Anda di halaman 1dari 67

dr. Seniwaty Ismail, Sp.

KK
Penanganan Kasus IMS

Diagnosis etiologi IMS merupakan suatu


masalah yg terdapat dibanyak tempat, berkaitan
dg :
- Kendala waktu
- Kesediaan sumberdaya
- Pembiayaan
- Keterjangkauan tempat
- Beragamnya tingkat sensivitas dan spesifitas
hasil lab
- Perlu petugas lab terampil dan terlatih
Cont..

Untuk mengatasi hal tsb telah dilaksanakan


dan di kembangkan penatalaksanaan kasus
IMS berdasarkan pendekatan sindrom untuk
semua fasilitas kesehatan dasar.
1. Pendekatan sindrom

2. Pemeriksaan laboratorium
Berdasarkan fasilitas /
sarana yang ada : sederhana

3. Pemeriksaan laboratorium

lengkap
Cont

Penanganan kasus IMS berdasarkan


pendekatan sindrom dilaksanakan melalui
identifikasi sekelompok keluhan dan gejala
sebagai sindrom yang mudah dikenali, dan
selanjutnya ditetapkan tdp sebagian besar
atau hampir semua mikro-organisme yang
diyakini sebagai penyabab sindrom tsb
WHO telah mengembangkan satu perangkat
yg sudah disederhana dan mudah dimengerti
(dalam bentuk bagan alur atau algoritme)
untuk memandu para petugas kesehatan
dalam melakukan pentalaksanaan kasus IMS
dengan pendekatan sindrom.
Penanganan IMS meliputi :
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisis dan Pengambilan
spesimen
3. Diagnosis tepat
4. Pengobatan efektif
5. Edukasi perilaku seksual
6. Penyediaan kondom & anjuran pemakaian
7. Tatalaksana pasangan seksual
8. Pencatatan & pelaporan kasus
9. Tindak lanjut klinis
ANAMNESIS PASIEN IMS

1. Keluhan utama 6. Jenis kelamin pasangan seksual


2. Keluhan tambahan 7. Cara melakukan hubungan
seksual (genito-genital,
3. Riwayat perjalanan orogenital, anogenital)
penyakit
8. Penggunaan kondom (tidak
4. Siapa menjadi pasangan
seksual tersangka pernah, jarang, sering, selalu)
(wanita/pria penjaja 9. Riwayat dan pemberi pengobatan
seks, teman, pacar, sebelumnya (dokter/bukan
suami/isteri dokter/sendiri)
5. Kapan kontak seksual
tersangka dilakukan
Cont
penggunaan obat:
10. Riwayat IMS sebelumnya ntibiotika,
dan pengobatannya kortikosteroid,
11. Hari terakhir haid kontrasepsi);
12. Nyeri perut bagian bawah pemakaian alat
13. Hubungan keluhan dengan kontrasepsi dalam
keadaan lainnya: rahim (AKDR);
menjelang/sesudah rangsangan
haid; seksual;
kelelahan kehamilan;
fisik/psikis; kontak seksual
penyakit: diabetes, 14. Cara kontrasepsi yang
tumor, keganasan, digunakan dan mulai
lain-lain kapan
PERILAKU SEKSUAL BERISIKO
TINGGI
1. Pasangan seksual > 1 dalam 1 bulan (3 bulan) terakhir
2. Berhubungan seksual dengan penjaja seks dalam 1
bulan (3 bulan) terakhir
3. Mengalami 1/ lebih episode IMS dalam 1 bulan (3
bulan) terakhir.

