Anda di halaman 1dari 123

IDENTIFIKASI

Arum Dessy
Berlian Maya
Elian Devina
Nisrina Mutia
Satriya Teguh
DEFINISI
Identifikasi adalah penentuan identitas seseorang. Jadi identifikasi ini
disepakati dengan mengenali personal. Hal ini berlaku untuk
mengidentifikasi baik orang yang masih hidup maupun yang sudah
meninggal dengan cara mengenali ciri maupun karakter unik yang ada
pada diri seseorang.
Terbagi menjadi 2 :
Menyeluruh : disebut juga identifikasi absolut yang mengacu pada identitas
seseorang yang sebenarnya
Sebagian : disebut juga identifikasi inkomplit yang mengimplikasikan
sebagian ciri atau karakter yang berkenaan dengan identitas seseorang.
KEPENTINGAN MEDICOLEGAL
PADA ORANG HIDUP
Kasus perdata Kasus kriminal
Dalam kasus meniru atau memalsukan Permintaan identifikasi dalam kasus
identitas pribadi yang berhubungan criminal seperti penganiayaan,
dengan : pembunuhan, perampokan,
pemerkosaan, dan lain-lain
Harta kekayaan, pensiun, asuransi jiwa,
hak memilih dan passport Tentara yang melarikan diri
Perdebatan identitas dalam kasus Penukaran bayi baru lahir di rumah sakit
perceraian atau pembatalan Aborsi
pernikahan
Perdebatan jenis kelamin Menetapkan usia tanggung jawab
pidana dan mayoritas
Orang hilang Peniruan dalam kasus pidana
Pasien hilang ingatan
KEPENTINGAN MEDICOLEGAL
PADA ORANG MATI
Identifikasi sangat penting dalam mengenali seseorang yang mati karena
bencana alam, kecelakaan pesawat, kebakaran, penggalian kubur,
peledakan dan luka ledakan, mutilasi dan saat tubuh membusuk.
Di india, polisi dapat menetapkan identitas seseorang. Meskipun demikian,
dokter dapat membantu dengan memberikan beberapa fakta atau data
ke polisi yang nantinya dapat membantu dalam proses identifikasi
seseorang.
Selama pemeriksaan medicolegal, dokter seharusnya mencatat minimal 2
tanda identifikasi dan tanda-tanda tersebut harus dijelaskan dalam
dokumen penting yang telah dibuat.
CORPUS DELICTI
Identifikasi akurat sangat dibutuhkan untuk menetapkan corpus delicti
dalam kasus pembunuhan. istilah corpus delicti berarti badan kejahatan
atau inti dari kejahatan. Dalam kasus pembunuhan, hal ini dapat dilakukan
dengan :
Mengidentifikasi jenazah seperti identitas korban yang sudah meninggal
Bukti yang meyakinkan bahwa kasus tersebut disebabkan karena tindakan
kriminal.
Corpus delicti sangat penting setelah penetapan identitas korban, jejak
pembunuhan yang berlangsung di pengadilan dan kalimat yang bisa
dipertanggungjawabkan. Namun beberapa kasus dapat terjadi dimana
komisioning kejahatan telah dibentuk bahkan dengan tidak adanya corpus
delicti.
DATA
Agama DNA typing Pekerjaan
Ras Golongan darah dan HLA Gaya berjalan
typing
Jenis kelamin Perilaku dan kebiasaan
Usia Kesehatan jiwa, memori dan
pendidikan
Status
Data lainnya Morfologi terlinga
Dactylography
warna kulit dan ciri-ciri Cetakan palatum
Catatan kaki
Rambut Frontal sinuses
Cheiloscopy
Barang pribadi : baju, isi EKG
Tattoo dompet, perhiasan, dll
Teknik Namaste
Luka Tulisan tangan dan tanda (subrahmanyam method)
Deformitas tangan
X-Ray
Antropometri Kemampuan berbicara dan
suara
Gigi
RAS
Ras didefinisikan sebagai pengelompokkan biologis dalam spesies manusia
yang dibedakan atau diklasifikasikan menurut perbedaan yang
ditransmisikan secara genetis.
Jadi, race adalah sebuah konsep populasi. Race adalah populasi yang
membedakan frekuensi beberapa gen.
Populasi yang ada di dunia dibagi menjadi 3 tipe ras yaitu :
Kaukasian atau kaukasoid
Mongolian atau mongoloid
Negro atau negroid
RAS DAPAT DITENTUKAN OLEH :
Pakaian
Warna kulit
Mata
Rambut
Ciri fisik
Gigi
Struktur rangka
JENIS KELAMIN
1. Tujuan identifikasi saat hidup atau mati
2. Menentukan jenis kelamin seseorang ketika :
Jenis kelamin ambigu atau membingungkan
Alat kelamin tersembunyi
Seseorang yang tampaknya memiliki dua alat kelamin
UMUR
Dibagi menjadi :
Fetus
Anak
Dewasa
Orang meninggal
Tubuh yang membusuk
Tulang
Prenatal:
- Ovum (zigot) = 0-14 hari
- Embrio = 14 hari-8 minggu
- Fetus = 9 minggu kelahiran
Perinatal = 28 minggu gestasi- 7 hari
setelah kelahiran
Postnatal:
- Neonatus = 4 minggu pertama kelahiran
- Bayi = < 1 tahun
- Balita = 1 3 tahun
PANJANG DAN BERAT
a. Periode awal menghitung somit
b. Ketika embrio tumbuh, setelah 30 hari Crown to Rump
(CRL)
c. 9 minggu hingga akhir intrauterin CRL dan CHL
d. Cara lain :
Di bawah 5 buan Akar dari panjang
Setelah 5 bulan panjang dibagi 5
Aturan Haase: umur fetus dalam bulan lunar ditetapkan
menggunakan aturan haase, panjang fetus diukur dari
ubun-ubun hingga tumit. Berikut aturannya:
CIRI FISIK DAN
MORFOLOGI
CIRI FISIK DAN MORFOLOGI
PENAMPILAN OSIFIKASI
GERMINASI DAN KALSIFIKASI GIGI
PANJANG TANGAN DAN KAKI
UMUR PADA BAYI, ANAK, ORANG
DEWASA DI BAWAH 25 TAHUN
Hal ini berdasarkan :
- Pemeriksaan fisik
- Karakter seksual sekunder
- Gigi
- Pemeriksaan radiologi terdiri dari :
- penampilan dan peleburan pengerasan
- Penilaian gigi
Tinggi Badan dan Berat Badan
Menggambarkan perkembangan dan menggunakan
istilah rata-rata
Dari umur 5 tahun, anak tumbuh 5 cm per tahun , hingga
umur 10 tahun
Selama pubertas, terdapat kenaikan 20 cm tinggi badan
Anak meningkat 2 kg tiap tahun, snatar umur 3-7 tahun
Lalu meningkat 3 kg tiap tahun hingga pubertas
Selama pubertas, teradapat kenaikan 20 kg
Gangguan dapat mempengaruhi hasil
LINGKAR DADA DAN LINGKAR
PERUT
Lingkar dada diukur setinggi puting susu, di pertengahan inspirasi dan
eksprasi
Lingkar perut diukur setinggi umbilikus
Pada laki-laki lingkar dada > lingkar perut
Pada bayi lahir, lingkar dada 3 cm lebih kecil daripada lingkar kepala
LINGKAR KEPALA
Lingkar kepala maksimal diukur dari protuberentia occipital hingga dahi
Beguna untuk anak-anak
KARAKTERISTK SEKSUAL SEKUNDER
Fase pubertas dibagi menjadi 3

