Anda di halaman 1dari 44

PENCATATAN DAN

PELAPORAN
PROGRAM KESEHATAN JIWA

SEKSI P2PTM DAN KESWA


DINAS KESEHATAN PROV. JATIM
PENDAHULUAN

2
BERBAGAI KONDISI DAN MASALAH PSIKOSOSIAL DI MASYARAKAT

MODERNISASI,
PERUBAHAN
INDUSTRIALISASI
PERILAKU
GLOBALISASI
INDIVIDU
ARUS INFORMASI &
KOMUNIKASI
KELUARGA
PEMANASAN GLOBAL
MASYARAKAT
KEMISKINAN
KONFLIK/BENCANA
KEKERASAN TERHADAP MASALAH PSIKOSOSIAL &
GANGGUAN KESEHATAN JIWA
PEREMPUAN DAN ANAK
NAPZA/MIRAS/HIV-AIDS
BUNUH DIRI
RENDAHNYA KUALITAS &
KENAKALAN REMAJA
PRODUKTIFITAS SDM
TAWURAN HUMAN DEVELOPMENT INDEX
PEKERJA MIGRAN TINGGINYA BEBAN KESEHATAN
LAIN-LAIN
DEFINISI KESEHATAN
UU.KES. No 36 Tahun 2009
ADALAH KEADAAN SEHAT BAIK
SECARA FISIK, MENTAL, SPIRITUAL
MAUPUN SOSIAL YANG
MEMUNGKINKAN SETIAP ORANG
UNTUK HIDUP PRODUKTIF SECARA
SOSIAL DAN EKONOMIS.

UNSUR KESEHATAN PARIPURNA


TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
(UU KESWA NO 18/2014)
Terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Perlu berbagai upaya kesehatan termasuk upaya kesehatan jiwa
dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Upaya kesehatan jiwa harus diselenggarakan secara terintegrasi,
komprehensif, dan berkesinambungan oleh Pemerintah,
Pemda, dan/atau masyarakat.
Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya
dalam upaya kesehatan jiwa.
Meningkatkan mutu upaya layanan kesehatan jiwa sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
Memberikan kesempatan bagi ODMK dan ODGJ melaksanakan
kewajibannya sbg warga negara RI.
RUANG LINGKUP KESWA
(UU NO 18 TH 2014 TENTANG
KESWA)
PROMOTIF
INDIKATOR

7
TARGET INDIKATOR RPJMN DAN RENSTRA
TAHUN 2016 - 2020
TARGET KET
NO INDIKATOR
2016 2017 2018 2019 2020
1 Jumlah Kab/Kota yang 130 180 230 280 330 RPJMN,
memiliki minimal 20% RENSTRA
Puskesmas yang
menyelanggarakan upaya
kesehatan jiwa dan NAPZA

2 Jumlah pelayanan 100 200 300 400 500 RPJMN,


kesehatan sebagai IPWL RENSTRA
yang menyelenggarakan
upaya pencegahan dan
rehabiltasi medis pada
penyalahgunaan NAPZA

3 Jumlah Provinsi yang 1 5 15 30 34 RENSTRA


minimal 30% sekolah SMA
dan yang sederajat
menyelenggarakan upaya
pencegahan dan
pengendalian masalah
kesehatan jiwa dan NAPZA
PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS KESWA DALAM RENSTRA & RKP
KEMENKES 2015-2019
PROGRAM/ Indikator Target
KEGIATAN

2015 2016 2017 2018 2019

Integrasi Jumlah Kab/Kota yang 20% 80 130 180 230 280


keswa di puskesmasnya
layanan menyelenggarakan upaya
primer kesehatan jiwa
Kriteria:
Nakes terlatih
Melakukan upaya promotif
preventif
Melakukan deteksi dini dan
tata laksana
INDIKATOR DAN TARGET LAIN TERKAIT
KESWA DAN NAPZA
Irisan Indikator SPM dan Keluarga Sehat

