Anda di halaman 1dari 20

Anestesi Intravena

Anestesi Intravena
Barbiturat
Benzodiazepin
Ketamin
Etomidate
Propofol
Barbiturat
Mekanisme
Menekan sistem aktif retikuler
Mengikat reseptor GABA tipe A
Meningkatkan durasi pembukaan kanal ion Cl
Struktur
Turunan dari asam barbiturat
Pertukaran pada karbon C5 menandakan
potensi hipnotik dan antikonvulsan
barbiturat
Tiopental, tiamilal, dan metoheksital digunakan
secara iv untuk anestesi umum pada anak dan
dewasa, sebelum munculnya propofol
Dosis minimal induksi tiopental bergantung pada
BB dan umur. Dosis induksi dikurangi pada pasien
lansia karena redistribusi yang lambat.
Peningkatan pengikatan protein menurunkan
filtrasi glomerulus barbiturat, sedangkan
peningkatan larut-lipid meningkatkan redistribusi
tubular ginjal
Efek terhadap organ
Kardiovaskular
- Iv induksi boluus barbiturat menurunkan BP dan
meningkatkan HR
Respirasi
- Menekan pusat ventilasi medular
- Sedasi yang dalam menyebabkan obstruksi jalan napas
atas
- Ssat sadar, induksi menyebabkan VT dan RR menurun
Serebral
- Menurunkan volum darah otak, CBF dan ICP
Interaksi obat
- Media kontras, sulfonamide menempati
protein-binding yang sama dengan tiopental,
menyebabkan peningkatan obat bebas
- Etanol, opioid, antihistamin menyebabkan
kebutuhan barbiturat untuk induksi
ditingkatkan
benzodiazepin
Mengikat reseptor yang sama dengan barbiturat
di SSP tetapi benzodiazepin mengikat di sisi yang
lain
Mengikat ke reseptor GABA tipe A, meningkatkan
frekuensi terbukanya kanal ion Cl
Diazepam merupakan larut-lipid dan dapat
melewati BBB
Walaupun midazolam digunakan untuk induksi,
midazolam/ benzodiazepin lain tidak dapat
menyaingi onset yang cepat dan durasi singkat
propofol/tiopental
Ekstraksi hepatik yang lambat dan besarnya
volume distribusi menyebabkan eliminasi yang
panjang untuk diazepam (30 jam)
Walaupun lorazepam juga memiliki ekstraksi yang
lambat, tetapi karena larut-lipid yang rendah
membatasi volume distribusinya (15 jam)
Sedangkan untuk midazolam, sama volume
distribusinya dengan diazepam tetapi memiliki
ekstraksi yang cepat (2 jam)
Efek terhadap organ
Kardiovaskular
- Efek minimal ke KV walaupun dengan dosis GA, kecuali
bila ditambah dengan opioid
- Dapat menyebabkan penurunan tekanan darah
arterial, cardiac output, dan resistensi vaskular perifer
Respirasi
- Dosis kecil iv diazepam dan midazolam apat
menyebabkan apnea
Serebral
- Menurunkan konsumsi oksigen di otak, cbf, dan icp
tetapi tidak sekuat barbiturat
Interaksi obat
- Opioid dan benzodiazepin mengakibatkan
penurunan tekanan darah arterial dan
resistensi vaskular perifer
ketamin
Menghambat refleks polisinaptik di spinal cord
juga neurotransmiter eksitatorik
Ketamin dapat menyebabkan pasien tetap
sadar (membuka mata, menelan, kontraksi
otot) tetapi tidak dapat memproses atau
merespon sensorik
Hasil akhir ketamin dibuang lewat ginjal
Efek terhadap organ
Kardiovaskular
- Ketamin kontras dengan agen anestesi lainnya, meningkatkan
tekanan darah arterial, HR, dan cardiac output
- Dosis besar menyebabkan efek direct myocardial depressant
Respirasi
- Efek minimal, tetapi bila dikombinasikan dengan opioid dapat
menyebabkan apnea
Serebral
- Diasosiasikan dengan peningkatan konsumsi oksigen otak, cbf, dan
icp. Tetapi bila dikombinasikan dengan benzodiazepin, ketamin
tidak diasosiasikan dengan peningkatan icp
etomidate
Menekan sistem aktivasi retikular dan
mengikat subunit reseptor GABA tipe A, dan
meningkatkan afinitas reseptor GABA
Etomidate memiliki onset yang sangat cepat
Diekskresikan lewat urine
Efek terhadap organ
Kardiovaskular
- Efek minimal. Hanya terjadi pengurangan resistensi vaskular perifer
yang mengakibatkan penurunan tekanan darah arterial
Respirasi
- Efek lebih rendah dibanding barbiturat/benzodiazepin. Walaupun
dengan dosis induksi tidak menyebabkan apnea
Serebral
- Menurunkan metabolisme serebral, cbf, can icp. Karena efek
kardiovaskular minimal, cpp tetap.
- Mual dan muntah postoperatif lebih sering terjadi pada pemberian
etomidate dibanding induksi propofol/barbiturat
Endokrin
- Menghambat enzim yang mempengaruhi sintesis kortisol dan
aldosteron
propofol
Meningkatkan afinitas pengikatan GABA ke
reseptor GABA tipe A. Aktivasi dari reseptor ini
mengakibatkan hiperpolarisasi pada membran
saraf.
Memiliki onset cepat dan distribusi yang
pendek (2-8menit)
Farmakokinetik propofol tidak dipengaruhi
obesitas, sirosis, atau gagal ginjal
Ekskresi lewat urine
Efek terhadap organ
Kardiovaskular
- Penurunan resistensi vaskular sistemik (akibat inhibisi aktivitas
vasokonstriktor simpatis) mengakibatkan penurunan tekanan darah
arterial
- Hipotensi karena propofol dapat terjadi karena dosis besar, injeksi
cepat, dan usia tua
Respirasi
- Dengan dosis induksi, dapat menyebabkan apnea
- Dapat menyebabkan depresi refleks saluran napas atas yang
melebihi tiopental
- Dapat melepaskan histamin, menyebabkan wheezing pada pasien
asma atau non-asma namun kejadiannya lebih rendah dibanding
barbiturat/etomidate
Serebral
- Menurunkan cbf dan icp
- Memiliki antipruritus dan antiemetik (konsentrasi di darah
200ng/ml)