Pada perempuan tanda awal pubertas adalah perkembangan buah dada


Pada lelaki, tanda awal pubertas adalah pembesaran testis
HUBUNGAN PEMATANGAN SEKSUAL DAN
UMUR
Ciri fisik lain pada pubertas :
Jenggot dan kumis 15-17 tahun
Suara serak pada lelaki 15-17 tahun
Jakun menonjol 15-17 tahun
GIGI
Tipe gigi :
Gigi seri
Gigi taring
Premolar
Molar

Tiap gigi menunjukkan 5 permukaan, penamaannya :


Permukaan oklusal
Permukaan tengah
Permukaan distal
Permukaan lateral
Permukaan lingual
Gigi manusia terdiri atas dua jenis yaitu 20 gigi desidui ( gigi susu) dan 32 gigi
permanen.
Gigi desidui terdiri atas :
8 insisivus
4 caninus
8 molar
Susunan gigi desidui pada setiap setengah rahang (tengah-belakang):
insisivus tengah- insisivus lateral- caninus- molar 1- molar 2.
PERBEDAAN GIGI DESIDUI DAN GIGI PERMANEN :
Gigi desidui mulai terbentuk pada usia 6 minggu IU.
Mineralisasi dimulai usia 14+2 minggu dan berlanjut setelah
bayi lahir. Pada bayi usia 6 bulan gigi desidui mulai erupsi.
Urutan erupsi gigi :
Insisivus Bawah Medial- Insisivus atas medial, Insisivus atas lateral- Insisivus
bawah lateral- molar 1- caninus- dan molar 2.
Gigi Permanen :
Jumlah 32, terdiri atas 8 incicivus, 4 caninus, 8 premolar dan 12 molar.

Pada rahang, urutan gigi (medial-lateral) :


2 incicivus 1 caninus 2 premolar 3 molar.
Urutan erupsi gigi permanen :
Molar 1- incicivus medial-incicivus lateral-premolar 1-premolar 2- caninus-
molar 2- molar 3.
Estimasi usia seseorang didasarkan pada pola erupsi gigi.
Mixed dentition adalah saat kedua jenis gigi berada dalam rongga mulut
(usia 6-11 tahun).
Superadded teeth : molar desidui diganti oleh premolar permanen,
sedangkan molar permanen erupsi dan tidak mengganti gigi apapun.
Succecional teeth : gigi permanen yang mengganti gigi temporer
Setelah molar 2 erupsi, ramus mandibula memanjangg kebelakang untuk
membuat tempat bagi molar 3.
Terkadang molar 3 tidak erupsi.
Perempuan muncul gigi lebih awal.
Orthopentogram (OPG) adalah X Ray gigi dan rahang.
Dapat memperlihatkan status perkembangan gigi yang belum erupsi, dan
derajat kalsifikasi.
Abnormalitas Jumlah dan Ukuran :