1. Pelayanan kesehatan ibu hamil 1. Keluarga mengikuti KB


2. Pelayanan kesehatan ibu bersalin 2. Ibu bersalin difaskes
3. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir 3. Bayi mendapat imunisasi dasar
4. Pelayanan kesehatan balita lengkap
5. Pelayanan kesehatan pada usia 4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6
bulan

Indikator Keluarga Sehat


pendidikan dasar
6. Pelayanan kesehatan pada usia 5. Pertumbuhan balita di pantau tiap
produktif bulan

Indikator SPM
7. Pelayanan kesehatan pada usia
TB 6. Penderita TB Paru berobat
lanjut Hipertensi sesuai standar
8. Pelayanan kesehatan penderita 7. Penderita hipertensi berobat
hipertensi
Kesehatan teratur
9. Pelayanan kesehatan penderita Jiwa 8. Gangguan jiwa berat
Diabetes Melitus
IDL di obati dan tidak
10.Pelayanan Kesehatan
ditelantarkan
orang dengan 9. Tidak ada anggota keluarga yang
gangguan jiwa berat merokok
11. Pelayanan kesehatan orang 10. Keluarga memiliki atau memakai
dengan TB air bersih
12. Pelayanan kesehatan orang 11. Keluarga memiliki atau memakai
dengan risiko terinfeksi HIV jamban sehat
12. Sekeluarga menjadi anggota JKN
Jenis Layanan Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesahatan (Permenkes No. 43/ 2016)
NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR PENERIMA LAYANAN DASAR
1. Pelayanan kesehatan ibu hamil Sesuai standar pelayanan antenatal. Ibu hamil.
2. Pelayanan kesehatan ibu bersalin Sesuai standar pelayanan persalinan. Ibu bersalin.
3. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir Sesuai standar pelayanan kesehatan Bayi baru lahir.
bayi baru lahir.
4. Pelayanan kesehatan balita Sesuai standar pelayanan kesehatan Balita.
balita.
5. Pelayanan kesehatan pada usia Sesuai standar skrining kesehatan usia Anak pada usia pendidikan dasar.
pendidikan dasar pendidikan dasar.
6. Pelayanan kesehatan pada usia Sesuai standar skrining kesehatan usia Warga Negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun.
produktif produktif.
7. Pelayanan kesehatan pada usia Sesuai standar skrining kesehatan usia Warga Negara Indonesia usia 60 tahun ke atas.
lanjut lanjut.
8. Pelayanan kesehatan penderita Sesuai standar pelayanan secondary Penderita hipertensi.
hipertensi prevention penderita hipertensi.
9. Pelayanan kesehatan penderita Sesuai standar pelayanan kesehatan Penderita Diabetes Melitus.
Diabetes Melitus penderita Diabetes Melitus. Indikator
10. Upaya kesehatan jiwa pada orang Sesuai standar pelayanan kesehatan Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)SPM
berat.P2P
dengan gangguan jiwa berat jiwa.
11 . Pelayanan kesehatan orang dengan Sesuai standar pelayanan kesehatan Orang dengan TB.
TB TB.
12. Pelayanan kesehatan orang dengan Sesuai standar mendapatkan Orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB,
risiko terinfeksi HIV pemeriksaan HIV. pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan
warga binaan lembaga pemasyarakatan).

