Anda di halaman 1dari 65

PSIKOSIS FUNGSIONAL :

1. SKIZOFRENIA
2. PSIKOSIS AKUT DAN SEMENTARA
3. PSIKOSIS POST PARTUM

Oleh :
Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. ( K )
September 2014

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 1


(K)
POHON DIAGNOSIS
Pasien Datang

Kasus Jiwa Kasus non Jiwa

Psikosis Non Psikosis Ggg Neurosis

Ggg Kepribadian
Organik Non Organik / Fungsional Ggg Buatan

Ggg Penyesuaian
Akut Kronis Ggg Pengendal.impuls
Ggg Psikosomatik
Ggg Penyalahgun. Zat

Ggg Psikoseksual
Ggg Stress Pasca Trauma
Delirium Dementia Skizofrenia
Ggg W Organik Ggg W Organik Ggg Waham
Ggg Afektif Organik Ggg Afektif Organik Ggg Afektif
Ggg Amnestik Organik Ggg Amnestik Organik Ggg Psikosis lainnya
Ggg Halusinasi Organik Ggg Halusinasi Organik

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 2


(K)
DD/ Psikosis Organik akut dan Psikosis Fungsional

Psikosis Organik Akut Psikosis Fungsional


1. Tanda klinis fisik/Zat + 1. --
2. Kesad. menurun/kabut 2. kesad.berubah/ jernih
3. Disorientasi ( + ) 3. Disorientasi ( - )
4. Amnesia ( + ) 4. Amnesia ( - )
5. Hal. Visual ( utama ) 5. Hal. Auditorik (utama)
6. Gejala Klinis fluktuatif 6. Gej. Klinis konsisten
7. Pola Tidur-Bangun terbalik 7. pola T-B tak berubah
8. Lab.Ro.CT.Scan: kel. ( + ) 8. Tak ada kelainan

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 3


(K)
Gangguan Jiwa
Terbagi dalam 2 kelompok besar :
Kelompok gangguan jiwa Psikosis ( ggg jiwa berat )
Kelompok ggg jiwa Non Psikosis

Psikosis
St. Ggg dgn hilangnya rasa kenyataan (sense of reality) dgn
terganggunya pada
Hidup Perasaan ( Afek dan Emosi )
Proses Berpikir
Psikomotor, dan
Kemauan sedemikian rupa sehingga tidak sesuai
dgn kenyataan lagi atau
Semua kondisi tentang terdapatnya hendaya (impairment) berat
dalam kemampuan daya nilai realitas (PPDGJ II)

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 4


(K)
Psikosis ( Prof. Dr. W.F. Maramis Sp.KJ )
Adalah :
St. Ggg jiwa yang serius/berat
Timbul krn penyebab organik ataupun emosional (fungsional)
Ditandai oleh :
Ggg kemampuan berpikir
Bereaksi secara emosional
Tergggnya daya ingat, berkomunikasi, menafsir
kenyataan dan bertindak sesuai kenyataan /
pembicaraan melantur
Kemampuan memenuhi tuntutan hidup terganggu
Perilaku regresif / kacau
Gaduh gelisah
Hidup perasaan yang tidak sesuai kenyataan
Waham dan halusinasi

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 5


(K)
Dengan perkataan lain, Psikosis ditandai oleh :

Distorsi pikiran ( Waham ) dan persepsi ( Halusinasi )


Waham kejar; curiga; kebesaran; cemburu; dosa;
nihilistik; bizaar
Halusinasi audit.; optik; olfaktorik; gustatorik;
taktil; kinestetik; viseral.
Emosi yang tidak patut / tidak serasi; manik; depresi; dangkal
Pembicaraan yang irrelevan; asosiasi longgar; inkoherensi;
lompat gagasan; sirkumstansial; ekolalia bahkan mutisme dll
Perilaku yang disorganisasi : gaduh gelisah; agresi; agitasi;
wandering/keluyuran; kompulsi ; ekstasi; stupor; inaktivitas;
overaktivitas dll

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 6


(K)
Angka Kejadian ( Insidensi ) dan Kesakitan ( Morbiditas )
Gangguan Jiwa di Indonesia :

Psikosis Fungsional 4%
Skizofrenia 0,2% - 0,8 %
Sindrom Otak Organik Akut 0,5%
Sindrom Otak Organik Menahun 1%
Retardasi Mental 2%
Neurosis 5%
Psikosomatis 5%
Gangguan Kepribadian 1%
Ketergantungan Obat ?
26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 7
(K)
Penyebab Umum Gangguan Jiwa :

Somatogenik : di Badan
Psikogenik : di Psike
Sosiogenik : di Lingkungan Sosial
Kultural : tekanan Kebudayaan
Spiritual : tekanan Keagamaan

Jarang penybb tunggal, tp tumpang tindih antara somatogenik


psikogenik sosiogenik kultural - spiritual.
Contoh : seorang yg merasa dikucilkan di lingkungannya menjadi depresi,
sehingga nafsu makan turun, sulit tidur, daya tahan tubuh menurun mengalami
keradangan tenggorokan.