Partial Anodontia : beberapa gigi gagal erupsi


Anodontia : seluruh gigi gagal terbentuk.
Supernumerary teeth : erupsi dari gigi tambahan pada rongga mulut.
Metode Laboratorium :
1.Metode Boyde : dapat digunakan menentukan usia bayi sampai dengan
beberapa bulan setelah lahir. Cross striation : pertambahan pertumbuhan
garis gigi harian yang berdeposit di enamel. Satu garis pertambahan mayor
yang terbentuk disebut garis neonatal. Setelah itu, garis lain yang terbentuk,
dan dapat berdeposit sehingga dapat menjadi acuan untuk menentukan
usia seseorang hingga dalam hitungan hari.
2.Metode stack : Stack mengembangkan metode dimana ia mengukur tinggi
dan berat gigi sehingga dapat disimpulkan berapa tahun usia seseorang.
Pemeriksaan Radiologi
Berguna untuk :
1.Mempelajari bentuk bentuk dan fusi dari pusat penulangan
2.Studi radiografi dari panjang diafisis tulang
3.Kalsifikasi dari akar gigi
1. BENTUK DAN FUSI OSIFIKASI
Pemeriksaan radiologi pusat osifikasi dapat memberikan
bantuan dalam menentukan usia seseorang. Dapat
memberikan satu parameter jika digabungkan dengan
metode lainnya untuk menyimpulkan usia seseorang.
2. PEMERIKSAAN RADIOGRAFI PANJANG
DIAFISIS
Hunt & Hutch mengembangkan metode dengan cara mengukur panjang
diafisis femur atau tibia untuk memperkirakan usia seseorang.
Sedangkan menurut Hoffman, mengukur panjang diafisis adalah salah satu
yang dapat dilakukan untuk memperkirakan usia pada seseorang dibawah
12 tahun.
ESTIMASI USIA DEWASA (>25 TAHUN)

Pemeriksaan Fisik
Perubahan sekunder gigi
Perubahan pada kerangka tulang
Pemeriksaan Radiologi
PEMERIKSAAN FISIK

Rambut beruban : >40 tahun


Kebotakan : laki-laki
Perubahan kulit : kendur, kerutan, kulit wajah kering.
Perubahan Mata : presbiop, katarak, arcus senilis
PERUBAHAN PADA GIGI

Molar 3 biasanya erupsi pada usia 25 tahun, dan setelah itu


tidak ada erupsi gigi.
Pemeriksaan Rongga Mulut :
Metode Gustafson : Menandai perubahan gigi
1. Atrisi gigi : perubahan yang diakibatkan oleh mastikasi pada
permukaan gigi.
2. Periodontosis : akar gigi terekspos penumpukan debris
3. Dentin sekunder : pada kavitas gigi terdapat deposisi jaringan dentin
sekunder.
4. Resorpsi akar gigi : adalah proses pembususkan dengan resorbsi
akar gigi.
5. Aposisi cementum : deposisi sementum naik.
6. Transparansi akar gigi : terjadi karena penipisan jaringan dentin.

Estimasi usia seseorang dapat dihitung dengan rumus :


An + Pn + Sn + Rn + Cn + Tn = usia (tahun)

Kelebihan : dapat digunakan pada populasi orang dewasa


Kekurangan : hanya pada orang mati, perlu ketelitian.
Metode Miles :
Menggunakan translusensi akar gigi untuk menentukan usia.
Dengan cara gigi di tatah hingga ketebalan 1 mm. Translusensi dinilai
dengan cara meletakkan gigi yang telah ditatah ke atas kertas bercorak
titik titk, dan kemudian menyamakan garis luar gigi. Sehinga usia seseorang
dapat diperkirakan.
Metode Biokimia :
Saat asam amino tergabung ke gigi, maka akan termasuk dalam Levo atau
dextro. Sekali asam amino terfiksasi ke dalam dentin, asam amino melalui
perubahan yang lambat dan ireversibel menjadi dextro atau levo. Rasio
levo dan dextro dapat membantu dalam memperkirakan usia seseorang.
Metode Fluresensi :
Menggunakan intensitas fluresensi pada dentin dan sementum. Dapat
memperlihatkan korelasi yang kuat antara usia dan selama usia bertambah,
terdapat penggelapan wara gigi dengan peningkatan intensitas fluresisnsi
gigi.
Perubahan pada kerangka tulang :
Kalsifikasi kartilago tiroid dan krikoid, hyoid, dan laringeal dapat
dilihat pada seseorang berusia >40 tahun.
Perubahan atrofi diskus intervertebralis dapat dilihat usia 50-60
tahun.
Fusi prosesus xiphoid pada sternum dapat dilihat usia 40 tahun
Perubahan pada ujung sternal dari tulang rusuk dapat digunakan
untuk estimasi usia seseorang.
Deposisi dentin sekunder dapat digunakan untuk estimasi usia
orang dewasa.
PERAWAKAN
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
PERAWAKAN

DEFORMITAS Perawakan berarti tinggi badan seseorang.