12
Pelayanan Kesehatan Orang dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat (10)
Capaian
Pernyataan Standar Pengertian Target Langkah Kegiatan Monev
Kinerja
Setiap ODGJ 1) Pelayanan promotif preventif yang Capaian kinerja 100% 1) Penyediaan materi KIE 1) Laporan
berat bertujuan meningkatkan kesehatan jiwa Pemerintah Keswa, Pedoman dan Monitoring dan
mendapatkan ODGJ berat (psikotik) dan mencegah Kabupaten/Kota Buku Kerja Kesehatan Evaluasi dari
pelayanan terjadinya kekambuhan dan dalam Jiwa Dinas
kesehatan sesuai pemasungan. memberikan 2) Peningkatan Kesehatan
standar. 2) Pelayanan kesehatan jiwa pada ODGJ pelayanan pengetahuan SDM Provinsi/Kabup
berat diberikan oleh perawat dan dokter kesehatan ODGJ 3) Penyediaan form aten/Kota
Puskesmas di wilayah kerjanya. berat dinilai pencatatan dan 2) Sistem
3) Pelayanan kesehatan jiwa pada ODGJ dengan jumlah pelaporan Informasi
berat meliputi: a) Edukasi dan evaluasi ODGJ berat 4) Pelayanan Kesehatan Puskesmas
tentang: tanda dan gejala gangguan (psikotik) di ODGJ Berat di
jiwa, kepatuhan minum obat dan wilayah kerja nya Puskesmas
informasi lain terkait obat, mencegah yang mendapat 5) Pelaksanaan
tindakan pemasungan, kebersihan diri, pelayanan kunjungan rumah (KIE
sosialisasi, kegiatan rumah tangga dan kesehatan jiwa keswa dan dukungan
aktivitas bekerja sederhana, dan/atau promotif psikososial)
b) Tindakan kebersihan diri ODGJ berat preventif sesuai 6) Monitoring dan
4) Dalam melakukan pelayanan promotif standar dalam evaluasi
preventif diperlukan penyediaan materi kurun waktu
KIE dan Buku Kerja sederhana. satu tahun.
Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat
Definisi Operasional Capaian Kinerja :
Capaian kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memberikan
pelayanan kesehatan ODGJ berat dinilai dengan jumlah ODGJ berat
(psikotik) di wilayah kerja nya yang mendapat pelayanan kesehatan
jiwa promotif preventif sesuai standar dalam kurun waktu satu
tahun.

Sumber : Laporan bulanan Keswa (total kasus penyakit no 3 ), sebaiknya dibuatkan


register tersendiri / buku kohort untuk ODGJ berat
PENCATATAN PELAPORAN

15
Pencatatan adalah kegiatan untuk
mendokumentasikan hasil pengamatan, pengukuran
dan atau penghitungan pada setiap langkah kegiatan yg
dilaksanakan

Pelaporan adalah penyampaian data dan


variabel hasil pencatatan kepada pihak terkait sesuai
tujuan dan kebutuhan yg telah ditentukan

Pencatatan dan Pelaporan Keswa


suatu alat untuk memantau kegiatan pelayanan keswa,
baik bagi kepentingan pasien yang bersangkutan,
maupun bagi petugas kesehatan yang melayani serta
pihak perencana dan penyusun kebijakan.
TUJUAN
meningkatkan kinerja puskesmas dlm rangka
pelaksanaan pembangunan kesehatan diwilayah
kerjanya melalui manajemen puskesmas yg didukung
oleh data dan informasi dari SP2TP

Memberikan informasi kepada pihak terkait


untuk dapat mempergunakannya sebagai
pertimbangan dalam menentukan kebijakan
Berikut ini adalah dignosa utama Masalah Kesehatan
Jiwa :

Gangguan Mental Organik (F00#)


Insomnia (F51)
Gangguan Depresi (F32#)
Gangguan Anxietas (cemas) (F40#)
Skizofrenia dan Gangguan Psikotik Lainnya (F20#)
Gangguan Perkembangan dan Tingkah Laku (F80-90#)
Gangguan Penyalahguna NAPZA (F10#)
Percobaan Tindakan Bunuh Diri (X84)
FORMAT PELAPORAN
PROGRAM KESWA
LAPORAN BULANAN KESEHATAN JIWA (PUSKESMAS, RS,
FASKES LAINNYA, DINKES KAB/KOTA))
DATABASE PASIEN PASUNG BULANAN (PUSKESMAS,
DINKES KAB/KOTA)
PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS - TAHUNAN
(PUSKESMAS & DINKES KAB/KOTA)
PROFIL KESEHATAN - TAHUNAN (DINKES KAB/KOTA)
MONEV KESWA - TAHUNAN (DINKES KAB/KOTA)
MONEV NAPZA - TAHUNAN (DINKES KAB/KOTA)
LAPORAN BULANAN KESWA
FORMAT : 1.Form laporan jiwa.xls
PERIODE LAPORAN
PUSKESMAS KE DINKES KAB/KO BULANAN
DINKES KAB/KO KE DINKESPROV BULANAN
DATA BASE PASIEN PASUNG
FORMAT :2. Form Rekap pasung puskesmas.xls
PUSKESMAS YANG MEMILIKI DATA ODGJ YANG
PERNAH/SEDANG DIPASUNG
PERIODE LAPORAN
PUSKESMAS KE DINKES KAB/KO BULANAN
DINKES KAB/KO KE DINKESPROV BULANAN
PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS
N INDIKATOR PKP TARGET INDIKATOR PKP CARA PENGHITUNGAN TARG
O Th. 2016 Th. 2016 Th. 2017 (PERUBAHAN) ET
Th.
2017