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 8


(K)
Diagnosis ditegakkan mencakup aspek2 Biogenik
Psikogenik Sosiogenik Cultural- Spiritual

Diagnosis di bid. Psikiatri menurut DSM III-IV/PPDGJ II-III


menggunakan 5 aksis:
Aksis I : Klinis
Aksis II : Gangguan Kepribadian / Retardasi Mental
Aksis III : Kondisi medis umum
Aksis IV : Psikososial dan Lingkungan
Alsis V : Taraf Fungsi sosial dan pekerjaan

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 9


(K)
Faktor Somatogenik :
Gangguan bisa terjadi pada :
Neuroanatomi
Neurofisiologi
Neurokimia
Tingkat kematangan dan perkembangan organik
Faktor2 pre dan peri-natal

Yang disebabkan oleh :


1. Faktor Keturunan
2. Faktor Endokrin / Hormon
3. Virus
4. Ggg Zat Kimia di Otak
5. Ggg Gelombang Listrik di Otak
6. Perubahan Struktur Jaringan Otak
7. Faktor pre dan peri-natal
26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 10
(K)
Faktor Psikogenik :
Interaksi ibu-anak
Peran ayah
Intelegensi
Konsep diri
Kehilangan yg berarti kecemasan, depresi, rasa malu/salah
Pola adaptasi
Tingkat perkembangan emosi
dll

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 11


(K)
Faktor Sosio-budaya :

Pola mengasuh anak


Tingkat ekonomi
Kelompok minoritas
Pengaruh rasial dan keagamaan diskriminasi
Perumahan perkotaan; pedesaan lingkungan
Kestabilan harga
Nilai - nilai

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 12


(K)
Kelompok Gangguan Jiwa Non Psikosis

1. Gangguan Neurosis
2. Gangguan Kepribadian
3. Gangguan Psikoseksual
4. Gangguan Penyesuaian
5. Gangguan Stres Pasca Trauma
6. Gangguan Pengendalian impuls
7. Faktor Psikologik yang mempengaruhi kondisi fisik
8. Gangguan Buatan
9. Gangguan Penggunaan Zat
10. Fenomena dan Sindrom yg berkaitan dengan faktor Sosial
budaya di Indonesia

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 13


(K)
Kelompok gangguan jiwa Psikosis dibagi :
1. Psikosis Organik
2. Psikosis Non-Organik
Psikosis Organik :
Akut : Delirium
Kronik : Dementia

Psikosis Non-Organik :
Skizofrenia
Gangguan Afektif
Gangguan Waham
Gangguan Psikosis Fungsional Akut

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 14


(K)
Psikosis Skizofrenia
Onset ( awitan ) dpt mendadak / per-lahan2
Sering antara usia 15 25 tahun
Sering didahului dgn gej. Prodromal/fase pra-psikotik dgn meningkat
nya gej. Negatif yg diikuti fase psikotik yg jelas dgn gej. Positif
Gej. Negatif :
Apatis
Respons terhadap stimulus lamban
Psikomotor melambat
Senang menyendiri/kurang mau bergaul, isolasi sosial
Emosi yg datar/ blunted afect
Tidak ada motivasi dan energi
Kehilangan minat dan kesenangan dlm aktivitas
Miskin ide dan kurang bicara
Pada fase prodromal dan kasus kronis / residual gej. Negatif menjd lbh
menonjol

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 15


(K)
Gej. Positif
- Distorsi persepsi halusinasi: dengar; lihat; hidu; kecap; raba.

- Distorsi pikiran waham : kebesaran; kejar; curiga; dosa;


cemburu; tak berguna; pikiran siar/sedot; kendali; pengaruh;
dirasani

- Perilaku terdisorganisasi perilaku kacau; gaduh gelisah;


stupor; katalepsi ; fleksibilitas cerea; manerisme, stereotipik;
ekopraksi, kompulsi dll

- Pembicaraan terdisorganisasi kesulitan mengontrol pembi


caraan seperti asosiasi longgar; inkoherensi; sirkumstansial;
clang asosiasi; flight of idea; perseverasi; verbigerasi;
preokupasi dll
26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 16
(K)
Perjalanan Penyakit :
Sebag. Px perjalanan penyakitnya stabil; sebag. Mengal.
perburukan yg progresif dgn disabilitas yg berat

Detereorasi :
Kemunduran fungsi sosial dan fungsi pekerjaan
Lalai dalam mengurus diri ;
Mengabaikan tanggung jawab;
Tanpa motivasi;
Gej. Negatif yg berat

