Anda di halaman 1dari 37

PROSES TERAPI

PNEUMONIA

Disusun oleh :
Bayu Hendrawan
201620401011131

SMF ILMU PENYAKIT DALAM RSU HAJI SURABAYA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TINJAUAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn. A
Umur : 48 tahun
Jenis Kelamin : Laki laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Kuli Bangunan
Pendidikan terakhir : SMP
Suku Bangsa : Jawa
Alamat : Gubeng Kertajaya V / 13
Tanggal pmx : 2 Mei 2017
TINJAUAN KASUS
Anamnesis
Keluhan utama : Pusing
RPS :
Pusing dirasakan berputar 3 hari SMRS, terus menerus terutama jika duduk atau berdiri.
Ketika berbaring keluhan pusing berkurang
Pasien juga mengeluh panas badan 3 hari SMRS, panas terus menerus, tidak pernah turun
Pasien batuk 1 bulan ini, awalnya batuk kering, sering minum obat batuk yang dibeli
sendiri. 2 hari yang lalu batuk nya berdahak warna putih, tidak kental, jumlah sedikit,
darah (-)
Pasien sesak sejak keluhan batuk muncul, bertambah sesak ketika batuk dan berjalan jauh.
Pasien lebih nyaman posisi duduk disbanding berbaring
Pasien juga mengeluh mual sehingga nafsu makan menurun, muntah (-)
BAB dan BAK dalam batas normal.
TINJAUAN KASUS
Anamnesis
RPD
Keluhan yang sama seperti ini disangkal, riwayat DM (-), riwayat hipertensi (-), riwayat gastritis
10 tahun, riwayat alergi disangkal, riwayat asma disangkal
RPK
riwayat DM (-), riwayat hipertensi (-), riwayat gastritis 10 tahun, riwayat alergi
disangkal, riwayat asma disangkal
Riwayat Sosial
Pasien sudah tidak bekerja
Merokok (+) selama 20 tahun, tetapi sudah berhenti 5 bulan ini.
TINJAUAN KASUS
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Lemah
Kesadaran : Compos Mentis / GCS 456
Tekanan darah : 120/70 mmHg
Nadi : 120 x/menit
Respirasi : 29 x/menit
Suhu : 39,2 C
Status General
Kepala : a-/i-/d-/s-, (dbn)
Leher : dbn, trakhea, JVP dbn
Thorax : gerak nafas paru dextra tertinggal, retraksi intercostal (+), ekspansi
dinding dada tidak simteris, fremitus dextra meningkat, perkusi pulmo dextra redup, vh
+/+, wh -/-, rh +/-
Jantung : S1/S2 tunggal, EGM (-), gallop (-), bising (-)
Abdomen : BU (+), dbn
Ekstremitas : Kering, hangat, merah, odem pretibial -/- , CRT < 2 detik
Genitalia : dbn
TINJAUAN KASUS
Pemeriksaan penunjang

Hematologi
Foto thoraks:
Hb : 13,5 g/dL
Terdapat perselubungan di
Hematokrit : 40,1 %
suprahiler dextra
Leukosit : 18.750/mm
Trombosit : 341.000/mm

Kimia Klinik
GDA stik : 93
Kalium : 4,5
Natrium : 124
Chlorida : 88
TINJAUAN KASUS

Diagnosis
Susp pneumonia

Diagnosis Banding
TB paru

Planning Diagnosis
Pemeriksaan sputum
Kultur darah
PROSES TERAPI
1. PROBLEM

Laki-laki, 48 tahun
Dizziness
Febris
Batuk 1 bulan
Dyspneu
Riwayat gastritis
2. TUJUAN TERAPI

Eliminasi pathogen penyebab infeksi


Menurunkan febris
Mengatasi sesak
Mengurangi keluhan batuk
Mengurangi keluhan mual dengan riwayat gastritis
2. INVENTARISASI P-TREATMENT

ADVICE / NASIHAT
MRS
Posisi fowler untuk mengurangi keluhan sesak
TERAPI NON FARMAKOLOGI
Oksigen nasal 2-4 L/menit
Infus RL 14 tpm
TERAPI FARMAKOLOGI : P-drug (antibiotic, antipiretik, antitusif, anti mual)
RUJUKAN : -
3. P-DRUG
Antibotik yang dipilih adalah ceftriaxone iv + azitromicin p.o karena pilihan pertama untuk pasien
rawat inap dengan kasus pneumonia

