Anda di halaman 1dari 34

Kelompok 1

Alat-Alat Diagnostik
Ariefa Urbach 151650006
Dedi Setiawan 151650012
Devi Anggita 151650010
Irene Yopita Sari 151650001
Febriansyah 151650042
Nadia Nur Azis 151650015
Nelly Mayesti Manalu 151650011
Novita Fitria Ningsih 151650014
Salma Lailatul Hida 151650009

STIKes Kharisma Persada


D3 Farmasi
Semester 3A
FEBRIANSYAH

Alat Diagnostik

Alat Diagnostic adalah alat-alat yang


digunakan oleh para dokter atau tenaga medis
lainnya dimana dengan bantuannya dapat
diketahui, ditentukan diagnosa penyakit
seseorang yang diperiksa.
Bone CT Scan
Densitometer

ESWL
(Extracorporeal
Shock Wave
Lithotripsy )
Alat
Diagnostik

Laser
Mammograph
Magnetic
Resonance
Imaging
(MRI)
Bone Densitometer
Bone Densitometer adalah alat untuk mengukur
kepadatan tulang dan menentukan apakah tulang telah
mengalami Osteoporosis.
Osteoporosis ialah penyakit yang menyebabkan tulang
menjadi lebih rapuh dan lebih mudah patah dengan trauma
yang ringan. Di masa lalu, osteoporosis hanya dapat
dideteksi setelah terjadinya patah tulang, oleh karena pada
saat itu keadaan tulang sudah menjadi sangat rapuh.
Dengan adanya alat Bone Densitometer maka dapat
diketahui risiko terjadinya patah tulang. Bone Densitometer
ini menggunakan sinar-X untuk mengukur berapa gram
kalsium dan mineral lainnya yang terdapat dalam tulang.
Tulang yang paling sering diperiksa adalah tulang belakang,
pinggul dan lengan bawah.
Lanjutan
Fungsi dari alat Bone Densitometri yaitu
digunakan untuk mengukur massa tulang terutama
bagi mereka yang rentan terhadap fraktur (patah).
Pemeriksaan ini bermanfaat dalam
mengindentifikasi penurunan masa tulang
seseorang sehingga meminimalkan resiko fraktur,
mencegah terjadinya fraktur di masa yang akan
datang dan dapat memonitor terapi untuk menjaga
massa tulang.
Cara Pemakaian Alat Bone Densitometer

Untuk mendiagnosa osteoporosis sebelum


terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan
yang menilai kepadatan tulang. Di Indonesia
dikenal 3 cara penegakan diagnosa penyakit
osteoporosis, yaitu: Densitometer (Lunar),
Densitometer-USG, Pemeriksaan laboratorium
untuk osteocalcin dan dioksipiridinolin, CTx.

DEDI SETIAWAN
Densitometer (Lunar)

Menggunakan teknologi DXA (dual-energy x-ray


absorptiometry). Pemeriksaan ini merupakan gold
standard diagnosa osteoporosis. Pemeriksaan
kepadatan tulang ini aman dan tidak menimbulkan
nyeri serta bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit.
DXA sangat berguna untuk:
o wanita yang memiliki risiko tinggi menderita
osteoporosis
o penderita yang diagnosisnya belum pasti
o penderita yang hasil pengobatan osteoporosisnya
harus dinilai secara akurat
Densitometer-USG

Pemeriksaan ini lebih tepat disebut sebagai


screening awal penyakit osteoporosis. Hasilnya pun
hanya ditandai dengan nilai T dimana nilai lebih -1
berarti kepadatan tulang masih baik, nilai antara -1
dan -2,5 berarti osteopenia (penipisan tulang), nilai
kurang dari -2,5 berarti osteoporosis (keropos
tulang). Keuntungannya adalah kepraktisan dan
harga pemeriksaannya yang lebih murah.
Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium untuk osteocalcin dan


dioksipiridinolin, CTx. Proses pengeroposan tulang
dapat diketahui dengan memeriksakan penanda
biokimia CTx (C-Telopeptide). CTx merupakan hasil
penguraian kolagen tulang yang dilepaskan ke
dalam sirkulasi darahsehingga spesifik dalam
menilai kecepatan proses pengeroposan tulang.
Pemeriksaan CTx juga sangat berguna dalam
memantau pengobatan menggunakan antiresorpsi
oral.
NELLY MAYESTI
Macam-Macam Bone Densitometer
1.SPA (Single Photon Absorptiometry 3. Ultrasound berfungsi untuk
berfungsi untuk mengukur pergelangan mengukur densitas tulang tumit,
tangan digunakan untuk skrining.