26/06/17 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. 17


(K)
SKIZOFRENIA
Schizos : pecah belah, Phren : jiwa
Batasan
Skizofrenia : yaitu sekelompok gangguan psikosis
fungsional yg ditandai oleh distorsi pikiran dan persepsi yg
mendasar dan khas, afek yg tidak wajar atau tumpul.
Kesadaran yg jernih & kemampuan intelektual biasanya
tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif ttt dpt
berkembang kemudian.
Insiden : 0,2 % - 0,8 % / tahun
Pria : wanita : 1 : 1
Onset : Pria : 15 25 tahun ; wanita : 25 35 tahun
Patogenesis
1. Teori Somatogenik
2. Teori Psikogenik
3. Teori Sosiogenik 26/06/17
18 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)
Teori teori tentang Etiologi dari Skizofrenia :
A. Teori Somatogenik
1. Gangguan Endokrin, karena sering terjadi pada saat pubertas;
waktu kehamilan; waktu klimakterium tak terbukti
2. Gangguan Metabolisme : karena penderita tampak pucat/ tidak
sehat; ujung ekstremitas agak sianotik; nafsu makan kurtang dan
berat badan turun tidak mendapat dukungan
Pada Skizofrenia terjadi pengurangan volume :
Kortek Frontalis
Thalamus
Hippokampus
Korteks Temporalis Superior

19 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


A. Teori Somatogenik lanjutan......

Penambahan volume :
Ventrikel III dan Ventrikel Lateralis
Basal Ganglia ( pada Px yg diterapi Neuroleptika)
Sistem Limbik :
Pengurangan ukuran girus2 Amygdala ; Hippokampus ;
Parahippokampus
Transmisi abnormal dari Glutamat di Hippokampus
Fungsi neuron2 di hippokampus mengalami disorganisasi
Pengurangan densitas neuron di daerah :
Korteks frontalis
Thalamus
Girus Cinguli

20 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Hipotesa Dopamin
Gangguan Skizofrenia diakibatkan oleh hiperaktivitas DA
(Dopaminergik). Hal ini diterangkan dari kerja obat antipsiko
tika yang memblok reseptor DAnergik dan kokain serta amfe
tamin (memp. Efek meningkatkan aktivitas DAergik) yg mem
beri efek psikotomimetika
Pada Px Skizofrenia densitas reseptor D2 meningkat pada
Striatum dan Nukleus Akumbens
Pada Px Skizofrenia terjadi penurunan jumlah neuron
GABAer gik di Hippocampus (GABA terlibat dalam regulasi
DA)
Penurunan aktivitas GABA mengakibatkan hiperaktif neuron2
DAergik

21 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Hipotesa Glutamat :
Terjadi peningkatan reseptor Glutamat di daerah
Korteks Frontal dan Hippokampus
Pemberian kombinasi Glysin ( bekerja pada reseptor
Glutamat) dan antipsikotika memperbaiki gejala2 positif
dan gejala2 negatif serta fungsi kognitif Px Skizofrenia.

22 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Teori teori tentang Etiologi dari Skizofrenia : lanjutan

B. Teori Psikogenik
1. Teori Adolf Meyer : suatu reaksi yg salah/maladaptasi,
shg timbul st disorganisasi kepribadian, lama kelamaan
org tsb menjauhkan diri dari kenyataan
2. Teori Sigmund Freud : kelemahan ego karena penyebb
psikogenik atau somatogenik, superego dikesampingkan
dan tak bertenaga, Id berkuasa dan terjd st regresi ke fase
narsisisme, individu kehilangan kapasitas utk transferensi.
3. Teori Eugen Bleuler : Memberi istilah Skizofrenia =
Jiwa yang terpecah belah = adanya keretakan /disharmoni
antara proses berpikir; perasaan dan perbuatan. Bleuler
membagi gejala2 Skizofrenia menjadi 2 kelompok

23 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Teori teori tentang Etiologi dari Skizofrenia :
Gejala 2 Skizofrenia menurut Bleuler :
1. Gejala2 Primer :
1. Ggg proses pikir ( Asosiasi)
2. Ggg emosi (Afek)
3. Ggg kemauan (Ambivalen))
4. Autisme
2. Gejala2 Sekunder :
1. Waham
2. Halusinasi
3. Gejala Katatonik atau gangguan psikomotor lainnya.

24 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Bleuler menganggap gej. Primer merup. Manifestasi peny.
Badaniah, sedang gej2 sekunder merup. Manifestasi dari
usaha Px menyesuaikan diri thdp ggg primer. Sehingga
Gej2 sekunder sec psikolgis dapat dimengerti
Diagnosis Skizofrenia sudah boleh ditegakkan bila terdapat
gangguan2 primer dan disharmoni pada unsur2 kepribadian

4. Kraeplin yang pertama kali melukiskan gejala2 gangguan


ini yang dinamakan Demensia Prekox. Dikatakan terjadi
kemunduran Intelegensi sebelum waktunya. Demensia =
kemunduran Intelegensi dan Prekox = muda / sebelum
waktunya

25 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


5. Kurt Schneider : 11 gejala ranking pertama ( First Rank
Symptoms ). Diagnosis Skizofrenia sudah dapat ditegakkan
bila didapatkan 1 gejala dari kelompok A dan 1 gejala dari
kelompok B ( Kesadaran tidak menurun )
A. Halusinasi dengar :
1. Pikiran dapat didengar sendiri
2. Suara2 yg sedang bertengkar
3. Suara2 yg mengomentari perilaku Px
B. Gangguan batas Ego :
4. Tubuh dan gerakan2 Px dipengaruhi kekuatan dari luar
5. Pikirannya disedot keluar
6. Pikuirannya dipengaruhi oleh orang lain atau pikiran
nya itu dimasukkan ke dalamnya oleh orang lain.