PILIHAN
Effikasi safety suitability Cost
ANTIBIOTIK
Sefalosporin gen. III FK ceftriaxon : Efek Samping : Pilihan pertama untuk pasien rawat Ceftriaxon :
(Ceftriakson i.v) + penetrasi SSP baik -Hipersensitivitas inap RS kasus pneumonia Vial 1 g x 1 Rp.
azitromicin p.o T1/2 8 jam -diare 160.000/boks
-sakit kepala
Azitromicin :
3x500mg
+++ + +++ ++
Levofloxacin FK : ES: diare,pusing, sakit Alternatif pilihan jika pasien alergi Kapsl salut selaput 500
Penetrasi SSP kurang kepala, mual, muntah dengan golongnan sefalosporin mg x 2 x6 Rp. 288.000
baik
T1/2 6-8 jam Interaksi :
-Pengunaan bersamaan dengan
NSAID dapat meningkatkan risiko
stimulasi Susunan Saraf Pusat dan
serangan kejang.

++ + + +
Sumber : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.2003.Pedoman diagnosis dan Penatalaksanaan Pneumonia Komuniti di Indonesia
3. P-DRUG
Jenis Obat Effikasi Safety Suitability Cost
Salisilat +++ + + +++
Diabsorbsi dengan Efek samping sediaan tab 100 mg
cepat dan efektif dizziness, headburn, dan 500 mg
sebagai antipiretik epigastric pain
Paracetamol +++ +++ +++ ++
Diabsorbsi cepat, Reaksi alergi jarang Sediaan tab 500 mg,
konsentrasi tertinggi terjadi, manifestasi sirup 120 mg/5ml
dalam plasma jam, alergi dalam bentuk
masa paruh plasma eritema, urtikaria,
1-3 jam demam, lesi mukosa

Antipiretik yang dipilih adalah parasetamol karena pada pasien ini memiliki riwayat
gastritis
3. P-DRUG
Pilihan obat effikasi safety suitability cost
Antasida Menetralkan asam lambung ++ 400mg tablet 1-2x Generik Rp 9.500-
secara kuratif durasi singkat sehari 11.500
+ ++ ++
(Kemenkes, 2010)

H-2 blocker Hambat reseptor h-2 Menghambat enzim 200 mg PO tiap 6 Generik Rp 7.500-
(cimetidine) menurunkan sekresi asam cp450 klirens obat lain jam ++ 9.500
lambung secara preventif ++ menurun +++
+
(Kemenkes, 2010)

PPI (omeprazole) Hambat proton pump di lambung tidak mempengaruhi 20-40 mg PO Generik Rp 12.500
menurunkan produksi asam enzim cp450 perhari 15.500
lambung, durasi 73 jam +++ +++ +
+++
(Kemenkes, 2010)

Obat untuk mengurangi mual dengan riwayat gastritis yang dipilih adalah omeprazole karena lebih kuat dan
tidak mempengaruhi enzim cp450. Durasi lama cocok untuk orang tua
3. P-DRUG
Pilihan obat effikasi safety suitability cost
Gliseril guaiakolat mengencerkan sekret perbaiki ES : diarrhea, 200 mg, 400mg tiap +++
produktivitas batuk drowsiness, nausea / 4 jam sehari
merangsang pengeluaran sekret /
mukus dari saluran nafas vomiting, stomach pain ++
++ +

Acetylcysteine menurunkan viskositas sekret Bronchospasm, Nebulizer solution ++


dengan cara merusak ikatan Stomatitis, Nausea, 10%, 20 %, 5 10
disulfide Rhinorrhea ml 10% atau 20%
+++ + solution tiap 6-8
jam prn
+
Bromhexin Sekretolitic sehingga sekret lebih merusak barier mukosa Tab / kapsul 8 mg, +
mudah dikeluarkan oleh cilia, gaster (jarang) - 1 tab PO 3x/hari
merusak struktur ++ +++
mukopolisakarida
+++

Obat batuk yang dipilih adalah bromhexin karena efek sampingnya yang lebih aman
4. PERESEPAN
dr. Bayu Hendrawam
RSU HAJI SBY
SIP: 2016204011113
Hari/Jam praktek : Senin-jumat / pk 19.00

