Anda di halaman 1dari 30

CASE NEFRO

Oleh:

ARININDI NADIA BARUS

DITA SYLVIANA NURSYAHGIANT

Pembimbing:

DR.dr.SHAHRUL RAHMAN, Sp.PD, FINASIM

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR

RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM

2017

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

TEKANAN DARAH : desakan darah terhadap HIPERTENSI TERBAGI 2 dinding arteri ketika darah tersebut dipompa H
TEKANAN DARAH : desakan darah terhadap
HIPERTENSI TERBAGI 2
dinding arteri ketika darah tersebut dipompa
H
1.
HIPERTENSI PRIMER
dari jantung ke jaringan
I
2.
HIPERTENSI SEKUNDER
P
E
R
T
Tekanan darah
yang ditimbulkan karena darah
E
dipompakan melalui pembuluh darah dengan kekuatan
N
>>>>>>
S
I

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI

Dan

EPIDEMIOLOGI

KLASIFIKASI

PATOGENESE

PENATALAKSANAAN

ETIOLOGI

KOMPLIKASI

DEFINISI
DEFINISI

ASH (American Society of Hypertension )

Hipertensi adalah suatu sindrom

atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif sebagai akibat dari

kondisi lain yang kompleks dan saling

berhubungan.

The Sevent Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7) berpendapat hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas 140/90 mmHg.

EPIDEMIOLOGI

Tujuan umum:

Data The National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES) menunjukkan bahwa dari tahun 1999-2000, insiden hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29-31 %, yang berarti terdapat 58965 juta orang hipertensi di Amerika, dan terjadi peningkatan 15 juta dari data NHNES III tahun 1988-1991

PATOGENESE

Hipertensi primer adalah penyakit multifaktorial yang timbul terutama karena interaksi

antara faktor-faktor resiko tertentu. Faktor-faktor resiko yang mendorong

timbulnya kenaikan tekanan darah tersebut adalah : 2

Faktor resiko, seperti

: diet dan asupan garam, stres, ras, obesitas, merokok,

genetis

Sistem saraf simpatis

Tonus simpatis

Variasi diurnal

Keseimbangan antara modulator vasodilatasi dan vasokontriksi : endotel

pembuluh darah berperan utama, tetapi remodeling dari endotel, otot polos dan

interstisium juga memberikan kontribusi akhir.

Pengaruh sistem otokrin stempat yang berperan pada sistem renin, angiotensin

dan aldosteron.

Kaplan menggambarkan beberapa faktor yang berperan dalam pengendalian tekanan

darah yang mempengaruhi rumus dasar

Tekanan darah = curah jantung x tahanan perifer.

ETIOLOGI

Hipertensi disebut primer bila penyebabnya tidak diketahui

(90%), bila ditemukan sebabnya disebut sekunder (10%).

Penyebabnya antara lain : 4

Penyakit : penyakit ginjal kronik, sindroma cushing. Koarktasi aorta, obstuctive sleep apnea, penyakit

paratiroid, feokromositoma, aldosteronism primer,

penyakit renovaskular, penyakit tiroid. Obat-obatan : prednison, fludrokortison, triamsinolon.

Makanan : sodium, etanol, licorice.

Obat jalanan yang mengandung bahan-bahan sebagai

berikut : cocaine, nikotin withdrawal

KLASIFIKASI HIPERTENSI

Menurut JNC 7

KRISIS HIPERTENSI

INTERPRETASI

TEKANAN

TEKANAN

DARAH

SISTOLIK

DARAH

DIASTOLIK

NORMAL

Krisis Hipertensi

< 120 mmHg

<80 mmHg

Emergency

   

edema

PREHIPERTENSI

120-139

81-90 mmHg

mmHg

HIPERTENSI

140-159

Krisis

mmHg

91-99mmHg

STADIUM I

HIPERTENSI

Hipertensi

≥160 mmHg

≥100 mmHg

STADIUM II

Urgensi

TD sangat tinggi

Gangguan organ terget (+)

tekanan darah harus diturunkan dengan segera agar dapat membatasi

kerusakan organ target yang terjadi.

TD >220/140 mmHg d

ejala sesak nafas, nyeri dada, kacau, gangguan kesadaran, ensefalofati,

paru, gangguan fungsi ginjal, CVA, iskemia jantung.

TD sangat tinggi

Gangguan organ target (-) penurunan tekanan darah (dalam hitungan jam sampai hari)

Td >180/110 mmHg

gejala sakit kepala hebat, sesak nafas, gangguan organ target.

Klasifikasi tekanan darah menurut JNC 7 (the seventh report of the joint nastional committe on prevention, detection, evaluation, and treatment of high bloof pressure)

PENATALAKSANAAN

Pengobatan menurut JNC 8 dapat dilihat dalam

algoritma

Penatalaksanaan cont… ..

compelling indication

Penatalaksanaan cont… .. compelling indication Rekomendasi pengobatan hipertensi yang disesuaikan dengan indikasi yang memaksa (compelling indication)

Rekomendasi pengobatan hipertensi yang disesuaikan dengan indikasi yang memaksa (compelling indication) menurut WHO-ISH 2003, ESH-ESC 2007/2009, JNC 7 2003

Penatalaksanaan cont… ..

