Anda di halaman 1dari 17

Longsoran Bidang

Ikhwan Fajeri, M.T.


Plane Failure
Syarat terjadinya longsoran bidang
Bidang gelincir mempunyai strike sejajar atau hampir sejajar
(maksimal 200) dengan strike lereng
Kemiringan bidang gelincir lebih kecil daripada kemiringan
lereng
Kemiringan bidang gelincir lebih besar daripada sudut geser
dalamnya
Harus ada bidang release yang menjadi pembatas di kanan kiri
blok yang menggelincir
Syarat terjadinya longsoran bidang


Sudut geser dalam bidang lemah



Asumsi yang digunakan
Terdapat rekahan tarik di belakang crest
Terdapat rekahan tarik di depan crest/di bawah crest
Rekahan Tarik di Belakang Crest
Rekahan Tarik di Bawah Crest
FAKTOR KEAMANAN (FS)
+( cos )
FS =
W sin + cos

1
A = (H+b tan z) cosec V= wzw2
2
1
U= wzw (H+b tan z) cosec
2

z = Kedalaman rekahan tarik


c = kohesi
= kedalaman air pada rekahan tarik
= sudut geser dalam
H = tinggi lereng = kemiringan lereng
b = jarak rekahan tarik dari crest = kemiringan lereng di atas crest
W = berat blok yang akan tergelincir = kemiringan bidang gelincir
U = tekanan air pada bidang gelincir w = bobot isi air
V = tekanan air pada rekahan tarik r = bobot isi batuan
Berat balok gelincir (W) (Rekahan tarik
di belakang crest)
Berat balok gelincir (W) (Rekahan tarik
di depan crest)
Latihan
Diketahui sebuah lereng batuan dengan posisi muka lereng
N0450E/450 dan tinggi (h) 60 m. Pada lereng tersebut
dijumpai bidang lemah yang bisa menyebabkan terjadinya
longsoran bidang. Posisi bidang tersebut terukur dengan
kompas adalah N0450E/350. Di belakang crest lereng ternyata
berkembang rekahan tarik dengan jarak 10 m sedalam 14 m.
Dari data laboratorium diperoleh bahwa batuan = 2.6 t/m3,
sedangkan parameter sudut geser bidang lemah adalah =
300 dan c = 11 t/m2. Bila terjadi hujan lebat sehingga
rekahan tarik penuh terisi oleh air (w = 1 t/m3 ) dan di
daerah tersebut sering terjadi gempa dengan = 0.0784g,
mantapkah lereng tersebut ?
Langkah pengerjaan
+( cos )
FS =
W sin + cos

Luas bidang gelincir (A)


Berat Bidang Gelincir (W)
Tekanan air pada bidang gelincir (U)
Tekanan air pada rekahan tarik (V)
Berat blok gelincir
FS
Ada pengaruh gempa?

+{ (cos ) }
FS=
W sin + cos + cos
A = (H+b tan z) cosec

A = (H+b tan z) cosec


A = (60 + 10 tan 0o -14) cosec 35
A = (60 + 0 14) 1.74
A = 80.04 m2

W=2,6[(1cot45o.tan35) (10.60+ 1/2 602cot45o) + 102 (tan0otan35o)]


W=2,6[(11.0,7) (600+1800.1) + 50(0 0,7)]
W=2,6[0,3 .(600+1800)35]
W = 1781 ton/m (berat blok per ketebalan penampang)
U = (1x14) (60 + 10 x tan 0o 14) cosec 35
U = 7 (60 + 0 -14) x 1,74
U = 561.40 ton/m (tekanan air per panjang bidang gelincir)
V = 1/2 (1x142 )
V =98 ton/m (tekanan air per kedalaman rekahan tarik)
Perhitungan FS

+{ (cos ) }
FS=
W sin + cos + cos
1180,04+{1781 (cos 350,078435) 561,409835}30
=
1781 sin 35+0,078498 cos 35 +98 cos 35
884,84+ 1781 0,820,044 561,456,21 0,58
FS =
1781 0,57+6,293 +80,28
884,84 + (1382,06561,4 56,21)0,58
FS =
1781 6,86 +80,28
884,84+443,39
FS = = 0,107
12297,94
Terima Kasih
Semoga Bermanfaat