26 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


7. Pikirannya diketahui oleh orang lain/ disiarkan
keluar secara umum
8. Perasaannya dibuat oleh orang lain
9. kemauannya /tindakannya dipengaruhi oleh orang lain
10.Dorongannya dikuasai orang lain
11. Persepsi yang dipengaruhi oleh waham

27 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Gejala Skizofrenia
Meliputi gejala-gejala :
Insight / Sense of Self / Kesadaran terganggu
Berbahasa dan komunikasi : Ass. Longgar, Inkoherensi,
Sirkumstansial, Neologisme, miskin ide/isi bicara
Isi pikiran : tidak logis, distorsi pikiran, Waham
Persepsi : Halusinasi perintah/komentar/kritik/ diskusi, Ilusi dll
Mood/Afek : tidak serasi, labil, tumpul dll
Kemauan : ADL, tanggung jawab, hobi menurun
Hubungan dengan dunia luar : Menarik diri menjadi
egosentrik, fantasi/ide tak logis, autistik
Perilaku motorik : Stupor katatonik, fleksibilitas serea,
katalepsi, furor katatonik, gaduh gelisah, agresif(katatonia
agitasi )


Gejala Positif ( CROW 1980) : disebabkan gangguan
regulasi Dopamin, onset akut, potensial reversibel. Berupa
Halusinasi, Waham, gangguan Proses Pikir, Perilaku aneh
Gejala Negatif (Crow 1980 ): Disebabkan abnormalitas
struktur otak, dengan gejala Mood/ Suasana perasaan tumpul,
Anhedonia, Kemauan menurun, miskin Ide dan Proses
Berpikir (alogia), senang Menyendiri, Apati, Isolasi sosial,
Kemauan menurun.

29 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Pemeriksaan dan Diagnosis
Meliputi:
1. Anamnesa
2. Pemeriksaan fisik & Psikiatrik
3. Kunjungan rumah /sekolah/ tempat kerja
Ad.1. Terdiri dari Heteroanamnesis dan Autoanamnesis
Ad.2. Meliputi pemeriksaan :
- Somatik : Internistik, Nerologik, Laboratorium.
- Psikiatrik : Termasuk Wawancara ( Auto/Heteroanam
nesis), Observasi dan evaluasi Psikologik
Ad. 3. Untuk memperoleh data tambahan guna membantu
menegakkan diagnosis.

30 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Penegakan Diagnosis Menurut PPDGJ III :
Adanya 1 gejala gej. Skizofrenia :
o Thought Insertion; Thought Echo; Thought
Broadcasting; Thought Withdrawal
o Delusion of Control; Delusion of Pasivity; Delutional
Perception; Delusion of Influence
o Halusinasi auditorik : mengomentari dirinya;
mendiskusikan dirinya; suara dari salah satu bagian
tubuhnya
o Waham2 menetap yg tak sesuai budaya setempat

3 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


1
Penegakan Diagnosis Menurut PPDGJ III : lanjutan......
Minimal 2 gejala gejala Skizofenia :
Halusinasi jenis apapun yang menetap
Arus pikiran yang terputus atau mengalami sisipan berakibat
Inkoheren; Neologisme
Perilaku Katatonik stupor/ furor
Gejala-gejala negatif : Apatis; gerak motorik yg lamban;
Bicara jarang/Kemiskinan isi pikiran; blunted affect /afek
yang tumpul; Menarik diri / Isolasi sosial
Berlangsung paling sedikit 1 bulan atau lebih
Adanya Deteriorasi Aspek perilaku pribadi sehingga
mengganggu fungsi pekerjaan maupun fungsi sosialnya, karena
hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu,
penarikan diri secara sosial.

3 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


2
Sub tipe Skizofrenia:
Hebefrenik : Ggg di PB, gigling, silly, childish
Paranoid : Waham kejar, curiga
Katatonik : Ggg Psikomotor : stupor atau furor
Simpleks : Ggg Kemauan
Undifferentiated : Tidak terinci/khas, banyak gejala menonjol
Residual : Gejala sisa / Negative symptom
lainnya

3 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


3
Diagnosis banding :
1. Gangguan Mental Organik
2. Gangguan Mental & Perilaku akibat penggunaan zat
psikoaktif
3. Gangguan Afektif Berat
4. Gangguan Obsesif- Kompulsif
5. Retardasi Mental

Penyulit :
1. Bunuh diri/melukai diri/mutilasi
2. Membunuh/melukai orang lain
3. Menelantarkan diri

