Anda di halaman 1dari 38

Katarak Senilis

Pembimbing:
Dr. Hendriati, Sp.M (K)

Wiwing Mayriska Putri 1210311010


Wirza Rahmania Putri 1310312038
Nurbeyti Nasution 1310312125
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG

Katarak:
Penyebab kebutaan dan

gangguan penglihatan
terbanyak
Me angka harapan hidupprevalensi katarak
bertambah
Diperkirakan tahun 2020 kebutaan
reversibel akibat katarak mencapai 40 juta
penderita seluruh dunia
prevalensi katarak sebesar 50% 65-74
tahun
meningkat hingga 70% pada >75 tahun
(Harper RA & Shock JP, 2013)
Katarak

Penyakit akibat
kekeruhan lensa

Umumnya disebabkan oleh


proses degeneratif pada
lensa Katarak Senilis

Pengobatan katarak
Pembedahan
Batasan Masalah

Makalah ini membahas definisi, epidemiologi,


etiologi, patogenesis dan patofisiologi,
manifestasi klinis, diagnosis, tatalaksana,
prognosis, dan komplikasi dari katarak senilis.

Tujuan Penulisan

Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan


pengetahuan dan pemahaman tentang katarak
senilis.

Metode Penulisan

Makalah ini ditulis dengan menggunakan tinjauan


pustaka yang merujuk kepada berbagai literatur.
DEFINISI

Katarak
senilis
Perubahan yang
kekeruhan lensa tampak bertambah
pada usia lanjut tebalnya nukleus dengan
(>50 tahun) berkembangnya lapisan
korteks lensa
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI LENSA
ANATOMI LENSA
Lensa struktur kristalin yang
transparan, bikonvex, terletak di
antara iris dan vitreous
Lensa kristalin: kapsul, epitelium,
korteks, dan nukleus
Diameter 9-10mm, berat 135-255mg,
indeks refraktif 1,39 , kekuatan 15-16
D
Nukleus lensa terbentuk sesuai
bertambahnya usia
FISIOLOGI

Gambar 1.3 Jenis-jenis protein lensa


(AAO, 2016)
>>usia = protein lensa membentuk
partikel-partikel besar (water-insoluble)
opasitas lensa
FISIOLOGI LENSA

Fungsi fisiologis terpenting lensa adalah


mekanisme yang mengedalikan
keseimbangan air dan elektrolit.
Sifat fisiologis lensa yaitu kenyal dan
lentur memegang peranan terpenting
dalam akomodasi untuk menjadi
cembung, jernih sebagai media
penglihatan, dan terposisi dengan baik.
(a)

KLASIFIKASI
(b)

(c)

Gambar 1.4 (a) Katarak nuklear (b) Katarak kortikal (c) Katarak subkapsular
posterior (Vaughan & Asbury, 2013)
EPIDEMIOLOGI
Sumatera prevalensi katarak untuk
orang dewasa berusia 21-29 : 1,1%,
meningkat menjadi 82,8% untuk mereka
yang berusia lebih tua dari 60 tahun
(Husain R et al., 2005).
Sumatera Barat termasuk ke dalam
sepuluh provinsi dengan angka
prevalensi katarak tertinggi di Indonesia
yaitu sebesar 2,3% (Riskesdas, 2013).
ETIOLOGI
Unknown
FAKTOR RESIKO
Usia
>65 tahun.
Jenis kelamin
pria
Paparan UV
Oksidasi lipid membran, struktural atau
enzimatik protein, DNA
Diabetes
Hiperglikemia glukooksidasi stres
oksidatif. toksik terhadap DNA
Patofisiologi katarak
Patofisiologi Katarak

Teori Hidrasi
Teori
Penyebab
Katarak
Teori Skeloris
Patofisiologi Katarak
Perubahan yang terjadi pada lensa di usia lanjut

Serat
Kapsula Epitel
Lensa
Menebal dan Germinatif
kurang ekuator Serat Ireguler
elastis bertambah
besar dan
berat Terjadi
Lamel Kapsul
kerusakan
berkurang
Serat Sel
Bengkak dan
Vakuolisasi
Terlihat mitokondria Brown
bahan yang nyata Sclerotic
Granular Nucleus
DERAJAT KEKERUHAN
Insipien Imatur Matur Hipermatur
Visus 6/6 (6/6-1/60) (1/300-1/~) (1/300-1/~)
Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif
Cairan Lensa Normal Bertambah Normal Berkurang
Iris Normal Terdorong Normal Tremulans
Bilik Mata Normal Dangkal Normal Dalam
Depan
Sudut Bilik Normal Sempit Normal Terbuka
Mata
Shadow Test Negatif (-) Positif (+) Negatif (-) Pseudopositif
Penyulit (-) Glaukoma (-) Uveitis +
Glaukoma
PERJALANAN KLINIS KATARAK

