Anda di halaman 1dari 123

1

I. PENGERTIAN
UUNomor 43 Tahun 1999 adalah tentang
Perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 1974
tentang
Pokok Pokok Kepegawaian

hanya beberapa ketentuan yang


dirubah dalam Undang Undang
Nomor 8 Tahun 1974, sepanjang
belum diubah masih tetap berlaku.

1.Kepegawaian
Kepegawaian adalah segala hal hal mengenai kedudukan, kewajiban,
hak,dan pembinaan pegawai negeri

2.Pegawai Negeri
Pegawai Negeri adalah seseorang yang bekerja pada instansi/
lembaga pemerintah dan digaji dengan anggaran pemerintah.
2
UU No.43
Th1999

setiap warga negara Republik Indonesia


yang telah memenuhi syarat yang ditentukan,
diang kat oleh pejabat yang berwenang dan
diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau
diserahi tugas negara lainnya dan
digaji berdasarkan peraturan perundangan undangan yangberlaku

PEGAWAI NEGERI TERDIRI DARI


( Psl 2 UU No 8/1974 jo UU No 43/1999 )

Pegawai Negeri Sipil


Anggota TNI dan
Anggota POLRI

3. Pejabat yang Berwenang


berwenang mengangkat, memindahkan dan memberhentikan pega wai
negeri berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
3
4. Pejabat Pembina Kepegawaian
pimpinan departemen/lembaga pemerintah non departemen/ ke
sekretariatan lembaga tingginegara /daerah propinsi/ kabupaten/
kota yang diberi delegasi sebagian wewenang Presiden untuk
mengangkat, memindahkan dan memberhentikan pegawai negeri
sipil dilingkungannya

Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat


dan
Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah.

5.Pejabat yang Berwajib


pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang melakukan
tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang undangan yang
berlaku.
Contoh : POLRI dan JAKSA.

4
6.Pejabat Negara

pimpinan dan anggota lembaga tinggi negara sebagai mana dimaksud


dalam pasal 11 UU Nomor 43 Tahun 1999 yang terdiri atas :
Presiden dan Wakil Presiden ;
Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota MPR ;
Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR ;
Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda, dan Hakim Agung pd Mahkamah
Agung serta Ketua, Wakil Ketua, dan Hakim pada semua Badan
Peradilan ;
Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPA;
Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BPK ;
Menteri dan Jabatan setingkat menteri ;
Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri yang berkedudukan sebagai Duta
Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh ;
Gubernur dan Wakil Gubernur ;
Bupati dan Wakil Bupati ;
Walikota dan Wakil Walikota ;
Pejabat Negara Lainnya yang ditentukan oleh Undang undang.
5
7. Jabatan Negeri
jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan
perundang undangan.
8. Jabatan Karier
adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional yang hanya dapat diduduki
oleh pegawai negeri sipil.
9. Jabatan Organik
Jabatan Organik adalah jabatan negeri yang menjadi tugas pokok
pada suatu satuan organisasi pemerintah
10. Manajemen Pegawai Negeri Sipil
keseluruhan upaya upaya untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan
derajat prosfesionalisme penyelenggaraan tugas, fungsi, dan kewa
jiban kepegawaian yang meliputi :
perencanaan, pengadaan, pengembangan kualitas, penempatan,
promosi, penggajian, kesejahteraan dan pemberhentian.
11. Pegawai Negeri Sipil Pusat (PNS Pusat)
Yang dimaksud dengan PNS Pusat adalah PNS yang gajinya
dibebankan pada APBN

6
12. PNS Daerah
PNS yang gajinya dibebankan pada APBD dan bekerja pada Peme
rintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota
13. PNS Diperbantukan di Luar Instansi Induk
PNS yang bekerja di Instansi lain karena diperbantukan dan
gajinya dibebankan pada Instansi yang menerima perbantuan,
sedangkan pembinaan kepegawaiannya dilakukan oleh Instansi PNS
berasal
14. PNS Dipekerjakan di Luar Instansi Induk
PNS yang bekerja di Instansi lain karena dipekerjakan dan
penggajiannya serta pembinaan kepegawaiannya dilakukan oleh
Instansi PNS berasal

7
II. KEDUDUKAN, KEWAJIBAN, DAN HAK PEGAWAI
NEGERI SIPIL

1. KEDUDUKAN PEGAWAI NEGERI (PN) SIPIL


sebagai unsur aparatur negara yang bertugas memberikan
pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan
merata dalam penyelenggaran tugas negara dan pembangunan.

Pegawai negeri harus bebas


dari pengaruh semua golo Pegawai Negeri dilarang
ngan dan partai politik serta menjadi anggota dan atau
tidak diskriminatif dalam mem pengurus partai politik.
berikan pelayanan kepada
masyarakat.

apabila ada PNS yang menjadi anggota


dan atau pengurus parpol akan
diberhentikan sebagai PNS.

8
2. KEWAJIBAN PN/PNS
a. Kewajiban kewajiban PN/PNS menurut pasal 4,5, dan 6 UU No.43
Tahun 1999 :
1) Wajib setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945,
Negara dan Pemerintah serta wajib menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa dalam NKRI
2) Wajib mentaati segala peraturan perundang undangan yang
berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan
kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung
jawab.
3) Wajib menyimpan rahasia jabatan
hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas
perintah pejabat yang berwajib atas kuasa undang undang.
4) Wajib mengangkat sumpah/janji (pasal 26 UU No.43/1999)
Setiap Calon PNS pada saat pengangkatannya menjadi PNS wajib
mengucapkan sumpah janji.
5). Wajib mengangkat sumpah/janji (pasal 27UU No.8/1974)
Setiap PNS yang diangkat untuk memangku suatu jabatan ter
tentu wajib mengangkat sumpah/janji jabatan negeri.
6). Wajib mentaati Peraturan Disiplin PNS
9
Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan,
atau perbuatan PNS yang tidak menaati kewajiban
dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin
PNS, baik yang dilakukan di dalam maupun di luar
jam kerja.

Kewajiban yang harus ditaati PNS ( pasal 3, PP


53/2010) adalah ( ada 17 butir ):

1. mengucapkan sumpah/janji PNS;


2. mengucapkan sumpah/janji jabatan;
3. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia, dan Pemerintah;
4. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan;

10
5. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS
dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
6. menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat
PNS;
7. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri,
seseorang, dan/atau golongan;
8. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus dirahasiakan;
9. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara;
10.melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui
ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau
Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;
11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
12. mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
13. menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara
dengan sebaik-baiknya;
14. memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
15. membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
16. memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan
karier; dan
17. menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang.

11
Larangan yang tidak boleh dilanggar ( pasal 4 ) adalah ada 15 butir al :

1. menyalahgunakan wewenang;
2. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang
lain dengan menggunakan kewenangan orang lain;
3. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain
dan/atau lembaga atau organisasi internasional;
4. bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya
masyarakat asing;
5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau
meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen
atau surat berharga milik negara secara tidak sah;
6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau
orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan
untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara
langsung atau tidak langsung merugikan negara;
7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik
secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk
diangkat dalam jabatan;
8. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang
berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya;
12
9. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya;
10.melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat
menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga
mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani;
11.menghalangi berjalannya tugas kedinasan;
12.memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan
Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah dengan cara:
a. ikut serta sebagai pelaksana kampanye;
b. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai
atau atribut PNS;
c. sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain; dan/atau
d. sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara;
13.memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara:
a. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan
atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa
kampanye; dan/atau
b. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap
pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan
sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan,
atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya,
anggota keluarga, dan masyarakat;

13
14. memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah
atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara
memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk
atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan
perundangundangan; dan
15. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah,
dengan cara:
a. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala
Daerah/Wakil Kepala Daerah;
b. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan
kampanye;
c. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau
merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye;
dan/atau
d. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap
pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan
sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan,
seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit
kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat

Setiap pelanggaran terhadap ketentuan yang dimaksud dalam pasal 3 dan


4 PP No.53/2010 akan DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN.
14
TINGKAT DAN JENIS HUKUMAN DISIPLIN
Tingkat hukuman disiplin terdiri dari:

(1) Jenis hukuman disiplin ringan :


a. teguran lisan;
b. teguran tertulis; dan
c. pernyataan tidak puas secara tertulis.
(2) Jenis hukuman disiplin sedang :
a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun;
b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan
c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu)
tahun.
(3) Jenis hukuman disiplin berat :
a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun;
b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih
rendah;
c. pembebasan dari jabatan;
d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai
PNS; dan
e. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
15
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

Calon Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin


tingkat sedang atau berat, dinyatakan tidak memenuhi syarat
untuk diangkat menjadi PNS dan diberhentikan dengan
hormat tidak atas permin taan sendiri atau diberhentikan tidak
dengan hormat sebagai CPNS

16
SEBELUM MENJATUHKAN HD PEJABAT YANG BERWENANG
MELAKUKAN PEMERIKSAAN TERLEBIH DAHULU YAITU :

SECARA LISAN
Apabila menurut pertimbangan pejabat yang berwenang akan
dijatuhi Hukuman Ringan

SECARA TERTULIS
Apabila menurut pertimbangan pejabat yang berwenang akan
dijatuhi Hukuman Disiplin Sedang dan Berat

TERBUKTI
PEMERIKSAAN BAP
(RUANG TERTUTUP)

HD
(RUANG TERTUTUP)

17
7) Wajib Mematuhi PP no.10 Tahun 1983 jo PP No 45 Tahun 1990
1). Laporan Perkawinan
PNS yang telah melangsungkan perkawinan,wajib mengirimkan
laporan perkawinan secara tertulis kepada pejabat secara hirarki
selambat lambatnya 1(satu) tahun tmt perkawinan dilangsungkan ter
masuk bagi PNS yang telah menjadi Janda/ Duda yang akan melang
sungkan perkawinan lagi atau PNS pria yang akan melangsungkan
perkawinan lebih dari seorang

2). Ijin beristeri lebih dari seorang PNS Pria yg akan beristeri lebih dari
seorang, wajib memperoleh izin secara tertulis terlebih dahulu dari
Pejabat . Ijin diberkan oleh pejabat apabila telah memenuhi salah
satu syarat alternatif dan semua syarat kumulatif.

a.Syarat Alternatif
(1) Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri dalam arti
isteri menderita penyakit jasmani atau rohani yang sukar disem buhkan
(2) Isteri mendapat cacat badan atau penyakit lain yang tidak dapat disem
buhkan
(3) Isteri tidak dapat melahirkan keturunan setelah menikah sekurang-
kurangnya 10 tahun 18
b. Syarat Kumulatif
1) Ada persetujuan tertulis yang dibuat secara ikhlas dari isteri PNS
2) PNS Pria yang bersangkutan mempunyai penghasilan yang cukup
3) Ada jaminan tertulis dari PNS Pria yang bersangkutan bahwa ia
akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anaknya.
3). Ijin Perceraian
wajib memperoleh ijin tertulis dari Pejabat, perceraian dapat dilakukan
apabila ada alasan-alasan yang syah yaitu salah satu atau lebih alasan :
a.Salah satu Pihak Berbuat Zina;
b.Salah satu pihak menjadi Pemabuk, Pemadat / Penjudi ;
c.Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun
berturut-turut tanpa ijin dan tanpa alasan yang syah;
d.Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau yang
lebih berat secara terus menerus setelah perkawinan berlangsung;
e.Salah satu pihak melakukan kekajaman atau penganiayaan berat;
f. Antara suami isteri terus menerus terjadi perselisihan / pertengkaran
dan tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

19
4). Pembagian gaji setelah perceraian
Gaji adalah penghasilan PNS yang terdiri atas :
a. Gaji pokok ;
b. Tunjangan keluarga ;
c. Tunjangan jabatan(apabila menduduki jabatan) ;
d. Tunjangan lainnya yang ber laku bagi PNS.
Apabila perceraian tersebut atas kehendak PNS PRIA, maka ia wajib
menyerahkan sebagian gajinya untuk anak anaknya dan bekas isterinya
dengan perhitungan sebagai berikut:
a).1/3 gaji untuk PNS ybs ;
b).1/3 gaji untuk mantan isterinya ;
c).1/3 gaji untuk anak anaknya.
Apabila perkawinan tidak melahirkan anak maka gaji dibagi 2 dengan
bekas isterinya

Apabila perceraian tersebut atas kehendak ISTERI, maka pembagian


gaji ditetapkan :
a).2/3 gaji untuk PNS pria ybs ;
b).1/3 gaji untuk anak anak
c). mantan isteri tidak mendapat apa-apa
20
Apabila mantan isteri kawin lagi dan atau anak anak telah dewasa (telah
berusia 21 tahun/25 tahun atau telah mempunyai penghasilan sendiri
atau telah kawin) maka hak gajinya diberikan kepada PNS ybs.