34 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Prognosis
Prognosis skizofrenia tgt pada:

1. Usia pertama kali timbul. Makin muda onset, makin buruk


prognosisnya.
2. Onset akut/kronik. akut - Prognosis lebih baik
3. Tipe skizofrenia : Katatonik paling baik kmd Paranoid,
sedang Hebefrenik dan Simpleks prognosis paling buruk
4. Cepat, tepat,& teraturnya terapi obat. Semakin dini semaikin
baik
5. Ada/tdknya faktor pencetus. Adanya faktor pencetus,
prognosis lebih baik
6. Ada/tdknya faktor keturunan. Prognosis lebih buruk, bila
dalam keluarga terdapat juga yang menderita Skizofrenia

3 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


5
Penatalaksanaan
Prinsip : Holistik Somatoterapi; Psikoterapi/edukatif,
manipulasi lingkungan.
Jelaskan perilaku aneh tsb adalah gej. ggg jiwa, bukan
kemasukan roh / jin, perlu diobatkan ke sarana kesehatan
Libatkan Pasien dlm pekerjaan dan kegiatan se-hari2 ( apabila
sudah mampu ), jgn dikritik/disudutkan/dilecehkan/dikucilkan.
Kurangi stres pd pasien, kita hrs mengerti bahwa perilaku
pasien merup. Gej. ggg jiwa, jgn dikonfrontasi / argumentasi
Bl sangat gelisah dan menggg lingkungan dan membahayakan
diri sendiri, sebaiknya MRSJ.

3 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


7
1. Somatoterapi
Perbaiki keadaan umum
Pemberian antipsikotik dan monitoring efek samping
Neuroleptik tipikal/ konvensional
Dosis besar efektif rendah : Chlorpromazine, Promazine,
Thioridazine.
Dosis kecil efektif tinggi : Haloperidol, Trifluoperazine,
Flufenazine
Preparat depo : Flufenazine decanoat 25mg/4 minggu,
Haloperidol decanoat 50 mg/3-4 minggu im

38 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Neuroleptik atipikal / novel
SDAs: Serotonin-Dopamine antagonis: Risperidon;
Paliperidon; Olanzapin; Quetiapin; Zotepin
DPAs : Dopamin Partial Agonist : Aripiprazol; amisulpride
SPAs : Serot.Partial Agonist :
o SPA + SDA : Clozapin; Quetiapin; Ziprasidone
o SDA+ DPA + SPA : Aripiprazol
o DPA + SPA : Bifeprunox
MARTA : Multi Acting Receptor Targeted Agent :
Clozapine, Olanzapine, Quetiapine
Terapi elektrokonvulsi/kejang listrik: utk Stupor/ Furor kat.

39 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Antipsychotic Therapies

Conventional or Typical Atypical Antipsychotics


Prior to
Antipsychotics (Second Generation)
Antipsychotics
(First Generation)

ECT 1952 1960s 1980s 1990s 2010

Haloperidol
Chlorpromazine Clozapine Risperidone
Fluphenazine
Olanzapine
Thioridazine
Quetiapine
Loxapine
Ziprasidone
Perphenazine
Aripiprazole
Trifluoperazine
Paliperidone
Thiothixene
Asenapine
Iloperidone
Lurasidone
Medikasi
Antipsikotika dimulai dgn dosis rendah ditingkatkan berta
hap/ start low go slow : Haloperidol 2-3 X 2-5 mg/hari atau
Chlorpromazine 2-3 X 100 200 mg , Risperidon 2 X 1-2-3
mg/hari, Quetiapine, Olanzapine, Aripiprazol, Paliperidon,
Clozapine dll
Pasien tidak patuh minum obat injeksi Depo : Haldol
Decanoat 50 mg atau Modecate 25 mg1ampul/bulan
Hrs berobat rutin tiap bulan.
Bebrp efek samping : EPS; BB >>; Neuroleptic Malignan
Syndrome; tidur >>; tekanan darah turun ( sering pusing );
menstruasi terganggu ( bagi Px wanita usia produktif ).

4 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


1
Obat Anti Psikotika
Antipsikotik tipikal :
Chlorpromazine : 25, 100mg, 200-800 mg/hari oral, 25 mg/x im
Haloperidol : 0,5, 1,5, 5 mg,1,5-15 mg/hari oral, 50 mg/3minggu
im
Trifluoperazine : 1, 5 mg, 10 15 mg/hari oral
Thioridazine : 50, 100 mg, 150 600 mg/hari oral
Pimozide : 1, 4 mg, 1 4 mg/hari oral
Antipsikotik atipikal
Clozapine : 25, 100 mg, 25 900 mghari oral
Olanzapine : 5, 10 mg, 5 20 mg/hari oral,
Quetiapine : 50, 100, 200, 300 mg, 150 -600 mg/hari oral
Risperidon : 1, 2, 3 mg, 1 6 mg/hari oral
Aripiprazol : 5, 10, 15 mg, 5 30 mg/oral, 9,75 mg/x im