Surabaya, 1 Januari 2016

R/ Ceftriaxone inj 1 g No. X


S i.m.m
&
R/ Infus RL 500 ml No. III
S i.m.m &
R/ Azitromicin tab 500 mg No. XV
S 3 dd tab I &
R/ Paracetamol tab 500 mg No. XV
S 3 dd tab I prn &
R/ Omeprazole tab 40 mg No. X
S 2 dd tab I
R/ Bromhexin tab 8 mg No. XV
&
S 3 dd tab I
&
Pro : Tn. A
Usia : 48 tahun
Alamat : Gubeng Kertajaya V / 13 Surabaya
5. PEMBERIAN PENJELASAN

Efek obat
menjelaskan pada pasien bahwa obat antibiotik yang diberikan ini untuk
mengeliminasi bakteri yang menjadi penyebab penyakit sehingga
diharapkan efek dari infeksi yang muncul tidak semakin parah
Obat paracetamolnya, untuk menurunkan keluhan demam
Obat omeprazole untuk mengurangi mual karena ada riwayat gastritis
Dan obat bromhexin untuk mengurangi batuknya
Efek samping obat
efek samping yang mungkin muncul dari obat antibiotik antara lain
hipersensitivitas, diare, sakit kepala, namun jarang terjadi
Efek samping dari paracetamol seperti reaksi alergi, kemerahan, demam,
bengkak, urtikaria juga sangat jarang terjadi
Efek samping dari bromhexin yang mungkin terjadi adanya kerusakan
pelindung lambung tetapi sangat jarang terjadi
Jika hal tersebut terjadi, segera hentikan konsumsi obat
5. PEMBERIAN PENJELASAN
Instruksi
Obat antibiotic ini ada 2 macam yakni yang cefriaxone
diinjeksikan 2x/hari, yang azitromicin diminum 3x/hari
Paracetamol, omeprazole dan bromhexin yang diberikan
dalam bentuk tablet diminum 3x/hari, kecuali
omeprazole diminum 2x/hari
Peringatan
obat harus diminum secara teratur agar dapat
memberikan efek terapi yang maksimal
untuk obat paracetamolnya dapat dihentikan jika sudah
tidak demam.
Menanyakan pada pasien/keluarga pasien apakah
suda jelas dan ada yang ingin ditanyakan ?
6. EVALUASI DAN MONITORING
Efek terapi Vital sign (TD, Nadi, RR, suhu)
keluhan berkurang atau tidak (sesak, demam, mual,
batuk), tanda-tanda hipersensitivitas
Efek samping obat
TERIMA KASIH
LAPORAN KASUS FARMAKO IPD
RSU HAJI SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

GASTRITIS
OLEH :
BAYU HENDRAWAN
201620401011113
Identitas Pasien
Nama : Ny. C
Usia : 32 tahun
Pekerjaan : Buruh pabrik
Pendidikan : SMA
Agama : Islam
Alamat : Jojoran III/14
Anamnesis

KU: nyeri perut

RPS:
Nyeri perut sejak 3 hari SMRS, nyeri di daerah
epigastrium, nyeri timbul saat dan setelah makan.
Mual dan muntah. Hari ini muntah sudah 3 kali
berupa makanan dan kadang terasa asam.
Nafsu makan menurun karena setiap diberi makan
selalu muntah.
Lemas
RPD:
Keluhan seperti ini sebelumnya (-)
HT (-)
DM (-)
RPK:
Hipertensi (+)
DM (-)
RPSos:
BAK dan BAB dbn
Pemeriksaan Fisik
KU: lemah
Kesadaran: compos mentis
GCS: 456
VS:
TD: 120/80 mmHg
Nadi: 84x/menit regular
RR: 19x/menit
S: 36C
K/L : anemis -/ ikterus -/ cyanotic -/ dyspneu -, faring
hiperemi (-), mata cowong (-) mukosa mulut normal, lidah
kotor (-), pembesaran kelenjar getah bening (-),
pembesaran kelenjar tiroid (-), deviasi trachea (-),
peningkatan JVP (-).
Thorax : Cor :
Pulmo : I : Ictus cordis tak
I : normochest, gerak nafas tampak, pulsasi precordial
simetris, retraksi (-)
interkostal(-)
P : ekspansi dinding dada P : Ictus cordis kuat
simetris, fremitus taktil angkat (-), thrill(-)
simetris P : batas jantung kanan
P : sonor ICS IV parasternal line
A : suara nafas vesikuler dextra. Batas jantung kiri
Ronkhi - ICS V midclavicular line
Wheezing - sinistra.
A : S1S2 tunggal,
murmur (-), gallop (-)
Abdomen : Ekstremitas :
I: datar, simetris, Frog Akral hangat kering
shape (-), Caput merah
medusae (-) Edema
P: supel, L/R ttb, nyeri CRT<2 detik
tekan a/r epigastrium
(+), murphy sign (-)
P: timpani, H L/R tidak
teraba
A: BU (+), normal
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium:
Hb : 13,6 g/dl
Leukosit : 9600/mm3
Tombosit : 365.000/mm3
Hct : 36,4%
Problem Pasien Tujuan Terapi P-Treatment

