Anda di halaman 1dari 15

Skenario VI

Perawatan Lesi Infeksi Virus di Rongga Mulut


Pasien perempuan berusia 9 tahun datang dengan ibunya ke
Klinik Penyakit Mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut
Universitas Jember dengan keluhan sariawan di mulut.
Berdasarkan anamnesis, 2 hari sebelumnya pasien mengalami
demam, nyeri sendi, dan tidak enak badan. Oleh orang tua
pasien diberikan obat pereda demam, 2 hari setelahnya
timbul sariawan di mulut, pasien kesulitan makan dan
minum. Pemeriksaan klinis intraoral pada mukosa labial
bawah serta gingiva anterior rahang atas dan bawah dijumpai
ulser, multipel dengan diameter lebih kurang 1-2 mm, lidah
dijumpai plak putih kekuningan, dapat dikerok dan tidak
sakit.
Dokter gigi yang memeriksa pasien mendiagnosis dengan
gingivostomatitis herpetika primer yang dikarenakan Herpes
Simple Virus Tipe 1, plak putih kekuningan pada lidah pasien
didiagnosis sebagai coated tongue. Dokter gigi akan melakukan
terapi pada pasien tersebut. Dokter gigi yang memeriksa pasien
menjelaskan bahwa virus tersebut dapat aktif kembali dan
menimbulkan lesi di bibir dengan diagnosis herpes labialis.
STEP 1
Step 2
1. Apakah ada hubungan antara pemberian obat pereda demam
dengan sariawan yang diderita pasien?
2. Bagaimana cara membedakan Gingivostomatitis herpetika
primer dengan herpes labialis?
3. Apa saja faktor pemicu terjadinya herpes labialis?
4. Bagaimana terapi untuk gingivostomatitis herpetika primer dan
coated tongue ?
5. Bagaimana terapi untuk herpes labialis?
6. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan terapi ?
STEP 3
1. Apakah ada hubungan antara pemberian obat
pereda demam dengan sariawan yang diderita
pasien?
Tidak ada hubungan
Sariawan yang dimaksudkan pasien adalah ulser yang merupakan
gambaran klinis dari Gingivostomatitis herpetika Primer.
Obat pereda demam diberikan untuk mengatasi salah satu gejala
infeksi virus, yang terjadi pada tahap prodormal pada
gingivostomatitis herpetika primer yaitu demam.
Pemberian obat pereda demam ini merupakan terapi simtomatis
2. Bagaimana cara membedakan Gingivostomatitis
herpetika primer dengan herpes labialis?

a. Anamnesis
menanyakan riwayat penyakit yang diderita seperti
menanyakan apakah sariawan baru pertama kali terjadi atau
merupakan kambuhan
b. Pemeriksaan intraoral
3. Apa saja faktor pemicu terjadinya
herpes labialis?
Penurunan daya tahan tubuh
Stress
Paparan sinar matahari
Penyakit sistemik
Supresi sistem imun (HIV)
Kebersihan rongga mulut buruk
4. Bagaimana terapi untuk gingivostomatitis
herpetika primer dan coated tongue ?
Gingivostomatitis herpetika primer
pemberian Acyclovir tablet 20 mg/kg per hari pada anak-
anak dan dewasa 200 mg, pemberian acyclovir cream ,
topikal povidon iodin 10%, pemberian obat kumur
khlorhexidin, vitamin B, dan terapi supportif berupa minum
susu kaya protein dan makan makanan bergizi
Coated tongue
instruksi pada pasien untuk melakukan pembersihan secara
rutin pada lidah menggunakan tongue scraper, mengurangi
merokok dan alkohol, pemberian obat kumur dan vitamin B
5. Bagaimana terapi untuk herpes
labialis?
Untuk herpes labialis dilakukan pemberian antivirus
tablet 15 mg/kg perhari untuk anak-anak, topikal
Acyclovir 3-6 kali sehari, topikal 3% pencyclovir,
10% dukosanol 3-6 kali perhari, vitamin sirup,
edukasi untuk menjaga sanitasi lingkungan untuk
mencegah penularan dan menghindari makanan
pedas
6. Apa saja yang perlu diperhatikan
dalam melakukan terapi ?
Perbedaan dosis pada anak-anak dan dewasa
Instruksi pada pasien mengenai diet yang tidak boleh
sembarangan
Kontrol infeksi sangat penting, memakai sarung tangan
bila kontak dengan membrane mukosa, saliva, atau lesi.
Informasi pada orang tua tentang transmisi dalam
perawatan saat anak beraktivitas di sekolah, rumah
maupun rumah sakit.
Penentuan diagnosa secara tepat
Kekooperatifan pasien dalam melakukan
perawatan
Kondisi pasien untuk menentukan tingkat
penyembuhan
Adanya alergi pada obat
STEP 4
Step 5
Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan
menjelaskan
1. Penatalaksanaan infeksi primer HSV tipe 1
(gingivostomatitis herpetika primer)
2. Penatalaksanaan infeksi sekunder HSV tipe 1
(herpes labialis)
3. Terapi topikal infeksi primer dan sekunder HSV
tipe 1