Estimasi perawakan menjadi perhatian antropologis forensik yang
digunakan dalam identifikasi jenazah manusia yang tidak diketahui.
BEKAS LUKA Usia rata-rata untuk mencapai tinggi dewasa pada pria adalah 21,2 tahun
dan pada wanita 17,3 tahun.

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
MENGUKUR TINGGI

DEFORMITAS Usia <2 tahun: infanometer


Usia >2 tahun: stadiometer
Mayat: tinggi badan mungkin berbeda dari tinggi badan selama hidup.
BEKAS LUKA
Tinggi terukur dapat berubah dengan periode yang berbeda pada keadaan
postmortem (memanjang pada fase primer relaksasi otot 2 sampai 3 cm,
memendek pada fase rigor mortis, memanjang selama penguraian)
TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
PENGUKURAN MAKSIMAL
Usia antara 20 - 25 tahun.
DEFORMITAS
Pagi hari
Posisi telentang
BEKAS LUKA Mayat tahap relaksasi primer

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
ESTIMASI PERAWAKAN DARI
I BAGIAN TUBUH
DEFORMITAS 1. Kedua ekstremitas atas di rentangkan dalam 1 garis lurus
Tinggi badan = Jarak antara kedua ujung jari tengah kedua tangan
2. Tinggi badan = Panjang vertex ke simfisis pubis 2
BEKAS LUKA
Tinggi badan = Panjang simfisis pubis ke tumit 2
3. Tinggi badan = Ujung jari tengah sampai proc. akromion 2 + 34 cm
4. Tinggi badan = Panjang angulus sterni ke simfisis pubis 3.3
TATO
5. Tinggi badan = Ujung jari tengah sampai ujung olekranon 3.7

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
ESTIMASI PERAWAKAN DARI
I BAGIAN TUBUH
DEFORMITAS 6. Panjang kepala (dari atas kepala ke ujung dagu) 7 = tinggi badan
7. Tinggi badan = 127,97 + 2,06 panjang tangan
Tinggi badan = 141,67 + 3,13 luas tangan
BEKAS LUKA
Bhatnagar et al (1984)
8. Tinggi badan menurut foot vide infra (jejak kaki)
9. Tinggi badan = panjang kolom vertebra 35/100.
TATO
10. Tinggi badan = Panjang trochanter mayor ke tumit 1,10 + 737,03

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOME
TRI
SISTEM BERTILLON

DEFORMITAS 1. Setelah usia 21 tahun, pengukuran berbagai bagian tubuh orang dewasa
tidak berubah
2. Rasio bagian bagian tubuh sangat bervariasi pada individu yang berbeda.
BEKAS LUKA
Sistem ini digunakan untuk identifikasi pelaku kriminal

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN Data deskriptif Tanda tubuh Ukuran tubuh

Warna iris Tahi lalat Tinggi berdiri dan


ANTROPOME Rambut Tanda lahir tinggi duduk
TRI Corak Tanda tato Panjang & lebar
Bentuk hidung, Bekas luka kepala
dagu dan telinga Panjang & lebar
DEFORMITAS Foto wajah telinga kanan
Panjang rentangan
tangan
Panjang jari
BEKAS LUKA tengah kiri dan
jari kelingking kiri
Panjang lengan
bawah dan tangan
TATO kiri
Panjang kaki kiri.

Informasi dicatat pada kartu dan disimpan dalam lemari yang diatur secara
SIDIK JARI khusus. Sistem ini sekarang digantikan oleh sistem sidik jari.
PERAWAKAN

ANTROPOME
TRI
SISTEM BERTILLON

DEFORMITAS Kelemahan sistem ini:


Berlaku hanya untuk orang dewasa
Kesalahan subyektif saat pengukuran
BEKAS LUKA
Membutuhkan tenaga dan instrumen terlatih

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
DEFORMITAS

DEFORMITAS Berguna untuk mengidentifikasi orang tersebut. Kecacatan dapat


kongenital maupun didapat

BEKAS LUKA

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

CACAT BAWAAN
ANTROPOMETR
I Cleft palate, haire lip. polydactylism,
supplementary mammae, web-ngers,
claw hand, birth mark (naevi), moles,
DEFORMITAS
kyphosis (hump back), port wine stain,
Mongolians spots, Hutchinson teeth etc.

BEKAS LUKA

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

CACAT DIDAPAT
ANTROPOMETR
I Poliomielitis, fraktur tulang ekstremitas
yang tidak bersatu, amputasi lama dll.

DEFORMITAS

BEKAS LUKA

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
BEKAS LUKA

DEFORMITAS Bekas luka adalah jaringan fibrosa sebagai hasil penyembuhan luka dan
ditutupi oleh epitel tanpa folikel rambut, kelenjar keringat atau pigmen.