4. Perilaku pasangan seksual berisiko tinggi.


PEMERIKSAAN FISIS
PENDERITA BUKA PAKAIAN DALAM
WANITA DIBARINGKAN DI MEJA GINEKOLOGI
POSISI LITOTOMI
PRIA DIBARINGKAN / DUDUK / BERDIRI
PF FOKUS DI GENITAL & SKTR INSPEKSI &
PALPASI
LAB AMBIL SAMPEL
WANITA
Lepas pakaian dalam, posisi litotomi
Inspeksi & palpasi abdomen nyeri tekan?
Inspeksi & palpasi inguinal pembsr kelj
Inspeksi & palpasi pubis, labia mayor & minor, vulva,
perineum kutu, luka, dtv, tumbuhan/vegetasi, dll
Masukkan spekulum ada duh? Asal dari mana?
Vaginal toucher nyeri goyang serviks?
PRIA
Lepas celana, posisi berdiri / tidur
Inspeksi & palpasi daerah inguinal
Inspeksi & palpasi skrotum
Inspeksi & palpasi penis
Catat : kelainan berupa luka, dtu,
pembengkakan, vegetasi.
WARIA
Lepas celana/rok & pakaian dalam, posisi
tidur telentang
Inspeksi mulut, tenggorok, tangan & telapak
tangan
Palpasi kelj submandibula, post auricula
Inspeksi & palpasi penis = PF pd pria
Lanjutan waria..
Ganti posisi simp/ miring dg salah satu lutut
ditekuk
Inspeksi perineum, anal
Beri lubrikan pada anuskopi & sktr anus
Masukkan anuskopi duh, luka, dll
Rectal toucher pembesaran prostat?
PEMERIKSAAN FISIS
& PENGAMBILAN
SAMPEL
Pem VAGINA Pem ANUS

VIDEO PEM
PENGAMBILAN SAMPEL
WANITA, dengan SPEKULUM:
Ambil cairan dari fornix posterior dan dinding
vagina
o + lar. Saline pem T.vag, clue cell
o + KOH 10% bau amis, Candida
o pH
Ambil dari endoserviks dg lidi kapas steril
o + pengecatan sdhn DIPLOKOKUS, pmn
SEDIAAN BASAH (vagina)

Lar NaCl KOH 10%

Trichomonas vaginalis Pseudohifa


Clue cell Bau amis = sniff tes

SEDIAAN HAPUS (serviks, uretra, atau, anus)

Pengecatan Methylen Blue

Diplokokus intraseluler
PMN
DELAPAN SINDROM KLINIS IMS YANG
SERING DIJUMPAI

1. Duh Tubuh Uretra


2. Duh Tubuh Vagina
3. Ulkus Genitalis
4. Vegetasi pada Genitalia
5. Bubo Inguinalis
6. Pembengkakan Skrotum
7. Nyeri Perut Bagian Bawah
8. Konjungtivitis Neonatorum
DUH URETRA PADA LAKI LAKI
Pendekatan Sindrom
UNG

GO
DUH TUBUH URETRA PRIA Pemeriksaan
Pdrt. dg. keluhan dtu / nyeri Mikroskop
saat kencing

Anamnesa, fx. Risiko


Pem genital urut uretra (milking) & pewarnaan
sdhn
Suluh pdrt (KIE)
Tidak Tidak Sediakan & anjurkan kondom
Ada Tawarkan konseling & tes HIV/STS
Ada PMN > 5/lpb
diplococ. Anjurkan kembali stl 7 hr bl gej. tetap
Intrasel?
dg. tahan kencing 3 jam sblnya
Ya Ya
Obati sbg. Uretritis Obati sbg.
gonore & non gonore Uretritis non
(chlamidiosis) gonore
(chlamidiosis)

Risiko (+) bila memp. 1 / > fx. risiko di bawah ini:


Suluh penderita (KIE)
Sedia & anjurkan kondom 1. Pasangan seksual >1 dlm 1 bln terakhir
Tawarkan konseling & tes HIV/STS 2. Berhub. seks dg. PSK dlm 1 bln terakhir
Obati mitraseksual = pdrt
3. Alami 1/> episode IMS dlm 1 bln terakhir
Tidak 4. Perilaku istri/pasangan seks risti
Perbaikan dlm 7 hr? Rujuk

Ya
Pengobatan selesai
Pengobatan Duh tubuh
uretra
DUH TUBUH VAGINA (PEMERIKSAAN BIMANUAL, SPEKULUM DAN MIKROSKOP)
Pdrt dg keluhan dtv/anus atau gatal/rasa terbakar

Anamnesis: rwyt peny, pem dg spekulum/anuskopi, bimanual & mikroskop

Pem: nyeri perut Ya


Gunakan bgn alur nyeri perut bag bawah
bag bwh?

