dengan subyek yang tidak
terkena efek (kontrol)
3. Peneliti kadang sukar untuk menentukan
dengan dengan tepat apakah pajanan
sesuatu agen menyebabkan penyakit
ataukah justru terdapatnya penyakit yang
menyebabkan subyek menjadi lebih mudah
terpajan oleh agen.
4. Identifikasi subjek sebagai kasus maupun
sebagai kontrol yang representatif seringkali
sangat sulit. Penegakan diagnosis memang
merupakan salah satu hal yang harus sangat
diperhatikan, karena merupakan data utama
analisis.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN CASE
CONTROL
Kelebihan
1. Studi case control dapat, atau kadang
bahkan merupakan satu-satunya cara untuk
meneliti kasus yang jarang atau yang masa
latennya panjang.
2. Hasil dapat diperoleh dengan cepat
3. Biaya yang diperlukan relatif murah
4. Memerlukan subyek penelitian yang lebih
sedikit.
5. Dapat digunakan untuk mengidentifikasikan
berbagai faktor risiko sekaligus dalam suatu
penelitian.
Cont..
Kelemahan
1. Data mengenai pajanan terhadap faktor
risiko sering diperoleh dengan
mengandalkan daya ingat atau rekam
medis. Daya ingat responden ini
menyebabkan terjadinya recall bias,
karena responden yang mengalami efek
cenderung lebih mengingat pajanan
terhadap faktor risiko dari pada
responden yang tidak mengalami efek.
2. Validasi mneganai informasi kadang-
kadang sukar diperoleh
3. Oleh karena kasus maupun kontrol
dipilih oleh peneliti maka sukar untuk
meyakinkan bahwa kedua kelompok
tersebut benar sebanding dalam berbagai
faktor eksernal dan sumber bias lainnya.
4.Tidak dapat memberikan incodents rate.
5. Tidak dapat dipakai untuk
menentukan lebih dari 1 variabel
dependen, hanya berkaitan dengan satu
penyakit atau efek.
STUDI COHORT
PENGANTAR

Studi Cohort merupakan jenis penelitian


epidemiologis non-eksperimental yang sering
digunakan untuk mempelajari hubungan antara
faktor risiko dengan efek atau penyakit.
Istilah cohort berasal dari kata Romawi
kuno cohort yang berarti kelompok tentara
yang berbaris maju ke medan perang. Model
pendekatan yang digunakan pada rancangan
kohort adalah pendekatan waktu secara
longitudinal atau time period approach.
Pengertian Dasar Studi Kohort
Secara alamiah terbagi menjadi;
1. Kelompok dengan faktor risiko
2. Kelompok tanpa faktor risiko
Keduanya diikuti sampai waktu tertentu.
Pada umumnya studi kohort bersifat
analitik, yakni mempelajari hubungan antara
variabel bebas (faktor risiko) dengan
variabel tergantung (effect, penyakit).
Dengan rasio insiden atau yang lebih dikenal
dengan istilah risiko relatif atau rasio risiko.
Langkah-langkah Pada Studi Kohort
1. Merumuskan pertanyaan penelitian dan
hipotesis
2. Menetapkan kohort
3. Memilih kelompok kontrol
4. Menentukan variabel penelitian
5. Mengamati terjadinya efek
6. Menganalisis hasil
Kelebihan Kohort
1. Studi kohort merupakan desain terbaik
dalam menentukan insiden dan perjalanan
penyakit atau efek yang diteliti.
2. Studi kohort merupakan desain terbaik
dalam menerangkan dinamika hubungan
temporal antara faktor risiko dengan efek.
3. Studi kohort dapat dipakai untuk meneliti
beberapa efek sekaligus dari suatu faktor
risiko tertentu.
Kekurangan Kohort
1. Studi kohort biasanya membutuhkan waktu yang
lama.
2. Sarana dan biaya biasanya mahal.
3. Studi kohort sering kali rumit.
4. Kurang efisien dari segi waktu atau biaya untuk
meneliti kasus jarang.
5. Teranjam drop out atau terjadinya perubahan
atau intensitas pajanan atau faktor risiko dapat
mengganggu analisis hasil.
6. Pada keadaan tertentu dapat menimbulkan
masalah etika karena peneliti membiarkan
subject terkena pajanan yang dicurigai atau
dianggap dapat merugikan subjek
Daftar Pustaka

Sastroasmoro, sudigdo.2016. Dasar-dasar


SMetodologi Penelitian Klinis. Sagung Seto.