Anda di halaman 1dari 28

Kegawatdaruratan

Kardiovaskular

Saleha Sungkar

1
Kegawatdaruratan
kardiovaskular
sering mengakibatkan kematian perlu
diketahui tanda, gejala dan penanganannya.
Angka kematian pada hari pertama pada
1000 serangan adalah 360 (36%)
Angka ini sangat besar
Kecepatan penanganan kasus amat
berpengaruh untuk mengurangi angka tersebut.

2
Faktor Risiko
tidak dapat diubah:
Jenis kelamin

Usia lanjut

Riwayat serangan jantung pada

keluarga

3
Faktor risiko yang
dapat diubah

Diabetes melitus
Hipertensi
Merokok
Kurang olah raga
Dislipidemia
Alkohol
4
Gejala Prodromal
Keluhan yang dirasakan pasien 2 - 3
minggu sebelum serangan
Gejala prodromal:
Cepat lelah

Sakit dada ringan

Sesak napas ringan

Nyeri ulu hati

5
Kegawatan kardiovaskuler
yang sering terjadi
Angina pektoris
Infark Miokard Akut (IMA): dikenal
sebagai serangan jantung
Gagal jantung kongestif (congestive
heart failure/CHF)
Krisis hipertensi
Stroke
6
JANTUNG
Jantung berfungsi sebagai
pompa
Ototnya yaitu miokardium,

berdenyut terkoordinasi
untuk memompa darah ke
seluruh tubuh
Otot jantung mempunyai

suplai darah sendiri melalui


arteri koronaria
7
JANTUNG
terdiri atas 4 ruangan
atrium kiri

atrium kanan

ventrikel kanan

ventrikel kiri

8
Angina Pectoris (AP)
Salah satu jenis penyakit jantung koroner
Terjadi akibat: penyempitan arteri koronaria
Penyebabnya: arteriosklerosis, yaitu
penebalan dan pengerasan pembuluh darah
Semakin tebal dinding pembuluh, pasokan
oksigen semakin berkurang. Bila kebutuhan
meningkat sedangkan suplai tidak cukup,
akan terjadi nyeri dada yang dikenal sebagai
angina pectoris
9
10
11
Gejala klinis angina pektoris
Nyeri dada: rasa tertekan beban di dada,
terperas, dada penuh, panas seperti terbakar
atau rasa kram di dada
Lokasi: terutama di sebelah kiri, daerah tulang
dada, ulu hati, dapat menjalar ke lengan kiri,
leher, bahu kiri, rahang bawah, dan
punggung.
biasanya nyeri menghilang setelah aktivitas
fisik dihentikan atau diberi obat nitrat
12
Penjalaran nyeri pada
angina pectoris

13
Gejala klinis angina pektoris
Nyeri biasanya tidak berubah dengan
perubahan sikap tubuh dan tidak
bertambah bila dilakukan penekanan pada
daerah nyeri
Nyeri berlangsung dalam beberapa menit,
kurang dari 15 menit.
Jika nyeri menetap untuk waktu yang lebih
lama (>20 menit), dicurigai telah terjadi
kematian sebagian dari otot jantung (infark
miokard akut).
14
Gejala penyerta pada
Angina Pektoris
Napas pendek, sesak
Jantung berdebar
Pusing
Keringat banyak
Mual dan muntah

15
Infark Miokard Akut (IMA)
IMA adalah kerusakan atau kematian
sebagian dari otot jantung
terjadi bila suplai oksigen ke bagian otot
jantung benar-benar terhenti, misalnya pada
keadaan arteriosclerosis yang lanjut
Keadaan ini dikenal sebagai serangan
jantung

16
Gejala dan tanda IMA
Angina pectoris yang berlangsung lebih lama
(lebih dari 30 menit)
Nyeri tidak hilang setelah istirahat maupun
setelah pemberian obat nitrat yang telah
diulang sampai 3 kali pemberian
Disertai oleh:
Rasa cemas dan amat ketakutan

Penurunan kesadaran, pingsan

Rasa lemas seluruh tubuh

17
INGAT!!!
Terjadinya angina pectoris dan
infark miokard adalah akibat
ketidakseimbangan kebutuhan dan
suplai oksigen ke otot jantung.

18
Gagal jantung
Gagal jantung adalah keadaan saat jantung
tidak mampu lagi memompa darah untuk
memenuhi kebutuhan makanan dan oksigen
jaringan
dapat disebabkan oleh IMA, kelainan katup
jantung, hipertensi dll
Gejala yang paling umum adalah sesak napas
dan cepat lelah.
19
Gejala dan tanda gagal jantung
Sesak napas yang semakin berat
apabila korban berbaring disertai
peningkatan frekuensi pernapasan
Rasa lemas seluruh tubuh, cepat lelah
Peningkatan frekuensi nadi (lebih dari
120x/menit) dan dapat tidak teratur
Rasa cemas dan takut yang berlebihan

20
Gejala dan tanda gagal jantung
Pembuluh darah vena di leher terlihat
melebar (seperti saat mengangkat
beban berat)
Rasa kembung
Bengkak pada kedua tungkai

21
Hipertensi
adalah tekanan darah sistolik > 140
mmHg dan atau tekanan darah diastolik
> 90 mmHg yang menetap.
Keluhan umum: sakit kepala, telinga
berdengung, rasa berat di tengkuk,
sukar tidur, cepat marah dan pusing.

22
Krisis hipertensi
Krisis hipertensi: keadaan darurat
hipertensi dimana tekanan darah naik
secara tiba-tiba yang memerlukan
penurunan tekanan darah dengan segera
untuk mencegah atau membatasi kerusakan
pada organ jantung, otak, mata, ginjal, dan
lain-lain.

23
Gejala dan tanda
krisis hipertensi
Sakit kepala yang cukup berat
Mata berkunang-kunang
Mimisan
Rasa kesemutan di lengan atau tungkai
Rasa cemas

24
Tindakan pra-RS pada
kegawatan kardiovaskuler
Hentikan aktivitas korban
Buka jalan napas, lakukan RJP jika perlu
beri oksigen 4 liter/menit
Hentikan perdarahan, jika ada (misalnya
mimisan pada krisis hipertensi)
Jika pasien sadar, atau setelah pasien sadar,
letakkan pada posisi nyaman, pada AP dan
IMA biasanya setengah duduk dan pada
gagal jantung duduk tegak
25
Tindakan pra-rumah sakit
Longgarkan pakaian yang ketat
Beri rasa aman dan dukungan moral
Pertahankan suhu tubuh (selimuti)
Monitor tanda vital
Evakuasi secepat mungkin

26
Medikasi pada AP dan IMA
Aspirin 325 mg (1/2 tablet), kunyah lalu telan
Tablet nitrat (ISDN) 5 mg yang dihancurkan
kemudian diletakkan di bawah lidah korban
(sublingual), tidak boleh dilakukan jika TD
sistolik < 90 mmHg.
Apabila keluhan nyeri dada belum hilang,
pemberian tablet nitrat dapat diulang sampai
3x selama tekanan darah sistolik >90 mmHg.
27
Wassalam

Terima kasih

28