BEKAS LUKA

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
BEKAS LUKA

DEFORMITAS Bekas luka adalah jaringan fibrosa sebagai hasil penyembuhan luka dan
ditutupi oleh epitel tanpa folikel rambut, kelenjar keringat atau pigmen.
Biasanya permanen
BEKAS LUKA Kerusakan pada epidermis tidak menghasilkan bekas luka.
Cedera pada dermis membentuk bekas luka.
Mengasumsikan bentuk luka yang menyebabkannya
TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN Laserasi luas dan tidak Luka bakar berbercak
Luka iris linier
beraturan & mengarah kebawah

ANTROPOMETR
Luka tusuk lonjong, elips atau segitiga Bahan kimia korosif
I
tergantung bentuk senjata. tidak teratur dan kasar

DEFORMITAS Penyembuhan disengaja luka lebih lebar dan tebal di bagian


tengah daripada di pinggiran

BEKAS LUKA Bekas vaksinasi melingkar, oval,


Bekas cacar bekas multipel
sedikit meningkat

TATO Luka tembak lingkaran, Striae gravidarum perut


tertekan ke dalam wanita hamil/ setelah melahirkan

SIDIK JARI Pecandu narkoba fosa cubiti karena suntikan berulang


PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I

DEFORMITAS

BEKAS LUKA

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
KEMUNCULAN SCAR

DEFORMITAS Waktu pembentukan bekas luka tergantung pada sifat luka, ukuran dan
lokasi luka, adanya infeksi.
Luka bersih, sembuh dalam 5-6 hari Bekas luka kemerahan terlihat <
BEKAS LUKA
2 minggu.
Luka besar, tepi tidak rata, infeksi, jaringan granulasi terbentuk dalam
beberapa hari Bekas luka muncul dalam 2 minggu - 3 bulan.
TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

PERTUMBUHAN Bekas luka masa kanak-kanak akan


tumbuh seiring pertumbuhan.
ANTROPOMETR
I
SCAR Bekas luka tidak dapat dihilangkan
sepenuhnya.
Bekas luka merah, lembut dan Ukuran dan bentuknya dapat diubah
DEFORMITAS
ditutupi keropeng (<2 minggu) dengan prosedur operasi seperti eksisi
dan pencangkokan kulit.
Lebih padat dan coklat (2 minggu - Luka samar dapat terlihat oleh sinar UV
2 bulan)
BEKAS LUKA
atau dengan lup.
Menjadi sedikit dan berkilau, keras
dan mungkin keriput (2-3 bulan)

TATO
Tidak ada perubahan lebih lanjut,
sulit untuk dilepaskan

SIDIK JARI
PERAWAKAN

MEDIKOLEGAL
ANTROPOMETR 1) Identifikasi.
I
2) Jenis senjata yang digunakan untuk menyebabkan luka.
3) Umur bekas luka.
DEFORMITAS 4) Deskripsi luka.
5) Status gestasional
6) Luka yang memiluka
BEKAS LUKA A. Cacat wajah permanen
B. Kontraktur dan / hammbatan fungsi sendi
C. Hilangnya sebagian/sekuruh penglihatan akbat luka di kornea
TATO

SIDIK JARI Pencatatan bekas luka untuk identifikasi:


Jumlah, bentuk, ukuran dan situasi, terfiksir/mobile, konsistensi, dan warna kulit di atasnya
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
TATO

DEFORMITAS Tato adalah desain yang dihasilkan


dari beberapa luka tusukan kecil
melalui kulit dengan jarum atau
alat penetrasi serupa yang dicelupkan
BEKAS LUKA ke dalam bahan pewarna.
Pewarna yang digunakan untuk tato
disebutkan pada Tabel 3.32.
TATO Teknik dan pewarna bervariasi di
berbagai negara.

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
TATO

DEFORMITAS Ke-permanen-an tato tergantung pada:


Kedalaman deposisi pewarna
Jenis pewarna yang digunakan.
BEKAS LUKA Letak tato di atas permukaan tubuh.
Biasanya tanda tato terlihat jelas sampai 10 tahun.

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
VISUALISASI TATO LATEN/PUDAR

DEFORMITAS 1) Penggunaan sinar ultraviolet.


2) Penggunaan inframerah.
3) Menggosok dan memeriksa di bawah lup.
BEKAS LUKA 4) Jika tato dikaburkan oleh dekomposisi divisualisasikan dengan H2O2
3%.
5) Potasium hidroksida 0,5%.
TATO 6) Pemeriksaan histologis kelenjar getah bening regional menunjukkan
deposit pigmen.

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
KOMPLIKASI

DEFORMITAS 1) Infeksi:
Peradangan septik
Abses
BEKAS LUKA Penyebaran penyakit menular seperti AIDS
2) Terbentuk scar atau keloid

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
PENGHAPUSAN TATO

DEFORMITAS 1) Metode pembedahan:


Eksisi lengkap tato diikuti dengan pencangkokan kulit
Aplikasi salju karbon dioksida
BEKAS LUKA 2) Elektrolisis: 2-5 miliampe arus dengan jarum
3) Laser bean : Partikel pewarna akan menguap.
4) Zat kaustik: Metode kasar.
TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
MEDIKOLEGAL

DEFORMITAS 1) Identifikasi (Gambar 3.39).