5). PNS Wanita dilarang menjadi isteri kedua/ketiga/keempat dari pria


bukan PNS atau PNS

6). PNS dilarang hidup bersama diluar ikatan perkawinan.

7). Sanksi
Dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat sebagai
PNS tidak atas permintaan sendiri apabila :
melakukan perceraian tanpa memperoleh ijin terlebih dahulu dari
pejabat
beristeri lebih dari seorang tanpa memperoleh ijin terlebih dahulu dari
pejabat
menjadi isteri kedua/ketiga/keempat
melakukan hidup bersama tanpa ikatan perkawinan

Ketentuan ijin perkawinan dan perceraian ini juga berlaku bagi CPNS.
21
HAK HAK PNS
Dalam Undang undang No.8 Thun 1974 jo Undang undang No.43 Tahun
1999 hak hak PNS telah diatur dalam pasal 7,8,9,10, adapun hak hak PNS
tersebut adalah :
a. Hak atas Gaji (pasal 7)
Setiap Pegawai Negeri berhak memperoleh gaji yang adil dan layak
sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya. Gaji Pegawai
Negeri yang dibayarkan berdasarkan pangkat dan masa kerja
golongannya.

Sistem Penggajian
Sistem skala tunggal
sistem penggajian yang memberikan gaji yang sama kepada pegawai
yang berpangkat sama dengan tidak memperhatikan sifat pekerjaan yang
dilakukan dan berat tanggung jawab yang dipikul dalam melaksanakan
pekerjaan itu.
Sistem skala ganda
sistem pengajian yang menentukan besarnya gaji bukan saja didasarkan
kepada pangkat tetapi juga didasarkan kepada sifat pekerjaan yang
dilakukan, prestasi kerja yang dicapai dan berat ringannya tanggung jawab
dalam melaksanakan pekerjaan itu. 22
Di Indonesia dikenal adanya sistem gabungan yaitu
perpaduan antara sistem skala tunggal dan sistem skala ganda,

gaji pokok PNS yang berpangkat sama ditetapkan sama, disamping itu
diberikan tunjangan bagi PNS yang berdasarkan penilaian pelaksanan
beban tugas yang lebih besar dan memikul tanggung jawab yang lebih
berat.
Kebijaksanaan penggajian yang berlaku sekarang ini adalah mengarah
kepada sistem skala gabungan. Dengan PP 25/2010 telah ditetapkan
gaji pokok PNS dengan sistem skala tunggal.

Namun kepada PNS tertentu diberikan tunjangan yang diatur dengan


peraturan perundang undangan yang berlaku.

23
b. Hak atas Cuti (pasal 8)
Dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rohani, maka kepada
PNS setelah bekerja selama jangka waktu tertentu perlu diberikan cuti.
Jenis Cuti
1) Cuti Tahunan (CT)
Lamanya CT adalah 12 hari kerja dan tidak dapat dipecah (-) dari 3 hari
CPNS/PNS yang telah bekerja secara terus menerus selama 1 tahun ber
hak atas CT

2) Cuti Besar (CB)


bekerja (-) 6 tahun secara terus menerus berhak atas CB selama 3 bulan
termasuk CT dalam tahun berjalan dan jika telah mengmbil CT, maka
lamanya cuti besar dikurangi lamanya CT.
PNS yang mengambil cuti kurang dari 3 bulan maka sisa CB yang
menjadi haknya akan hapus.
PNS yang menjalankan CB berhak atas gaji secara penuh kecuali
tunjangan jabatan.

24
sakit 1 atau 2 hari harus memberi tahu
kepada atasannya baik secara tertulis
maupun lisan/telepon

sakit lebih dari 2 hari s/d 14 hari harus


3). Cuti Sakit mengajukan permintan cuti sakit, dengan
melampirkan surat keterangan dokter

sakit lebih dari 14 hari harus mengajukan


permintan cuti sakit, dengan melampirkan
surat keterangan dokter pemerintah atau
dokter swasta yang ditunjuk Menteri
Kesehatan

25
Cuti sakit
1. untuk paling lama satu tahun dan
2. apabila belum sembuh atas dasar keterangan dokter
3. dapat diperpanjang selama 6 bulan dan apabila belum sembuh juga
4. maka harus diuji kembali oleh Tim Penguji Kesehatan, apabila dari
hasil pengujian ternyata:
(1).Belum sembuh tetapi ada harapan untuk bekerja kembali, maka
PNS tersebut diberhentikan dengan hormat dari jabatannya de
ngan diberikan uang tunggu sesuai dengan ketentuan yang berla
ku
(2).Belum sembuh tetapi tidak ada harapan untuk bekerja kembali,
maka PNS tersebut diberhentikan dengan hormat sebagai PNS
dengan diberikan hak hak kepegawaian sesuai dengan keten
tuan yang berlakuPNS wanita yang mengalami keguguran berhak
atas cuti sakit untuk paling lama 1 bulan.
PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan kerena menjalankan tugas
berhak atas cuti sampai sembuh dari penyakitnya.
Bagi PNS yang menjalani Cuti Sakit berhak atas gaji beserta tunjangan
jabatan selama belum ada pemberhentian dari jabatannya.
26
4) CUTI BERSALIN

Untuk persalinan pertama dan kedua dan ketiga PNS wanita


berhak atas cuti bersalin (persalinan pertama dihitung sejak
ybs menjadi CPNS) dan hak cuti tahunan tidak hapus.

Lamanya cuti bersalin adalah 1 bulan sebelum dan 2 bulan


setelah persalinan

PNS yang menjalani Cuti Bersalin berhak atas gaji beserta


tunjangan jabatan (bagi yang menduduki jabatan).

Untuk persalinan keempat dan seterusnya dapat


menggunakan Cuti Besar atau dapat menggunakan Cuti Diluar
Tanggungan Negara(CLTN) dan lamanya adalah 3 bulan.

27
5). Cuti Karena Alasan Penting (CAP)

Ibu/Bapak, suami/isteri, anak,adik, kakak,


mertua/menantu, sakit keras/ meninggal
dunia (MD) ;

Salah seorang anggota keluarga


CAP untuk sebagai mana tersebut diatas yang
paling lama MD dan menurut ketentuan hukum
2 bulan yang berlaku PNS ybs harus mengurus
hak hak dari anggata keluarga yang MD

Melangsungkan
perkawinan pertama

28
6).Cuti diluar tanggungan Negara (CLTN)

Telah bekerja sekurang kurangnya 5 tahun ,


karena alasan pribadi yang mendesak
dapat diberikan CLTN untuk paling lama 3 tahun
dan dapat diperpanjang selama 1(satu) tahun

CLTN/ SK P P K setelah mendapat


perpanjangan CLTN persetujuan dari Kepala BKN.

Tidak berhak menerima penghasilan dari negara


masa CLTN tidak dapat diperhitungkan sebagai
masa kerja untuk kenaikan pangkat/KGB / pensiun

Selesai CLTN wajib melapor secara tertulis kepada pimpinan instansi


Pengaktifan kembali setelah CLTN dilakukan dengan S K Pejabat Ybw
setelah mendapat persetujuan dari Kepala BKN
PNS yang selesai menjalankan CLTN tetapi tidak melapor diberhentikan
dengan hormat sebagai PNS

29
c.Hak Memperoleh Perawatan
berhak memperoleh
kecelakaan karena dinas atau pengobatan,perawatan dan
menderita sakit karena dinas atau rehabilitasi atas biaya
negara.

KECELAKAAN karena DINAS :

dalam dan karena menjalankan tugas kewajiban

dalam keadaan lain yang ada hub dengan dinas shg


kecelakaan itu disamakan dengan yang terjadi karena
menjalankan tugas kewajibannya

karena perbuatan anasir yang tidak bertanggung jawab


atau sebagai akibat tindakan terhadap anasir itu

30
sakit yang diderita sebagai akibat
SAKIT KARENA DINAS langsung dari pelaksanaan tugas

kelainan jasmani atau rohani karena


kecelakaan yang sedemikian rupa shg
CACAD
menimbulkan gangguan utk melakukan
pekerjaan

cacad yang disebabkan oleh


CACAD karena DINAS kecelakaan karena dinas atau
sakit karena dinas

31
kecelakaan karena memperoleh pengobat
dinas/ menderta sakit an, perawatan, dan atau
karena dinas rehabilitasi

harus dibuktikan dengan surat pernyataan dari pim


pinan instansi/surat keterangan atau berita acara
dari pejabat yang berwajib

serendah rendahnya pejabat eselon IV , Ka.Unit kerja yang berdiri


sendiri yang memuat bahwa kecelakaan itu terjadi dalam dan karena
dinas

surat keterangan tentang sakit karena dinas dibuat oleh dokter


pemerintah setempat atas permintaan pimpinan instansi apabila tidak
ada dapat dibuat dokter swasta

berita acara tentang kecelakaan dibuat oleh


polisi/ pamong praja setempat
32
REHABILITASI

hanya menyangkut
rehabilitasi medis

berupa pemberian
pengobatan, perawatan

Pengobatan, perawatan dan/rehabilitasi dilakukan


pada RS terdekat atau PUSKESMAS, apabila tidak
memiliki peralatan yang cukup ke RS
pemerintah/swasta terdekat yang ditunjuk MENTERI
KESEHATAN

33
d.Hak Tunjangan Cacad (PP No.12/1981)
PNS yang oleh Tim Penguji Kesehatan dinyatakan tidak dapat
bekerja lagi dalam semua jabatan negeri yang disebabkan cacad
karena dinas berhak menerima tunjangan cacad selain pensiun
yang berhak diterimanya.
.
Besarnya tunjangan cacad tiap bulannya adalah:

1) a. 70% dari gaji pokok apabila kehilangan fungsi :


1) penglihatan kedua mata atau,
2) pendengaran pada kedua telinga atau,
3) kedua kaki dari pangkal paha atau dari lutut kebawah,penglihatan
kedua mata atau,
2) b. 50% dari gaji pokok apabila kehilangan fungsi :
lengan dari bahu kebawah atau,
kedua kaki dari mata kaki kebawah
3) c. 40% dari gaji pokok apabila kehilangan fungsi :
lengan dari atau atas siku kebawah atau,
sebelah kaki dari pangkal paha
34
4) d. 30% dari gaji pokok apabila kehilangan fungsi :
penglihatan sebelah mata
pendengaran sebelah telinga
tangan dari atau atas pergelangan atau,
sebelah kaki dari mata kaki kebawah

5) 30% sampai 70% dari gaji pokok menurut tingkat keadaan atas
pertimbangan TPK dapat dipersamakan dengan huruf a s/d d, untuk
kehilangan fungsi atas sebagian atau seluruh badan atau ingatan yang
tidak termasuk hurf a s/d d

6) Dalam hal terjadi beberapa cacad maka besarnya tunjangan cacad


ditetapkan dengan menjumlahkan prosentase dari tiap cacad paling
tinggi 100% dari gaji pokok

35
e. Hak atas Uang Duka dan Biaya Pemakaman (PP No.12/1981)
1. Uang Duka Tewas
1) kepada isteri/ suami PNS yang TEWAS diberikan uang duka tewas sebe
sar 6 kali penghasilan sebulan serendah rendahnya Rp.500.000 apabila
meninggalkan lebih dari seorang isteri yang sah, diberikan kepada isteri
pertama(isteri yang paling lama dikawininya tanpa terputus oleh
perceraian)
2) apabila tidak meninggalkan isteri/suami, uang duka tewas diberikan
kepada anaknya
3) apabila tidak meninggalkan isteri/suami ataupun anak, uang duka tewas
diberikan kepada orang tuanya
4) apabila tidak meninggalkan isteri/ suami,anak ataupun orang tua maka
uang duka tewas diberikan kepada ahli waris lainnya
PNS YANG DINYATAKAN TEWAS

MD dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya;


MD dalam keadaan lain yang ada hubungannya dengan dinasnya ;
MD yang langsung diakibatkan oleh LUKA / CACAT JASMANI / ROHANI
yang didapat dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya ;
MD karena perbuatan anasir yang tidak bertanggung jawab ataupun
sebagai akibat tindakan terhadap anasir itu; 36
2. Biaya pemakaman PNS yang tewas ditanggung oleh negara
Biaya pemakaman yang ditanggung negara adalah
peti jenazah dan perlengkapannya;
tanah pemakaman dan biaya ditempat pemakaman ;
angkutan jenazah dari tempat meninggal kekediaman dan atau
tempat pemakaman serta biaya persiapan pemakaman angkutan
dan penginapan bagi isteri/suami yang sah dan anak yang sah.