Pre
Insipien Intumesen Matur Hipermatur
Senilis

Tipe morgagni
Tipe sklerosis
Patofisiologi Katarak

Proses penglihatan pada katarak


Manifestasi Klinis
Penurunan
Riwayat
Ketajaman Glare
Penyakit
Visual

Variasi
Diplopia
Myopic Shift
Monokuler diurnal
penglihatan

Distorsi
DIAGNOSIS

Pemeriksaan
Anamnesis
Oftalmologis

Pandangan
terbatas/hilang
total
Penurunan
ketajaman visual
Mata kabur
Fotofobia
Pemeriksaan Oftalmologi Katarak
Senilis
Insipien Imatur Matur Hipermatur
Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif
Cairan Lensa Normal Bertambah Normal Berkurang
Iris Normal Terdorong Normal Tremulans
Bilik Mata Normal Dangkal Normal Dalam
Depan
Sudut Bilik Normal Sempit Normal Terbuka
Mata
Shadow Test Negatif Positif Negatif Pseudopositif
Penyulit - Glaukoma - Uveitis +
Glaukoma
Diagnosis Banding

Katarak Senilis Matur Leukokoria

White refleks pada daerah pupil White refleks pada daerah pupil

Ukuran pupil biasanya normal Ukuran pupil biasanya setengah

dilatasi

Pemeriksaan slit lamp menunjukkan Pemeriksaan slit lamp menunjukkan

lensa yang katarak lensa yang transparan dengan white

refleks dibelakang lensa

USG normal USG menunjukkan area yang gelap

pada vitreous
Diagnosis Banding (CONT)

Glaukoma
Kelainan vitreus
Funduskopi

Pemeriksaan
Penunjang

Slit lamp
PENATALAKSANAAN

1. Medikamentosa
Sampai saat ini belum ditemukan
obat-obatan untuk mengobati
katarak. Tapi pada katarak yang
terletak pada nukleus dapat
diberikan tetes mata untuk
melebarkan pupil.
2. Surgery
Indikasi operasi :

Indikasi Optik
Indikasi Medis
Indikasi Kosmetik
Penatalaksanaan definitif adalah
ekstraksi lensa

ECCE

Phacoemul
ICCE sifikasi
Intra Capsular Cataract Extraction
(ICCE)

Tindakan pembedahan dengan


mengeluarkan seluruh lensa bersama
kapsul. Seluruh lensa dibekukan di
dalam kapsulnya dengan cryophake dan
dipindahkan dari mata melalui incisi
korneal superior yang lebar (10-11
mm).
Extra Capsular Cataract Extraction
(ECCE)

Tindakan pembedahan pada


lensa katarak dimana dilakukan
pengeluaran isi lensa dengan
memecah atau merobek kapsul
lensa anterior sehingga massa
lensa dan kortek lensa dapat
keluar melalui robekan.
Fakoemulsifikasi

Merupakan teknologi terkini, hanya dengan


melakukan sayatan (3mm) pada kornea. Getaran
ultrasonic pada alat fakoemulsifikasi dipergunakan
untuk mengambil lensa yang mengalami katarak,
lalu kemudian diganti dengan lensa tanam
permanen yang dapat dilipat.

Luka hasil sayatan pada kornea kadang tidak


memerlukan penjahitan, sehingga pemulihan
penglihatan segera dapat dirasakan. Teknik
fakoemulsifikasi memakan waktu 20 - 30 menit dan
hanya memerlukan pembiusan topical/tetes mata
selama operasi.
Lensa Intraokular (LIO)

Setelah lensa yang mengalami katarak dikeluarkan,


biasanya digantikan dengan lensa buatan atau Lensa
Intraokular. Lensa ini tidak memerlukan perawatan ekstra dan
bersifat permanen. Cahaya akan difokuskan lebih jelas
dengan LIO ke retina, sehingga meningkatkan penglihatan
pasien.

Beberapa pasien tidak dapat diberikan LIO karena beberapa


sebab. Seperti adanya penyakit mata lain atau permasalahan
selama operasi. Pada pasien ini dapat disarankan pemberian
a soft contact lens atau kaca mata.
PROGNOSIS

Keberhasilan bedah katarak secara


umum dapat mencapai 95%.

Bedah katarak akan meningkatkan


kualitas hidup pasien.
KOMPLIKASI

Komplikasi Intra Operatif


Komplikasi Dini Pasca Operatif
Komplikasi Lambat Pasca Operatif
TERIMA KASIH