2) Kepercayaan (Gambar 3.40).
3) Negara
BEKAS LUKA 4) Dewa / penyembahan
5) Status sosial
6) Kondisi mental (Gambar 3.41).
TATO
7) Bahasa (Gambar 3.42 dan 3.43)

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
TANDA PEKERJA

DEFORMITAS Memberikan bantuan dalam identifikasi karena adanya bekas dari pekerjaan
1)Tanda sementara: Cat, pewarna, bahan kimia, minyak, dll di ujung jari pada
pelukis, insinyur atau mekanik.
BEKAS LUKA Pemeriksaan mikroskopis debu / debris di bawah kuku/ di pakaian.
2) Permanen:

TATO
Tangan besar dan kasar terlihat pada buruh.
Bekas tusukan jarum di jari telunjuk kiri pada penjahit.
Penebalan kulit jari pada tangan tukang daging.
SIDIK JARI
Perubahan warna rambut kehijauan pada peleburan tembaga memiliki
rambut kehijauan, penambang kobalt memiliki rambut kebiruan.
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
SIDIK JARI

DEFORMITAS Dactylography atau dermatoglyphics atau Galton system of identification


Sidik jari adalah pola yang terbentuk oleh garis-garis papiler atau
epidermis dari ujung jari.
BEKAS LUKA Pola yang dibentuk oleh susunan papiler atau epidermis di ujung jari
benar-benar konstan dan berlanjut sepanjang hidup sejak bayi sampai usia
tua. Tidak ada dua tangan yang memiliki pola mirip satu sama lain.
TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
SIDIK JARI

DEFORMITAS Identifikasi mutlak.


Sangat individualistic, pada kembar monozigot sekalipun.
Kemungkinan dua orang yang memiliki sidik jari identic sekitar 1: 64.000
BEKAS LUKA juta.
Sidik jari mengikuti hokum Quetelet, Semua hal yang dibuat oleh alam
memiliki variasi bentuk yang tak terbatas dan tidak terbatas.
TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN

ANTROPOMETR
I
KLASIFIKASI

DEFORMITAS

BEKAS LUKA

TATO

SIDIK JARI
PERAWAKAN 1. Loop (putaran)
Ulnar loop
Radial loop
ANTROPOMETR
I 2. Whorl (gelungan)
Konsentris
Spiral clockwise
Spiral anti clockwise
DEFORMITAS
Double spiral
Almond

BEKAS LUKA 3. Arch (lengkungan)


Plain
Tented
Exceptional
TATO
4. Komposit (campuran)
Central pocket loop
Twined loop
SIDIK JARI Accidental
SIDIK JARI
SISTEM SIDIK JARI
dikenal juga dengan Dactylography atau dermatoglyphics atau system
identifikasi Galton.
sidik jari adalah jejak pola yang dibentuk oleh tepi papilla atau epidermal
pada ujung jari.
Prinsip: didasarkan pada kekhasan yang dimiliki setiap individu dari pola
yang dibentuk oleh susunan penonjolan papilar atau epidermal pada ujung
jari yang benar-benar menetap dan berlanjut seumur hidup sejak masa
kanak-kanak sampai berusia tua dan pola tersebut tidak ada yang sama
ataupun menyerupai satu dengan yang lain.
KEISTIMEWAAN
Identifikasi menggunakan system ini mutlak
Sidik jari lebih individualistic bahkan pada kembar monozigot
Sidik jari terbentuk selama kehidupan intauterin. Penonjolan epidermis
secara teratur bejarak kecil dan menurun dan merupakan pertumbuhan
dari sel epidermal, yang muncul pada jari dan dan telapak kaki selama
bulan kedua dan ketiga.
Dapat disebut juga sebagai penonjolan epidermal primer yang
dipisahkan sesuai dengan penonjolan dermal. Penonjolan sekunder
terbentuk pada bulan kelima.
Diperkirakan ada kemungkinan dua orang memiliki sidik jari yang identik
sekitar satu dari 64 miliar. Sidik jari mengikuti hukum Quetelets yakni
semua hal uang dibuat alam tidak tebatas dan tidak terbatas variasi
bentuk
KLASIFIKASI
Sidik jari diklasifikasikan menjadi 4 tipe
seperti
Loop
Lingkaran (whorl)
Lengkungan (arch)
Gabungan (composite)
PEREKAMAN SIDIK JARI
Sidik jari diambil menggunakan kertas putih yang tidak berlapis kaca dan tinta. Sebelum
dicetak tangan dicuci dan dikeringkan. Sidik jari diambil menggunakan dua cara.
1. Metode sederhana
Pada metode ini, untuk mengambil cetakan, jari yang bertinta ditempelkan pada kertas
Metode ini lebih mudah dan lebih cepat. Kerugiannya adalah bagian yang lebih luas
dari jari tidak bias dilihat