apabila tidak mempunyai isteri/suami/anak yang sah, maka yang ditang


gung adalah biaya angkutan dan penginapan sebanyak banyaknya 3
orang dan penginapan diberikan untuk paling lama 10 hari

37
3. Uang Duka Wafat

1) isteri/ suami PNS yang WAFAT diberikan uang duka wafat sebesar 3 kali
penghasilan sebulan serendah rendahnya Rp.100.000,- apabila
meninggalkan lebih dari seorang isteri yang sah, diberikan kepada isteri
pertama (isteri yang paling lama dikawininya tanpa terputus oleh
perceraian
2) apabila tidak meninggalkan isteri/suami,uang duka wafat diberikan
kepada anaknya.
3) apabila tidak meninggalkan isteri/suami ataupun anak, uang duka wafat
diberikan kepada orang tuanya
4) apabila tidak meninggalkan isteri/suami,anak ataupun orang tua maka
uang duka wafat diberikan kepada ahli waris lainnya

f. Hak atas Pensiun ( Psl10 UU No.8 / 1974 jo UU No.43 / 1999 )


dinyatakan bahwa setiap pegawai negeri yang telah memenuhi syarat
syarat yang ditentukan berhak atas pensiun.
Dalam UU No.11 Tahun 1969, sifat Pensiun adalah jaminan hari tua dan
sebagai balas jasa terhadap PNS yang telah bertahun tahun mengabdikan
dirinya kepada negara

38
g. Tunjangan Tambahan Penghasilan (PP No.49 Tahun 1980)
Kepada Janda/Duda pensiunan PNS diberikan tunjangan tambahan
penghasilan sebesar selisih antara pensiun Janda/Duda yang akan
diterimanya dengan peghasilan terakhir almarhum/almarhumah PNS/
Pensiunan PNS, selama 4 (empat) bulan mulai bulan berikutnya
PNS/Pensiunan PNS meninggal dunia.
Dengan demikian penghasilan berupa pensiun Janda/Duda baru
diberikan mulai bulan kelima

39
SISTEM PEMBINAAN KARIR

UU No 8/1974 jo UU No 43/1999

A. PEMBINAAN PNS DILAKSANAKAN


BERDASARKAN SISTEM PRESTASI KERJA DAN SIS TEM KARIR
DITITIK BERATKAN KPD SISTEM PRESTASI KERJA
SISTEM PRESTASI KERJA :
SISTEM KEPEGAWAIAN
UTK PENGANGKATAN SESEORG DLM SUATU JABT
DIDASARKAN ATAS KECAKAPAN DAN PRESTASI
YG TELAH DICAPAI
SISTEM KARIR :
SISTEM KEPEGAWAIAN
UTK PENGANGKATAN PERTAMA SESEORG
DIDASARKAN ATAS KECAKAPAN

DALAM PENGEMBANGANNYA LEBIH LANJUT, M K ,


PENGALAMAN, KESETIAAN, PENGABDIAN DAN SYARAT SYARAT OBYEKTIF
LAINNYA TURUT MENEN TUKAN

DALAM SISTEM KARIR DIMUNGKINKAN NAIK PANGKAT TANPA UJIAN JABATAN


DAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN BERDASARKAN JENJANG JABATAN
YANG TELAH DITENTUKAN
40
III. MANAJEMEN PEGAWAI NEGERI SIPIL

Manajemen PNS adalah keseluruhan upaya upaya untuk meningkatkan


efisiensi, efektifitas dan derajat profesionalisme penyelenggaraan tugas,
fungsi dan kewajiban kepegawaian yang meliputi perencanaan, pengada
an, pengembangan kualitas, penempatan, promosi, penggajian, kesejah
teraan, dan pemberhentian.

Fungsi fungsi manajemen PNS yang meliputi :


1. perencanaan (formasi PNS),
2. pengadaan PNS,
3. pengembangan PNS (Diklat PNS) ,
4. penilaian ( DP 3 dan pengujian kesehatan PNS)
5. penghargaan ( kenaikan pangkat,pengangkatan dalam jabatan, dan
Satya Lencana Karya Satya),
6. pemberhentian dan kesejahteraan(pemberhentian,pensiun, asu ransi
sosial, dan pemeliharaan kesehatan)

41
1. FORMASI PNS ( PP No.97/2000 jo PP No.54/2003 )

- JUMLAH DAN SUSUNAN PANGKAT PNS YANG


- DI PERLUKAN DALAM SUATU SATUAN
- ORGANISASI NEGARA
- UTK MAMPU MELAKSANAKAN
- TUGAS POKOK DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU

a. TUJUAN FORMASI
AGAR DALAM SATUAN ORGANISASI NEGARA DIMAKSUD
DAPAT MEMPUNYAI JUMLAH DAN MUTU PEGAWAI SESUAI DGN
BEBAN KERJA YANG DIPERLUKAN

b. Dasar Penyusunan Formasi


Formasi disusun berdasarkan
- analisis kebutuhan dan penyediaan pegawai
- sesuai dengan jabatan yang tersedia
- dengan memperhatikan norma standar dan prosedur yang ditetap
kan oleh pemeritah

42
Dalam melakukan analisis kebutuhan didasarkan pada :
(1). Jenis Pekerjaan
Macam pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu satuan organisasi
dalam melaksanakan tugas pokoknya dan dikelompokkan dalam :
jenis pekerjaan yang bersifat umum : pekerjaan mengetik dan
jenis pekerjan yang bersifat khusus: memeriksa perkara, penelitian ,
perawatan orang sakit
(2). Sifat Pekerjaan
Dalam menentukan sifat pekerjaan dapat ditinjau dari beberapa sudut mi
salnya sudut waktu kerja, sudut pemusatan perhatian, sudut resiko pribadi
yang mungkin timbul dalam melaksanakan pekerjaan dll.
Yang paling berpengaruh dalam penentuan formasi adalah tinjauan dari
sudut waktunya.
(3). Analisis beban kerja dan perkiraan kapasitas seorang PNS dalam jangka
waktu tertentu.Perkiraan beban kerja dari masing masing satuan organi
sasi dapat dilakukan berdasarkan perhitungan atau bedasarkan pengala
man,
(4). Prinsip Pelaksanaan Pekerjaan
Hal ini sangat besar pengaruhnya dalam menentukan formasi,

43
c. Jenis Formasi PNS
Jenis formasi PNS terdiri dari :
1). Formasi PNS Pusat ;
2). Formasi PNS Daerah yang terdiri dari :
a). Formasi PNS Daerah Propinsi ;
b). Formasi PNS Daerah Kabupaten;
c). Formasi PNS Daerah Kota.
d.Penetapan Formasi PNS
(1).Formasi PNS Pusat
setiap tahun Anggaran ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab
dibidang Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat
pertimbanagn Kepala BKN
(2).Formasi PNS Daerah
Pemerintah Daerah Propinsi/ Kabupaten/Kota setiap tahun Anggaran
ditetapkan oleh Kepala Daerah masing masing setelah mendapat
persetujuan tertulis Menteri yang bertanggung jawab dibidang
Pendayagunaan Aparatur Negara berdasarkan pertimbangan Kepala BKN
Penetapan dan Persetujuan Formasi PNS Pusat dan Formasi PNS Dae rah
dilakukan berdasarkan usul dari :
a. PPK Pusat ; dan
b. PPK Daerah yang dikoordinaikan oleh Gubernur 44
a. PENGUMUMAN
1). Harus diumumkan seluas luasnya melalui media massa yang tersedia
dan /atau bentuk lainnya yang digunakan, sehingga pengadaan PNS
diketahui oleh umum.
2). Pengumuman tersebut harus dilakukan paling lambat 15 hari sebelum
tanggal penerimaan

3). Dalam Pengumuman harus dicantumkan:


a). Jumlah dan jenis jabatan yang lowong ;
b). Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan ;
c). Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar ;
d). Alamat dan tempat lamaran ditujukan ;
e). Batas waktu pengajuan surat lamaran ;
f). Waktu dan tempat seleksi ; dan
g). Lain lain yang dianggap perlu.

45
2. PENGADAAN PNS( PP No.98/2000 jo PP No.11 / 2002 )
KEPUTUSAN KA BKN NO.11 / 2002

PROSES KEGIATAN U/ MENGISI FORMASI YG LOWONG


MULAI DARI PERENCANAAN,
PENGUMUMAN,PELAMARAN,PENYARINGAN S/D
PENGANGKATAN MENJADI PNS

LOWONGAN FORMASI DISEBABKAAN :

ADANYA PNS YG PENS, BHT DAN MD


ADANYA PERLUASAN ORGANISASI PEM.

46
a. PENGUMUMAN

1). Harus diumumkan seluas luasnya melalui media massa yang tersedia
dan /atau bentuk lainnya yang digunakan.

2). Pengumuman tersebut harus dilakukan paling lambat 15 hari sebelum


tanggal penerimaan

3). Dalam Pengumuman harus dicantumkan:


a). Jumlah dan jenis jabatan yang lowong ;
b). Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan ;
c). Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar ;
d). Alamat dan tempat lamaran ditujukan ;
e). Batas waktu pengajuan surat lamaran ;
f). Waktu dan tempat seleksi ; dan
g). Lain lain yang dianggap perlu.

47
b.PERSYARATAN
Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar :
a. W N I
b. Usia (-) 18 (delapan belas) tahun dan () 35 (tiga puluh lima) tahun
c. Tidak pernah dihukum penjara/kurungan
Tidak termasuk bagi mereka yang dijatuhi hukumam percobaan.
d. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan
sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau diber
hentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta
e. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS
f. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan keterampilan yang
diperlukan
g. Berkelakuan Baik
h. Sehat jkasmani dan rohani
i. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia/
Negara lain yang ditentukan
j. Bersedia melepaskan dari jabatan pengurus dan atau anggota
PARPOL pada saat dinyatakan lulus ujian penyaringan, apabila pada
saat melamar menjadi pengurus dan atau anggota partai politik.
k. Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan
48
2. Pengangkatan CPNS pada prinsipnya tidak boleh melebihi
usia 35 tahun
Pengangkatan CPNS dapat dilakukan bagi yang berusia melebihi usia 35
tahun dengan ketentuan :
telah mengabdi kepada instansi pemerintah (pusat / daerah) sekurang
kurangnya 5 tahun secara terus menerus sebelum PP No.11 Tahun
2002 (17 April 2002.) dan
masih melaksanakan tugas pada instansi tersebut ;
pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan khusus dan
dilaksanakan secara selektif serta tidak boleh melebihi usia 40 (empat
puluh) tahun.
PELAMARAN
1). Lamaran ditulis dengan tulisan tangan sendiri ditujukan kepada Pejabat
Pembina Kepegawaian Instansi yang bersangkutan.
2). Dalam surat lamaran harus dilampirkan :
Foto copy STTB/Ijazah yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang
Kartu tanda Pencari Kerja dari Depnaker/Disnaker
Pas foto menurut ukuran dan jumlah yang ditentukan.

49
c. PENYARINGAN
1). Pemeriksaan Administratif
Surat lamaran yang tidak memenuhi syarat dikembalikan kepada pelamar
disertai alasannya dan yang memenuhi syarat disusun dan didaftar secara
tertib
2).Panitia Ujian
Panitia Ujian (-) terdiri dari 3(tiga) orang yaitu seorang Ketua merangkap
anggota,seorang Sekretaris merangkap anggota dan seorang anggota.
Jika panitia lebih dari 3(tiga) orang maka jumlahnya harus bilangan ganjil.
3). Tugas Panitia Ujian
a) Menyiapkan dan mengumpulkan bahan ujian
b) Menentukan pedoman pemeriksaan dan penilaian ujian
c) Menentukan tempat dan jadual ujian
d) Menyelenggarakan ujian, dan
e) Memeriksa dan menentukan hasil ujian
4).Materi Ujian
a) Test Kompetensi, yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan per
syaratan jabatan, a l meliputi Pengetahuan Umum, Bahasa Indonesia,
KebijakanPemerintah, Pengetahuan Teknis,dan Pengetahuan lainnya
b) Psikotes,yang penyelenggaraannya disesuaikan dengan kebutuhan
persyaratan jabatan dan kemampuan instansi masing masing.
50
5).Ujian
Untuk menjamin obyektifitas, maka ujian dilaksanakan tertulis dan
apabila dipandang perlu diadakan ujian lisan berupa wawancara atau
ujian keterampilan.

