Anda di halaman 1dari 23

Prinsip Kegawatdaruratan

Maternal Neonatal

Kelompok 2
Isti Danrakati - Siti Martini - Wahyu Sri Wulandari - Karolena - Ade Tesya Rulli .O
Apa itu Kegawatdaruratan??
Kegawatdaruratan adalah kejadian yang tidak diduga atau
terjadi secara tiba-tiba, seringkali merupakan kejadian yang
berbahaya.
Dalam menangani kasus kegawatdaruratan, penentuan
permasalahan utama (diagnosa) dan tindakan
pertolongannya harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan
tenang tidak panik.
Prinsip Umum Penanganan
Kegawatdaruratan Maternal Neonatal

Pastikan Jalan Napas Bebas


Pemberian Oksigen
Pemberian Cairan Intravena
Pemberian Tranfusi Darah
Pasang Kateter Kandung Kemih
Pemberian Antibiotika
Obat Pengurang Rasa Nyeri
Penanganan Masalah Utama
Rujukan
Prinsip Penanganan
Kegawatdaruratan Maternal

Perdarahan yang mengancam nyawa selama kehamilan dan


dekat cukup bulan meliputi perdarahan yang terjadi pada
minggu awal kehamilan dan perdarahan pada minggu akhir
kehamilan dan mendekati cukup bulan.
Prinsip penanganan kegawat daruratan memiliki beberapa
unsur yaitu Prinsip dasar, Penilaian awal, dan penilaian
klinik.
Prinsip Dasar pada Penanganan
Kegawatdaruratan Maternal

Dari sisi obstetri empat penyebab utama kematian ibu,


janin, dan bayi baru lahir ialah:
Perdarahan
Infeksi dan sepsis
Hipertensi dan preeklampsia/eklampsia
Persalinan macet (distosia).
Penilaian Awal pada Penanganan
Kegawatdaruratan Maternal

Dalam menentukan kondisi kasus obstetri yang dihadapi apakah


dalam keadaan gawatdarurat atau tidak, secara prinsip harus
dilakukan pemeriksaan secara sistematis.
Penilaian awal ialah langkah pertama untuk menentukan dengan
cepat kasus obstetri yang dicurigai dalam keadaan gawatdarurat.
Pemeriksaan pada Penilaian Awal

Menilai kesadaran Kaki/tungkai


Menilai wajah penderita Tekanan darah
Menilai pernapasan Nadi
Menilai perdarahan dari Suhu
kemaluan Pernafasan
Kulit
Penilaian Klinik Lengkap

Pemeriksaan klinik lengkap meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik


umum, dan pemeriksaan obstetri termasuk pemeriksaan panggul
secara sistematis, meliputi sebagai berikut:
1. Anamnesis

1) Masalah/keluhan utama yang menjadi alasan pasien datang ke klinik


2) Riwayat penyakit/masalah tersebut, termasuk obat-obatan yang
sudah didapat.
3) Tanggal hari pertama haid yang terakhir dan riwayat haid
4) Riwayat kehamilan sekarang
5) Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu termasuk kondisi
anaknya
6) Riwayat penyakit yang pernah diderita dan penyakit dalam keluarga
7) Riwayat pembedahan
8) Riwayat alergi terhadap obat
2. Pemeriksaan fisik umum

1) Penilaian keadaan umum dan kesadaran penderita


2) Penilaian tanda vital
3) Pemeriksaan kepala dan leher
4) Pemeriksaan dada
5) Pemeriksaan perut
6) Pemeriksaan anggota gerak
3. Pemeriksaan obstetri

1. Pemeriksaan vulva dan perineum


2. Pemeriksaan vagina
3. Pemeriksaan serviks
4. Pemeriksaan rahim
5. Pemeriksaan his
6. Pemeriksaan janin
4. Pemeriksaan panggul

Penilaian pintu atas panggul


Penilaian ruang tengah panggul
Penilaian pintu bawah panggul
Penilaian adanya tumor jalan lahir yang menghalangi persalinan
pervaginam
Penilaian panggul
Prinsip Penanganan
Kegawatdaruratan Neonatal

Sama halnya dengan prinsip penanganan kegawatdaruratan


Maternal, prinsip penanganan kegawatdaruratan neonatal juga
memiliki beberapa unsur yaitu:
Prinsip dasar
Penilaian awal
Penilaian klinik awal
1. Prinsip Dasar

Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelum bayi di


lahirkan, melalui pelayanan kesehatan yang di berikan kepada ibu
hamil
2. Penilaian Awal

Untuk semua BBL, lakukan penilaian awal:


Sebelum bayi lahir
Kehamilan cukup bulan atau tidak.
Air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium atau tidak.
Segera setelah lahir
Bayi menangis atau bernapas/tidak megap-megap atau tidak.
Tonus otot bayi baik/bayi bergerak aktif atau tidak.
3. Penilaian Klinik Awal

Tujuan dari penilaian klinik adalah mengetahui


derajat vitalis dan mengukur reaksi bayi terhadap
tindakan resusitasi.
Pada saat kelahiran, apabila bayi gagal menunjukkan
reaksi vital, maka akan terjadi penurunan denyut
jantung secara cepat, tubuh menjadi biru atau pucat
dan refleks-refleks melemah sampai menghilang.
Bayi Baru Lahir Dikatakan
Sakit Apabila:

Sesak napas
Frekuasi pernapasan 60x/menit
Gerak retraksi dada
Malas minum
Panas atau suhu badan bayi rendah
Kurang aktif
Berat lahir rendah (1500-2500) dengan kesulitan minum
System Rujukan Kasus Gawat Darurat
Maternal Neonatal
Rujukan maternal dan neonatal adalah sistem rujukan yang dikelola
secara strategis, proaktif, pragmatis dan koordinatif untuk
menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal
yang paripurna dan komprehensif bagi masyarakat yang
membutuhkannya terutama ibu dan bayi baru lahir.
Sistem rujukan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan Neonatal
mengacu pada prinsip utama kecepatan dan ketepatan tindakan,
efisien, efektif dan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan
fasilitas pelayanan.
Merujuk Kasus Gawat Darurat Maternal

Identifikasi kasus yang perlu dirujuk:


Perdarahan: Abortus, Molahidatidosa, kehamilan Ektopik, Plasenta
previa, solusio plasenta, retensio Plasenta, rupture uteri.
Syok sepsis.
Preeklamsi dan eklamsi.
Persalinan macet
Prinsip Umum dalam Merujuk

Stabilisasi penderita Pemberian obat-obatan


Stabililasi pernafasan Hipertensi dalam kehamilan
(bebeskan jalan nafas) Pengendalian kejang
Pastikan kecukupan oksigenasi Pengendalian hipertensi
Stabilisasi hemodinamik Pengendalian infeksi
(pasang infus)
Penilaian sambil resusitasi
Persiapan transfuse
Merujuk Kasus Gawat
Darurat Neonatal

Identifikasi kasus yang perlu dirujuk


Asfiksi
Hipotermia
Hipertermia
Hiperglikemia
Tetanus neonaturum
Prinsip Umum dalam Merujuk

Stabilisasi penderita Pemberian obat-obatan


Menjaga kehangatan bayi Epinefrin
Dalam proses rujukan, bayi Pemberian jalur infus
harus diupayakan dalam intravena (larutan NaCl dan
kondidi stabil, salah satu upaya RL) untuk pasien yang
yang dapat dilakukan adalah dehidrasi
menjaga kehangatan bayi. Bikarbonas natrium
Resusitasi Upaya resusitasi Larutan dextrose
dilakukan pada bayi yang
mengalami kesulitan bernafas, Aquadest steril