2. SXA (Singel Energy x-ray 4. QCT (Quantitative Computed


absorptiometry) berfungsi untuk Tomography) berfungsi untuk
mengukur pergelangan tangan atau mengukur belakang dan pinggang.
tumit.
Lanjutan
5.DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry) berfungsi untuk
mengukur tulang belakang, pinggul, atau seluruh tubuh.

6. PDXA (Peripheral Dual Energy x-ray Absorptiometry) untuk


mengukur pergelangan tangan, tumit atau jari.
ARIEFA URBACH
CT Scan
CT Scan adalah mesin pemindai berbentuk lingkaran
yang besar, cukup untuk dimasuki orang dewasa dengan posisi
berbaring. Alat ini dapat digunakan untuk mediagnosis dan
memonitor beragam kondisi kesehatan.
Kemungkinan dokter akan merekomendasikan CT Scan untuk
dilakukan pada saat-saat tertentu seperti :
1. Melakukan diagnosis kelainan otot dan tulang, seperti
tumor atau retak pada tulang.
2. Menentukan lokasi tumor, infeksi, atau bekuan darah.
3. Memandu prosedur medis ketika melakukan operasi, biopsi,
atau terapi radiasi.
4. Mendeteksi dan memonitor kondisi dan penyakit tertentu,
seperti kanker, sakit jantung, nodul pada paru-paru, dan
massa pada hati.
5. Mencari tahu cedera atau pendarahan internal.
Lanjutan
CT Scan berfungsi untuk
digunakan sebagai
pemindaian penyakit atau
sebagai langkah preventif.
Misalnya CT Scan pada
usus besar bagi pasien
yang memiliki resiko tinggi
terkena kanker usus besar
atau pemindaian jantung
secara lengkap pada
pasien dengan resiko
tinggi penyakit jantung.
Cara Pemakaian CT Scan
Ada dua cara menggunakan alat CT Scan, yaitu:
1. Sebelum penyinaran, cara penggunannya :
a. Menyiapkan peralatan proteksi radiasi dan peralatan lain yang diperlukan
seperti survei meter, personal dosimeter (film badge atau TLD atau dosimeter
saku), dan tanda radiasi.
b. Pekerja radiasi dan PPR yang akan menangani sumber harus mengenakan
film bradge atau TLD.
c. Pakai monitor perorangan
d. Periksa survei meter yang akan digunakan untuk memonitor lingkungan
selama pelaksanaan, pengoperasian CT Scan. Pemeriksaan mengikuti
sertifikat kalibrasi, kondisi batrei, faktor kalibrasi, respon dan cara
pemakaian. Nyalakan survei meter.
e. Tarik panel control PLN pada posisi ON yang berada diruang gantry.
f. Lihat jarum penunjukan indikator tegangan pada stabilizer apakah pada
posisi 220 V (normal)
g. Perhatikan pedingin ruangan dan kelembaban udara bekerja dengan baik.
Lihat indikator termometer dan humifidier yang ada diruangan, dibawah 22 C
dan 45% adalah kondisi yang ideal.
h. Tutup pintu pemisah ruang sinar X atau gantry dan ruang control secara
benar dan tertutup rapat.
i. Hidupkan CPU komputer pada ruang control dengan menekan tombol ON
pada stabilizer yang berada diatas CPU dan tunggu selama kurang lebih
5menit.
j. Nyalakan lampu merah bahaya radiasi yang berada di dinding dengan
menekan saklar yang berada disamping pintu masuk ruang tabung sinar X .
k. Ikuti perintah program software yang ada di control untuk tahap pemanasan
atau seasoning memastikan apakah alat bekerja dengan baik. Setelah muncul
tampilan check up tekan tombol check up. Kemudian muncul tampilan
automatic procedur, tekan tombol start yang berlambang radiasi pada control
box.
l. Check up akan meliputi karet current, tube temperature, votage, slice
thickness, dll. Tunggu sampai prosedur check up selesai sekitar 2 menit.
Muncul tampilan menu utama software dan check up selesai .
m. CT Scan siap digunakan
Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy
(ESWL)
Extracorporeal Shock Wave
Lithotripsy (ESWL)adalah salah satu
prosedur medis yang digunakan untuk
mengobati batu ginjal.
Selain itu ESWL juga dapat digunakan
untuk mengobati batu di organ lain,
seperti kandung empedu atau hati.
Batu ginjal adalah sebuah
benda padat seperti batu yang terjadi
akibat pengkapuran kristal hasil sekresi
tubuh atau zat-zat sisa yang terjadi
pengendapan. Paling sering batu ginjal
terbentuk oleh kalsium yang berlebihan
didalam tubuh. Adanya Batu pada
ginjal menyebabkan nyeri yang luar
biasa hebat, perdarahan pada urin
karena adanya infeksi dan bahkan bisa
terjadi penyumbatan aliran kemih.
DEVI ANGGITA
Pelaksanaan & Terapi ESWL
Pada waktu yang sudah ditentukan, pasien beserta pengantar
datang ke ruang ESWL yang terletak di paviliun Graha Puspa Husada
RSU Dr. Saiful Anwar Malang (lantai 3), dengan membawa semua
hasil pemeriksaan dan foto rntgen
Pasien tidak perlu puasa. Selanjutnya pasien akan diperiksa
sebentar oleh dokter atau perawat, kemudian diminta untuk ganti
pakaian khusus yang telah disediakan.
Pasien dibaringkan di atas meja ESWL dengan posisi yang nyaman
selama kurang lebih 1 jam dan tidak bergerak selama dilakukan
penembakan batu.
Setelah dokter menyetel posisi mesin untuk menentukan lokasi
batu yang akan dipecah, proses pemecahan dimulai secara
bertahap dan akan terdengar bunyi tak..tak..tak yang semakin cepat
dan semakin keras. Nafas harus teratur agar batu tetap berada
dalam daerah sasaran.
Selesai pelaksanaan terapi, pasien akan dibantu petugas turun dari
meja ESWL.
LASER

Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by


Stimulated Emmission of Radiation (penguatan cahaya dengan
stimulasi emisi radiasi). Laser adalah sebuah alat yang
menggunakan efek mekanika kuantum, pancaran terstimulasi,
untuk menghasilkan sebuah cahaya yang koheren dari medium
"lasing" yang dikontrol kemurnian, ukuran, dan bentuknya.

Laser itu merupakan sinar panas yang dihasilkan dari


loncatan atom akibat stimulasi energi dari radiasi listrik. Dengan
radiasi yang bersumber dari energi listrik berkekuatan 15 hingga
30 watt, dari sebuah alat berujung optik, dihasilkan sinar
bergelombang 532 sampai 1.064 nanometer yang memiliki
kekuatan panas. Cahaya panas ini bisa digunakan untuk
memotong kulit dan jaringan, menghancurkan pigmen warna
kulit, dan pengobatan lainnya dalam dunia kedokteran dengan
risiko perdarahan minimal dan waktu penyembuhan cepat.
Cara Pemakaian Alat Laser
1. Yakinkan bahwa tombol GENERATOR dalam
posisi off.
2. Pasang connector pada plug in generator.
3. Pasang flashclipper pada ujung handel
(probe).
4. Tekan push switch untuk menyalakan pisau.
5. Atur tombol hi /low pada generator sesuai
kebutuhan.
Laser
Magnetic Resonance
Imaging (MRI)
Magnetic resonance imaging (MRI) atau
pencitraan resonansi magnetik adalah alat
pemindai yang memanfaatkan medan magnet
dan energi gelombang radio untuk
menampilkan gambar struktur dan organ
dalam tubuh. MRI dapat memberikan
informasi struktur tubuh yang tidak dapat
ditemukan pada tes lain, seperti X-ray,
ultrasound, atau CT scan.
NOVITA FITRIA N.
Lanjutan
Alasan dilakukannya MRI
MRI adalah salah satu cara dokter
memeriksa dan menghasilkan
gambar organ, jaringan, dan sistem
rangka dengan resolusi tinggi. Hal
itu nantinya dapat membantu dokter
melakukan diagnosis berbagai
kondisi.
Jantung dan pembuluh darah
Otak dan saraf tulang belakanG
Tulang dan sendi
Payudara
Macam-Macam MRI
Berdasarkan tipenya, terdiri dari:
a. MRI yang memiliki kerangka terbuka (open
gantry) dengan ruang luas
b. MRI yang memiliki kerangka (gantry) biasa yang
berlorong sempit.

