Anda di halaman 1dari 20

ACUTE APPENDICITIS

YEHIEL KABANGA
POSITION

Retrocecal (74%)
Pelvic (21%)
Paracaecal (2%)
Subcaecal (1.5%)
Preileal (1%)
Postileal (0.5%)
GROSS ANATOMY

Berasal dari dinding posteromedial cecum 2cm dari ileocecum junction


Dihubungkan oleh mesoappendix ke bagian bawah mesentery ileum
3 taenia coli dari colon ascenden dan cecum menutupi dasar appendix dan
menyatu membentuk longitudinal muscle coat of appendix.
Dasar appendix berada pada titik Mc Burney.
BLOOD SUPLY

Illiocolic artery Appendicular


artery
ETIOLOGY

Belum diketahui pasti


Appendisitis akut -- Obstruksi lumen o/k fecaliths atau hipertrofi jaringan
limfoid
EPIDEMIOLOGY

8.6% male, 6,7% females


Peak 2nd and 3rd decades
PATHOGENESIS

Obstruksi lumen (fecolith / hipertrofi limfoid) sekresi mukosa &


perkembangan bakteri >> (e.coli & bacteroides fragilis) obstruksi
mencapai sistem lymphatic bakteri berpindah ke submukosa disertai
edema & mucosal ulceration.
1. Membaik dengan antibiotik atau spontan
2. Iskemia Acute appendicitis Necrosis, Gangrene Peritoneal
contamination Dinding omentum appendix membesar (Appendicular
mass) Mucocele of appendix
HISTORY TAKING

Onset < 24 jam


Progresif, persistent mid-abdominal discomfort ( obstruksi dan distensi
appendix, menstimulasi the visceral afferent autonomic nerves levels T8 to
T10)
Anorexia
Low-grade fever (<38.5 degree of celcius)
Cramping sensation yang nantinya diikuti oleh nausea & vomitus
(peningkatan distensi appendix, venous congestion menstimulasi peristaltik
intestin)
Pain at right lower quadran penyebaran inflamasi secara transmural ke
peritoneum parietal, sehingga menstimulasi somatic pain fibers
Pain on movement, mild fever & palpitasi
PHYSICAL EXAMINATION

Nyeri tekan titik Mc Burney


Rovsing sign nyeri pada regio inguinal kanan saat diberikan penekanan
pada regio inguinal kiri mengindikasikan letak iritasi peritoneal
Rebound tenderness (Blumberg sign)
Cuttaneous hyperesthesia pada area yang di suply pada nerves spinal
kanan pada T10, T11, dan T12.
OTHER CLINICAL PRESENTATION
Retrocecal
Tanda yang biasanya muncul pada appendisitis mungkin tidak ditemukan
Psoas sign +

Pelvic
Diare inflamasi pada appendix yang telah kontak dengan rectum
Nyeri saat RT
Obturator sign +

Postileal
Diare dan rasa ingun muntah timbul seiring dengan nyeri pada regio
inguinal kanan
INVESTIGATIONS

Laboratory
Leukositosis, predominan PMN (>75%)
Urinalysis abnormal pada 25-40% pasien, dengan ditemukannya pyuria,
albuminuria & hematuria

Radiology
Ultrasonography
Penebalan dinding appendix dan adanya cairan periappendiceal
Efektif pada anak & kondisi kehamilan, tapi tidak pada late pregnancy.
MANAGEMENT OF ACUTE APPENDICITIS

Definitive management : Appendicectomy


OTHER MANAGEMENT OF ACUTE APPENDICITIS

Pre-op preparation
IV isotonic fluid replacement
Nasogastric suction patients with peritonitis
NSAIDS reduce pain & fever
Antibiotics
2nd generation of cephalosporin
Acute non-perforated, a single dose AB is adequate (prophylatic only)
AB in perforated / gangrenous continue for 3-5 days
OPEN APPENDICECTOMY

Lanz incision
Setelah masuk di rongga peritoneal, dapat dilakukan pengambilan cairan
untuk pewarnaan gram & kultur. Saat cecum teridentifikasi, ikuti taenia
anterior hingga ke dasar appendix. Kemudian, appendix dikeluarkan dengan
cara appendicectomy.
Mesoappendix dibagi secara hati-hati, kemungkinan dapat robek &
mengakibatkan perdarahan.
Dasar appendix di ligasi dekat dengan cecum & appendix dibuang.
Jika dasarnya gangren sebaiknya dibuang hingga ke dinding cecal &
memotong invaginasi kedalam cecum & diperkuat dengan cara
menempelkan bagian omentum yang lebih besar kesekelilingnya.
LANZ
INCI
SION
COMPLICATION OF APPENDICITIS

Appendicular mass
Konfirmasi dengan ultrasound.
Th/ konservatif (Oschner-Sherren Regimen) pemberian maintenance fluid &
pottasium, vit C & B juga diberikan bersamaan dgn cairan, AB (ciprofloxin &
metronidazole), analgesics (paracetamol & pentazocine), pasang NGT untuk
dekompresi & mengistirahatkan saluran cerna, monitor urine output, monitor
nadi tiap 1 atau 2 jam & TTV lain tiap 4 jam, ukur diameter massa abdomen
tiap 12 jam, cek gejala baru & perbaikan gejala yang lama (termasuk NT,
distensi, perubahan warna- edema, frekuensi vomitus)
ACUTE APPENDICITIS WITH GENERAL
PERITONITIS
Terjadi ketika perforasi pada dasar appendix.
Operasi sesegera mungkin setelah stabilisasi kondisi pasien.
Pemberian IV AB broad spectrum secara intens, gastric aspiration, infus
cairan IV sesegera mungkin dimulai.
Pengangkatan appendix melalui peritoneal toileting
POST OPERATIVE COMPLICATION

Common: Post operative wound infection


Subphrenic and pelvic abscess
Fecal fistula
Paralytic ileus
Intestinal adhession late complication
COMPLICATION OF APPENDICITIS

Appendicular abscess
Th/ USG / CT guided percuganeous / open drainage
Perforation (common in the tip)
Gangrene
Mucocele