Anda di halaman 1dari 32

TINEA PEDIS TIPE HIPERKERATOTIK

(TIPE MOCCASIN)
Oleh: Intan Kumalasari, S.Ked
Pembimbing: dr. Rizky Kurniawan, M. Ked (KK), Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


RUMAH SAKIT UMUM MEURAXA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIMAL
2016
PENDAHULUAN
Infeksi jamur pada kaki

Masalah kesehatan masyarakat Terutama iklim tropis yg memiliki


yang mempengaruhi jutaan suhu dan kelembaban yang
orang di seluruh dunia tinggi

Bisa mnyerang semua umur, namun lebih sering pada


usia produktif yang memiliki faktor predisposisi dan
Lansia karena sistem imun yang sudah menurun
Laki-laki lebih sering daripada perempuan
IDENTITAS
Nama : Tn. Luthfi
Usia : 62 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Pernikahan : Sudah menikah
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Alamat : Ajeun
Tanggal Pemeriksaan : 7 September 2016
Tempat Pemeriksaan : Poliklinik Kulit dan Kelamin
RSU Meuraxa
ANAMNESIS
Keluhan Utama
Kaki pecah-pecah disertai rasa gatal pada kedua
telapak kaki

Riwayat Perjalanan Penyakit


Pasien datang dengan keluhan kulit pecah-pecah disertai rasa
gatal pada kedua telapak kaki yang dirasakan sejak 1 tahun yang
lalu. Awalnya kulit pecah-pecah dan kering dialami pada telapak
kaki kanan, lama kelamaan menyebar sampai ke punggung kaki
kanan dan ke telapak kaki kiri. Keluhan ini disertai rasa gatal yang
bertambah berat saat berkeringat. Pasien sudah sering berobat di
Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU Meuraxa dan mendapatkan obat
salap sampai ada perbaikan, namun keluhan sering kambuh
kembali.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien sudah mengalami keluhan ini sejak 1
tahun yang lalu

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Tidak ada anggota keluarga pasien yang
mengalami keluhan yang sama.
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum :Baik


Kesadaran : Compos mentis

Tanda Vital
Tekanan darah :Tidak diperiksa
Pernapasan : 18 x/menit
Nadi : 64 x/menit
Suhu : tidak diperiksa

Status Generalis Internus: Dalam Batas Normal


Status Dermatologis

Regio : Plantar pedis dextra et sinistra,


dorsum pedis dextra

Efloresensi
Primer : Eritema
Sekunder : Skuama halus warna
putih kecoklatan,
fisura, hiperkeratotik
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. kerukan kulit dengan Pemeriksaan KOH 10%
2. Kultur
3. Sinar wood
DIAGNOSA BANDING
1. Tinea pedis tipe hiperkeratotik
2. Dermatitis kotak iritan
3. Dyshidrosis Eczema
4. Keratoderma Palmoplantar
5. Psoriasis pustulosa palm-plantar (Barber)
PERBEDAAN DIAGNOSA BANDING
RESUME
Pasien datang dengan keluhan kulit pecah-pecah
disertai rasa gatal pada kedua telapak kaki yang
dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan
dermatologi, didapatkan ruam primer berupa
eritema dan ruam sekunder berupa skuama halus
warna putih kecoklatan, fisura dan hiperkeratotik
pada plantar pedis bilateral dan dorsum pedis dextra.
PENATALAKSANAAN
Oral :
Cetirizine tablet 1x10 mg/hari, setelah makan
Itraconazole 2x100 mg/hari, setelah makan

Topikal :
Miconazole cream 2% oles 2xsehari (kaki)

PROGNOSIS
Quo ad vitam : bonam
Quo ad functionam : bonam
Quo ad sanationam : bonam
Definisi
Tinea pedis adalah dermatofitosis pada kaki,
terutama pada sela sela jari dan telapak kaki

Etilogi: Epidermophyton, Tricophyton, Microsporum yang


bisa ditularkan secara kontak langsung maupun
tidak langsung
Epidemiologi
Penduduk tropis
Usia produktif yang memiliki faktor
predisposisi
Lansia
Jarang pada usia 1-4 tahun
Laki-laki >> perempuan
Klasifikasi Berdasarkan Gambaran Klinik
Gambaran klinis dari tinea pedis dapat dibedakan
berdasarkan tipe:

Interdigitalis Moccasin Foot

Interdigitalis
IV dan v
Fisura, vesikel,
maserasi, sisik
halus
Tinea pedis, Interdigitalis. Tinea pedis pada telapak kaki

Lokasi: seluruh Tipe


papuloskuamosa
telapak hingga hiperkeratotik
punggung kaki menahun
Subakut Akut Ulseratif
Vesikel,
vesikopustul,
bula

Vesikel pecah Telapak dgn


Koleret maserasi,
&bau
Tinea pedis; Vesiko Bulosa, dengan
hiperpigmentasi dari lesi yang Tinea pedis tipe Ulseratif.
inflamasi.
Pemeriksaan Penunjang
1. Kerokan kulit + KOH 10% akan tampak hifa (+)

2.

3. Biakan agar Sabouraud: tumbuh koloni-koloni jamur untuk

mengidentifikasi jenis jamur yang menginfeksi.

4. Sinar wood: fluoresensi positif


Penatalaksanaan
Anti Fungal Topikal
Efektif untuk
Antifungi
semua jenis topikal
tinea pedis Tidak efektif
untuk kandida

Tolnaftat
Imidazol
Klotrimazole 1%, 1%
Ketoconazole 2%
dan miconazole
krim 2%

Antifungal
Berguna untuk
spektrum luas
sekaligus anti Piridones Alilamin tinea pedis yang
berulang
bakteri
(hiperkeratotik)
Anti Fungal Sistemik
Bersifat fungistatik, dosis 0,5-1g dibagi
Griseof dalam 4 dosis. Diberikan selama 10-14
ulvin hari
Bersifat fungisidal, dosis 62,5- Dosis anak 10-25 mg/kgbb
250mg selama 2-3mgg. Efektif
untuk tinea pedis

Terbin Antifungal Ketoco


afin Sistemik nazole

Bersifat fungistatik, diberikan


sebanyak 200mg selama 10-14 hari

Bersifat menghambat pertumbuhan Itrakon


jamur. Diberikan 2x100-200mg selama azole
3hari
Efektif untuk tinea pedis (4-6 minggu)
TERIMAKASIH
Penatalaksanaan
Secara umum penatalaksanaan Tinea pedis didasarkan atas klasifikasi dan tipenya.
ANALISIS KASUS
Diagnosis Banding Tinea Pedis Tipe Hiperkeratotik (Tipe Moccasin)