Berdasarkan kekuatan magnetnya, terdiri dari :


a. MRI Tesla tinggi ( High Field Tesla ) memiliki
kekuatan di atas 1 1,5 T
b. MRI Tesla sedang (Medium Field Tesla) memiliki
kekuatan 0,5 T
c. MRI Tesla rendah (Low Field Tesla) memiliki
kekuatan di bawah 0,5 T
Cara Pemakaian MRI
Untuk menghasilkan gambaran MRI dengan
kualitas yang optimal sebagai alat diagnostik,
maka harus memperhitungkan hal-hal yang
berkaitan dengan teknik penggambaran MRI,
antara lain :
a. Persiapan pasien serta teknik pemeriksaan
pasien yang baik,
b. Kontras yang sesuai dengan tujuan
pemeriksaanya,
c. Artefak pada gambar, dan cara mengatasinya,
d. Tindakan penyelamatan terhadap keadaan
darurat.
SALMA
Mammograph
Mammografi merupakan suatu tes yang aman untuk
melihat adanya masalah pada payudara perempuan. Tes ini
menggunakan mesin khusus dengan sinar X dosis rendah untuk
mengambil gambar kedua payudara. Hasilnya direkam dalam
suatu film sinar X atau langsung menuju komputer untuk dilihat
oleh seorang ahli radiologi. Mammogram memungkinkan
dokter untuk melihat dengan lebih jelas benjolan pada
payudara dan perubahan di jaringan payudara.
Mammogram dapat menunjukkan benjolan kecil atau
pertumbuhan yang tak teraba baik oleh dokter atau
perempuan itu sendiri ketika melakukan pemeriksaan
payudara. Jika kanker payudara ditemukan secara dini
berarti perempuan tersebut memiliki kemungkinan bertahan
(survival) dari penyakit ini lebih baik. Selain itu lebih banyak
pilihan terapi yang tersedia bila kanker payudara ditemukan
dini.
Cara Pemakaian Mammograph
Mammogram merupakan salah satu jenis
pemeriksaan pada payudara dengan
menggunakan sinar X untuk mendeteksi adanya
sel kanker atau tidak. Selama mammogram
berlangsung, payudara akan ditekan diantara
dua buah benda untuk melihat jaringan
payudara. Sinar X yang dipancarkan akan
menangkap kelainan sel yang ada pada payudara
jika seseorang positif menderita kanker.
Lanjutan
Ada tiga inovasi baru mammografi :
1. Mammografi digital
2. Computer-Aided Detection System (Sistem
Deteksi Bantuan Komputer)
3. Tomosynthesis payudara
NADIA NUR AZIS
Lanjutan
Berikut adalah inovasi-inovasi baru mammografi
yang memberikan hasil lebih baik:

1. Mammografi Digital - Satu-satunya perbedaan


antara mammografi digital dan konvensional
adalah format gambar x-ray, sedangkan prosesnya
tetap sama. Mammografi digital menghasilkan
gambar digital dengan kualitas baik, mudah
disimpan dan mudah direferensikan oleh teknisi
dan dokter. Umumnya, hasil digital dilihat melalui
komputer yang memungkinkan penyimpanan untuk
jangka waktu yang panjang.
Lanjutan
2. Computer-Aided Detection System (Sistem
Deteksi Bantuan Komputer) - ialah program
algoritmik yang dapat digunakan oleh dokter dan
teknisi untuk memeriksa gambar mammografi
digital jikalau ada ciri atau tanda yang mungkin
mengarah pada kanker payudara atau penyakit
lainnya. Gambar-gambar yang ditandai akan diteliti
lebih lanjut oleh dokter dan ahli radiologi untuk
mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Lanjutan
3. Tomosynthesis payudara - disebut juga sebagai
mammografi 3D, memiliki fungsi seperti CT scan
di mana gambar-gambar dari payudara diambil
dari sudut tertentu dan digabungkan untuk
membuat gambar 3D penuh. Tomosynthesis
payudara memberikan gambaran yang lebih
akurat dari kelainan yang terdeteksi sebelumnya.
Gambar tersebut dapat menunjukkan ukuran,
bentuk, dan lokasi anomali payudara dengan
sangat jelas. Karena tampilannya yang rinci,
pasien mungkin tidak perlu melakukan tes
tambahan.
Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas, dapat


disimpulkan:
1. Alat Diagnostic Equipments adalah alat-alat
yang digunakan oleh para dokter atau tenaga
medis lainnya dimana dengan bantuannya
dapat diketahui, ditetntukan diagnosa
penyakit seseorang yang diperiksa.
2. Alat diagnostik terdiri dari CT Scan, MRI, ESWL,
Bone Densitometer, Mammograph, dan Laser.
IRENE
Daftar Pustaka
1. Sjamsuhidayat R. 2000.
Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi
Ke-2. Jakarta: EGC.
2. Reksoprodjo S. 2000.
Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah.
Jakarta: Binarupa Aksara.
Sekian dan Terima Kasih