Mual Mengatasi mual, Advice


Muntah muntah dan nyeri Mengurangi makanan
Nyeri epigastrium epigastrium pedas dan asam
Menetralkan asam Makan teratur
lambung Non-Farmakologi
-
Farmakologi
Rehidrasi cairan
Antiulkus
Antiemetik
Nama Obat Efikasi Safety Suitabillity

Ranitidin Antagonis pada reseptor ES : Diare, Sediaan :


histamin H2. digunakan untuk pusing, ruam, Tablet : 150mg, 300mg
ulkus lambung atau sakit kepala, Iv : 1 mg/mL, 25mg/mL
duodenum, hipersekresi asam impotensi Syr : 15 mg/mL
Caps : 150 mg, 300 mg

Antasid Menetralkan asam lambung, ES : Konstipasi, Sediaan :


(garam Al) iritasi mukosa dikurangi hiperkalsemi, Susp. 320mg/5mL
hipofosfotemi

Sukralfat Sukrosa dan polialuminium ES : konstipasi, Sediaan :


hidroksida berpolimerisasi diare, kontraksi Tab : 1g
pada pH rendah membentuk uterus pada Susp. 1000mg/10mL
lapisan pelindung profilaksis wanita hamil
dan pengobatan ulkus
duodenum
Nama Obat Efikasi Safety Suitabillity

Omeprazole Hambat sel sel penghasil ES : Diare, sakit Sediaan :


asam yang terdapat pada kepala, nyeri Tablet 20 mg
lapisan labung perut, mual, Caps 10 mg, 20 mg, 40
muntah, mg
flatulence Susp 2 mg/mL

Lansoprazol Hambat sekresi asam ES : Diare, sakit Sediaan :


lambung 90% dalam 24 jam kepala, nyeri Caps 15mg, 30mg
perut, mual, Tab 15mg, 30mg
muntah, Sups 3 mg/mL
flatulence
Nama Obat Efikasi Safety Suitabillity

Metoklopramide Antagonis D2 central ES : tanda Sediaan :


dan perifer dengan tanda EPS, Syr 5 mg/5 mL, 10
aktifitas gastrokinetik fatique, sedative, mg/10mL
dan antiemetik pusing, diare, Tab 5 mg, 10mg
nausea Inj 5mg/mL

Donperidone Dopamin antagonis ES : pusing, diare, Sediaan :


yang bekerja secara nausea
perifer. Meningkatan
tekanan spingter
esofagus bawah dan
motilitas
antroduodenal
dr. Bayu Hendrawan
Jl. Klampis Ngasem no 22 Surabaya
SIP : 201620401011113
Jam praktik : 07:00 10:00 a.m.

R/ Ranitidin 150 mg tab No. IX


3 dd 1

R/ Antasida Syr 60 ml No. I


3 dd 1 cth a.c

R/ Metoklopramide No. VI
2 dd 1 p.r.n

Pro : Ny. C
Usia : 32 tahun
Alamat :Jojoran III / 14
KIE
Efek terapi :
Menurunkan konsentrasi asam lambung dan mengurangi
mual dan muntah
ES obat :
Konstipasi, diare
instruksi :
Obat diminum teratur
Peringatan :
jangan lupa minum obat, jika ada tanda reaksi
hipersensitivitas, ruam kulit hubungi dokter
Kejelasan :
Apakah sudah jelas? Atau ada yang ingin ditanyakan
lagi?
MONITORING & EVALUASI

Efek Tx Obat & Efek Samping Obat


Keluhan pasien
Vital sign
Gejala efek samping obat