Anda di halaman 1dari 32

Oleh:

H. Anas,SKM M.Kes

Kepala Bidang PRL Kantor Kesehatan Pelabuhan


Kelas I Makassar

Disajikan khusus pada Pertemuan Evaluasi Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan


(Sanitasi Asrama dan Higiene Sanitasi Pangan)
Tanggal 09 s.d 11 November 2016 di Hotel Kolonial Makassar
Kedudukan embarkasi (asrama haji) sebagai tempat
pemeriksaan terakhir, screning bagi jemaah haji layak
tidaknya berangkat sebelum diterbangkan ke Arab
Saudi untuk menunaikan ibadah haji
Debarkasi Haji merupakan tempat dimana jemaah haji
tersebut pertama tiba dari luar negeri (Arab Saudi)
Posisi embarkasi dan debarkasi merupakan titik silang
yang rawan terjadinya penularan penyakit secara lintas
wilayah/negara
Wajib dilakukan cegah tangkal penyakit sbg suatu
keharusan dalam international traffic sesuai amanat
IHR.
Tantangan penyelenggaraan haji thn 2016 : suhu udara
sangat tinggi di Arab Saudi
Pelaksanaan embarkasi di mulai pada tanggal 08
Agustus s.d 09 September 2016
Tim penyelenggara Kesehatan terdiri atas KKP
bekerjasama dengan RS Rujukan, RS AURI, Dinkes Prov
dan Kota, BTKL dan juga dokter konsultan
Tahun 1437 H EMB UPG terdiri atas 27 Kloter; Jemaah
sebanyak 11.986 Orang yang berasal dari 8 Provinsi
termasuk Gorontalo sebagai embarkasi haji antara
Pembentukan Tim
Pemeriksaan kesehatan lingkungan asrama haji
Penyuluhan kesehatan lingkungan asrama haji
bagi petugas kebersihan asrama haji
Pemeriksaan sanitasi lingkungan flight catering
yang ditunjuk
Rectal swab bagi penjamah makanan flight
catering haji
Usap alat makan flight catering
Pemeriksaan dan pemilihan jasaboga
Kursus penjamah makanan bagi catering yang
ditunjuk melayani jamaah haji
Rectal swab bagi penjamah makanan catering haji
Usap alat makan catering haji
Test mell flight catering haji
Pemberantasan vektor & BPP
Rapat persiapan dan konsolidasi Tim
Persiapan logistik
Pra Embarkasi
Pemeriksaan sanitasi lingkungan asrama haji dilaksanakan oleh KKP dan
melibatkan lintas program dan lintas sektor serta mitra yang saling mendukung
sesuai dengan peran dan fungsinya.
1. Pusat (Kemenkes, Kemenag, dan BTKL-PPM Makassar)
2. Provinsi (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

Pemeriksanaan Sanitasi Asrama Haji Pra Embarkasi : 3 Kali/tahap


3 (tiga) bulan sebelum operasional haji
1 (satu) bulan sebelum operasional haji
1 (satu) minggu sebelum operasional haji
Mengacu :
(Kepmenkes No.442/MENKES/SK/VI/2009 Tentang pedoman penyelenggaraan
kesehatan haji indonesia)

membuat rekomendasi kepada pengambil keputusan tentang perbaikan asrama


haji, sarana sanitasi yang aman dan nyaman.
Kursus Penjamah makanan @ 1 Kali : 30 Orang
(10 X 45 menit) Jpl

Sasaran : penjamah makanan catering haji

Tujuan :
Untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan makanan
yang sehat, aman dan berkualitas.
Untuk mencegah/mengendalikan faktor risiko terjadinya
kontaminasi terhadap makanan, baik berasal dari bahan
makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi.

Mengacu :
Permenkes No.1096/MENKES/PER/2011
Tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga
Pra Embarkasi
Usap dubur (Rectal swab) : 20 Sampel
Usap alat makan : meliputi alat masak dan makan
Sasaran : Penjamah makanan, peralatan masak dan makan catering haji &
Flight catering haji

Mengacu :
Permenkes No. 1096/MENKES/PER/VI/2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasaboga

Parameter yang diperiksa Salmonella sp.

Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk


tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne.

Hasil : negative semua Tidak diperoleh adanya carrier (pembawa kuman


patogen) pada penjamah makanan yang diperiksa (usap dubur/rectal
swab) dan juga alat masak dan makan yang diperiksa usap alat makan.
Inspeksi Sanitasi Asrama Haji : 28 Kali
Inspeksi sanitasi asrama haji dilakukan setiap hari selama
oprasional haji berlangsung (jamaah haji berada di asrama)
Meliputi variabel : Halaman parkir, Saluran limbah cair, ruang
umum, kamar tidur, kamar mandi, tempat pembuangan sampah
sementara, dan pengendalian vektor.