42 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Monitor efek samping obat antipsikotika :
Extrapyramidal Syndrome ( EPS ) yang terdiri dari :
Parkinsonisme :
Tremor
Bradykinesia
Rigiditas
Sikap tubuh khas
Akatisia/restless leg syndrome
Dystonia : Occulogyric Crisis; Torticolis; Epistotonus; Protusio Lidah
Tardive dyskinesia : fly catching movement; choreo-athetosis; hemi-balismus
Neuroleptic Malignant Syndrome ( NMS ) :
Deman - Kekakuan
Leukositosis - Takikardia, Tensi labil
Keringat berlebih/Diaforesis - Psikosis akut
Creatine Phospho Kinase ( CPK ) meningkat
Biasanya bbrp hari dimulainya atau ditingkatkannya dosis anipsikotika

4 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


3
Penanganan EPS : Extra Pyramida Syndrome :
Parkinsonisme :
Turunkan dosis anti psikotika
Pertimbangkan ganti dengan antipsikotika lain, mis.: dari
haloperidol ke klorpromazin
Pertimbangkan pemberian antikholinergik : Triheksifenidil
2-3 X 2 mg oral. Bila akut, hebat dan mengakibatkan
disabilitas diatasi dengan Benzodiazepin / Diazepam 10 mg
im atau Difenhidramin 2ml im, Sulfas Atropin 1-2 ampul im.
Perhatikan efek samping antikholinergik berupa : sedasi;
konfusi; ggg memori t.u pada usia lanjut.
Akatisia diatasi dengan pengurangan dosis Antipsikotika atau
dengan Beta blocker

4 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


4
Penanganan EPS : Extra Pyramida Syndrome : lanjutan ..
Tardive dyskinesia diatasi dengan ganti antipsikotika dgn
atipikal spt Clozapin, Quetiapin, Beta blocker,
Klonazepam.
Neuroleptic Malignant Syndrome diatasi dengan
Bromokriptin 2,5-5 mg 3 x /hari oral, Dantrolen
(mencegah kontraksi otot ) 1-5 mg/Kg BB IV
Stop Antipsikotika
Terapi symptomatik : Antipiretika, Bz
Rujuk ke RS terdekat

4 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


5
Penatalaksanaan lanjutan......
2. Psikoterapi :
Px : untuk memperkuat fungsi ego
Agar Px dapat bersosialisasi

3. Manipulasi lingkungan / Psikoedukatif


Keluarga/Lingkungan memahami dan menerima keadaan Px
Membimbing Px dalam kehidupan sehari-hari, memberi
kesibukan atau pekerjaan
Komunikasi di antara keluarga dan Px lebih baik
Mengawasi minum obat secara teratur dan membawa Px
kontrol teratur pada waktunya.
Kesembuhan Px Skizofrenia :
1. Kesembuhan total ( total recovery )
2. Kesembuhan sosial ( social recovery )
3. Keadaan kronis yang stabil ( stable chronicity )
4. Terjadi deteriorasi
46 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17
Kepustakaan
Bag./SMF Ilmu Kedokteran Jiwa; 2004; Pedoman
Penggolongan Diagnose dan Terapi; edisi III;RSUD Dr.
Soetomo Surabaya
Dirjen Kesehatan Jiwa Depkes RI; 1993; PPDGJ III;
Depkes RI
Maramis WF dan Maramis AA; Catatan Ilmu Kedokteran
Jiwa; Ed 2; Airlangga University Press
Rusdi M. : Panduan praktis Penggunaan Klinis Obat
Psikotropik, ed 1996.
Sadock BJ and Sadock VA, 2007 Kaplan & Sadocks
Synopsis of Psychiatry; 10th ed; Lippincott Williams &
Wilkins
Wang W.W.; Comprehensive Psychiatry Review;
Cambridge University Press, 2009
47 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17
SEKIAN
TERIMA KASIH

48 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


PSIKOSIS AKUT DAN SEMENTARA

Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ ( K )


September 2014
Gangguan Psikotik Akut & Sementara
Suatu perubahan dari keadaan tanpa gejala psikosis/normal ke
keadaan psikosis dlm periode 2 minggu atau kurang.
berlangsung < 1 bulan.
Dapat terjadi remisi sempurna dan hanya sebagian kecil yang
menetap dan kemudian menjadi gangguan lain
Biasanya didahului oleh stressor yg bermakna bagi penderita
(tapi tidak selalu).
Sumber stres bukan berupa stressor yg berkepanjangan
Tidak ada penyebab organik seperti trauma kapitis; delirium,
demensia; intoksikasi obat atau alkohol.
Gejala Klinis
Ada atau tidak adanya gejala2 :
1. Sindrome yang khas berupa gejala polimorfik yaitu gejala yang
beraneka ragam dan berubah cepat seperti waham, halusinasi,
gejala emosi yang bervariasi dan berubah-ubah dari hari ke hari
atau dari jam ke jam. atau
2. Gejala Skizofrenia yang khas = Schizophrenic like
3. Psikosis yang predominan Waham.
4. Secara klinis Px tampak Gelisah, marah2, ngamuk, merusak
barang, mengancam,Was-was, Kebingungan
5. Sebagian / Semua gejala-gejala Psikosis dapat timbul seperti :
Halusinasi; Waham ; Pembicaraan aneh/kacau ( Inkoheren,
Assosiasi longgar, Neologisme ) ; Emosi labil dan ekstrim,
Agitasi atau perilaku aneh ( bizarre ).