1 Pemberdayaan 20 % Pemberdayaan kelompok 25 %


kelompok masyarakat terkait Program Kelompok
masyarakat khusus Kesehatan Jiwa pemberdayaan
dalam upaya masy yg sudah
penemuan dini dan (DO : Kelompok masyarakat mendapat X 100 %
rujukan kasus < PMR, Karangtaruna, SBH, sosialisasi keswa
gangguan kejiwaan Kader Posyandu dll> sudah
mendapat sosialisasi Kelompok
tentang deteksi dini pemberdayaan
gangguan jiwa dan cara Masy diwilayah
merujuk ke Puskesmas di Pusk
wilayah kerjanya pada kurun
waktu tertentu tahun
sebelumnya)

Tahun 2015 2016 2017 2018

Target 20% 20% 25% 25%

Sumber Data : Data dasar UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat)


Lanjutan.......
N INDIKATOR PKP TARG INDIKATOR PKP CARA PENGHITUNGAN TARGET
O Th. 2016 ET Th. 2017 (PERUBAHAN) Th.
Th. 2017
2016
2 Deteksi Dini dan 30 % Penanganan kasus jiwa ( Gangguan 40 %
penanganan perilaku, gangguan jiwa, gangguan ODGJ + ODMK
kasus jiwa, psikotik, masalah napza dll ) yang ditangani
(gangguan datang berobat ke Puskesmas Petugas
perilaku, (DO : Kasus jiwa yang ditangani Kesehatan di
gangguan jiwa, petugas kesehatan di Puskesmas Puskesmas X 100
gangguan <mendapat konseling & pengobatan> Estimasi ODGJ %
spikosomatik, dibandingkan dg estimasi jumlah + ODMK
masalah napza ODGJ & ODMK di wilayah Puskesmas) diwilayah Pusk
dll) yang datang Estimasi ODGJ : 0,22 % jumlah
berobat ke penduduk
Puskesmas Estimasi ODMK : 6,5 % jumlah
penduduk

Tahun 2015 2016 2017 2018

Target 30% dari 30% dari 40% dari 40% dari


estimasi estimasi estimasi estimasi

Sumber Data : Laporan bulanan keswa (total kunjungan baru dan lama)
Lanjutan.......
N INDIKATOR PKP TARGET INDIKATOR PKP CARA PENGHITUNGAN TARGET
O Th. 2016 Th. Th. 2017 (PERUBAHAN) Th.
2016 2017

3 Penanganan 30 % Penanganan kasus kesehatan jiwa 25 %


kasus melalui rujukan ke RS/ Spesialis Kasus
kesehatan jiwa, (DO : Kasus kesehatan jiwa yang kesehatan jiwa
melalui rujukan dirujuk ke RS/ Spesialis dibandingkan yang dirujuk ke
ke RS / dg jumlah seluruh kasus kesehatan RS/ Spesialis X 100
spesialis jiwa diwlyh kerjanya pd kurun waktu seluruh kasus %
tertentu tahun sebelumnya ) kesehatan jiwa

Tahun 2015 2016 2017 2018


Target 30% 25% 25% 20%

Sumber Data : Lap. bulanan keswa (total


dirujuk dan total kunjungan baru dan
lama)
Lanjutan.......
N INDIKATOR TARGET INDIKATOR PKP CARA PENGHITUNGAN TARG
O PKP Th. 2016 Th. 2017 (PERUBAHAN) ET
Th. 2016 Th.
2017