Hasil : Memenuhi Syarat

apabila dari komponen yang dinilai tidak memenuhi syarat, maka


diberikan saran perbaikan s.d upaya pengendalian.
Inspeksi Sanitasi Dapur Asrama Haji : 39 Kali

Inspeksi sanitasi lingkungan dapur dilakukan setiap hari selama oprasional


haji berlangsung (jamaah haji berada di asrama). Meliputi variabel :
Dapur, ruang makan, tempat penyajian makanan, gudang penyimpanan,
bahan makanan, peralatan masak dan makan, air bersih, pengelolaan
sampah, karyawan, dan makanan.

[ditemukan tumpukan sampah yang tidak diangkut di dekat dapur,


sehingga mengundang serangga dan binatang lainnya seperti lalat]

setelah dilakukan survey kepadatan lalat ditemukan hasil dengan


kategori Padat

saran perbaikan : pengangkutan sampah setiap hari


upaya pengendalian : spraying/penyemprotan
Embarkasi
Inspeksi Sanitasi Pesawat Haji : 27 Kali

Inspeksi sanitasi pesawat merupakan kegiatan observasi untuk


melihat kondisi semua bagian dalam pesawat udara sehingga
layak untuk mengangkut, dan ditinggali oleh calon penumpang.

Pemeriksaan meliputi : kebersihan pesawat, pengawasan


persediaan makan dan air, pemeriksaan keberadaan serangga
dan vektor.

Hasil : Memenuhi syarat semua

apabila dari komponen yang dinilai tidak memenuhi syarat,


maka diberikan saran perbaikan s.d upaya pengendalian.
Pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan
catering haji : 699 Sampel
Pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan
flight catering Haji : 389 Sampel
Pengambilan dan pemeriksaan
sampel makanan (bahan baku) catering haji : 16 Sampel

Sebagai upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi


terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan
peralatan.
Mengacu :
Kepmenkes RI No. 715 Tahun 2003
Tentang Persyaratan Kesehatan Jasa Boga
Permenkes No. 1096/MENKES/PER/VI/2011
Tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga
Parameter yang diperiksa :
Fisik : Pengamatan secara fisik, Organoleptik
Kimia : Cianida, Formalin, Nitrit, Arsen Hasil : Memenuhi Syarat Semua
Biologi : E. coli
Pengawasan makanan bawaan jamaah : 11 Kali

Pengawasan dilakukan untuk mencegah terjadinya


food borne desease, jarak yang ditempuh jamaah calon
haji dari daerah ke asrama haji memungkinkan
terjadinya kerusakan (basi) pada makanan yang
dibawanya.

Upaya pencegahan yang dilakukan yaitu melakukan


sweeping terhadap makanan bawaan jamaah calon
haji
Inspeksi Sarana Air Bersih (SAB) di asrama haji
Pengambilan sampel air bersih asrama haji : 35 Sampel

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan


sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat
kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak

Mengacu :
PERMENKES No. 416 Tahun 1990 Tentang Syarat-
syarat Dan Pengawasan Kualitas Air

Hasil : Memenuhi Syarat Semua


Survey dan pengukuran tingkat kepadatan lalat : 9 Kali

Tujuan :
untuk mengetahui tingkat kepadatan lalat di asrama haji
Hasil :
interprestasi hasil pengukuran indeks populasi lalat pada
tempat sampah di asrama haji dgn menggunakan
fly grill adalah : 6 20 = Tinggi/padat

saran perbaikan : pengangkutan sampah setiap hari


upaya pengendalian : spraying/penyemprotan
UPAYA PEMBERANTASAN VEKTOR DAN BPP

Pra Embarkasi :
Fogging (satu hari sebelum operasional haji) : 1 Kali

Embarkasi :
Fogging (saat operasional haji berlangsung) : 4 Kali
luas area yang di fogging : 12,6 Ha (indoor & outdoor)
Menggunakan insektisida : malathion 96 %

Spraying (saat operasional haji berlangsung) : 3 Kali


Area yang disemprot : tempat sampah dilingkungan asrama
Menggunakan insektisida : Icon 25 EC

Larvasidasi (saat operasional haji berlangsung) : 2 Kali


sasaran : semua tempat penampungan air di asrama
bahan : Larvasida ABATE

Tujuan :
untuk mencegah/menekan/menurunkan atau mengurangi kepadatan populasi
vektor secara kimia.
Pengawasan Disinseksi pesawat Haji : 27 Kali
Disinseksi pesawat dilakukan oleh PT. Gapura Angkasa
sebagai ground handling PT. Garuda Indonesia.