Penatalaksanaan cont… ..

KOMPLIKASI

Meningkatkan resiko untuk terjadinya

kejadian kardiovaskular dan kerusakan

organ target.

Pada keadaan tekanan darah high

normal (130-139/85-89 mmHg),

didapatkan peningkatan kejadian

kardiovaskular 2,5 pada wanita dan

1,6 kali pada pria bila dibanding

dengan tekanan darah normal

risiko untuk penyakit ginjal,

meningkatnya tekanan darah sistolik

lebih erat kaitannya dengan insidens

penyakit ginjal tahap akhir bila

dibanding dengan tekanan darah

diastolik, terutama pada usia lebih

dari 50 tahun.

Tekanan darah yang meningkat dapat

menyebabkan kerusakan pada

pembuluh darah dan parenkim ginjal. 4

Berbagai organ target tersebut diantara

lain :

Pada jantung : hipertrofi ventrikel

kiri, angina atau infark miokard, dan

gagal jantung kongestif.

Penyakit ginjal kronis dan penyakit

ginjal tahap akhir

Retinopati

Pada otak : stroke atau TIA (transient

ishcemic attack)

Penyakit arteri perifer

PERLEMAKAN HATI

NAFLD

-steatosis sederhana ke steatohepatitis alkohol(NASH)

-sirosis noncholestatic dan mungkin karsinoma hepatoseluler

kandungan lemak dihati

(sebagian besar terdiri

atas trigliserida) melebihi 5% dari seluruh berat hati.

diagnosis dibuat

berdasarkan analisis spesimen biopsi jaringan hati, yang ditemukannya

minimal 5-10% sel lemak

dari keseluruhan sel hepatosit

Etiologi

Primer

kondisi obesitas,

seperti diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik,

retensi insulin

Sekunder

penggunan obat tertentu

berbagai gangguan lain-lain yang mencakup penyakit menular (hepatitis virus), kesalahan gizi, dan

metabolisme bawaan

selama bertahun-tahun,

penyakit hati yang diinduksi alkohol dan virus hepatitis dianggap penyebab utama

morbiditas da mortalitas

penyakit hati.

PATOGENESIS

HIT 1 tjd krn penumpukan lemak di hepatosit Peningkatan Stres Oksidasi Asam Lemak bebas didalam hati
HIT 1 tjd krn penumpukan lemak di
hepatosit
Peningkatan Stres Oksidasi
Asam Lemak bebas
didalam hati
DM, Dislipidemia, Obesitas
Resistensi Insulin
Akt. Antioxidan yang menurun
OKSIDASE
Stress oksidasi >>>> kemampuan perlawanan
Peningkatan Penglepasan Asam Lemak
Aktifasi sel stelata & sitokin pro inflamasi
KERUSAKAN SEL DI
INFLAMASI PROGRESIF
MITOKONDRIA
PENUMPUKAN
Pembengkakan
LEMAK
Kematian SEL
Badan mallory
Fibrosis
Hepatosit
DI HEPATOSIT
HIT 2

Hipotesis sampai saat ini banyak diterima adalah the two hit theory yang diajukan oleh Day dan James

Manifestasi Klinis

Manifestasi Klinis Tidak menunjukkan S/S penyakit hati Lemah Malaise Keluhan Tidak Enak (Mengganjal Di Perut Kanan
  • Tidak menunjukkan S/S penyakit hati

  • Lemah

  • Malaise

  • Keluhan Tidak Enak (Mengganjal Di Perut Kanan Atas)

  • Hepatomegali

GRADING PERLEMAKAN HATI

GRADE 1 : <33% HEPATOSIT

TERISI LEMAK

GRADE 2 : 33%- 66% HEPATOSIT

TERISI LEMAK

GRADE 3 : >66% HEPATOSIT

TERISI LEMAK

PENATALAKSANAAN

Pengontrolan Faktor Resiko Latihan jasmani Terapi farmakologis 7
Pengontrolan Faktor
Resiko
Latihan jasmani
Terapi
farmakologis 7

Mengurang berat badan dengan diet

Mengurangi berat badan dengan tindakan bedah

Antidiabetik dan insulin sensitizer Obat anti hiperlipidemia Antioksidan Hepatoprotektor

CASE HIPERTENSI

CASE HIPERTENSI

I. IDENTITAS PASIEN

Nama

Umur

: Maruli Sirait

: 71 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan Agama Alamat

: Wiraswasta

: Kristen : Jl. SM raja, km 10 Medan

II. ANAMNESA

Keluhan utama

Telaah

:

Nyeri kepala

: Nyeri kepala dirasakan sejak ±3 bulan,

memberat beberapa minggu ini nyeri pada bagian belakang kepala dan terasa seperti ditusuk-tusuk, os mengaku tidak nafsu makan dan badan terasa lemas, mual dijumpai dan muntah disangkal, nyeri pada bagian perut disangkal, BAK

dan BAB tidak ada keluhan. Keluhan lain seperti demam,

sesak napas, dan nyeri dada sebelah kiri disangkal.