4 Kunjungan Rumah pasien Jiwa 25 %


Pasien jiwa
(DO : Pasien jiwa berat yang berat yang
dikunjungi rumahnya oleh Petugas mendapat
Kesehatan/ Kader Kesehatan dalam kunjungan rumah
rangka konseling/ edukasi/ X 100 %
pengobatan dibanding jumlah seluruh pasien
seluruh pasien jiwa berat yg jiwa berat yg
ditangani di wilayah kerjanya pd ditangani
kurun waktu tertentu tahun
sebelumnya )

Tahun 2015 2016 2017 2018


Target 10% 15% 25% 30%

Sumber Data : laporan bulanan keswa (total kasus penyakit no 3) dan Buku/Laporan
Kegiatan Luar Gedung
PROFIL KESEHATAN
FORMAT : 3. Form profil Keswa.xlsx
SUMBER : Laporan bulanan keswa dari
puskesmas, RS dan sarana kesehatan lainnya
(jumlah kunjungan semua kasus dan jumlah
kunjungan jiwa total P dan W)
PERIODE LAPORAN
DINKES KAB/KO KE DINKESPROV TAHUNAN
MONEV KESWA TAHUNAN
FORMAT : 4. Form monev keswa kab 2017.doc
SUMBER :
- laporan bulanan puskesmas dan RS (total
kunjungan jiwa baru, lama dan dirujuk)
- rekap pasung puskesmas
PERIODE LAPORAN
DINKES KAB/KO KE DINKESPROV TAHUNAN
MONEV NAPZA TAHUNAN
FORMAT : 5. Form monev napza kab
2017.docx
SUMBER : laporan bulanan keswa (total
kunjungan baru dan lama penyakit no 2)
PERIODE LAPORAN
DINKES KAB/KO KE DINKESPROV TAHUNAN
PENCATATAN PELAPORAN

