Anda di halaman 1dari 30

Aditya H Satyawan

1020012374
D7
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun
dibawa orang tuanya ke UGD RS dengan
keluhan nyeri pada daerah bahu kanannya
sejak 3 jam yang lalu setelah terjatuh dari
sepeda dengan posisi tangan kanannya
menahan badannya. Pada pemeriksaan fisik,
tampak edema pada regio clavicula dekstra,
pada palpasi teraba krepitasi, nyeri tekan (+)
KREPITASI
seorang anak laki-laki berumur 10 tahun
dibawa orang tuanya ke UGD dengan keluhan
nyeri dan dengan riwayat trauma
anak berusia 10 tahun menderita dislokasi pada
bahu
Anak berumur 10 tahun

Keluhan Utama

Riwayat Penyakit Sekarang

Riwayat Penyakit Dahulu

Sudah melakukan terapi?


Inspeksi
Deformitas?
Tulang yang lebih menonjol?
Tanda2 Inflamasi?

Palpasi
Krepitasi?
Tanda2 Inflamasi?
Deformitas
Goniometer
ISOM
Sendi : Bidang : Gerakan : Zero starting position -
Gerakan
Contoh : Shoulder: Sagital : Ekstensi- 00-fleksi
Sagital : 50 - 0 180

AAOOS
Sendi : Zero Starting Position Gerakan
Contoh : Shoulder : fleksi 0 180
Jatuh dengan tangan menahan badannya
Datang berobat 3 jam dari kecelakaan
Adanya edema
Posisi tangan dianggap normal
Tidak ada hasil pemeriksaan penunjang
Dapat terjadi fraktur
Distal clavicula processus acromion
Arthritis

Spontaneous / Stress fracture

Tipe-tipe cedera pada sendi AC


Tipe I: paling ringan
Tipe II: ruptur pada lig. coracoclavicular
Tipe III: ruptur pada kedua ligamen
Shoulder Dislocation
Sering disamakan dengan sendi pada AC
Merasakan popping
Posisi tangan pasien saat datang
Caput humeri mengalami deformitas
Shoulder Impingement Syndrome
Akibat fleksi dan endorotasi
Sering pada orang diatas 40 th dan atlit
Nyeri yang tajam secara tiba-tiba
Ada deformitas, otot yang menjadi lunak
Supraspinatus tendonitis
Sering disamakan dgn shoulder impingement syndrome
Berbeda karena tempat terjadinya
Pemeriksaan fisik dan gejala sama seperti shoulder
impingement syndrome
Jatuh dgn posisi adduksi dan menahan badan

FOOSH

Terkena Gaya yang menekan bahu


Pasien yang mengeluh nyeri pd bahu

85,4% adalah pria


Disebabkan oleh momentum dari tabrakan

Clavicula tetap, namun badan memberikan


gaya yang besar ke bawah

Ligamen-ligamen terkilir

Dapat terjadi ruptur bahkan putus


Cedera tipe I
Fase I
Biasanya tidak perlu
menggunakan sling
Adduksi, endorotasi,
elevasi secara pasif
Lakukan berdasarkan
batasan pasien
Fase II
Fase pengembalian
tenaga
Closed-chain scapular
exercises
Cedera Tipe II:
Fase I
Harus menggunakan sling
Terapi sama seperti cedera tipe I
Perhatikan keluhan pasien
Fase II
Scapular clock
3 rowing level
Horizontal abduction with exorotation
Sport based therapy
Cedera Tipe III memerlukan operatif
Luka terbuka
Tulang terlalu menekan kulit
Cedera neurovascular

Dilakukan dengan rekonstruksi ligamen


Jaringan Lokal
allograft
Obat untuk menghilangkan inflamasi

NSAID
Ibuprofen
400-800 mg per 6-8 jam
Batas maksimal 3.2 gr/ hari
Naproksen
Diklofenak
Jgn gunakan indometasin
Sangat baik terutama <18 tahun

Buruk bila
Kesalahan terapi
Telat di diagnosa
Khususnya pasien geriatri
Mengurangi resiko kecelakaan

Lebih memperhatikan keadaan sekitar

Safety driving