6). Pengumuman Pelamar yang diterima


Pengumuman dimuat dalam media cetak dan diberitahukan secara
tertulis kepada peserta.Pengumunan hendaknya memuat kapan, dima
na, kepada pejabatmana, dan waktu selambat lambatnya harus
melapor. Batas waktu melapor sekurang kurangnya 14 hari kerja terhi
tung mulai tanggal dikirimkan surat pemberitahuan tersebut.

51
d.PENGANGKATAN

1).Pengangkatan sebagai CPNS


a.Pelamar yang dinyatakan lulus dan diterima wajib melengkapi dan me
nyerahkan kelengkapan administrasi yaitu :
(1).Foto copy STTB/Ijazah yang disahkan oleh pejabat yang berwenang
(2). Daftar Riwayat Hidup ;
(3). Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 6 (enam) lembar ;
(4). Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari POLRI ;
(5). Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Dokter ;
(6). Asli Kartu Pencaker dari Kantor Departemen/Dinas Tenaga Kerja ;
(7). Surat Pernyataan tentang:
a. Tidak pernah dihukum penjara/kurungan
b. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan
sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau
diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta
c. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS
d. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia
/ Negara lain yang ditentukan
e. Tidak menjadi pengurus dan atau anggota partai politik
52
Se(-) 1 TH setelah tgl
Penetapan NIP

PPK Pusat/Daerah

NIP
PPK Pusat/Daerah

Ka. BKN

SK CPNS
TMT tgl 1 bln
berikut
CPNS ybs

(-) 1 bulan setelah menerima SK


Wajib melaksanakan tugas

53
2).Golongan Ruang
a. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai CPNS
pada saat melamar memiliki dan meng gunakan ijazah yang dimiliki
adalah sebagai berikut:

NO PENDIDIKAN GOL / RUANG


1 1SD- SETINGKAT I/a
2 SLTP-SETINGKAT I/c
3 SLTA-D-1 II/a
4 SGPLB D II II/b
5 SM-AK-D III II/c
6 S-1 D IV III/a
7 Dr-APTK-S-2 /ijazah lain yg setara III/b
8 S-3 DOKTOR III/c

54
b. Ijazah lain yang setara dengan ijazah Dokter, Apoteker, S-2 adalah
ijazah yang dikeluarkan oleh PT yang bobot untuk memperolehnya
setara dengan ijazah Dokter, Apoteker, S-2 yang penetapan
kesetaraannya dilaksanakan oleh Menteri yang bertanggung jawab
dibidang pendidikan nasional ;

c. Ijazah yang diperoleh dari sekolah atau perguruan tinggi di luar


negeri hanya dapat dihargai apabila telah diakui dan ditetapkan
penyetaraannya dengan sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia
yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab dibidang
pendidikan nasional.

55
3).Penghasilan

GAJI PNS
( PP No.7/1977 ttg PERAT GAJI PNS
TERAKHIR DIRUBAH
DGN PP No.25/2010 )

HAK ATAS GAJI CPNS TMT YBS SECARA NYATA


MELAKSANAKAN TUGAS YANG DITETAPKANOLEH
KEPALA KANTOR / SATUAN KERJA ( S P M T )

BAGI CPNS YANG PENEMPATANNYA JAUH DARI TEMPAT TINGGALNYA

DIANGGAP TELAH MELAKSANAKAN TUGAS SEJAK YBS BERANGKAT


KETEMPAT TUGAS

DIBUKTIKAN DGN SRT PERINTAH PERJA


LANAN / PENUGASAN 56
Gaji adalah penghasilan PNS yang terdiri atas :

a. Gaji pokok ;
b. Tunjangan keluarga ;
c. Tunjangan jabatan(apabila menduduki jabatan) ;
d. Tunjangan lainnya yang ber laku bagi PNS.

POTONGAN GAJI
Untuk membiayai usaha usaha dalam bidang kesejahteraan, maka setiap
pegawai negeri dan pejabat negara dipungut iuran 10% dari
penghasilannya setiap bulan berdasarkan peraturan perundangan yang
berlaku dengan perincian sebagai berikut:
4% untuk iuran dana pensiun ;
2% untuk iuran pemeliharaan kesehatan ;
3% untuk iuran tabungan hari tua
( Keppres Nomor 56 Tahun 1974 )

57
Masa kerja yang dapat diperhitungkan penuh untuk penetapan Gaji Pokok
(a). Selama menjadi C/PNS (kecuali CLTN)
(b). Selama menjadi Pejabat Negara.
(c). Selama menjalankan tugas pemerintahan antara lain masa penugasan
sebagai:
Lokal staff Perwklan RI di LN, PTT, Perangkat Desa Pegawai/ Tenaga
pada Badan badan Internasional
Petugas pemerintahan lainnya yang penghasilannya dibebankan pada
APBN
(d). Selama menjalankan kewajiban bela negara
(e). Selama menjadi pegawai perusahaan Milik Negara (BUMN/ BUMD)

Masa kerja yang diperhitungkan untuk penetapan Gaji Pokok :


MK sebagai pegawai/karyawan dari perusahaan yang berbadan hukum diluar
badan badan pemerintah (termasuk perusahaan swasta asing yang berbadan
hukum), dan tiap tiap kali tidak kurang dari 1 (satu) tahun dan tidak terputus
putus ,dengan ketentuan bahwa masa kerja tersebut diperhitungkan sebanyak
banyaknya 8 (delapan) tahun.

58
4). Masa Percobaan
a. Masa selama menjadi CPNS merupakan masa percobaan. Lamanya
masa percobaan adalah sekurang kurangnya 1(satu) tahun dan paling
lama 2(dua) tahun sesuai ketentuan pasal 16 ayat (4) UU No.8/1974 jo
UU No.43/1999.
b. Masa percobaan dihitung sejak tanggal yang bersangkutan diangkat
sebagai CPNS
5). Pengangkatan CPNS menjadi PNS
a) CPNS yang telah menjalankan masa percobaan (-) 1 (satu) tahun dapat
diangkat menjadi PNS dalam jabatan dan pangkat tertentu yang ditetapkan
oleh PPK atau Pejabat yang ditunjuk apabila telah memenuhi syarat syarat
Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP3 (-) bernilai baik
Sehat Jasmani dan Rohani yang dinyatakan Dokter PengujiTersendiri
Lulus DIKLAT PRAJABATAN
Tanggal mulai berlakunya keputusan pengangkatan sebagai PNS tidak
boleh berlaku surut
CPNS yang telah menjalankan masa percobaan lebih 2 tahun dan
telah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS, karena sesuatu
sebab belum diangkat menjadi PNS, maka dapat diangkat menjadi
PNS apabila alasannya bukan karena kesalahan yang bersangkutan
dan pengangkatannya menjadi PNS ditetapkan oleh Kepala BKN 59
c). CPNS yang diangkat menjadi PNS diberikan pangkat sbb:
NO PENDIDIKAN PANGKAT GOL / RUANG
1 1SD- SETINGKAT Juru Muda I/a
2 SLTP SETINGKAT Juru I/c
3 SLTA D.I Pengatur Muda II/a
4 SGPLB - DII Pengatur Muda Tk I II/b
5 SM Akd D.III Pengatur - II/c
6 S.I D.IV Penata Muda III/a
7 Dr APTK S.2 Penata Muda Tk I III/b
8 S.3 - DR Penata III/c

CPNS yang Tewas diangkat menjadi PNS, terhitung mulai awal bulan yang
bersangkutan dinyatakan tewas
CPNS yang Cacad karena Dinas yang oleh T P K dinyatakan tidak dapat
bekerja lagi dalam semua jabatan negeri diangkat menjadi PNS, tmt 1
bulan yang bersangkutan dinyatakan Cacad karena Dinas dan kemudian
diberhentikan dengan hormat sebagai PNS diberikan hak hak kepegawaian
sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Pengangkatan menjadi PNS bagi CPNS Pusat/Daerah yang Tewas atau
Cacad karena Dinas ditetapkan dengan keputusan Kepala BKN/Kepala
Kantor Regional BKN 60
6).Pemberhentian Calon Pegawai Negeri Sipil( PSL 18 PP 98/2000 jo PP11/2002 )

A. DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT :


MENGAJUKAN BERHENTI
TIDAK SEHAT
TIDAK LULUS DIKLAT PRAJABATAN
TIDAK MENUNJUKKAN KECAKAPAN DALAM MELAKSANAKAN
TUGAS
MENUNJUKAN SIKAP BUDI PEKERTI YANG TIDAK BAIK YANG MENG
GANGGU LINGKUNGAN PEKERJAAN
DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN TKT SEDANG
MENGAJUKAN BERHENTI KRN MENJADI ANGGOTA PARPOL
TDK MELAPOR SETELAH 1(SATU) BULAN MENERIMA SK CPNS
B. DIBERHENTIKAN TIDAK DENGAN HORMAT :
MEMBERIKAN KETERANGAN DAN BUKTI TIDAK BENAR
DIHUKUM PENJARA/KURUNGAN KRN MELAKUKAN KEJAHATAN
DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN BERAT
MENJADI ANGGOTA PARPOL TANPA MENGAJUKAN BERHENTI

61
3. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS (PP No.101 TAHUN 2001)
Adalah upaya yang dilakukan bagi PNS untuk meningkatkan
kepribadian, pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan tuntutan
persyaratan jabatan dan pekerjaannya
Pasal 31 UU No 8/1974 jo UU No 43/1999 dinyatakan bahwa :
untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar besarnya ,
diadakan pengaturan pendidikan serta pengaturan dan penyelenggaraan
latihan jabatan PNS yang bertujuan untuk meningkatkan pengab dian,
mutu, keahlian, kemampuan, dan ketrampilan
a. Tujuan Umum Diklat Jabatan
1) Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk
dapat melaksanakan tugas jabatannya secara profesional dengan
dilandasi kepribadiandan dan etika PNS sesuai kebutuhan instansi.
2) Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan
perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
3) Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi
kepada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat
4) Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksa
nakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan.

62
3. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS (PP No.101 TAHUN 2001)
PASAL 31
UU NO 43 / 1999
TENTANG PERUBAHAN UU NO 8 / 1974
untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar besarnya ,
diadakan pengaturan pendidikan serta pengaturan dan penyelenggaraan
latihan jabatan PNS yang bertujuan untuk meningkatkan pengab dian, mutu,
keahlian, kemampuan, dan ketrampilan
A. PENGERTIAN DIKLAT PNS
UPAYA YG DILAKUKAN BG PNS
MENINGKATKAN KEPRIBADIAN
PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN
SESUAI DGN TUNTUTAN PERSYARATAN JABATAN DAN PEKERJAANNYA

B. TUJUAN UMUM DIKLAT


( UU NO 43/1999 )
MENINGKATKAN PENGABDIAN,MUTU, KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN
MENCIPTAKAN ADANYA POLA PIKIR YANG SAMA
MENCIPTAKAN DAN MENGEMBANGKAN METODE KERJA YG LEBIH BAIK
MEMBINA KARIR PNS 63
1.TUJUAN DIKLAT JABATAN
MENINGKATKAN PENGETAHUAN, KEAHLIAN, KETERAMPILAN DAN
SIKAP;
MELAKSANAKAN TUGAS JABT SECARA PROFESIONALYG DILANDASI DGN
KEPRIBADIAN DAN ETIKA PNS