Tdk
Pem spekulum &
pengambilan sampel

Jika 3 dari :
DTV (+), pH>4,5 Jika 1 dari:
Gerakan Ada sel ragi / DTS (+), ada
; tes amin (+), T.vaginalis pd pseudohifa pd
clue cells pd diplo intrasel,
sediaan bsh sediaan bsh pmn > 30 / lpb
sediaan basah cairan fornik cairan fornik
cairan fornik pd pem MB
Tdk post Tdk post Tdk Tdk mukopus
post serviks
Ya Ya Ya Ya
Obati sbg bakterial Obati sbg Obati sbg Obati sbg gonore &
vaginosis trikomoniasis kandidiasis klamidosis

- Suluh pdrt - Anjurkan konseling & tes HIV/STS


- Sediakan & anjurkan kondom - Konsul ulang jk perlu

Hilang
Hilang Tdk Kembali ke bagan Tdk keluhan pd
keluhan pem spekulum & hr ke 7?
pd hr 7? ambil sampel
Ya Ya

Pengobatan selesai
UNG

GO
CLUE CELL
(pengecatan MB)
Trichomonas
vaginalis
PSEUDOHIFA
(pengecatan Gram)
Diplokokus intrasel
(pengecatan MB)

PMN (pengecatan MB)


Diplokokus
intrasel & PMN
(pengecatan
Gram)
Pengobatan Duh tubuh
vagina
Lanjutan..
Lanjutan..
ULKUS GENITAL
pendekatan sindrom
ULKUS GENITAL
Tenaga Medis
Ulkus Sifilis
Terapi Sifilis
Sifilis stadium 1 & 2
Benzatin penisilin, injeksi intramuskular, dosis
total 2,4 juta IU ATAU
Penisilin G- Prokain 600.000 IU / hari, injeksi
intramuskular, 10 hari ATAU
Doksisiklin* 2 X 100 mg, per oral, 30 hari, ATAU
Eritromisin 4 X 500 mg, per oral, 30 hari

*Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil, menyusui,


anak kurang dari 12 tahun
Ulkus Molle
Terapi Ulkus Molle (Chancroid)

Siprofloksasin, 2 x500 mg, per oral, selama 3


hari, ATAU
Azitromisin, 1 g, per oral, dosis tunggal, ATAU
Eritromisin, 4 X 500 mg, per oral, 7 hari, ATAU
Seftriakson, 250 mg, injeksi intramuskular,
dosis tunggal
Herpes Genitalis
Primer : Rekuren:
Terapi Herpes Genitalis

Asiklovir 5 X 200 mg, per oral, ATAU


Asiklovir 3 X 400 mg, per oral, ATAU
Valasiklovir 2 X 500 mg, per oral

Catatan:
Herpes genital primer: obat diberikan selama
7 hari
Herpes genital rekurens: obat diberikan
selama 5 hari; krim asiklovir dapat diberikan
pada lesi yang ringan
TONJOLAN/VEGETASI PADA
GENITAL
Kondiloma Akuminata
Terapi Kondiloma Akuminata

Tinktura podofilin 10-25%, topikal, dicuci


setelah 4 jam; diulang setiap minggu bila
perlu, ATAU
Larutan asam trikloroasetat 80 - 90%,
topikal, ATAU
Salep asam salisilat 20-40%, topikal, ATAU
Tindakan bedah listrik, skalpel, kimia dan
laser
BUBO INGUINAL
Pdrt sakit & bengkak pada lipat paha

Anamnesa, pem genitalia & lipat paha

Ada Tidak
ulkus? Tx sbg LGV

Ya Aspirasi bubo yg fluktuasi


Suluh pdrt
Tx sbg Chancroid
Sediakan & anjurkan kondom
Obati mitra = peny pdrt
Konseling & tes HIV & STS

Perbaikan Tidak
Rujuk
hr ke 7?