Pengawasan dilakukan sebagai upaya Terlaksananya


pencegahan serangga/vektor penular penyakit yang
terbawa oleh alat angkut maupun barang melalui
kegiatan lalu lintas udara.

Disinseksi menggunakan bahan Aerosol insektisida


Permethrin dan d-Phenothrin
Pelaksanaan debarkasi di mulai pada tanggal 17
September s.d 15 Oktober 2016
Tim penyelenggara Kesehatan terdiri atas KKP
bekerjasama dengan RS Rujukan, RS AURI, Dinkes Prov
dan Kota, BTKL dan juga dokter konsultan
Tahun 1437 H DEB UPG terdiri atas 27 Kloter; Jemaah
sebanyak 11.896 Orang yang berasal dari 8 Provinsi
termasuk Gorontalo sebagai embarkasi haji antara
Konsolidasi Tim dan sumber daya
Rapat persiapan
Penyuluhan kesehatan lingkungan bagi
petugas kebersihan asrama haji
Sanitasi aula penerimaan jamaah haji
dan lingkungan sekitar asrama haji
Debarkasi
Inspeksi Sanitasi Asrama Haji : 17 Kali

Inspeksi sanitasi asrama haji dilakukan apabila ada


jamaah haji yang transit di asrama

Hasil : Memenuhi Syarat

apabila dari komponen yang dinilai tidak memenuhi


syarat, maka diberikan saran perbaikan s.d upaya
pengendalian.
Pengambilan dan pemeriksaan
Sampel Makanan (catering haji & fligh catering) : 390 Sampel
Sebagai upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap
makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan.

Mengacu :
Kepmenkes RI No. 715 Tahun 2003
Tentang Persyaratan Kesehatan Jasa Boga
Permenkes No. 1096/MENKES/PER/VI/2011
Tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga

Parameter yang diperiksa :


Fisik : Pengamatan secara fisik, Organoleptik
Kimia : Cianida, Formalin, Nitrit, Arsen Hasil : Memenuhi Syarat Semua
Biologi : E. coli
Inspeksi Sanitasi Pesawat Haji : 27 Kali

Inspeksi sanitasi pesawat haji dilakukan sebelum


pesawat berangkat untuk menjemput jamaah haji di
arab saudi

Hasil : Memenuhi syarat


Pengawasan Desinseksi pesawat : 27 Kali

Disinseksi pesawat dilakukan oleh PT. Gapura Angkasa sebagai


ground handling PT. Garuda Indonesia.

Selama Debarkasi hanya dilakukan dua kali disinseksi


dengan alasan Pihak maskapai kehabisan bahan untuk
melakukan disinseksi
Sistem pelaporan hasil kegiatan selama embarkasi dan
debarkasi menggunakan aplikasi siskohatkes
Data kegiatan dilaporkan secara real time
Analisa epidemiologi akan lebih mudah dan cepat
dilakukan, sehingga akan memudahkan pengambilan
keputusan-keputusan penting dalam pengendalian
penyakit.
Masih ditemukan jamaah calon haji yang membawa
makanan dari rumah untuk dikonsumsi di asrama
haji meskipun sudah ada makanan yang disiapkan
Penanganan/pengelolaan sampah pada wisma dan
catering yang melayani jamaah haji belum maksimal
Tingkat kepadatan lalat pada dapur asrama haji
masih cukup tinggi
Saluran pembuangan air limbah pada dapur sudah
rusak sehingga air buangan tidak masuk kedalam bak
penampungan
Meningkatkan peran aktif petugas daerah untuk
memberikan informasi kepada jamaah calon haji agar
tidak membawa lagi makanan dari daerahnya
Perlu adanya kerjasama antara catering haji dan UPT.
Asrama Haji dalam pengelolaan sampah di Asrama Haji
sehingga pengangkutan sampah ketempat
pembuangan dapat dilakukan setiap hari.
Perbaikan saluran pembuangan air limbah pada dapur
dan bak penampungan agar dilaksanakan.
Pengambilan Sampel Air dan Makanan di Asrama Haji

Pemerksaan Sampael Air dan Sampel Makananan


Pengasapan/Fogging di Asrama Haji

Larvasidasi pada tempat penampungan air di Asrama Haji


Pengawasan Disinseksi Pesawat

Inspeksi Sanitasi Pesawat


Disinfeksi Pesawat Haji

Pengukuran Tingkat Kepadatan Lalat


TERIMAKASIH

32