MENCIPTAKAN APARATUR YG MAMPU BERPERAN SEBAGAI PEM


BAHARU DAN PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA;
MEMANTAPKAN SIKAP DAN SEMANGAT PENGABDIAN YG BER
ORIENTASI PADA PELAYANAN ,PENGAYOMAN, DAN PEMBERDAYA AN
MASYARAKAT;
MENCIPTAKAN KESAMAAN VISI DAN DINAMIKA POLA PIKIR DALAM
MELAKSANAKAN TUGAS PEMERINTAHAN UMUM DAN
PEMBANGUNAN
2. SASARAN DIKLAT
TERWUJUDNYA PNS YG MEMILIKI KOMPETENSI YG SESUAI DGN
PERSYARATAN JABT
C. JENIS DAN JENJANG DIKLAT PNS
1. JENIS DIKLAT
a. DIKLAT PRAJABATAN
b. DIKLAT DLM JABATAN
64
2. JENJANG DIKLAT DALAM JABATAN
a. DIKLAT KEPEMIMPINAN ( DIKLATPIM) ;
b. DIKLAT FUNGSIONAL; dan
c. DIKLAT TEKNIS
D. PESERTA DIKLAT
1. DIKLAT PRAJABATAN : CPNS
2. DIKLATPIM : YG AKAN / TELAH MENDUDUKI JBT ESL
I.II,III.IV
3. DIKLAT FUNGSIONAL : YG AKAN / TELAH MENDUDUKI
JBT FUNGSIONAL
4. DIKLAT TEKNIS : PNS YG MEMBUTUHKAN PENINGKAT
AN KOMPETENSI PNS YG AKAN /
TELAH MENDUDUKI JBT ESL I.II,III.IV
Sasaran Diklat Prajabatan golongan I dan II adalah :
Terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persya
ratan pengangkatan untuk menjadi PNS golongan I dan II.
Diklat Prajabatan
Merupakan syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS
Diklat prajabatan terdiri dari:
a). Diklat Prajabatan Golongan I untuk menjadi PNS golongan I ;
b). Diklat Prajabatan Golongan II untuk menjadi PNS golongan II ;
c). Diklat Prajabatan Golongan III untuk menjadi PNS golongan III. 65
Diklat dalam jabatan
a. Diklat Kepemimpinan (DIKLATPIM) yang dibagi dalam :
1) Diklatpim Tingkat IV diperuntukkan bagi PNS yangakan atau telah
menduduki jabatan struktural eselon IV ;
2) Diklatpim Tingkat III diperuntukkan bagi PNS yangakan atau telah
menduduki jabatan struktural eselon III ;
3) Diklatpim Tingkat II diperuntukkan bagi PNS yangakan atau telah
menduduki jabatan struktural eselon II ;
4) Diklatpim Tingkat I diperuntukkan bagi PNS yangakan atau telah
menduduki jabatan struktural eselon I.
b. Diklat Fungsional diperuntukkan bagi PNS yang akan atau telah mendu
duki jabatan fungsional tertentu

c. Diklat Teknis diperuntukkan bagi PNS yang membutuhkan peningkat an


kompetensi teknis dalam pelaksanaan tugasnya

66
PENILAIAN PNS
a. DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN ( DP- 3 )
(PP No 10 TAHUN 1978 dan SE Ka.BAKN Nomor.02/SE/1980)
memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan selama satu tahun,
( Januari s/d akhir Desember)
merupakan salah satu bahan pertimbangan dalam rangka pembi
naan karier PNS.
1). Pihak pihak yang terlibat dalam penilaian adalah

Atasan Pejabat Penilai


Adalah atasan langsung dari pejabat penilai

Pejabat Penilai
Adalah atasan langsung pejabat yang dinilai

Pegawai yang dinilai


Adalah bawahan langsung dari pejabat penilai
67
2). Masa Penilaian
a. Masa penilaian dalam jangka waktu 1(satu) tahun dari bulan
Januari sampai dengan akhir Desember ;
b. Unsur unsur yang dinilai
Kesetiaan ;
Prestasi Kerja ;
Tanggung Jawab ;
Ketaatan ;
Kejujuran ;
Kerjasama ;
Prakarsa dan ;
Kepemimpinan ( bagi yang menduduki jabatan struktural )
c. Sebutan dalam penilaian
1. Amat baik : 91 s/d 100
2. Baik : 76 s/d 90
3. Cukup : 61 s/d 75
4. Sedang : 51 s/d 60
5. Kurang : 50 kebawah

68
3). Penilaian
a). Penilaian dilakukan pada akhir bulan Desember. Pejabat penilai baru
berwenang menilai bawahan langsungnya apabila telah 6 (enam) bulan
membawahi pegawai yang akan dinilai.
Khusus bagi CPNS yang akan diangkat menjadi PNS dibuat dalam tahun
yang bersangkutan setelah CPNS itu sekurang kurangnya telah 1(satu)
tahun sejak secara nyata melaksanakan tugas.
b). Penyampaian DP 3
DP 3 disampaikan kepada PNS yang dinilai dan apabila tidak ada
keberatan terhadap unsur penilaian maka PNS yang bersangkutan wajib
mencantumkan tanda tangan untuk kemudian oleh pejabat penilai
disampaikan kepada atasan pejabat penilai guna ditanda tangani dan DP
3 berlaku sah.

69
c). Keberatan
(1). PNS dapat mengajukan keberatan secara tertulis pada kolom
catatan dan diajukan selambat lambatnya 14 hari setelah menerima
DP 3 dari pejabat penilai.
(2). Pejabat penilai memberikan tanggapan dan kemudian disampaikan
kepada atasan pejabat penilai selambat lambatnya 14 hari sejak me
nerima keberatan dari pegawai yang dinilai.
(3). Jika alasan dari pejabat penilai terhadap keberatan dinilai masuk
akal/wajar dan sesuai dengan data yang ada pada pejabat penilai,
maka nilai tidak diubah dan kemudian ditanda tangani.
Apabila ternyata keberatan itu ternyata benar kurang adil dari atasan
pejabat penilai cukup data untuk mempertimbangkan perbaikan , maka
DP 3 tersebut diperbaiki dengan menccoret nilai yang lama dan
diberiparaf dan kemudian DP 3 tersebut ditanda tangani dan berlaku sah.

70
b. PENGUJIAN KESEHATAN PNS (PP Nomor 26 TAHUN 1977)

Kedudukan Pegawai Negeri yang bertugas memberikan pelayanan


kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam
penyelenggaran tugas negara dan pembangunan SANGAT
MEMBUTUHKAN KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI YANG BAIK.
Untuk itulah diperlukan pemeliharaan kesehatan dan pengujian
kesehatan bagi PNS tertentu dan CPNS untuk menjadi PNS.

1). Permintaan Pengujian Kesehatan


Permintaan pengujian kesehatan dilakukan oleh PPK atau pejabat yang
ditunjuk untuk mengajukan permintaan pengujian kesehatan

2).Yang berwenang menguji kesehatan PNS


yang berwenang menguji kesehatan PNS adalah :
a. Dokter Penguji Tersendiri
Dokter penguji tersendiri melakukan pengujian kesehatan terhadap
(1). CPNS golongan II/d kebawah yang akan diangkat menjadi PNS ;
(2). Pelajar atau mahasiswa yang akan menuntut pelajaran dalam ikatan
dinas pemerintah
71
b)Tim Penguji Kesehatan
Tim Penguji Kesehatan bertugas melakukan pengujian Kesehatan terha
dap CPNS golongan II/a keatas yang akan diangkat menjadi PNS atau
PNS yang :
a) menurut pendapat pejabat yang berwenang tidak dapat melanjutkan
pekerjaannya karena kesehatannya ;
b) menurut pejabat yang berwenang dianggap memperlihatkan tanda
suatu penyakit / kelainan yang berbahaya bagi dirinya sendiri atau
lingkungan kerjanya ;
c) setelah berakhirnya cuti sakit sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku belum mampu bekerja kembali
d) akan melakukan tugas tertentu diluar negeri ;
e) akan mengikuti pendidikan / pelatihan tertentu ;
f) akan diangkat dalam jabatan tertentu.
c).Tim Khusus Penguji Kesehatan bertugas :
1) Menguji kesehatan PNS dan tenaga lainnya yang bekerja pada Negara
RI untuk keperluan tertentu;
2) Memeriksa dan menilai keberatan yang diajukan PNS atau pejabat yang
berwenang atas hasil pengujian kesehatan yang dilakukan oleh Dokter
Penguji Tersendiri atau Tim Penguji Kesehatan ;
3) Melaksanakan tugas tugas lainnya yang ditetapkan oleh Menteri
Kesehatan. 72
5.PENGHARGAAN
PNS yang telah memenuhi kewajibannya sebagai PNS dan memenuhi
syarat yang ditentukan dapat diberi penghargaan/kepercayaan berupa :
a. Kenaikan Pangkat PNS
b. Pengangkatan dalam Jabatan Struktural/Fungsional
c. Satya Lencana Karya Satya.

73
A. KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI
NEGERI SIPIL

74
DASAR HUKUM

1. UU No.8 Tahun 1974 JO. UU No.43 Tahun 1999


2. PP 99 Tahun 2000 JO. PP 12 Tahun 2002
3. Kep. KA. BKN No.12 Tahun 2002

75
MENURUT UU NO.8 TAHUN 1974
JO.UU NO.43 TAHUN 1999

1. Penjelasan Pasal 17 Ayat 1


Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan tingkat seseorang PNS
berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan
digunakan sebagai dasar penggajian
2. Penjelasan Pasal 18 Ayat 2
Kenaikan pangkat Reguler adalah apabila seorang PNS telah
memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dapat dinaikkan pangkatnya
tanpa terikat pada jabatan
Kenaikan Pangkat Pilihan adalah
Kenaikan pangkat sisamping harus memenuhi syarat-syarat yang
ditentukan juga harus ada jabatan atau dengan perkataan lain
walaupun seorang PNS telah memenuhi syarat-syarat umum untuk
kenaikan pangkat tetapi jabatannya tidak sesuai untuk pangakt itu
maka ia belum dapat dinaikkan pangkatnya.
76
KENAIKAN PANGKAT
BERDASARKAN

SISTEM REGULER SISTEM PILIHAN PENGABDIAN


MIN 4 THN 1 THN S.D. 4 THN

DIBERIKAN KPD : DIBERIKAN KPD PNS YANG DIBERIK KPD PNS


PNS YG TIDAK MENDUDUKI JAB, KEMAMPUAN YANG :
MENDUKUNG JBT DAN BERPRESTASI TINGGI
ANUMERTA
MENCAPAI BUP
PKT. TERTINGGI PKT TERTINGGI
CACAT KARENA
BERDASARKAN BERDASARKAN JABATAN
DINAS
PDDK YANG DIMILIKI & JENIS KPNYA

MASA PENETAPAN 1 APRIL &


1 OKT KECUALI DITENTUKAN
LAIN DENGAN PERAT
77
KENAIKAN PANGKAT REGULER

KELENGKAPAN
DIBERIKAN KEPADA SYARAT
ADM

PNS yang tidak Telah 4 tahun Salinan Sah :


menduduki jabatan PNS yang SK pangkat
PNS yang melaksanakan melaksanakan terakhir
tugas belajar tugas belajar STTB (peningkatan
sebelumnya tidak sebelumnya Pddk)
menduduki jabatan tdk menduduki SPMT secara
PNS yang DPK/DPB jabatan penuh di luar
secara penuh diluar PNS yang instansi induk
instansi induk DPK /DPB (DPK/DPB)
secara penuh STLUD (TK.I/TK.II)
diluar instansi
induk DP-3 2 thn terkahir
78
BATAS PEMBERIAN KENAIKAN PANGKAT
BERDASARKAN PENDIDIKAN

NO. PENDIDKAN PANGKAT GOL. RUANG

1 2 3 4
1 SD PANGATUR MUDA II/a

2 SLTP PENGATUR II/c


3 SMK TINGKAT PERTAMA PENGATUR MUDA TK II/d
I
4 SLTA, SMK TINGKAT ATAS PENATA MUDA TK.I III/b
3 TAHUN, SMK TINGKAT ATAS
4 TAHUN, DIPLOMA I,
DIPLOMA II
5 SGPLB, DIPLOMA III, SARJANA PENATA III/c
MUDA, AKADEMI,
BAKALOREAT 79
NO PENDIDKAN PANGKAT GOL. RUANG

1 2 3 4
6 S1 ATAU D-IV PENATA TK.I III/d

7 DOKTER, APOTEKER, S.2 PEMBINA IV/a


(MAGISTER)

8 S.3 (DOKTOR) PEMBINA TK.I IV/b

80
KENAIKAN PANGKAT PILIHAN
Diberikan kepada PNS yang :
1. Menduduki jabatan struktural /fungsional
2. Mendudukan jabatan tertentu yang pemangkatannya
ditetapkan dengan Kepres (Hakim Pengadilan)
- Kepres No.10/1995 yang digantikan dengan Kepres No.19
/2000
- Keputusan Kepala BAKN Nomor 03/1996
3. Menjukkan prestasi yang luar biasa baiknya
4. Menemukan penemuan batu yang bermanfaat bagi negara
5. Diangkat menjadi pejabat negara
6. Memperoleh STTB /ijazah
7. Melaksanakan tugas belajar (sebelumnya menduduki jabatan)
8. Selesai dan lulus tugas belajar
9. DPK/DPB secara penuh diluar instansi induk (diangkat jabatan
pimpinan /jabatan fungsional)
81
KP PILIHAN
PNS YANG MENDUDUKI :
- JABATAN STRUKTURAL
- JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU
- JABATAN TERTENTU YANG
PANGKATANNYA DITETAPKAN
DENGANKEPUTUSAN PRESIDEN

