Anda di halaman 1dari 19

Dosen pengampu:

JANIAR PITULIMA, ST.,MT


Di dalam kajian ilmu kimia, kita akan
mempelajari struktur, komponen, sifat dan
perubahan materi, serta energi yang menyertai
perubahan materi. Sifat dan perubahan materi
akan di bahas dalam Ilmu Kimia mencakup
sifat-sifat fisis serta sifat kimia dari materi.
Sifat fisis mencakup wujud dan tampilan
materi, sedang sifat kimia yang mencakup
kecenderungan materi untuk berubah, dan
menghasilkan materi baru.
Materi dapat diartikan sebagai segala sesuatu
yang mempunyai massa, dan menempati ruang.
Makhluk hidup dan yang tidak hidup terdiri atas
materi: manusia, tumbuh tumbuhan, hewan, air,
batu, kayu, garam dan benda benda apa saya di
sekitar kita termasuk materi.
Materi terdiri dari 3 macam wujud yaitu :
padat, cair dan gas.
Adapun ciri-cirinya :
Padat : Bentuk dan volumenya tetap, selama
tidak ada pengaruh dari luar.
Cair : Bentuknya selalu berubah, sesuai
dengan tempatnya.
Gas : Baik bentuk dan volumenya tidak tetap
dan akan mengisi seluruh ruang yang
ditempatinya
Materi mempunyai massa dan berat.
Pengertian massa berbeda dengan pengertian berat.
Massa suatu benda, di semua tempat selalu tetap,
sedangkan beratnya tergantung pada gaya
gravitasi bumi setempat.
Sifat dan perubahan materi
Air
Pada suhu kamar berwujud cair (suhu 25 C ) tetapi jika
dipanaskan akan berubah menjadi uap air. Di puncak (di
udara yang dingin ) uap air, dapat mengembun, dan jika
didinginkan hingga 0 oC (dalam kulkas), dapat berubah
menjadi es (disebut peristiwa membeku)
Kayu dan kertas
Jika kayu/kertas dibakar akan berubah menjadi
abu.
Besi
Jika didiamkan di udara terbuka lama lama
kelamaan akan berkarat.
Kawat
Kawat pijar dalam bola lampu, jika dialiri listrik
akan menyala.
Nasi dan susu
Nasi maupun susu, jika dibiarkan di udara terbuka
akan menjadi basi dan masih banyak peristiwa
perubahan materi yang lain.
a. Perubahan Fisika, yaitu perubahan yang tidak
menghasilkan materi baru, yang berubah hanya bentuk
dan wujud materi.
Contoh :
1. Es menjadi air, dan dapat kembali menjadi es.
2. Pelarutan garam, dan jika diuapkan, akan kembali
menjadi garam semula.

b. Perubahan Kimia atau reaksi kimia yaitu perubahan


yang menghasilkan materi baru. Suatu perubahan kimia,
sulit dikembalikan ke keadaan semula
Contoh :
1. Nasi menjadi basi
2 Kayu terbakar menjadi abu.
Materi

Campuran Zat Murni

Campuran Campuran Senyawa Unsur


homogen heterogen
Zat : materi yang memiliki susunan tertentu atau
tetap dan sifat-sifat yang tertentu pula.
Contohnya: air, perak, etanol, garam dapur dll.

Campuran : Penggabungan dua atau lebih zat


dimana dalam penggabungan ini zat-zat
tersebut mempertahankan identitasnya
masing-masing.
Contohnya: udara , susu dan semen dll.
Campuran Homogen :
Penggabungan dua zat atau lebih yang semula
partikelnya menyebar merata sehingga
membentuk satu fasa.
Fasa adalah Zat yang sifat dan komposisinya sama
antara satu bagian dengan bagian yang lain
didekatnya. Contohnya: gula dengan air.
Campuran Heterogen :
Penggabungan yang tidak merata antara dua zat
atau lebih sehingga perbandingan komponen yang
satu dengan yang lainnya tidak sama di berbagai
bagian bejana. Contohnya campuran air dengan
minyak tanah.
Unsur :
Materi yang tidak dapat diuraikan lagi dengan
reaksi kimia menjadi zat-zat yang lebih
sederhana lagi.

Senyawa :
Materi yang dibentuk dari dua unsur atau lebih
dengan perbandingan tertentu, Jadi senyawa
masih dapat diuraikan lagi menjadi unsur
pembentuknya.
1. HUKUM KEKEKALAN MASSA =
HUKUM LAVOISIER
Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi
adalah tetap.

Contoh:
hidrogen + oksigen hidrogen oksida
(4g) (32g) (36g)
2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP =
HUKUM PROUST
Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap
senyawa adalah tetap
Contoh:
a. Pada senyawa NH3 : massa N : massa H
= 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 : massa S : massa 0
= 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3
Keuntungan dari hukum Proust:
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa
salah satu unsur yang membentuk senyawa
tersebut make massa unsur lainnya dapat
diketahui.
Contoh:
Berapa kadar C dalam 50 gram CaCO3 ? (Ar: C =
12; 0 = 16; Ca=40)
Massa C = (Ar C / Mr CaCO3) x massa CaCO3
= 12/100 x 50 gram = 6 gram
massa C
Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 100%
= 6/50 x 100 % = 12%.
3. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA =
HUKUM DALTON

Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau


lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang
sama banyaknya maka perbandingan massa unsur
kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat dan
sederhana.
Contoh:
Bila unsur Nitrogen den oksigen disenyawakan
dapat terbentuk,
NO dimana massa N : 0 = 14 : 16 = 7 : 8
NO2 dimana massa N : 0 = 14 : 32 = 7 : 16

Untuk massa Nitrogen yang same banyaknya


maka perbandingan massa Oksigen pada
senyawa NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2

4. HUKUM-HUKUM GAS
Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT
dimana:
P = tekanan gas (atmosfir)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)
Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari
keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi
tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum
berikut:
A. HUKUM BOYLE
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas
ideal dengan
n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2
Contoh:
Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter
jika pada temperatur tersebut 0.5 mol NH3 mempunyai
volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ?
Jawab:
P1 V1 = P2 V2
2.5 = P2 . 10 / P2 = 1 atmosfir

B. HUKUM GAY-LUSSAC
Volume gas-gas yang bereaksi den volume gas-gas hasil
reaksi bile diukur pada suhu dan tekanan yang sama,
akan berbanding sebagai bilangan bulat den
sederhana.
Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku : V1 / V2 = n1 / n2
Contoh:
Hitunglah massa dari 10 liter gas nitrogen (N2 )
jika pada kondisi tersebut 1 liter gas hidrogen
(H2 ) massanya 0.1 g.
Diketahui: Ar untuk H = 1 dan N = 14
Jawab:
V1/V2 = n1/n2
10/1 = (x/28) / (0.1/2)
x = 14 gram
Jadi massa gas nitrogen = 14 gram.
C. HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC
Hukum ini merupakan perluasan hukum
terdahulu dan diturunkan dengan keadaan
harga n = n2 sehingga diperoleh persamaan:
P1. V1 / T1 = P2 . V2 / T2
Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang
volumenya sama mengandung jumlah mol yang sama.
Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP
(0 oC 1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume
ini disebut sebagai volume molar gas.
Contoh:
Berapa volume 8.5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27 oC
dan tekanan 1 atm ?
(Ar: H = 1 ; N = 14)
Jawab:
8,5 g amoniak / 17 = 0.5 mol
Volume amoniak (STP) = 0.5 x 22.4 = 11.2 liter
Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
1 x 11,2 lt / 273 = 1 x V2 / (273 + 27)
V2 = 12.31 liter