51 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Pemeriksaan dan Diagnosis
Melalui Autoanamnesis; Heteroanamnesis; Pemeriksaan fisik
dan mental
Kriteria Diagnosis menurut PPDGJ III :
1. Onset yang akut, dalam 2 minggu atau kurang gejala psikotik
menjadi nyata dan mengganggu aspek2 kehidupan dan pekerja
an; tidak termasuk periode prodromal yg gejalanya tidak jelas
2. Sindrom yang khas polimorfik atau mirip gejala skizofrenia
yang khas
3. Tidak selalu ada stres akut yang berkaitan, sehingga
dicirikan oleh penyerta stres akut dan tanpa penyerta stres akut
4. Tidak diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung.
5. Tidak memenuhi kriteria episode manik atau episode depresif
6. Tidak ada penyebab organik.

52 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Jenis-jenis Gangguan Psikotik Akut dan Sementara :
1. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala Skizofrenia
2. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut dgn Gejala Skizofrenia
3. GangguanPsikotik lir-Skizofrenia Akut
4. Gangguan Psikotik lainnya dengan Predominan Waham
5. Gangguan Psikotik Akut dan Sementara lainnya
6. Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Yang Tak Ditentukan

Diagnosis Banding
1. Gangguan Afektif episode Mania
2. Gangguan Afektif episode Depresi
3. Skizofrenia
4. Gangguan Waham

53 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Penyulit
Gangguan Psikotuk Akut dan Sementara akan mengalami
1. Sembuh sempurna dalam beberapa hari/minggu/ 2-3 bulan
2. Menetap dan menjadi :
1. Skizofrenia
2. Gangguan Waham menetap
3. Gangguan Psikotik non Organik lainnya

54 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Px Psikosis akut pada dasarnya sama seperti
pada Px Skizofrenia
Jelaskan kpd keluarga perilaku aneh pasien adlh gej. ggg jiwa,
bukan krn kemasukan roh / jin, diggg mahluk halus dll, tapi
perlu diobatkan
Sebaiknya di MRSJkan
Beri ketenangan pasien dgn selalu mendampinginya; penuhi
kebutuhan dasarnya; hati2 agar pasien tidak mengalami cedera
akibat perilakunya
Kurangi stres dan stimulasi
Hindari berargumentasi dengan pikiran psikosis pasien
Hindari berkonfrontasi atau mengkritik perilaku pasien kecuali
itu membahayakan pasien sendiri

55 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


Medikasi :
Antipsikotika : Haloperidol 2-3 X 2-5 mg/hari atau
Chlorpromazine 2-3 X 100-200 mg/hari, upayakan dimulai dari
dosis kecil kmd ditingkatkan bila belum tampak efeknya
Kadang dibutuhkan Antianxietas apabila disertai agitasi akut
seperti Lorazepam 2-3 X 0,5-2 mg/hari ( sementara saja, pem
berian tidak lebih dari 3 bulan, krn bahaya ketergantungan )
Pemberian Antipsikotika dilanjutkan sekurang-kurangnya 3-6
bulan setelah bebas gejala

Psikoterapi :
Membantu Px mengatasi krisis / konfliknya

5 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


6
Kepustakaan
Bag./SMF Ilmu Kedokteran Jiwa; 2004; Pedoman
Penggolongan Diagnose dan Terapi; edisi III;RSUD Dr.
Soetomo Surabaya
Dirjen Kesehatan Jiwa Depkes RI; 1993; PPDGJ III;
Depkes RI
Maramis WF dan Maramis AA; Catatan Ilmu Kedokteran
Jiwa; Ed 2; Airlangga University Press
Rusdi M. : Panduan praktis Penggunaan Klinis Obat
Psikotropik, ed 1996.
Sadock BJ and Sadock VA, 2007 Kaplan & Sadocks
Synopsis of Psychiatry; 10th ed; Lippincott Williams &
Wilkins
Wang W.W.; Comprehensive Psychiatry Review;
Cambridge University Press, 2009
57 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17
SEKIAN
TERIMA KASIH

5 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K) 26/06/17


8
PSIKOSIS POST PARTUM

Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ ( K )