DIBERIKAN DALAM BATAS JENJANG PANGKAT YANG


DITENTUKAN UNTUK JABATAN ITU
82
KP PILIHAN PNS YANG MENDUDUKI JABATAN STRUKTURAL

KRITERIA SYARAT KELENGKAPAN


a. Masih 1 tingkat Telah 1 Thn dalam pangkat Salinan Sah :
dibawah pangkat terakhir*) SK Jabatan /Pelantikan *)
teredah Sekurang-kurangnya telah 1 SK Pangkat terkahir
Thn dalam Jabatan Struktural DP-3 2 Thn terkahir
yang didudukinya
DP-3 2 Thn terakhir setiap unsur
bernilai baik
b. Masih 1 tingkat Dapat dipertimbangkan Kp-nya
dibawah jenjang pada periode KP setelah
pangkat terendah pelantikan
tetapi telah 4 Th > DP-3 2 Thn terakhir setiap unsur
dalam pangkat terakhir bernilai baik
c. Telah mencapai Sekurang-kurangnya telah 4
jenjang pankat Thn dalam pangkat terakhir
terendah DP-3 2 Thn terakhir setiap unsur
bernilai baik

*) Ketentuan 1 Thn Dalam Jabatan :


- Dihitung sejak YBS dilantik dalam jabatan definitif
- Bersifat komulatif tetapi tidak terputus dalam tingkat jabatan yang sama 83
JENJANG PANGKAT JABATAN STRUKTURAL
JENJANG PANGKAT DAN GOLONGAN RUANG
N Eselon Terendah Tertinggi
o
Pangkat Gol/Ru Pangkat Gol/RU
1 I.a Pembina Utama IV/d Pembina Utama IV/e
Madya
2 I.b Pembina Utama Muda IV/c Pembina Utama IV/e
3 II.a Pembina Utama Muda IV/c Pembina Utama Madya IV/d
4 II.b Pembina TK.I IV/b Pembina Utama Muda IV/c
5 III.a Pembina IV/a Pembina TK.I IV/b
6 III.b Penata TK.I III/d Pembina IV/a
7 IV.a Penata III/c Penata TK.I III/d
8 IV.b Penata Muda TK.I III/b Penata III/c
9 V.a Penata Muda III/a Penata Muda TK.I III/b
84
PASAL 12
Yang dimaksud dengan 1 Thn dalam Jabatan yang
didudukinya yaitu terhitung sejak dilantik dalam
Jabatan yang defenitif dan bersifat kumulatif
tetapi tidak terputus dalam tingkat Jabatan Struktural
yang sama

PNS yang diangkat dalam Jabatan Struktural dan


pangkatnya masih 1 tingkat dibawah Jenjang Pangkat
Terendah telah 4 Thn atau lebih dalam pangkat
terakhir, dapat dipertimbangkan KP-nya setingkat lebih
tinggi pada Periode KP setelah pelantikan, apabila DP-
3 baik dalam 2 Tahun Terakhir
85
KP PNS YANG MENDUDUKI JABATAN
FUNGSIONAL TERTENTU

SYARAT Kelengkapan ADM


a. Sekurang-kurangnya telah Salinan Sah :
2 tahun dalam pangkat SK Jabatan Terakhir
terakhir SK Pangkat Terakhir
b. Memenuhi angka DP-3 2 Thn Terakhir
kredit yang ditentukan
Asli PAK
c. DP-3 2 Tahun terakhir

86
KP Pilihan PNS yang menduduki Jabatan Tertentu yang
pengangkatannya ditetapkan dengan keputusan Presiden diatur
dalam Peraturan Tersendiri

Hakim Pengadilan : Jenjang Pangkat Hakim diatur dalam


Kepres No.89 Th.2001 dan KP-nya diatur
dalam Keputusan Kepala BAKN No.03
Th. 1996.

SYARAT Kelengkapan ADM


a. Sekurang-kurangnya telah Salinan Sah :
4 tahun dalam pangkat SK Jabatan Terakhir
terakhir SK Pangkat Terakhir
c. DP-3 2 Tahun terakhir DP-3 2 Thn Terakhir

87
KP PILIHAN PNS YANG MENUNJUKKAN PRESTASI
KERJA YANG LUAR BIASA BAIKNYA

SYARAT Kelengkapan ADM


a. Sekurang-kurangnya telah Salinan sah SK Jabatan Terakhir
1 Tahun dalam pangkat Salinan sah SK Pangkat Terakhir
terakhir Tembusan asli keputusan yang
b. DP-3 1Tahun terakhir setiap ditanda tangani oasli oleh PPK
unsur bernilai amat baik ttg Penetapan Prestasi Luar Biasa
c. Tanpa terikat Ujian Dinas Baiknya
Salinan sah DP-3 1 Th Terakhir

PKLB Prestasi Kerja yang sangat menonjol baiknya yang secara nyata diakui dalam
lingkungan kernjanya sehingga PNS tersebut secara nyata menjadi teladan bagi
Pegawai lainnya yang dinyatakan dalam surat keputusan yang ditanda tangani
sendiri oleh PPK dan tidak dapat didelegasikan /dikuasakan kepada Pejabat Lain.

*) PNS yang menjadi Penjabat Negara dan diberhentikan dari Jabatan Organiknya
tidak dapat diberikan KP ini. 88
KP PILIHAN PNS YANG MENENTUKAN PENEMUAN BARU
YANG BERMANFAAT BAGI NEGARA

SYARAT Kelengkapan ADM


a. Sekurang-kurangnya Salinan Sah :
telah 1 tahun dalam SK Jabatan Terakhir
pangkat terakhir SK Pangkat Terakhir
b. DP-3 1 Tahun terakhir SK ttg penemuan baru
setiap unsur bernilai yang bermanfaat bagi
amat baik negara dari Bada/
c. Tanpa terikat dengan Lembaga yang
jenjang Pangka/Jabatan ditetapkan Presiden
/Ujian Dinas DP-3 1 Tahun Terakhir
89
KP PILIHAN PNS YANG DIANGKAT MENJADI
PENJABAT NEGARA

Kelengkapan
Kriteria Syarat
ADM
1. Diberhentikan dari Sekurang- Salinan Sah :
Jabatan Organik kurangnya telah 4 SK Jabatan sebagai
Th dalam pangkat Pejabat negara
terakhir SK Pangkat terakhir
DP-3 1 Th Terakhir SK pemberhentian
dari jabatan organik
DP-3 1 Thn Terakhir
2. Tdk diberhentikan dari Sesuai dengan Sesuai dengan Jabatan
Jabatan Organiknya Jabatan yang yang didudukinya.
Struktural /Fungsional didudukinya.
Tidak menduduki Sesuai dengan KP Sesuai dengan KP
Jabatan Reguler Reguler 90
KP PILIHAN PNS YANG MEMPEROLEH
STTB /IJAZAH /DIPLOMA

Ijazah diperoleh dari sekolah atau PTN /sekolah


atau PTS yang telah diakreditasi /berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku,
berwenang menyelenggarakan pendidikan.
Ijazah luar negeri hanya dapat dihargai apabila
telah diakui dan ditetapkan sederajat dengan
ijazah dari sekolah atau PTN yang ditetapkan
oleh mendiknas.
Memperoleh STTB /Ijazah termasuk PNS yang
telah memiliki STTB/Ijazah sebelum YBS diagkat
menjadi CPNS
91
PNS YANG MEMPEROLEH STTB /IJAZAH /DIPLOMA
Termasuk PNS yang telah memiliki STTB/Ijazah sebelum
yang bersangkutan Diangkat CPNS

1. SLTP/yang Setingkat : Juru Muda TK.I-I/b ke Bawah Juru


I/c
2. SLTA, D.I/Setingkat : Juru Tk.I-I/d ke Bawah
Pengatur Muda II/a
3. SGPLB/D.II : Pengatur Muda-II/a ke Bawah
Pengatur Muda TK.I-II/b
4. SM, AK, D.III : Pengatur Muda TK.I-II/b ke Bawah
Pengatur-II/c
5. S.1/D.IV : Pengatur Muda TK.I-II/d ke Bawah
Penata Muda III/a
6. Dr, APT, S.2 : Penata Muda-III/a ke Bawah
Penata Muda TK.I-III/b
7. S.3 (DR) : Penata Muda TK.I-III/b ke Bawah
Penata Muda-III/c 92
KP PILIHAN PNS YANG MEMPEROLEH STTB
/IJAZAH /DIPLOMA

SYARAT KELENGKAPAN ADM


a. Diangkat dalam Jabatan /diberi Salinan sah STTB/Ijazah /Diploma
tugas sesuai dengan keahlian Salinan sah SK Pangkat Terakhir
/ijazah yang diperoleh Salinan sah DP-3 1 TH Terakhir
b. Sekurang-kurangnya telah 1 TH Asli Pangkat bagi yang menduduki
dalam pangkat terakhir Jabatan Fungsional tertentu.
c. DP-3 1 TH Terakhir Uraian tugas yang
d. Memenuhi jumlah AK yang dibuat oleh penjabat
Kecuali yang
ditentukan bagi yang menduduki
menduduki Jabatan Fungsional serendah-rendahnya Jabatan
Eselon II Fungsional
e. Lulus Ujian Kenaikan Pangkat Tertentu
Penyesuaian Ijazah STLUP KP I

93
KP PNS yang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya
menduduki Jabatan Struktural /Fungsional tertentu.

Merupakan tenaga terpilih yang dipandang cakap dan dapat


dikembangkan untuk menduduki suatu Jabatan selama tugas
belajar wajib dibina KP-nya

SYARAT KELENGKAPAN ADM

a. Sekurang-kurangnya telah 4 Salinan SAH :


Tahun dalam Pangkat Terakhir SK Jabatan terakhir /Pelantikan
b. DP-3 2 Tahun Terakhir SK Pangkat Terakhir
SK /SP Tugas Belajar
DP-3 2 Th Terakhir
Diberikan dalam batas jenjang pangkat yang ditentukan dalam jabatan
struktural /fungsional tertentu ang terakhir dudukinya sebelum
mengikuti tugas belajar.
94
KP PILIHAN PNS YANG SELESAI TUGAS
BELAJAR DAN TELAH LULUS SERTA
MEMPEROLEH IJAZAH/STTB/DIPLOMA

SYARAT KELENGKAPAN ADM


a. Sekurang-kurangnya Salinan Sah :
telah 1 TH dalam SK Jabatan /pelantikan terakhir
pangkat terakhir SK Pangkat terakhir
b. DP-3 1 Tahun Terakhir SK/SP Tugas Belajar
Ijazah Diploma yang diperolehnya
DP-3 1 Th terakhir

95
PNS DPK/DPB SECARA PENUH DILUAR
INSTANSI INDUK DIANGKAT DALAM
JABATAN PIMPINAN /FUNGSIONAL
TERTENTU
a. DPB/DPK secara penuh pada :
- Negara sahabat /Badan internasional
- Badan lain yang ditentukan dioleh pemerintah; perjan,
PMI, RS. Swasta, Badan-Badan Sosial & Lembaga
Pendidikan
b. Yang diangkat dalam Jabatan Pimpinan
- 4 Tahun dalam Pangkat terakhir
- DP-3 2 (dua) tahun terakhir
* KP nya hanya dapat diberikan sebanyak-banyaknya 3 x
c. Yang menduduki Jabatan Fungsional tertentu
- KP-nya harus memenuhi angkat kredit 96
KENAIKAN PANGKAT ANUMERTA

SYARAT KELENGKAPAN ADMINISTRASI


Harus dinyatakan 1. Salinan sah SK KP/GOLRU terakhir
Tewas 2. Berita acara PJT berwajib ttg kejadian
yang mengakibatkan YBS MD
3. Visum ET Repertum dari Dokter
4. Salinan /copy sah surat penugasan atau
sket yang menerangkan YBS MD
karena dalam rangka menjalankan tugas
kedinasan
5. Laporan dari unit kerja minimal PJT
Eselon III Kepada PPK YBS ttg peristiwa
yang mengakibatkan YBS MD
6. Salinan /copy sah keputusan sementara
KP Anumerta 97
KP PENGABDIAN
PNS yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hak
pensiun karena MD/BUP dapat diberikan KP pengabdian
setingkat lebih tinggi, apabila :
A. Memiliki masa bekerja sebagai PNS selama :
- Sekurang-kurangnya 30 Thn secara terus-menerus dan
sekurang-kurangnya telah satu bulan dalam pangkat
terakhir.
- Sekurang-kurangnya 20 Thn secara terus-menerus dan
sekurang-kurangnya satu tahun dalam pangkat terakhir
- Sekurang-kurangnya 20 Thn secara terus-menerus dan
sekurang-kurangnya satu tahun dalam pangkat terakhir
B. DP-3 bernilai baik 1 tahun terakhir
C. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau
berat dalam 1 tahun terakhir.

