Anda di halaman 1dari 19

ROP

Patofisiologi

ROP : kelainan vascular retina imatur

Pada bayi prematur, kepekaan retina terhadap stres oksidatif disebabkan oleh (1) retina mempnnyai kepekaan yang tinggi terhadap reaksi kimia (2) bayi prematur mengalami hiperoksia (3) bayi prematur tidak mempunyai pengganti komponen antioksidan retina

ROP manifestasi alamiah akibat toksisitas pemherian oksigen

pada bayi prematur terutama terjadi pada bayi dengan Berat Badan Lahir Amat Sangat Rendah (BBLASR).

Patogenesis

Prematuritas mengakibatkan terhentinya proses maturasi dari pembuluh retina normal

Sel-sel spindel mesenkimal, yang terpapar kondisi hiperoksia, akan mengalami gap junction.

Seiring area ini mengalami iskemik, faktor angiogenik, seperti vascular endothelial growth factor (VEGF), dibentuk oleh sel-sel spindel mesenkimal dan retina yang iskemik

untuk membuat vaskularisasi yang baru. Vaskularisasi baru ini bersifat immatur dan tidak berespon terhadap regulasi yang normal

Anamnesis

anamnesis dari bayi prematur, harus mencakup

hal-hal berikut ini :

Usia gestasi saat lahir, khususnya bila lebih kurang dari 32 minggu

Berat badan lahir kurang dari 1500 gr, khususnya yang kurang dari 1250 gr

Faktor risiko lainnya yang mungkin ( misalnya terapi oksigen, hipoksemia, hipercarbia, dan

penyakit penyerta lainnya)

Manifestasi Klinis

Sistem klasifikasi membagi lokasi penyakit ini

dalam zona-zona pada retina (1, 2, dan 3), penyebaran penyakit berdasarkan arah jarum

jam (1-12), dan tingkat keparahan penyakit

dalam stadium (0-5).

Zona 1

Zona 1 adalah yang paling labil. Pusat dari zona 1 adalah nervus optikus. Area

ini memanjang dua kali jarak dari saraf optik ke makula dalam bentuk

lingkaran. ROP yang terletak pada zona

1 (bahkan pada stadium 1, imatur) dianggap kondisi yang kritikal dan

harus dimonitor dengan ketat.

Zona 2

Zona 2 adalah area melingkar yang mengelilingi zona 1 dengan nasal ora serrata sebagai batas nasal.

ROP pada zona 2 dapat berkembang dengan cepat namun biasanya didahului dengan tanda bahaya (warning sign) yang memperkirakan terjadinya perburukan dalam 1-2 minggu.

Zona 3

Zona 3 adalah bentuk bulan sabit yang tidak dicakup zona 2 pada bagian temporal.

Pada zona ini jarang terjadi penyakit yang agresif. Biasanya, zona ini mengalami vaskularisasi lambat dan membutuhkan evaluasi dalam setiap beberapa minggu.

Stadium Stadium 0

Bentuk yang paling ringan dari ROP. Merupakan vaskularisasi

retina yang imatur. Tidak tampak adanya demarkasi retina

yang jelas antara retina yang tervaskularisasi dengan nonvaskularisasi. Hanya dapat ditentukan perkiraan perbatasan pada pemeriksaan.

Pada zona 1, mungkin ditemukan vitreous yang berkabut, dengan saraf optik sebagai satu-satunya landmark. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulang setiap minggu.

Pada zona 2, sebaiknya dilakukan pemeriksaan setiap 2

minggu.

Pada zona 3, pemeriksaan setiap 3-4 minggu cukup memadai.

Stadium 1

• • Ditemukan garis demarkasi tipis diantara area

vaskular dan avaskular pada retina. Garis ini tidak

memiliki ketebalan.

Pada zona 1, tampak sebagai garis tipis dan mendatar (biasanya pertama kali pada nasal). Tidak ada elevasi pada retina avaskular.

Pembuluh retina tampak halus, tipis, dan supel.

Sebaiknya dilakukan pemeriksaan setiap minggu.

Pada zona 2, sebaiknya dilakukan pemeriksaan setiap 2 minggu

Pada zona 3, pemeriksaan dilakukan setiap 3-4 minggu

Stadium 2

Tampak ridge luas dan tebal yang memisahkan area vaskular dan avaskular retina.

Pada zona 1, apabila ada sedikit saja tanda kemerahan pada ridge, ini merupakan tanda bahaya. Apabila terlihat adanya pembesaran pembuluh, penyakit dapat dipertimbangkan telah memburuk dan harus

ditatalaksana dalam 72 jam.

Pada zona 2, apabila tidak ditemukan perubahan vaskular dan tidak terjadi pembesaran ridge, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan tiap 2 minggu.

Pada zona 3, pemeriksaan setiap 2-3 minggu cukup

memadai, kecuali ditemukan adanya pembentukan arkade vaskular.

Stadium 3

Dapat ditemukan adanya proliferasi fibrovaskular ekstraretinal (neovaskularisasi) pada ridge, pada permukaan posterior ridge atau anterior dari rongga vitreous.

Pada zona 1, apabila ditemukan adanya neovaskularisasi, maka kondisi ini merupakan kondisi yang serius dan membutuhkan terapi.

Pada zona 2, prethreshold adalah bila terdapat stadium 3 dengan penyakit plus.

Pada zona 3, pemeriksaan setiap 2-3 minggu cukup memadai, kecuali bila ditemukan adanya

pembentukan arkade vaskular.

Stadium 4

Stadium ini adalah ablasio retina subtotal yang berawal pada ridge. Retina tertarik ke anterior ke dalam vitreous oleh ridge fibrovaskular.

Stadium 4A : tidak mengenai fovea

Stadium 4B : mengenai fovea

Stadium 5

Stadium ini adalah ablasio retina total berbentuk seperti corong (funnel).

Stadium 5A : corong terbuka

Stadium 5B : corong tertutup