September 2014
Psikosis Post Partum(Pasca Persalinan)
Psikosis Pasca Persalinan termasuk jarang dan dpt merup.
Ggg mood dan afek(tersering) atau Psikosis Fungsional lain
maupun Ggg yg mirip mental organik pasca persalinan
DSM-IV-TR : Gejala psikosis yg timbul dlm 4 minggu
pasca persalinan tanpa gejala mood dan afek digolongkan
Ggg Psikosis Akut dgn onset postpartum, bila ggg melebihi
1 bulan diagnosis dipertimbangkan sbg Skizofreniform
Psikosis post partum yg timbul bersamaan dgn gejala mood
diD/ sebagai ggg mood onset postpartum
Epidemiologi
20 40% ibu dengan kehamilan normal mengalami ggg
emosional atau disfungsi kognitif atau keduanya pd periode
awal pasca persalinan yg disebut Postpartum blues
Psikosis post partum terjadi sekitar 1-2 per 1000 persalinan
60 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)
Faktor resiko
Pernah mengalami psikosis post partum sebelumnya (70%)
Premigravida; tanpa pernikahan; seksio cesarea; riwayat ggg
psikosis dlm keluarga; fetal distress; kelainan anak( Ke
lainan neurologik; sianosis; polisitemia neonatal; thrombo
sitopenia )
Etiologi
Belum diketahui dengan pasti
Perubahan hormonal pasca persalinan mungkin memegang
peranan, Seperti Penurunan estrogen/progresteron yg tiba2
dan cepat, demikian pula dengan perubahan kadar kortisol
darah dan hormon thiroid karena terjadinya ggg pada HPA
Aksis

61 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)


Diagnosis dan gambaran klinik
DSM IV TR mengenal diagnosis Psikosis Post Partum sbg diag
nosis Ggg Mood (296.2x); Ggg Psikosis Akut (298.8); Ggg
Psikosis Not Otherwise Specified ( NOS) bila onset gejalanya
timbul dalam 4 minggu setelah persalinan
Gej. prodromal berupa : insomnia; kelelahan; kesedihan;
iritabel; emosi labil gej. psikosis dpt timbul sec. Dramatis dan
tiba2.
Px Post partum dgn gej. Ggg Mood, gej. psikosisnya bisa di
sertai halusin.dengar, waham nihilistik/kebesaran/bersalah
Wanita penderita Skizofrenia dalam Masa nifas dpt disertai
hal.dengar; agitasi; waham kejar/dikendalikan; ggg proses
berpikir; disorientasi dan kebingungan mirip delirium, kesu litan
mempertahankan perhatian; recent memory buruk; ka dang
terdpt waham bayinya dikendalikan setan; membawa sial
dll
62 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)
ICD X- PPDGJ III

Tidak lagi menggunakan istilah Psikosis Post Partum,


namun mengklasifikasi kedalam
F53 Gangguan Mental dan Perilaku yang berhu
bungan dengan Masa Nifas YTK
Klasifikasi ini hanya digunakan utk Ggg Jiwa yg ber
hubungan dgn masa nifas ( tidak lebih dari 6 minggu
setelah persalinan) yg tidak memenuhi kriteria di
tempat lain.

63 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)


F53 Ggg Mental dan Perilaku yg berhubungan dgn
Masa Nifas YTK lanjutan..
F53.0 Ggg Mental dan Perilaku Ringan yang berhubungan dgn
Masa Nifas YTK
Termasuk Post Partum Depression YTT

F53.1 Ggg Mental dan Perilaku Berat yang berhubungan dgn


Masa Nifas YTK
Termasuk Psikosis masa nifas YTT

F53.8 Ggg Mental dan Perilaku lainnya yg berhubungan dgn


Masa Nifas YTK
F53.9 Gangguan Jiwa Masa Nifas YTT

64 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)


Prognosis
Prognosis baik
Namun terjadinya relaps cukup sering
Psikosis Post Partum sering kali memberi pengaruh terhadap
hubungan ibu dan anak, perkembangan anak; kekerasan / pene
lantaran kepada anak; bahkan bisa terjadi infanticide
Pengobatan
Anti depresan untuk Px dengan Ggg Mood dan Afek, kalau
perlu terapi kejang listrik
Anti manik Lithium karbonat utk kasus Ggg manik
Antipsikotika tipikal / atipikal untuk kasus Psikosis fungsional
spt Skizofrenia; Psikosis akut
untuk ibu menyusui obat2 diatas sebaiknya tidak diberikan

65 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)


Kepustakaan
American Psychiatric Association; 2000; Diagnostic
Criteria from DSM-IV-TR; Washington, DC
Bag./SMF Ilmu Kedokteran Jiwa; 2004; Pedoman
Penggolongan Diagnose dan Terapi; edisi III;RSUD Dr.
Soetomo Surabaya
Dirjen Kesehatan Jiwa Depkes RI; 1993; PPDGJ III;
Depkes RI
Maramis WF dan Maramis AA; Catatan Ilmu Kedokteran
Jiwa; Ed 2; Airlangga University Press
Sadock BJ and Sadock VA, 2007 Kaplan & Sadocks
Synopsis of Psychiatry; 10th ed; Lippincott Williams &
Wilkins

66 Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ. (K)