98
KP PENGABDIAN

KRITERIA KELENGKAPAN ADM


1. PNS yang meninggal a. Salinan sah SK CPNS
dunia b. Salinan sah SK Pangkat terakhir
c. DP-3 1 Thn terakhir
d. Surat pernyataan tdk pernah dijatuhi
hukuman disiplin tkt sedang/berat
dalam 1 thn terakhir dari PPK (1-q)
e. DRP dari PPK (1-p)
f. Surat Ket. Kematian dari Lurah /Ka.
Desa
2. PNS yang mencapai - SDA a s/d e
BUP
99
KRITERIA KELENGKAPAN ADM
1. CPNS/PNS yang Salinan sah SK CPNS.
cacat karena dinas Salinan sah SK Pangkat terakhir.
Berita acara dari penjabat yang berwajib
tentang kerjadian kecelakaan.
Salinan sah SP Penugasan atau surat
keterangan yang menerangkan bahwa
CPNS /PNS tersebut mengalami kecelakaan
dalam menjalankan tugas kedinasan (I-r).
Laporan dari pimpinan unit kerja serendah-
rendahnya eselon III kepada PPK ttg
peristiwa yang mengakibatkan PNS YBS
cacat.
Surat keterangan Tim Penguji kesehatan
yang menyatakan karena cacat tersebut
tidak dapat bekerja lagi.
100
KP PNS YANG PINDAH GOLONGAN

1. Harus melampirkan pula :


a. Salinan sah STLUD TK.I (II/d-III/a).
b. Salinan sah STLUD TK.II (III/d-IV/a).
2. Dikecualikan dari ujian Dinas :
a. Akan diberikan KP prestasi kerja luar biasa baiknya.
b. Akan diberikan KP karena menemukan penemuan baru
yang bermanfaat bagi negara.
c. Akan diberikan KP Pengabdian.
d. Telah mengikuti dan lulus ujian diklat jabatan.
e. Memperoleh :
* Ijazah S.1/D.IV untuk ujian Dinas TK.I
* ijazah Dokter, Apoteker, S.2, S.3 untuk Ujian Dinas TK.II
f. Menduduki Jabatan Fungsional tertentu.
101
PNS Tidak Dapat Diberikan Kp Melampaui
Pangkat Atasan Langsungnya, Kecuali

a. Menduduki jabatan fungsional tertentu.


b. Mendapatkan KP prestasi kerja yang luar biasa
baiknya.
c. Mendapatkan KP Penemuan baru yang bermanfaat
bagi negar.
d. Jabatan atasan langsungnya bukan jabatan
struktural.

102
B. PENGANGKATAN DALAM
JABATAN PNS
PENGERTIAN :
JABATAN KARIR
JABT STRUKTURAL DAN JABT FUNGSIONAL
YG HANYA DAPAT DIDUDUKI PEG NEG SIPIL

JABATAN STRUKTURAL
KEDUDUKAN YG MENUNJUKKAN
TUGAS, TANGGUNGJAWAB, WWNANG
DAN HAK SESEORANG PNS
DALAM RANGKA MEMIMPIN
SUATU SATUAN ORGANISASI

JABATAN FUNGSIONAL
KEDUDUKAN YG MENUNJUKKAN
TUGAS, TANGGUNGJAWAB, WWNANG
DAN HAK SESEORANG PNS
DALAM SATUAN ORGANISASI
TUGASNYA DIDASARKAN PADA KEAHLIAN/KETRAMPILAN
103
SERTA BERSIFAT MANDIRI
1). PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL ( PP 100 / 2000
jo PP 13 / 2002 )
SYARAT: ( pasal 5 )
a. BERSTATUS PNS
b. TELAH SATU TINGKAT DIBAWAH JENJANG PANGKAT TERENDAH
c. MEMILIKI KUALIFIKASI DAN TINGKAT PENDIDIKAN
d. DP 3 DUA TAHUN TERAKHIR
e. MEMILIKI KOMPETENSI JABATAN YG DIPERLUKAN
f. SEHAT JASMANI DAN ROHANI

DISAMPING PERSYARATAN TSB DIATAS PPK PERLU PULA MEMPERHATIKAN


FAKTOR SENIORITAS DALAM KEPANGKATAN , USIA,
DIKLAT JABATAN SERTA PENGALAMAN YANG DIMILIKI
UTK MENJAMIN KUALITAS DAN OBYEKTIFITAS PENGANGKATAN, PEMINDAHAN
DAN PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN STRUK ES II KEBAWAH SETIAP INSTANSI
DIBENTUK BAPERJAKAT

Eselon I.b : Sekda PropKa.Dinas Prop


Eselon II.a : Ass Sekda,Ka Badan Prop /Sekda,Kab/Kota.
Eselon II.b : Ass.Sekda Kab/KotaKa.Dinas Kab/Kota, Kepala
Badan Kab/Kota
Eselon III.a : Camat.Kepala Bagian,Kepala Kantor
Eselon III.b : Kepala Bidang pada kab/kota
Eselon IV.a : Kasub Bag/Bidg, Kasi,Lurah
Eselon IV.b : Seklur, Kasi Kelurahan 104
2). PENGANGKATAN DALAN JABATAN FUNGSIONAL ( PP 16 TAHUN 1994)
JABT FUNGSIONAL INI TIDAK JELAS DISEBUT ATAU DIGAMBARKAN DLM
STRUKTUR ORGANISASI

PENGANGKATAN PNS DALAM JABT FUNGSIONAL INI MERUPAKAN SALAH SATU


CARA UTK MEMBINA KARIR DAN PENINGKATAN MUTU PROFESIONALISME PNS, DAN
PEMBINAAN KARIR PNS DALAM JABT FUNGS INI BERORIENTASI PADA PRESTASI

TUJUAN
UTK MEWUJUDKAN PNS SEBAGAI APARATUR NEGARA YG BERDAYA
GUNA DAN BERHASIL GUNA DLM MELAKSANAKAN TUGAS UMUM
PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DPT TERCAPAI

Jabatan Fungsional terdiri :


a. Jabatan Fungsional Keahlian
b. Jabatan Fungsional Keterampilan
105
C.Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya (PP No.25 Tahun 1994)
Menunjukkan kesetiaan atau
Berjasa kepada negara atau
Telah menunjukkan prestasi luar biasa baiknya

tanda jasa ,KP Istimewa atau


bentuk penghargaan lainnya spt
Srt Pujian, penghargaan berupa
materil dll

PNS yang telah menunjukkan kesetiaan thd


Pancasila, UUD 45, Negara dan Pemerintah terladan
serta kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan

10 tahun,
tanda kehormatan
20 tahun, Satya Lancana Karya Satya.
30 tahun
106
BENTUK SKS ( Satya Lancana Karya Satya )
1.DIBUAT DARI LOGAM BERBENTUK LINGKARAN DGN RILIEF :

a. PADA SISI DEPAN


SETANGKAI KAPAS DAN SETANGKAI PADI MASING MASING TERDIRI
DARI 17 DAUN DAN 8 BUNGA KAPAS SERTA 45 BUTIR PADI ;
DITENGAH LINGKARAN TERDAPAT PERISAI PANCASILA YG
DIATASNYA TERDAPAT BINTANG SEGILIMA DGN TULISAN KARYA
SATYA SERTA

1) ANGKA ROM X SKS 10 TAHUN


2) ANGKA ROM XX SKS 20 TAHUN
3) ANGKA ROM XXX SKS 30 TAHUN

b.PADA SISI BELAKANG


TERTYERA TULISAN REPUBLIK INDONESIA

2.DIGANTUNGKAN PADA PITA BERWARNA DASAR BIRU DGN LIMA


LAJUR BERWARNA ABU-ABU

Macam dan Warna Satya Lencana Karya Satya


a). Satya Lencana Karya Satya X tahun berwarna Perunggu ;
b). Satya Lencana Karya Satya XX tahun berwarna Perak ;
c). Satya Lencana Karya Satya XXX tahun berwarna Emas.
107
PERSYARATAN
1. DIANUGERAHKAN KEPADA PNS
MENUNJUKKAN KESETIAAN
PENGABDIAN
KECAKAPAN
KEJUJURAN DAN
KEDISIPLINAN
2. DALAM MASA BEKERJA SECARA TERUS MENERUS
YBSTIDAK PERNAH DIJATUHI HD TKT SEDANG/BERAT
PENGANUGERAHAN
1. KEPUTUSAN PRESIDEN
PERTIMBANGAN DTTK
USUL PIMPINAN INSTANSI
DIKOORDINASIKAN DGN BKN
2. PIAGAM DTO PRESIDEN
PENGANUGERAHAN DILAKSANAKAN SETIAP TGL 17
AGUSTUS,HARI BESAR NASIONAL DAN HUT INSTANSI
PEMAKAIAN
PADA UPACARA HARI BESAR NASIONAL DAN UPACARA RESMI LAINNYA
PENCABUTAN
PNS YBS DIJATUHI HD TINGKAT BERAT BERUPA PEMBERHENTIAN TDK
DENGAN HORMAT SBG PNS
DITETAPKAN DGN KEPUTUSAN PRESIDEN
PERTIMBANGAN DTTK
USUL PIMPINAN INSTANSI 108
PEMBERHENTIAN PNS
Pemberhentian dalam lingkup PNS menurut ketentuan yang berlaku terdiri
dari :
a. Pemberhentian sebagai PNS ;
b. Pemberhentian dari Jabatan Negeri ;
c. Pemberhentian Sementara.

a. Pemberhentian sebagai PNS


Pemberhentian sebagai PNS mengakibatkan hilangnya status yang
bersangkutan sebagai PNS. Dalam pasal 23 UU No.43/1999 dinyatakan
sebagai berikut :
1). PNS diberhentikan dengan hormat karena meninggal dunia
2). PNS dapat diberhentikan karena :
a) Atas Permintaan Sendiri
b) Karena Mencapai Batas Usia Pensiun
c) Karena Penyederhanaan Organisasi
d) Karena melakukan pelanggaran/tindak pidana/penyelewengan
e) Karena tidak cakap jasmani/rohani
f) Karena meninggalkan tugas
g) Karena Meninggal/Hilang
h) Karena hal hal lain 109
b. Pemberhentian dari Jabatan Negeri
PNS yang diberhentikan dari jabatan negeri (jabatan dibidang eksekutif),
tidak akan hilang statusnya sebagai PNS.
Misalnya seorang PNS yang akan mencalonkan dalam PILKADA maka
yang bersangkutan harus diberhentikan dari jabatan negeri, apabila tidak
terpilih maka ia dapat kembali aktif sebagai PNS.

c. Pemberhentian Sementara
PNS yang dikenakan tahanan oleh pejabat yang berwajib karena disang
ka telah melakukan tindak pidana kejahatan sampai dengan keputusan
pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap, dikenakan pe
mberhentian sementara.Pemberhentian sementara dimaksud adalah
pemberhentian sementara dari jabatan negeri bukan peberhentian
sementara sebagai PNS.

