Anda di halaman 1dari 14

DESAIN PENELITIAN KUANTITATIF II :

STUDI ANALITIK (CASE CONTROL) DAN


PENELITIAN ANALITIK(COHORT)

Cici Delsi
- 1511212029 -

Dosen Pengampu: Dr. dr. Masrul, M.Sc, Sp.GK

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS ANDLAS
2017
OUTLINE
STUDI CASE STUDI COHORT
CONTROL Pengertian Dasar
Pengertian Dasar Studi Kohort
Case Control Langkah-langkah
Rancangan pada Studi Cohort
Penelitian Case Modifikasi
Control Rancangan Studi
Langkah-langkah Cohort
Penelitian Case Kelebihan
Control Kelemahan
Kelebihan dan
Kelemahan Case
Control
Pengertian Dasar Studi Case Control

Penelitian case control atau kasus kontrol adalah


suatu penelitian (survei) analitik yang
menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari
dengan menggunakan pendekatan retrospective.
Rancangan Penelitian Case Control

Faktor Risiko +
Retrospektif Efek +
(Kasus)
Faktor Risiko -
Populasi
(Sampel)
Faktor Risiko +
Retrospektif Efek -
(Kontrol)
Faktor Risiko -
LANGKAH-LANGKAH PADA PENELITIAN
CASE CONTROL
1. Identifikasi variabel variabel penelitian.
- Dependen : Efek
- Independen : Faktor Risiko
2. Menetapkan subjek penelitian (populasi dan
sampel).
3. Identifikasi Kasus.
4. Pemilihan subjek sebagai kontrol.
5. Melakukan pengukuran retrospektif (melihat ke
belakang) untuk melihat faktor risiko.
6. Melakukan analisis dengan membandingkan
proporsi antara variabel objek penelitian dengan
variabel kontrol.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN CASE CONTROL
Kelebihan
1. Studi case control dapat, atau kadang bahkan
merupakan satu-satunya cara untuk meneliti
kasus yang jarang atau yang masa latennya
panjang.
2. Hasil dapat diperoleh dengan cepat
3. Biaya yang diperlukan relatif murah
4. Memerlukan subyek penelitian yang lebih
sedikit.
5. Dapat digunakan untuk mengidentifikasikan
berbagai faktor risiko sekaligus dalam suatu
penelitian.
Kelemahan
1. Data mengenai pajanan terhadap faktor risiko
sering diperoleh dengan mengandalkan daya ingat
atau rekam medis. Daya ingat responden ini
menyebabkan terjadinya recall bias, karena
responden yang mengalami efek cenderung lebih
mengingat pajanan terhadap faktor risiko dari
pada responden yang tidak mengalami efek.
2. Validasi mneganai informasi kadang- kadang
sukar diperoleh
3. Oleh karena kasus maupun kontrol
dipilih oleh peneliti maka sukar untuk
meyakinkan bahwa kedua kelompok
tersebut benar sebanding dalam
berbagai faktor eksernal dan sumber
bias lainnya.
4. Tidak dapat memberikan incodents rate.
5. Tidak dapat dipakai untuk menentukan
lebih dari 1 variabel dependen, hanya
berkaitan dengan satu penyakit atau efek.
Pengertian Cohort
Studi Cohort merupakan jenis penelitian
epidemiologis non-eksperimental yang sering
digunakan untuk mempelajari hubungan
antara faktor risiko dengan efek atau
penyakit.
Istilah cohort berasal dari kata Romawi
kuno cohort yang berarti kelompok tentara
yang berbaris maju ke medan perang. Model
pendekatan yang digunakan pada rancangan
kohort adalah pendekatan waktu secara
longitudinal atau time period approach.
Rancangan Penelitian Cohort
Efek +
Faktor Risiko + Prospektif
Efek -
Populasi
(Sampel)
Efek +
Faktor Risiko - Prospektif
Efek -
Langkah-langkah Pada Studi Kohort
1. Merumuskan pertanyaan penelitian dan
hipotesis
2. Menetapkan kohort
3. Memilih kelompok kontrol
4. Menentukan variabel penelitian
5. Mengamati terjadinya efek
6. Menganalisis hasil
Kelebihan Kohort
1. Studi kohort merupakan desain terbaik dalam
menentukan insiden dan perjalanan penyakit
atau efek yang diteliti.
2. Studi kohort merupakan desain terbaik dalam
menerangkan dinamika hubungan temporal
antara faktor risiko dengan efek.
3. Studi kohort dapat dipakai untuk meneliti
beberapa efek sekaligus dari suatu faktor risiko
tertentu.
Kekurangan Kohort
1. Studi kohort biasanya membutuhkan waktu
yang lama.
2. Sarana dan biaya biasanya mahal.
3. Studi kohort sering kali rumit.
4. Kurang efisien dari segi waktu atau biaya
untuk meneliti kasus jarang.
5. Teranjam drop out atau terjadinya perubahan
atau intensitas pajanan atau faktor risiko
dapat mengganggu analisis hasil.
6. Pada keadaan tertentu dapat menimbulkan
masalah etika karena peneliti membiarkan
subject terkena pajanan yang dicurigai atau
dianggap dapat merugikan subjek
Daftar Pustaka
Sastroasmoro, sudigdo.2016. Dasar - dasar
Metodologi Penelitian Klinis. Sagung Seto.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi


Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka
Cipta