29
F00 F09
Kelainan jiwa akibat penyakit otak, kerusakan otak,
atau keadaan lain yang merusak fungsi otak
Dementia : sindroma kekacauan fungsi tinggi korteks
seperti daya ingat, belajar, berpikir, orientasi,
memahami, menghitung dan memutuskan
F00# : dementia pada penyakit alzheimer
F05 : delirium bukan akibat alkohol atau zat psikoaktif
lain. Merupakan sindroma otak organik yang khas
dengan kacaunya kesadaran, perhatian, persepsi,
pikiran, ingatan, sikap motorik, emosi dan jadwal tidur
F 10 F 19
Adalah kelainan jiwa akibat penggunaan zat
psikoaktif, baik melalui resep dokter atau tidak
F10 : akibat penggunaan alkohol
F 11-19 : akibat penggunaan opioid,
kannabinoids, sedatif / hipnotok, kokain,
stimulant lain, hallisinogens, tembakau,
pelarut mudah menguap, banyak obat dan zat
psikoaktif lain
F 20 F 29
Schizophrenia, kelainan schizotipe, waham
persisten, dan kelainan psikotik akut dan
sementara
F 30 F 39
Kelainan alam perasaan (afektif / mood)
Kelianan dengan perubahan alam perasaan menjadi
tertekan ( dengan atau tanpa kecemasan yang terkait)
atau menjadi sangat bebas
F 31 : kelainan afektif bipolar : khas dengan 2 atau lebih
episode gangguan mood dan aktiftas, suatu ketika
berupa meningginya mood dan peningkatan aktifitas
(mania) dan pada kesempatan lain berupa
merendahnya mood dan menurunnya aktifitas (depresi)
F 32# : gangguan depresi
F 40 - 49
Neurosis, dengan stress dan somatoformis
F 40 : Cemas fobia
F 41.0 : panik
F 41.1 : Cemas umum
F 41.2 : Cemas campur depresi
F 42 : kelainan obsesi kompulsi : gambaran penting dalah pikiran obsesi dan
tindakan kompulsi yang timbul berulng-ulang
F 43.2 : gangguan penyesuaian (kejadian yang sangat menekan perasaan
sehingga timbul reaksi stres akut atau perubahan besar kehidupan yang tidak
menyenangkansehingga timbul gangguan penyesuaian)
F 45 : Kelainan somatoformis. Bentuk utam adalah berulang-ulang menyatakan
keluhan fisik bersama permintaan untuk pemeriksaan medis walaupun hasilnya
sellu negatif dan dokter mengatakan gejalanya tidak memiliki basis fisik
F 50 - 59
Sindroma akibat gangguan fisiologis dan fisik
F 50
Kelainan makan
F 50.0 : anoreksia nervosa : khas dengan penurunan berat
badan (BB) yang disengaja
F 50.1 : anoreksi nervosa tidak khas : BB sangat berkurang
dan menunjukkan tingkah laku menurun BB namun tidak
terdapt gejala kunci seperti sangat takut gemuk
F 50.2 : Bulimia nervosa : makan berlebihan dan sangat
ingin mengontrol BB
F 50.4 : makan berlebihan akibat kekacauan psikologis lain
F 50.5 : muntah akibat akibat kekacauan psikologis lain
F 51
Kelainan tidur non organik
Kategori ini hanya mencakup gangguan tidur yang faktor primernya adalah
emosi
F 51.0 : insomnia non organik : tidur yang tidak memuaskan dan telah
berlangsung lama, mis susuah tertidur, bangun lebih dini
F 51.1 : Hypersomnia non organik : keadaan siang sangat mengantuk,
serangan tidur atau lamanya transisi dari bangun ke sadar penuh
F 51.2 : Gangguan jadwal tidur non organik : tidak ada kesesuaian antara
jadwal tidur-bangun dengan jadwal yang diinginkan pada lingkungan tertentu
F 51.3 : Somnabulism : tidur berjalan
F 51.4 : Sleep terrors : pasien akan terduduk atau berdiri, biasanya pada 1/3
pertama tidur malam dengan teriakan panik
F 51.5 : mimpi buruk
F 52
Gangguan fungsi seksual tanpa kelainan atau penyakit organik
F 52.0 : kurang atau hilangnya keinginan seksual
F 52.1 : penghindaran sex dan kurangnya kenikmatan seksual
F 52.2 : kegagalan respon genital : gangguan ereksi atau
kekeringan vagina
F 52.3 : gangguan fungsi orgasme
F 52.4 : Ejakulasi prematur
F 52.5 : Vaginismus non organik : kejang otot sehingga vagina
tertutup
F 52.6 : dyspareunia non organik : nyeri selama hubungan seksual
F 52.7 : nafsu seksual berlebihan
F 53
Kelainan jiwa yang berhubungan dengan
puerperium (muncul dalam waktu 6 minggu
setelah melahirkan) yang tidak bisa
diklasifikasikan di tempat lain
F 70 F 79
Retardasi mental
Perkembangan pikiran terhenti atau tidak
sempurna , khas dengan kegagalan
ketrampilan pada masa perkembangan
F 80 F 89
Kelainan perkembangan psikologis
F 84#: kelainan perkembangan pervasif , khas dengan kelainan interaksi
sosial timbal balik dan pola komunikasi, dan oleh minat dan aktifitas
terbatas, berbentuk khas dan berulang-ulang mis autis
F 90 : kelainan hiperkinetik : onset dini, kurangnya usaha aktifitas kognitif,
suka ganti aktifitas tanpa penyelesaian, aktifitas tidak teratur dan berlebihan
F 91# : kelainan perangai : pola kelakuan dissosial, agresif, atau bandel yang
berulang dan persistenyang lebih berat daripaada kenakalan anak-anak dan
remaja berlangsung lama ( > 6 bulan)
F 98.0 : enuresis non organik : khas dengan kencing diluar kesadaran baik
saiang atau malam, tidak sesuai dengan usia mentalnya dan tidak karena
kurangnya kontrol blaser akibat kelainan neurologis, serangan epilepsi
atau kelainan struktur saluran kencing
G 40
Epilepsi
X 84
Percobaan tindakan bunuh diri
Terima kasih