2. Metode gulung/putar
Metode ini, sidik jari diambil dengan memutar jari pada kertas dari sisi luar ke sisi dalam
tanpa mengangkat jari, dengan demikian seluruh permukaan jari akan tercetak.
Dengan metode ini dapat mencetak permukaan jari yang lebih luas dari metode
sederhana. Namun prosedur ini sulit dan kemungkinan didapatkan hasil yang kabur
PEREKAMAN SIDIK JARI
PERBANDINGAN SIDIK JARI
Sidik jari yang ditemukan dibandingkan dengan sidik jari sebagai referensi
dan sekitar 16 20 titik kesamaan di cocokkan. Untuk mencocokkan
dilakukan perbandingan pola penonjolan,akhir penonjolan, jumlah
penonjolan, kerusakan penonjolan, bentuk percabangan, delta, pulau dan
sebagainya.
SIDIK JARI PADA KASUS KRIMINAL
Sidik jari yang ditemukan pada kasus kejahatan dikelompokkan menjadi
1. Jejak terlihat
jejak sidik jari yang tertinggal di lokasi kejadian ketika jari terkena darah, cat, minyak,
pelumas, debu dan cairan lain.
2. Jejak plastik
Sidik jari yang tertinggal pada lapisan atau benda seperti sabun, lilin, tanah, keju dan
sebagainya
3. Jejak tersembunyi
jejak ini tidak terlihat atau hampir tidak terlihat yang tertinggal di tempat kejadian.
jejak ini tertinggal pada lapisan atau bagian tempat pengeluaran kelenjar sebasea dan
kelenjar keringat.
jejak ini hanya terlihat jika diperiksa menggunakan reagen
Jika sidik jari tersebut didapatkan secara kebetulan maka disebut dengan jejak sidik jari
SIDIK JARI PADA ORANG MATI
Sidik jari terbentuk di lapisan dermis dan epidermis. Jika kulit terlepas seperti
pada pembusukan awal, kulit harus dilepas dan diawetkan dalam formalin
dan sidik jari akan diambil dari lepasan kulit tersebut.
Jika perlepasan kulit tersebut hilang, masih dapat mencetak sidik jari yang
diambil dari dermis.
Pada tubuh yang di mummi, jari jenazah akan kering dan layu dan karena
itu sidik jari tidak mungkin bias diambil. Dalam kondisi seperti itu jari telunjuk
atau kulit harus diendam dalam alkali lemah untuk membuat jari
membengkak dan sidik jari dapat diambil.
PEMELIHARAAN SIDIK JARI
Jejak sidik jari dipelihara dengan sistematis. Ada delapan klasifikasi sidik
jari.
Pada klasifikasi primer, skor diberikan pada pola alur pada jari beda
tangan. Skor tidak diberikan pada untuk jari yang tanpa alur. Skor sepeti
tabel
RI menunjukkan sidik jari indeks kanan, RR jari cincin kanan dan
sebagainya
Pada keduanya pembilang dan penyebut ditambahkan 1 untuk
mempermudah penghitungan.
Contoh pada seseoang pada semua jari didapatkan pola alur, lalu scor
pada pembilang dan penyebut adalah 32x 32= 1024. Jika pada jari tidak
didapatkan pola alur, maka skor akan seperti tgabel 3.36. skor total pada
pembilang dan penyebut adalah 1x 1 = 1. Lalu ada tidaknya alur pada
jari diberikan skor dari 1 sampai 1024. Jadi, pada dasar pada klasifikasi
primer ini dibuat 1024 kotak dan kotak ini disebut lubang merpati.
MUTILASI ATAU PERUBAHAN SIDIK
JARI
Penjahat kadang mencoba menyembunyikan identitasnya dengan
menghancukan sidik jari dengan mambakar atau menggnakan bahan
korosif. Namun sidik jari tidak hancur kecuali kulit rusak keseluruhan.
Perubahan alur peninggian terjadi pada eksema, akantosis nigricans,
skleroderma, kulit kering, dan kulit yang atrofi
Gangguan permanen pada sidik jari terjadi pada kusta, cedera listrik,
cedera radiasi.
Pada pengelupasan kulit, identifikasi sidik jari dapat dihindari.
Pada coeliac disease sidik jari dapat dimodifikasi sementara
Pada riketsia dan akromegali, jarak penonjolan dapat berubah namun pola
tidak akan berubah.
KESALAHAN PENGGUNAAN SIDIK
JARI
Jika tidak tersedia referensi, meskipun sidik jari tersedia, maka pemeriksaan
tidak dapat dilakukan.
Keuntungan dari penggunaan sidik jari
Adanya kemungkinan tertinggal di TKP
Sidik jari merupakan identifikasi absolut
Data bias disimpan dan ditransfer dalam tulisan
Dapat diperoleh dari tubuh yang terdekomposisi
Kepentingan medikolegal
Metode indentifikasi absolut
Identifikasi pada kasus pertukaran bayi baru lahir
Identifikasi dalam kasus peniruan identitas
Digunakan sebagai pengganti tanda tangan
Sebagai catatan identitas diri
Identifikasi criminal, senjata dan lain lain
POROSCOPY
Poroskopi berarti mempelajari pori-pori yang ada di penonjolan pola pada
jari dan tangan. Edmund Locard mengembangkan metode identifikasi ini.
Perlu dicatat bahwa penonjolan pada jari dan tangan memiliki pori
mikroskopik yang dilewati keringat. Pori pori ini mmbuka saluran keringat
yang berada di sub epidermal.
Tiap millimeter alur sidik jari memiliki 9-18 pori
Pori ini bersifat permanen dan tidak
berubah selama hidup seseorang
Pori ini bervariasi dari ukuran,
bentuk, posisi, luas dan jumlah
pada setiap orang
Metode ini sesuai dengan
identifikasi sidik jari dan berguna
sebagai identfikasi
Metode ini kadang berguna ketika
hanya ditemukan potongan sidik
jari atau hanya sebagian sidik jari
yang ditemukan.
JEJAK KAKI
Terdapat pola kaki yang tertinggal oleh seseorang di tempat kejadian
perkara. Ada 2 tipe
1. Tapak telanjang :ini adalah cetakan yang ditinggalkan dengan
bertelanjang kaki
2. Tapak sepatu : cetakan yang ditinggalkan dengan sepatu atau alas kaki
lain
jejak ini juga bersifat individualistic seperti sidik jari.
Jejak kaki yang dihasilkan saat berjalan akan lebih besa dibandingkan jejak
kaki saat berdiri.
Jejak kaki dapat direkam dengan fotogafi atau dengan gips
Tapak telanjang
Tapak kaki telanjang seseorang dapat dibandingkan dengan referensi yang
dimiliki polisi meliputi kekhasan seperti pola alur peninggian, pendataran
kaki, bekas luka.
Jejak kaki yang tersembunyi juga dikembangkan dengan cara yang sama
dengan sidik jari
Jika tidak didapatkan pola sidik kaki, pengukuran seperti panjang dan lebar
kaki, panjang dan lebar jari, bantalan jari, sudut deklinasi dari tiap jari.
Tapak sepatu/alas kaki
Tapak sepatu juga sangat
membantu dalam identifikasi. Pada
kasus tapak sepatu, ada dua jenis
penandaan
1. Penandaan primer: tanda pada
alas kaki yang ada sejak alas kaki
dibuat
2. Penandaan sekunder: tanda
pada alas kaki yang terbentuk
karena pemakaian alas kaki.
Tanda ini bersifat individualistic.
KEISTIMEWAAN JEJAK KAKI
Membantu identifikasi
Untuk memperkirakan tinggi seseorang berdasarkan panjang jejak kaki.
Tinggi seseorang merupakan 15% dibandingkan panjang kaki. Jadi tinggi
seseorang=panjang kaku maksimum :0.15
Berat seseorang juga dapat diperkirakan
Pada laki-laki diatas 14 tahun rasio beratnya sekitar 60.5% dari garis lebar
kaki, jadi berat= garis lebar kaki maksimum : 0.60
Pada perempuan diatas 14 tahun rasio beratnya 67% dari garis lebar kaki.
Jadi berat= garis lebar kaki maksimum : 0.67
Jenis kelamin juga dapat ditentukan berdasarkan jejak kaki
Jejak alas kaki juga bisa untuk menentukan tinggi
JEJAK BIBIR (CHEILOSCOPY)
Definisi
Jejak bibir aadalah ilmu yang mempelajari alur bibir manusia.
Keistimewaan
Setiap manusia memiliki pola alur bibir yang khas, dan dapat digunakan
sebagai dasar identifikasi.
Pola ini tidak berubah selama hidup. Namun pada saudara kembar memiliki
alur bibir yang mirip.
Jenis kelamin seseorang dapat ditentukan dari alur bibir.
JEJAK BIBIR
PALATAL RUGAE (RUGOSCOPY)
Palatal rugae adalah pola peninggian pada anterior mukosa palatum pada
tiap sisi.
Palatal rugae pada tiap orang adalah khas, sehinga membantu identifikasi
SUPERIMPOSISI