Ya

Amati sampai tenang


LGV
Terapi LGV
Doksisiklin 2x100mg/ hari, peroral. Selama 14
hari, ATAU
Eritrmisin 4x500mg/hari, peroral, selama 14 hari

Pilihan pengobatan lain:


Tertasiklin 4x500mg/hari, peroral, selama 14 hari

*semua obat tidak boleh diberikan kepada ibu


hamil, ibu menyusui, atau anak di bawah 12
tahun
PEMBENGKAKAN SKROTUM
Pengobatan pembengkakan
scrotum
NYERI PERUT BAGIAN BAWAH
Pengobatan nyeri perut bagian bawah

Rawat jalan
Rawat inap
Konjungtivitis neonatorum
Pengobatan ibu dengan bayi yang
menderita konjungtivitis neonatorum
Proktitis akibat IMS
Pengobatan proktitis
KOMUNIKASI, INFORMASI, EDUKASI (KIE) DAN
KONSELING PADA PASIEN IMS

Pesan yang perlu disampaikan:


Mengobati sendiri cukup berbahaya
IMS umumnya ditularkan melalui hubungan seksual.
IMS adalah ko-faktor atau faktor risiko dalam penularan HIV.
IMS harus diobati secara paripurna dan tuntas.
Kondom dapat melindungi diri dari infeksi IMS dan HIV.
Tidak ada pencegahan primer terhadap IMS dengan obat.
Komplikasi IMS membahayakan pasien dan keturunannya
PRINSIP NOTIFIKASI PASANGAN SEKSUAL

1. Partisipasi sukarela:
Sukarela, tanpa paksaan
Atas dasar kesadaran sendiri

2. Kerahasiaan:
Semua informasi dijamin
kerahasiaannya
NOTIFIKASI PASANGAN SEKSUAL

Pasangan seksual pasien IMS yang mungkin menginfeksi


atau terinfeksi dianjurkan untuk diobati juga untuk
mencegah infeksi berulang.
Pasangan seksual mungkin tampak sehat dan asimtomatik,
meskipun sudah terinfeksi.
Notifikasi bertujuan agar pasangan seksual pasien IMS tetap
terjaga kerahasiaannya, termasuk mereka yang tidak
memberikan gejala agar dirujuk untuk evaluasi.
NOTIFIKASI PASANGAN SEKSUAL
Strategi pengobatan pasangan seksual:
1. Tawarkan pengobatan langsung setelah pemeriksaan dan
tes laboratorium
2. Pengobatan ditunda sampai diperoleh hasil tes
3. Laboratorium
4. Tawarkan pengobatan melalui pasien (EPT = Expedited
Partner Treatment) berdasarkan diagnosis pasien tanpa
melakukan pemeriksaan dan tes laboratorium pada
pasangannya
PENCEGAHAN IMS
Promosi perilaku seksual yang aman.
Memprogamkan peningkatan penggunaan
kondom, yang meliputi berbagai aktifitas mulai
dari promosi penggunaan kondom sampai
melakukan perencanaan dan manajemen
pendistribusian kondom.
Peningkatan perilaku upaya mencari pengobatan.
Pengintegasian upaya pencegahan dan perawatan
IMS ke dalam upaya pelayanan kesehatan dasar,
upaya kesehatan reproduksi, klinik pribadi/ swasta
serta upaya kesehatan terkait lainnya.
Cont..
Pelayanan khusus terhadap kelompok populasi
berisiko tinggi, seperti misalnya para wanita dan
pria penjaja seks, remaja, pengemudi truk jarak
jauh, anggota militer termasuk anggota
kepolisian, serta para narapidana.
Penatalaksanaan kasus IMS secara paripurna.
Pencegahan dan perawatan sifilis kongenital dan
konjungtivitis neonatorum.
Deteksi dini terhadap infeksi yang bersifat
simtomatik maupun yang asimtomatik
T E R I M A

K A S I H