RPO

: obat hipertensi

RPT

: hipertensi sejak 2015 dan asma sejak tahun

 

2016

RK

: Merokok sejak usia 15 tahun dan Minum tuak sejak usia 20 tahun.

III. STATUS PRESENT

Sensorium

: Compos Mentis

Tekanan Darah

: 150/100 mmhg

HR

: 82 x/menit

RR

: 20x/menit

Temperature

: 36,5˚C

Sianosis

: -

Anemis

: (+/+)

Dyspnoe

: -

Edema

: -

Ikterus

: (-/-)

KU/KP/KG

: Sedang/Sedang/ Sedang

Status gizi

:

BB

:

55 kg

TB

:

150 cm

IV. STATUS LOKALISATA

  • A. Kepala

Rambut

: Hitam dan putih, lurus, tidak mudah rontok

Mata : isokor(+/+), reflex cahaya (+/+), sclera ikterik (-),Konjungtiva anemis (+/+)

Hidung

: Tidak ada pernafasan cuping hidung.

Telinga

: Dalam batas normal

Mullut

: Dalam batas normal

Lidah

: Dalam batas normal

  • B. Leher Pembesaran KGB : (-)

JVP

: 5-2 cm H2O

Struma

: (-)

Trakea

: Medial

Pergerakan Leher : Baik

  • C. Thorax Depan

Inspeksi : Bentuk dan gerakan dinding dada simetris, ictus cordis tidak terlihat Palpasi : Pergerakan dinding dada kanan dan kiri simetris, Ictus cordis tidak teraba

Perkusi: Suara pernafasan sonor kedua lapang paru Batas jantung Batas jantung kanan atas : ICS II linea parastrenal dextra Batas jantung kanan bawah :ICS II-IV linea parastrenal dextra Batas jantung kiri atas : ICS II Linea parastrenal sinistra

Batas jantung kiri

bawah : ICS IV linea midclavicula sinistra

Auskultasi: Suara pernafasan : Vesikuler, ST : (-)

Bunyi jantung I-II normal

Suara tambahan jantung : tidak ada (-)

D.

Thorax Belakang

Inspeksi

: Simetris

Palapasi

: SF KA=KI Normal

Perkusi

: Sonor di kedua lapangan paru

Auskultasi

: SP :Vesikuler, ST: (-)

E.

Abdomen

Inspeksi : Simetris dinding abdomen (+)

Palpasi : Soepel, nyeri tekan (-), Undulasi (-), Asites (-), tidak ada pembesaran hati, limpa atau ginjal

Perkusi : Tympani, shiffting dullnes (-), Asites (-)

Auskultasi : Peristaltik usus (+) Normal

F.

Pinggang : Tapping pain kanan/kiri (-/-)

G.

Ekstremitas

Superior

: pitting edem (-)

Inferior

: Pitting edem (-/-)

H.

Genitalia

:TDP

V. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

V. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
V. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
V. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

VI. RESUME

Anamnesa

Pasien laki-laki usia 71 tahun dikonsultasi dari oleh spesialis paru kepada penyakit dalam dengan

keluhan utama nyeri kepala, nyeri kepala dirasakan sejak ±3 bulan, memberat beberapa minggu ini

nyeri pada bagian belakang kepala dan terasa seperti ditusuk-tusuk, os mengaku tidak nafsu makan dan badan terasa lemas, mual dijumpai dan muntah disangkal, nyeri pada bagian perut disangkal, BAK dan BAB tidak ada keluhan. Keluhan lain seperti demam, sesak napas, dan nyeri dada sebelah kiri disangkal. Riwayat penyakit terdahulu yaitu hipertensi sejak tahun 2015 dan riwayat penyakit asma sejak 2016.

Pemeriksaan fisik

Sensorium : Compos mentis

Vital Sign :

TD: 150/100 mmHg HR: 82 x/i RR: 20 x/i

T: 36,5 0 C Pemeriksaan Penunjang

Cholesterol HDL

28 mg%

VII. DIAGNOSA SEMENTARA

Hipertensi Stage I

VIII. PENATALAKSANAAN

Non-Farmakologi

Menghentikan rokok

Menurunkan berat badan berlebih

Menurunkan konsumsi alkohol berlebih

Latihan fisik

Menurunkan asupan garam

Meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta menurunkan asupan lemak.

Medikamentosa

HCT

½ x 25 mg

Adalat oros1 x 30 mg

IX. PROGNOSIS Dubia ad Bonam

X. PENJAJAKAN Pantau tekanan darah setiap hari

TERIMAKSIH