Adalah metode identifikasi komparatif. Pada metode ini tengkorak seseorang


dibandingkan dengan foto orang yang diidentifikasi dengan cara
superimposisi. Dengan kata lain, teknik superimposisi adalah untuk
menentukan apakah tengkorak ini milik seseorang yang ada di foto tersebut
atau tidak. Dikategorikan menjadi
1.Fotografi
2.Videografi
3.Bantuan computer
PEMETAAN GIGI (DENTAL
CHARTING)
A. Sistem Universal
PEMETAAN GIGI (DENTAL
CHARTING)
B. Notasi Palmer
incisivus medial :1 molar I :6
Incisivus lateral :2 molar II : 7
Caninus :3 molar III : 8
Premolar I :4
Premolar II :5
PEMETAAN GIGI (DENTAL
CHARTING)
C. Sistem Haderup
Sama dengan Notasi Palmer namun pada system ini diberikan tanda (+) untuk
gigi bagian atas dan (-) untuk gigi bagian bawah.
PEMETAAN GIGI (DENTAL
CHARTING)
D. Penomoran Gigi Sistem Internasional (Sistem 2 Digit FDI)
PEMETAAN GIGI (DENTAL
CHARTING)
Odontologi Forensik
1. Identifikasi
2. Perkiraan usia seseorang
3. Penentuan jenis kelamin seseorang
4. Penentuan ras seseorang
5. Bukti DNA
6. Bukti tanda gigitan
7. Cedera
8. Kecacatan
9. Kebiasaan
10. Waktu kematian
11. Deteksi racun