110
PP No.4 Tahun 1966

jika terdapat petunjuk petunjuk apabila belum terdapat petun


yang meyakinkan bahwa ia telah juk petunjuk yang jelas ten
melakukan pelanggaran yang tang pelanggaran yang didak
didakwakan maka mulai bulan wakan atas dirinya maka mu
berikutnya ia diberhentikan lai bulan berikutnya ia diber
diberikan bagian gaji sebesar hentikan diberikan bagian gaji
50% dari gaji pokok yang sebesar 75% dari gaji pokok
diterima terakhir. yang diterima terakhir

Apabila dalam pemeriksaan atau apabila ternyata keputusan penga


atas keputusan pengadilan yang dilan ternyata terbukti bersalah
mempunyai kekuatan hukum yang maka yang bersangkutan diberhen
tetap dinyatakan tidak bersalah tikan dengan hormat atau tidak
maka PNS tersebut harus dengan hormat sebagai PNS
direhabilisasi dan kekurangan gaji berdasarkan pertimbangan berda
selama diberhentikan sementara sarkan pertimbangan kesalahan
segera dimintakan pembayaran yang bersangkutan dan gaji yang
nya. sudah dibayarkan tidak dipungut
kembali. 111
PEMBERHENTIAN PNS (pp No.32 Tahun 1979)
1. PNS diberhentikan dengan hormat karena Meninggal Dunia.
Jika seorang PNS meninggal dunia maka terhadap isteri/suami diberikan
pensiun janda/duda
2. PNS diberhentikan dengan hormat karena :
a) Atas permintaan Sendiri
Akan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS terhitung akhir
bulan dari yang bersangkutan mengajukan berhenti.
Apabila usia sekurang kurangnya 50 tahun dan masa kerja (-) 20
tahun diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun
b) Mencapai batas usia pensiun
Batas usia pensiun PNS adalah 56 tahun, PNS yang mencapai batas
usia pensiun dan memenuhi syarat usia 56 tahun dan masa kerja (-)
10 tahun maka kepadanya diberhentikan dengan hormat sebagai PNS
dengan hak pensiun
c) Perampingan Organisasi Pemerintah
Akan mengakibatkan kelebihan tenaga dalam organisasi pemerintah.
PNS yang terkena perampingan organisasi pemerintah dianggap
sebagai tenaga kelebihan dan kepadanya diberhentikan dengan
hormat sebagai PNS atau dari jabatan negeri
112
d) Tidak Cakap Jasmani atau Rohani sehingga tidak dapat menjalan
kan kewajiban sebagai PNS
PNS diberhentikan dengan hormat dengan mendapat hak hak
kepegawain apabila berdasarkan surat keterangan Tim Penguji
Kesehatan dinyatakan :
1) Tidak dapat lagi bekerja dalam semua jabatan negeri karena suatu
kecelakaan/kesehatannya, misalnya karena suatu kecelakan
kehilangan kedua belah tangannya.
2) Menderita penyakit atau kelainan yang berbahaya bagi dirinya
sendiri dan atau lingkungan kerjanya, misalnya menderita penyakit
jiwa yang berbahaya.
3) Setelah berakhirnya cuti sakit belum mampu bekerja kembali.
e) Pemberhentian karena hilang
PNS yang MD dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan
hormat sebagai PNS. PNS yang hilang, dianggap telah MD pada akhir
bulan ke12(dua belas) sejak ia dinyatakan hilang. Berdasarkan surat
kete rangan pejabat yang berwajib maka pejabat yang berwenang
membuat surat pernyataan hilang.Surat pernyataan Hilang itu dibuat
selambat lambatnya pada akhir bulan ke 2 (dua) sejak yang bersang
kutan hilang. 113
3.Pemberhentian dengan hormat dan tidak dengan hormat sebagai PNS
a) Karena melakukan pelanggaran/Tindak Pidana penyelewengan.
(1) PNS dapat diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS karena :
a. Melanggar Sumpah/Janji PNS, Sumpah/Janji Jabatan atau melakukan
pelanggaran Disiplin PNS yang berat, atau
b. Dihukum penjara berdasarkan keputusan Pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap, karena dengan sengaja melakukan suatu
tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara setinggi
tingginya 4(empat) tahun, atau diancam dengan pidana yang lebih berat.

Catatan : Pasal 10 Ayat 9 huruf d PP 53/2010 :


pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau
pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak
masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja
atau lebih;
(2) Pemberhentian PNS sebagimana tersebut diatas dapat dilakukan dengan
hormat atau tidak dengan hormat tergantung pada pertimbangan pejabat
yang berwenang atas berat ringannya perbuatan yang dilakukan dan besar
kecilnya akibat yang ditimbulkan oleh perbuatan itu
b). Karena Meninggalkan Tugas :
pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau
pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang tidak
masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 (empat puluh enam) hari kerja
atau lebih; Secara kumulatif dalam satu tahun. (PP 53/2010 pasal 10 ayat 1149)
.
c). Pemberhentian karena hal hal lain
PNS yang tidak melaporkan diri kepada instansi induknya setelah selesai
menjalankan Cuti diluar Tanggungan Negara diberhentikan dengan
hormat sebagai PNS.

b. PENSIUN PNS DAN JANDA / DUDANYA (UU No.11/1969)

Dalam UU No.11/1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/


Duda Pegawai dinyatakan bahwa sifat Pensiun adalah jaminan hari tua
dan sebagai balas jasa terhadap PNS yang telahbertahun tahun
mengabdikan dirinya kepada negara oleh karena itupemberhentian
PNS dengan sebutan dengan hormat untuk dapatdiberikan hak
pensiun harus memenuhi syarat usia dan masa kerja.

115
1. PENSIUN PEGAWAI
1) telah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai masa kerja 20 tahun ;
2) mempunyai masa kerja 4 tahun dan dinyatakan tidak dapat bekerja lagi
dalam semua jabatan apapun oleh Tim Penguji Kesehatan;
penetapan usia untuk pensiun ditentukan atas tanggal kelahiran yang
disebut pada pengangkatan pertama sebagai PNS. Besarnya pensiun
pokok pegawai sebulan adalah 2% dari dasar pensiun/ gaji pokok untuk
tiap tiap tahun masa kerja, Pensiun pokok pegawai sebulan adalah
maksimal 75 % dan minimal 40% dari dasar pensiun dan tidak boleh
kurang dari dari ggaji pokok terendah.
b) karena mencapai BUP, syarat usia 56 tahun dan masa kerja sekurang
kurangnya 10 tahun
c) karena tidak cakap jasmani atau rohani sehingga tidak dapat
menjalankan kewajibannya sebagai PNS dapat terjadi karena :
1) kecelakaan karena dinas dan kepada yang bersangkutan tidak
dipersyaratkan usia dan masa kerja, diberikan pensiun pokok sebesar
75% dari dasar pensiun/ gaji pokok terakhir.
2) apabila tidak dalam menjalankan tugas maka disyaratkan masa
kerja sekurang kurangnya 4 tahun tanpa memperhatikan usia dan
besarnya pensiun pokok adalah 40% dari dasar pensiun/ gaji pokok
terakhir.
116
d) Mulai berlakunya pensiun PNS
Pensiun mulai berlaku pada bulan berikutnya pegawai yang bersang
kutan diberhentikan dengan hormat sebagi PNS.
e) Berakhirnya Pensiun
Pensiun pegawai berakhir pada akhir bulan penerima pensiun pegawai
meninggal dunia

2) PENSIUN JANDA / DUDA


a) Hak atas Pensiun Janda/Duda
(1) apabila PNS atau penerima pensiun pegawai meninggal dunia, maka
isteri (isteri-isteri) nya atau suaminya, yang sebelumnya telah terdaftar
pada BKN berhak menerima pensiun janda /duda.

(2) apabila PNS/pensiunan PNS pria beristeri lebih dari seorang dan belum
pernah didaftarkan maka yang berhak menerima pensiun janda/bagian
janda diberikan kepada isteri yang terlama dinikahinya dan tidak pernah
terputus putus.

117
(3) apabila PNS atau penerima pensiun pegawai meninggal dunia,dan ia tidak
mempunyai isteri/suami yang berhak untuk menerima pensiun janda/duda
maka :
(a) pensiun janda diberikan kepada anak/anak anaknya, apabila hanya
terdapat satu golongan anak seayah seibu.
(b) satu bagian pensiun janda diberikan kepada masing masing golongan
anak yang seayah seibu
(c) Pensiun duda diberikan kepada anak/anak anaknya.

(4) kepada anak(anak anak) yang ayah ibunya berkedudukan sebagai PNS
dan kedua duanya meninggal dunia, diberikan satu pensiun janda, bagian
pensiun janda atau pensiun duda atas dasar yang lebih menguntungkan.

(5) anak (anak anak) yang berhak menerima pensiun janda atau
bagian pensiun janda menurut ketentuan tersebut diatas adalah anak
(anak anak) yang pada waktu PNS atau penerima pensiun PNS
meninggal dunia
(a) belum mencapai usia 25 tahun; atau
(b) tidak mempunyai penghasilan sendiri ; atau
(c) belum menikah atau belum petrnah menikah.
118
(6) anak yang dilahirkan dalam batas waktu 300 hari setelah PNS /peneri
ma pensiun PNS meninggal dunia berhak atas pensiun janda/bagian
janda dan diberikan mulai bulan berikutnya setelah tanggal kelahiran
anak itu.
(7) apabila PNS tewas dan tidak meninggalkan isteri/suami ataupun anak,
maka 20% dari pensiun janda/duda diberikan kepada orang tua. Jika
kedua orang tua telah bercerai, maka kepada masing masing diberikan
separuh dari 20% tersebut.
b) Berlakunya pensiun Janda/Duda/bagian pensiun Janda
Pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda diberikan mulai bulan
berikutnya atau pensiun PNS meninggal dunia.
c) Berakhirnya hak pensiun janda/duda
1) Pemberian pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda
berakhir
pada akhir bulan :
(a) janda/duda yang bersangkutan meninggal dunia ;
(b) tidak terdapat lagi anak yang memenuhi syarat untuk
menerimanya
2)Khusus terhadap janda(janda-janda) penerima pensiun janda/bagian
pensiun janda yang menikah lagi dan kemudian terputus/ bercerai kemba
li, maka pensiun janda yang dibatalkan diberikan lagi terhitung mulai bu
119
lan berikutnya dari saat perkawinan terputus.
d). Hapusnya pensiun pegawai/pensiun janda/duda
Hak untuk menerima pensiun pegawai atau pensiun janda/ duda hapus :
1) tanpa seijin pemerintah menjadi anggota tentara atau pegawai negeri
suatu negara
2) menurut keputusan pejabat/badan Negara yang berwenang dinyata
kan salah melakukan tindakan atau terlibat dalam suatu gerakan yang
bertentangan dengan kesetiaan terhadap Negara dan Haluan Negara
yang berdasarkan Pancasila.
3) Jika ternyata keterangan keterangan yang diajukan serbagai bahan
untuk penetapan pemberian pensiun pegawai/pensiun janda/duda/
bagian pensiun janda, tidak benar dan bekas PNS atau janda/ duda/
anak yang bersangkutan sebenarnya tidak berhak diberikan pensiun.

120
ASURANSI SOSIAL DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN

POTONGAN GAJI
Untuk membiayai usaha usaha dalam bidang kesejahteraan, maka setiap
pegawai negeri dan pejabat negara dipungut iurab 10% dari peng
hasilannya setiap bulan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku
dengan perincian sebagai berikut:
1) 4% untuk iuran dana pensiun ;
2) 2% untuk iuran pemeliharaan kesehatan ;
3) 3% untuk iuran tabungan hari tua
( Keppres Nomor 56 Tahun 1974 )

ASURANSI SOSIAL PNS (PP No.25 tahun 1981)


1) Pengertian
Dalam peraturan pemerintah tersebut dinyatakan beberapa pengertian seba
gai berikut:
a) asuransi sosial adalah Asuransi Sosial PNS termasuk dana pensiun
dan tabungan hari tua
b) tabungan hari tua adalah suatu program asuransi, terdiri dari asuransi
dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan
asuransi kematian
121
2).Peserta
Semua PNS kecuali PNS dilingkungan Dep HANKAM, adalah peserta dari
Asuransi Sosial. Peserta Asuransi Sosial dimulai sejak diangkat sebagai
CPNS/PNS, dan berakhir pada saat peserta meninggal dunia. Peserta wajib
membayar iuran setiap bulan sebesar 8% dari penghasilan sebulan.

3) Hak peserta
Hak peserta terdiri atas pensiun dan tabungan hari tua.
Yang berhak mendapat pensiun adalah peserta ; atau janda/duda dari
peserta ; dan janda/duda dari penerima pensiun ; atau oerang tua dari
peserta yang tewas yang tidak meninggalkan janda/duda/anak yatim piatu
yang berhak menerima pensiun.
Yang berhak menerima tabungan hari tua adalah peserta, dalam hal yang
bersangkutan berhenti dengan hak pensiun, atau berhenti sebelum saat
pensiun, isteri/suami, anak atau ahli waris peserta yang sah dalam hal
peserta meninggal dunia.
Kepada peserta yang berhenti tanpa hak pensiun, baik yang berhenti dengan
hormat maupun tidak dengan hormat, dibayarkan kembali nilai tunai iuran
asuransi soasialnya.

122
123

Anda mungkin juga menyukai